Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 11


__ADS_3

Sore itu aku pergi berkunjung ke rumah Tian. Yah karena ibu ku membuat kue, aku pun mempunyai niat untuk memberikan sedikit kue buatan ibu kepada Tian.


Yah untuk memulai suatu hubungan alangkah baik nya seperti ini bukan. Semoga ke depan nya hubungan antara kedua keluarga kami semakin dekat. Pikir ku dalam hati.


"Assalamualaikum" Ucap ku saat tiba di depan pintu rumah mewah berlantai dua milik Tian.


"Waalaikumsalam" Sambut nya. Tian datang mendekati ku. Ia hanya menggunakan baju berlengan pendek seperti singlet dan bercelana pendek juga.


Yah itu adalah stail nya di rumah. Berbeda jika berada di luar dia selalu pakai kemeja dan celana panjang. Yah seperti pada orang-orang umum nya. Di rumah mereka mengenakan pakaian ternyaman mereka. Dan itu lah pakaian ternyaman Tian. Jika aku sih pakaian ternyaman ku ya daster pakaian kebanggaan para emak-emak.


"Fitri, ada apa? Kangen ya sama aku?" Goda nya. Aku hanya bisa tersenyum mendengar apa yang di katakan nya kepada ku.


"Sedikit" Jawab ku.


"Sedikit? Hanya sedikit? Gak banyak? Seperempat pun gak ada?" Ujar nya membulat kan mata nya meminta kepastian dari ku.


"Jika seperempat ada sih tapi jika setengah nya yang gak ada" Balas ku sambil tersenyum.


"Ya sudah gak apa-apa lama-lama pasti juga akan penuh kangen nya" Ujar nya.


Kembali aku hanya bisa tersenyum menanggapi apa yang di katakan Tian.


"Ayo silahkan masuk" Ajak Tian, kami pun duduk di sofa yang terletak di ruang tamu rumah nya itu.


"Oh ya, ini kue buatan ibu" Kata ku sambari memberikan rantang yang ku bawa di mana di dalam nya berisikan kue buatan ibu ku.

__ADS_1


"Oh, terima kasih ya. Baik banget sih calon mertua ku. Belum jadi menantu saja udah perhatian seperti ini. Apa lagi besok jika sudah menjadi menantu nya" Canda nya lagi menyambut rantang yang ku berikan kepada nya.


Mendengar itu aku ingin tertawa geli. Tampa ku sadari pandangan ku beralih melihat tato berbentuk naga di lengan sebelah kiri Tian.


"Tato? Sejak kapan Tian bertato?" Pikir ku heran. Aku pun memberanikan diri untuk bertanya kepada laki-laki yang memiliki satu anak itu.


"Tian, kamu punya tato? Sejak kapan?" Tanya ku berhati-hati.


"Oh ini, Sudah lama kok Fit. Jauh sebelum aku menikah dengan Santi" Jawab nya.


"Emang nya kenapa? Apa kamu gak suka?" Tambah nya.


"Jujur saja Tian, aku gak suka sama laki-laki bertato. Aku juga gak tahu ya alasan nya apa. Pokok nya aku tetap saja gak suka sama laki-laki bertato. Apa lagi jika masalah beribadah. Itu sangat mengganjal di hati ku" Ujar ku dengan hati-hati takut jika Tian tersinggung.


Tian terdiam mendengar apa yang aku katakan. Laki-laki itu langsung berdiri dari duduk nya meninggalkan ku sendiri di sana.


"Mau menghapus tato" Jawab nya cuek. Aku tersentak mendengar ucapan Tian barusan. Yah tentu saja aku merasa tidak enak hati. Aku pun berlari menyusul nya ke ruang setrikaan di rumah nya.


"Tian, kamu mau ngapain?" Tanyaku melihat Tian mencolok kabel setrika itu ke saklar listrik.


"Tadi kamu bilang kamu gak suka sama laki-laki bertato. Jadi aku akan menghapus tato ini demi kamu" Kata nya sambil memegang setrika yang mulai panas di tangan kanan nya.


"Iya aku memang mengatakan itu tadi. Tapi kamu gak perlu melakukan hal ini. Kamu gak perlu menyakiti tubuh mu sendiri demi aku. Sudah lah Tian, hentikan semua ini" Ujar ku mencoba merebut setrika dari tangan Tian. Namun Tian menghindar membuat aku kesusahan merebut setrika itu.


"sudah lah Fitri kamu jangan khawatir seperti itu. Aku rela melakukan semua ini demi kamu. Aku tidak mau membuat mu kecewa. Bukan kah aku berjanji untuk melakukan apa pun yang kamu suka dan menghindari semua hal yang tidak kamu sukai. Bukan kah itu janji ku" Ujar nya.

__ADS_1


"Iya tapi tidak harus dengan menyakiti diri mu seperti ini juga kan Tian. Sudah lah taruh kembali setrika itu. Lupakan saja apa yang aku katakan tadi. Aku mohon" Pinta ku semakin merasa bersalah. Tidak terasa beberapa air bening kini mengalir di pipi ku.


Aku merasa terharu melihat Tian yang rela menyakiti diri nya sendiri demi aku seperti itu.


"Fitri, hapus air mata mu. Tidak perlu kamu tangisi orang seperti aku" Ujar nya lagi seraya menghapus air mata yang membasahi pipi ku dengan tangan kiri nya.


Tian langsung menyatukan setrika panas itu ke lengan nya. Laki-laki itu merintis kesakitan. Melihat itu aku semakin menangis. Yah menangisi pengorbanan nya demi mendapatkan cinta ku.


Tian pun terjatuh kelantai saat selesai menghapus tato di lengan sebelah kiri nya. Aku memegang tubuh nya yang lemah saat itu.


Aku pun menuntun nya ke kamar dan mengobati luka bakar terkena setrika panas demi menghapus tato nya.


Aku berusaha untuk menghentikan air mata yang mengalir di pipi ku saat itu. Namun tetap saja aku tidak bisa. Air mata ku terus saja jatuh ke pipi ku.


"Hei, Kenapa kamu masih saja menangis?" Tanya nya dengan lembut mengangkat wajah ku agar menatap bola mata nya. Namun aku terus saja mengobati luka bakar itu.


Tian memegang tangan ku agar aku berhenti mengobati luka bakar itu. Aku pun menatap bola mata nya.


"Kenapa? Apa kamu sedih aku melakukan hal ini?" Tanya nya dengan lembut.


Aku mengangguk.


"Bukan kah aku melalukan ini untuk kamu. Untuk gadis idaman ku. Sudah jangan kamu menangis lagi ya sayang ku" Ujar nya dengan lemah lembut sambil menghapus air mata ku.


"Fitri, aku sayang sama kamu. Aku akan melakukan apa pun yang kamu mau. Itu lah bukti cinta ku kepada mu" Aku semakin terharu mendengar kata-kata Tian dan membenamkan kepala ku ke dada bidang laki-laki beranak satu itu. Tian memeluk ku dengan penuh kehangatan. Yah kehangatan yang belum pernah aku rasakan. Secara aku tidak pernah pacaran selama ini. Bagaimana bisa aku merasakan pelukan yang penuh kehangatan dari seorang laki-laki.

__ADS_1


Kini hati ini mulai yakin dengan Tian. Dengan melihat pengorbanan nya yang rela menyakiti diri nya seperti itu membuat hati ini semakin terbuka bahwa dia bisa berubah demi aku.


Semoga saja Allah meridhoi dan merestui niat baik Tian untuk berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Doa ku dalam hati.


__ADS_2