Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 71


__ADS_3

Mama ku menceritakan kejadian yang menimpa ku kepada papa ku saat mereka duduk berdua di teras rumah ku. Yah, Karena pad akhir-akhir ini mama ku sering melamun sendiri.


"Kasihan Fitri ma, papa sama sekali tidak menyangka bahwa Tian seperti itu. Kenapa Tian setega itu kepada putri kita?" Tanya papa ku.


"Mama juga gak tahu pa. Yang jelas saat ini Fitri sangat kecewa kepada Tian" Ujar mama ku. Mama ku pun menceritakan semua nya tentang Tian dari kedekatan mereka, hingga Susan sampai hamil dan juga sakit yang di derita oleh Susan saat ini.


"Ya ampun, papa tidak bisa membayangkan tentang itu lo ma. Kok bisa?" Ujar papa ku lagi masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Iya pa, bahkan Tian lebih mementingkan keberadaan Susan dari pada Fitri dan Sofi"


"Papa gak bisa diam saja seperti ini ma. Papa gak terima anak kita di sakiti. Jika Tian mau bersama Fitri, maka dia harus menceraikan Susan. Jika tidak, lepas kan saja Fitri. Papa akan bicarakan masalah ini kepada keluarga nya Tian. Papa gak bisa diam saja" Ujar papa ku terlihat sedikit emosi.


"Jangan pa, hingga saat ini keluarga Tian tidak tahu sama sekali dengan apa yang terjadi kepada mereka"


"Maka dari itu ma. Kita harus memberitahu papa dan mama nya Tian agar mereka tahu kelakuan putra nya itu yang sudah keterlaluan kepada putri kita. Enak saja dia bertindak sesuka hati nya seperti itu" Ujar papa ku yang emosi nya semakin menggebu-gebu.


"Tapi pa.... "


"Sudah ma, mama gak seharus nya melarang papa. Harus nya mama itu mendukung papa untuk kebaikan dan kebahagiaan putri kita. Apa mama mau anak bungsu kita seperti ini terus?"


"Ya gak lah pa. Mama gak mau melihat Fitri sakit hati terus seperti ini. Mama ingin anak kita bahagia pa"


"Nah karena itu papa akan memberi tahu keluarga Tian untuk agar mereka akan bertindak kepada anak nya. Laki-laki itu memang tidak bisa bersyukur. Fitri sudah menerima dia apa ada nya, dia malah buat ulah seperti ini" Ujar papa ku emosi.


"Iya pa, tapi harus bagaimana. Ini semua karena pilihan nya sendiri. Bukankah kita sudah memberitahu nya juga sudah menasehati nya agar berpikir terlebih dahulu saat dia ingin menikah dengan Tian. Semua itu kita lakukan karena ingin maling dunia dan juga tidak mau terjadi seperti ini kepada putri kita. Tapi nyatanya apa? Dia tetap ingin bersih keras untuk menikah dengan Tian. Dia sangat yakin bahwa Tian bisa berubah. Ya memang dia sudah berubah di mana dia sudah tidak candu lagi dengan barang terlarang itu. Tapi nyatanya malah dia terjerumus ke dalam lubang yang lain yang membuat anak kita tetap menderita seperti ini" Ujar mama ku.


"Sudah lah ma, jangan diungkit lagi masalah yang telah lepas. Saat ini yang harus kita lakukan adalah untuk membantu Fitri menyelesaikan masalahnya. Mungkin ini memang sudah takdir yang digariskan Tuhan untuk anak kita. Bagaimanapun kita melarangnya pasti akan terjadi juga karena ini memang sudah jalannya" Ucap papa ku dengan bijak.


Mama ku terdiam mendengar apa yang di katakan papa ku. Wanita paruh baya Itu tampak berpikir dengan ucapan suaminya.


"Papa mau kemana?" Tanya mama ku melihat suami nya bangkit dari tempat duduk nya.


"Papa mau menghubungi papa nya Tian. Mau mengajak nya bertemu untuk membahas masalah ini" Ujar papa ku meninggalkan mama ku yang masih duduk di sana.


***


"Maaf sudah mengajak mu ketemuan secara mendadak seperti ini" Ujar papa ku bersalaman dengan papanya Tian saat sudah bertemu di sebuah cafe yang mereka janjikan.


"Iya, tidak masalah bagiku emangnya apa yang mau kamu bicarakan kepadaku?"


