
Aku menerima lamaran yang pak Rendi niat kan kepada ku. Yah selama ini aku selalu berpikir aku bisa mengubah orang menjadi lebih baik lagi. Tapi nyata nya aku di hianati seperti ini.
Dan pak Rendi akan secepat nya bersama kedua keluarga nya untuk melamar ku.
***
"Susan, kapan sih Tian itu akan menikahi mu secara hukum?" Lagi-lagi mama Susan bertanya kepada putri nya meminta kepastian agar menantu nya itu menikahi putri nya secara resmi.
"Aduh ma, ya sabar dong ma. Proyek yang di tangani oleh Tian kan belum kelar ma. Dia masih pusing untuk mengurus proyek nya itu. Jika aku mendesak nya bisa-bisa dia naik pitam nanti. Bukan nya di nikahi secara resmi, malah di ceraikan nanti" Ujar Susan.
"Mama itu gak sabar deh jadi orang kaya San"
"Iya ma, aku juga begitu. Tapi harus bagaimana? Masa ia aku harus desak Tian seperti itu"
"Iya juga sih" Ujar mama Susan.
"Oh ya Sofi mana sih? Sudah lama juga gak melihat cucu mama itu" Tanya mama Susan.
__ADS_1
"Dia sama Fitri ma"
"Ha? Ngapain sih dia terus-terusan di rumah Fitri? Gak pulang-pulang dia ke sini?" Tanya mama Susan lagi.
"Ya biarin aja lah ma dia di sana. Lagian aku juga yang membuat dia gak betah di rumah ini"
"Lo kenapa? Dia kan keponakan kamu juga Susan"
"Justru itu ma, malahan aku ingin menyingkir kan dia kalau bisa"
"Kamu gila ya Susan? Bagaimana pun dia itu anak dari mendiang kakak mu"
"Tapi kan dia keponakan mu San"
"Iya aku tahu ma, tapi aku juga gak tahu kenapa aku merasa ilfil sama dia ma. Apa lagi dia itu benci sama aku dan lebih memilih Fitri dari pada aku. Aku kan jadi sebel ma"
"Harus nya kamu itu bisa bersabar untuk mengambil hati nya Sofi agar kembali lengket sama kamu. Ini kamu malah membuat nya semakin takut"
__ADS_1
"Habis nya semenjak aku hamil ini, aku gak bisa mengontrol emosi ku ma" Ujar Susan lagi.
"Iya mama tahu tapi walau bagaimana pun kamu harus bisa dong bersikap manis sama keponakan mu yang kini sudah menjadi anak sambung mu itu. Jika kamu mau mengambil hati Tian, jelas kamu harus mendekati anak nya terdahulu dong" Jelas mama nya.
"Jangan kalah dong sama Fitri. Masa orang luar lebih hebat dalam mengambil hati Sofi ketimbang kamu tante nya sendiri" Tambah wanita paruh baya itu.
"Iya deh ma, Aku akan mencoba untuk mengambil hati Sofi lagi dan aku akan mencoba untuk membuat Sofi kembali menerima ku seperti dulu" Ujar Susan.
"Gitu dong San. Oh ya nama boleh meminta uang nggak sama kamu? Soalnya mama mau belanja baju baru karena minggu depan teman-teman arisan mama akan pergi ke luar kota. Jadi mama mau ikut bersama mereka. Ya tentu dong mama harus punya pakaian baru sebelum ke sana secara menantu mama kan CEO. Masa iya Mama mertuanya dibiarkan memakai pakaian itu itu aja. Mama juga mau minta uang untuk ongkos ke sana"
"Emang mama perlunya berapa?"
"Gak banyak, hanya dua puluh juta aja kok"
"Aduh ma, saat ini aku nggak punya uang pegangan sebesar itu. Soalnya uangku kemarin sudah habis ku belanjakan untuk keperluanku"
"Jika kamu tidak mempunyai uangnya, tinggal minta dong sama suami kamu. Nggak mungkin kan suami kamu tidak mempunyai uang sebanyak itu" Ujar mama Susan lagi.
__ADS_1
"Nanti aku akan coba bilang sama Tian ya jika mama memerlukan uang sebanyak itu. Dan semoga saja yang tidak keberatan untuk memberikan uang sebanyak itu kepada mama"
"Oke deh mama tunggu kabar baiknya secepatnya. Karena mama sudah nggak sabar pengen belanja untuk keperluan mama pergi ke luar kota minggu depan"