Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 119


__ADS_3

Mama Susan tampak tidak setuju dengan keputusan Susan yang ingin mendonorkan darah nya kepada mama mertua nya itu. Secara selama ini mama Tian sangat tidak menyukai nya dan selalu memandang rendah kepada menantu nya itu.


"Gak apa-apa ma, siapa tahu dengan aku mendonorkan darah ku ini akan membuat mama akan bisa menerima ku ma. Karena saat ini dia dalam keadaan kritis dan harus memerlukan darah secepat nya. Sedangkan Tian golongan darah nya tidak sama dengan mama nya. Dan anak-anak nya yang lain juga masih lama tiba ke sini" Jelas Susan.


Mendengar penjelasan itu, membuat mama Susan terdiam dan berpikir sejenak bahwa apa yang di katakan putri nya itu ada benar nya juga. Apa salah nya jika mereka mencoba untuk membuat mama Tian bisa menerima Susan.


***


"Terima kasih ya sayang kamu sudah mau membantu mama. Jika tidak ada kamu, aku tidak tahu keadaan mama seperti apa sekarang. Untung saja mama mendapatkan darah secepat nya sehingga dia bisa melewati masa kritis nya" Ujar Tian saat bersama Susan di dalam ruangan pemulihan. Yah karena darah Susan baru saja di ambil, jadi nya ia harus banyak beristirahat untuk memulih kan tenaga nya.


"Iya sayang, sudah seharus nya aku membantu mama. Bagaimana pun mama mu adalah mama mu juga. Gak mungkin aku membiarkan mama dalam keadaan seperti ini bukan?" Ujar Susan dengan mantap nya.

__ADS_1


Semenjak kejadian itu, mama Tian pun bisa menerima Susan sebagai menantu nya. Karena Susan telah menyelamatkan nyawa nya saat itu.


"Maaf kan mama ya San, selama ini mama sudah salah menilai kamu. Mama akan mencoba untuk menerima kamu sebagai menantu mama" Ujar wanita paruh baya itu saat diri nya telah sadar dan papa Tian sudah menceritakan bahwa Susan lah yang telah mendonorkan darah untuk mama Tian itu.


***


Perut ku sudah mengalami kontraksi untuk beberapa hari ini. Yah aku sudah mau melahirkan. Dengan cepat Rendi dan juga kedua orang tua ku membawa ku segera ke rumah sakit agar aku bisa di tangani dengan cepat.


"Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim, Astaghfirullahaladzim" Ucap ku sambil mengatur napas.


Rendi memeluk ku saat kontraksi ku itu datang. Suami ku itu pun memijit punggung dan kaki ku agar aku merasa tenang. Hingga pembukaan lengkap telah terjadi kepada ku.

__ADS_1


Alhamdulillah putra kecil yang di beri nama Arsya alvarendra putra telah lahir ke dunia dengan selamat.


Sungguh sudah terasa lengkap kehidupan rumah tangga ku saat ini karena telah di berikan malaikat kecil yang di titipkan oleh Allah kepada ku dan juga Rendi.


"Terima kasih ya sayang kamu telah memberikan aku seorang putra yang begitu tampan" Ujar Rendi sambil mengecup kening ku dengan penuh kasih sayang.


Aku tersenyum menyambut kecupan hangat dari suami ku itu.


"Selamat ya Fitri, Rendi kalian sudah resmi menjadi seorang ayah dan ibu" Ucap satu-persatu rekan kerja Rendi yang datang menjenguk ku di rumah sakit itu.


"Selamat ya Fit, Rendi. Semoga anak kalian menjadi anak yang soleh, yang bisa menjadi kebanggaan kalian dunia akhirat" Ujar Tian memberikan ucapan selamat kepada kami.

__ADS_1


"Aamiin, makasih atas doa nya semua" Ujar ku dengan tersenyum gembira


__ADS_2