"Maaf sebelumnya jika nanti apa yang aku bicarakan membuat kamu merasa kecewa. Tapi aku tidak bisa membiarkan semua ini berlarut-larut terjadi"


"Apa maksud kamu?"


"Apa kamu sudah tahu bahwa Tian menikah lagi secara siri?"


"Maksud kamu, Tian mempunyai dua istri selain Fitri?" Tanya apa Tian kaget.


"Ya seperti itulah kejadiannya. Tian sudah menikah lagi secara siri bersama wanita lain"

__ADS_1


"Nggak mungkin dia melakukan hal itu. Bukankah dia sangat mencintai Fitri selama ini" Ujar papa Tian masih tidak percaya dengan apa yang dijelaskan oleh papa ku.


"Tapi itulah kenyataannya. Tian terpaksa menikah dengan wanita itu karena wanita itu telah dihamilin nya"


"Apa? perselingkuhan mereka sampai membuat wanita itu hamil? Siapa wanita itu?" Tanya papa Tian penasaran.


"Susan, mantan adik iparnya Tian selama ini dia tinggal bersama mereka hanya untuk memikat Tian. Sehingga membuat Tian terjebak ke dalam perangkapnya" Jelas papaku.


"Beralasan hanya untuk menjaga Sofi karena Fitri saat itu sedang hamil dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, ditambah lagi cucuku Raffa sakit dan harus dirawat selama berbulan-bulan di rumah sakit membuat Fitri sibuk untuk mengurus putranya itu. Hal itu yang membuat Susan mengambil kesempatan merayu Tian. Dan pada akhir nya terjadilah perselingkuhan itu. Bahkan saat ini Tian sudah membeli rumah untuk Susan dan juga Susan saat ini sedang mengalami penyakit miom yang buat Tian begitu perhatian kepadanya. Sampai-sampai melupakan kewajibannya terhadap Fitri dan juga Sofi anak semata wayangnya"


Papa Tian hanya terdiam mendengar penjelasan dari papa ku itu dia benar-benar tidak menyangka bawa Tian bisa melakukan hal sehingga itu.


"Aku tidak menyalahkan Tian yang sepenuhnya atas kejadian ini. Karena aku tahu dia adalah laki-laki yang normal. Ia mudah terpengaruh dan terpikat dengan rayuan-rayuan wanita. Terlebih wanita itu cantik dan seksi seperti Susan. Laki-laki mana yang tidak bisa tergoda dengan wanita itu" Ujar papaku memaklumi.


"Yang membuat aku kecewa adalah dia tidak bisa bersikap adil kepada putriku dan juga Sofi. Dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Susan. Meskipun aku tahu Susan itu sedang sakit, tapi penyakitnya itu tidaklah begitu parah dan kata dokter masih bisa diatasi. Namun kenapa dia begitu mengkhawatirkan Susan dan tidak bisa bersikap adil membagikan waktu bersama dengan kedua istrinya?" Ujar papa ku.


"Aku benar-benar minta maaf kepada kamu. Aku sungguh tidak tahu tentang semua ini. Tapi bukan kah waktu itu Susan menikah nya dengan laki-laki lain. Terus siapa laki-laki yang bersanding dengan Susan waktu itu?"


"Dia adalah orang bayaran nya Tian untuk mengelabuhi kita agar tidak curiga bahwa dia lah yang sebenarnya telah menikah dengan Susan"


"Benar-benar keterlaluan si Tian. Anak itu sudah terlewat batas. Dari dulu hingga sekarang terus-terus saja berbuat masalah" Ucap papa Tian emosi.


"Apa sih kurang nya Fitri. Padahal selama ini Fitri telah menerima dia apa ada nya. Menemani nya saat dia dalam terpuruk waktu itu hingga dia berhasil terlepas dari barang haram itu. Tapi ternyata apa? Dia malah seperti ini kepada Fitri" Ucap papa Tian kecewa dengan putra nya itu.


"Akan aku tegur dia nanti. Sungguh benar-benar keterlaluan. Aku tidak bisa membiarkan ini berlarut-larut. Pasti selama ini Fitri merasa sedih dan juga tersiksa karena diperlakukan oleh Tian seperti itu"


"Iya, anakku sudah cukup tersiksa selama ini. Yang jelas aku tidak mau Fitri dimadu. Dia selama ini bertahan karena Sofi yang selalu memberinya semangat dan juga membuatnya kuat untuk menghadapi semua ini"


"Terima kasih karena kamu sudah mau mendengar curhatku dan juga kamu sudah mau membantu menyelesaikan masalah keluarga anak kita"


"Jangan berterima kasih kepadaku seperti itu. Karena bagaimanapun Fitri sudah ku anggap seperti anakku sendiri. Dan aku tidak mau membuatnya sedih ataupun tersiksa karena dia sudah bisa menerima Tian dan juga Sofi sepenuh hatinya"


***


"Papa, tumben datang ke kantor tanpa mengabari ku terlebih dahulu" Ujar Tian kaget melihat keberadaan papanya secara tiba-tiba di kantornya.


"Kebetulan tadi papa ada urusan sedikit dimana papa bertemu dengan orang penting di sini. dan Karena papa sudah di sini alangkah baiknya papa melihat kamu dan perkembangan kantor ini seperti apa" Ujar laki-laki paruh baya itu dengan santai duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


"Alhamdulillah pak, perkembangan di perusahaan kita ini semakin baik dan banyak para klien yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita. Karena mereka merasa puas dengan kinerja kita" Jelas Tian kepada papanya.


"Bagus lah, papa senang mendengarnya dan papa juga merasa bangga karena kamu berhasil memimpin perusahaan ini. Papa yakin perusahaan ini akan menjadi lebih besar dari perusahaan induk nantinya jika terus-terusan seperti ini"


"Iya pa, aku juga senang melihat perkembangan perusahaan kita ini"


"Terus, bagaimana kamu memimpin keluargamu saat ini? Bukankah kamu telah berhasil memimpin perusahaan kita menjadi lebih baik. Namun kenapa di dalam rumah tanggamu kamu tidak bisa menjadi pemimpin yang baik?" Sindir lelaki paruh baya itu tanpa basa-basi.


Deg....


Tian tampak kaget mendengar ucapan papanya barusan. Kenapa laki-laki paruh baya itu bisa berbicara seperti itu? Apa mungkin dia sudah tahu segalanya pikir Tian.

__ADS_1


"Maksud papa apa ya? Kenapa papa bisa bicara seperti itu?" Tanya Tian tidak mengerti maksud dari pertanyaan papanya itu.


"Papa tahu kamu mengerti maksud dari pertanyaan papa. Hanya saja kamu yang berpura-pura tidak mengerti dengan semuanya"


Tian menatap heran kepada laki-laki paruh baya itu. Kenapa papa nya bisa mengatakan hak seperti itu.


"Aku benar-benar tidak mengerti pa dengan apa yang papa katakan" Ucap nya lagi.


"Oke jika kamu tidak mengerti. Papa akan menjelaskan nya. Benar kamu memiliki dua istri? Kenapa kamu bisa melakukan hal itu dan menyembunyikan nya dari kami? Apa kamu tidak menganggap kami ini sebagai keluarga mu lagi? Atau kamu pikir, kamu bisa menyelesaikan masalah kamu ini dengan baik?" Tanya papa Tian dengan emosi yang menggebu-gebu.


Deg....


Tian membulatkan mata nya. Betapa kaget nya ia mendengar apa yang di katakan papa nya itu. Dia benar-benar tidak menyangka papa nya bisa mengetahui semua nya. Padahal dia sudah menyembunyikan rahasia ini rapat-rapat agar tidak ada yang mengetahui nya.


"Papa tahu dari mana? Apa Fitri yang memberitahu papa semua ini?"


"Tidak penting kamu kamu tahu siapa yang mengatakan ini kepada papa. Secara kamu memang salah dalam hal ini. Papa benar-benar kecewa dengan semua yang kamu lakukan. Apa salah Fitri sama kamu sampai-sampai kamu tega melakukan hal ini kepada nya" Tanya papa Tian dengan kecewa di hati nya.


"Bahkan kamu selingkuh nya sama Susan. Susan mantan adik ipar mu. Seperti tidak ada wanita lain saja" Tambah papa nya lagi.


Tian menunduk mendengar ocehan dari papa nya itu.


"Kenapa diam? Kenapa kamu tidak bisa menjawab nya? Benar bukan kamu telah bermain api di dalam rumah tangga mu? Padahal Fitri lah yang menemani kamu dalam keterpurukan. Yang telah menyayangi Sofi anak mu seperti anak nya sendiri. Tapi apa balasan kamu? Kamu malah menghianati nya" Ucap papa Tian lagi.


"Maaf kan aku pa. Aku benar-benar khilaf waktu itu. Fitri saat itu sedang berada di rumah sakit selama berbulan-bulan. Dia tidak kunjung pulang karena menemani Raffa pa. Aku sebagai lelaki biasa butuh kehangatan, dan Susan lah yang memberikan kehangatan itu kepadaku"


Plak....


Satu tamparan berhasil mendarat di pipi Tian. Lelaki paruh baya itu tampak semakin emosi dengan pengakuan dari putra nya itu.


"Alasan kamu itu tidak bisa di terima. Bukan kah kamu tahu bagaimana keadaan Raffa saat itu? Fitri di sana karena berjuang menemani Raffa agar sembuh. Dan kamu sebagai papa nya seharus nya kamu juga seperti itu bukan malah kelayapan mencari hiburan di luar dengan wanita lain. Papa macam apa kamu ini? Apa kamu tidak memikirkan Raffa anak mu"


"Aku sayang pa sama Raffa. Di saat aku telah menyadari semua nya. Dan aku ingin berubah, serta ingin memperbaiki semuanya. Tapi semua itu sudah terlambat karena Susan hamil anak ku. Aku tidak mungkin tidak bertanggung jawab dengan kehamilan Susan saat ini aku tidak mau menyesal nantinya. Sudah cukup aku menyesal dengan kepergian Raffa waktu itu. Dan aku tidak mau menyesal untuk yang ke dua kali nya pa. Terlebih saat ini Susan sedang sakit miom. Terdapat tumor jinak di rahim nya" Jelas Tian.


"Terus, apa kamu pikir Fitri bisa menerima semua ini meski Susan sedang sakit? Bagaimana pun alasan nya Fitri pasti tidak mau hidup di madu"


"Iya pa, aku tahu. Aku juga bingung harus bagaimana. Fitri semakin kecewa kepada ku ketika dia tahu aku mengingkari janji ku. Aku bilang sama dia aku akan menceraikan Susan setelah anak itu lahir. Tapi setelah aku mengetahui sakit yang di derita Susan, aku Tidak bisa melakukan hal itu pa. Tidak mungkin aku meninggalkan Susan dalam keadaan sakit seperti ini" Ujar Tian lagi dengan wajah yang sedih dan serba salah.


"Jika kamu tidak bisa melepaskan Susan Kenapa kamu tidak melepaskan Fitri saja Jadi laki-laki jangan terlalu egois. Kamu hanya memikirkan keinginanmu sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain" Ujar papa Tian lagi.


"Aku gak bisa memilih diantara keduanya pa. Karena keduanya itu sangat berarti bagiku. Aku tidak ingin kehilangan Fitri karena aku sangat mencintaimu. Tapi aku juga tidak mungkin meninggalkan Susan dalam keadaan seperti ini. Aku ingin memiliki keduanya"


Plak....


Kembali lagi sebuah tamparan mendarat di pipinya Tian.


"Enak sekali kamu bicara seperti itu. Kamu pikir Susan dan Fitri itu boneka yang bisa kamu miliki kedua-duanya dan bisa kamu permainkan karena tidak mempunyai perasaan? Mereka itu manusia dan mereka pasti tidak mau hidup di madu seperti ini" Ujar papa Tian.


"Pa, apa yang harus aku lakukan pa. Apa lagi saat ini Sofi begitu dekat sama Fitri. Mereka seperti ibu dan anak kandung yang sulit untuk dipisahkan aku takut jika Fitri nanti meninggalkanku akan membuat Sofi kembali seperti dulu"

__ADS_1


"Papa tidak tahu harus ngomong apa lagi sama kamu Tian agar kamu sadar. Yang jelas papa sangat kecewa sama kamu karena kamu sudah bermain api seperti ini. Saat ini jika kamu tidak bisa memberikan keputusan, papa yakin Fitri yang akan memberi keputusan nya. Karena dia sudah sangat tersakiti dan menderita selama ini bersama kamu. Dan papa harap kamu bisa menerimanya dengan lapang dada" Ucap laki-laki paruh baya itu lagi dan pergi meninggalkan Tian yang masih terbengong kebingungan.


__ADS_2