Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 55


__ADS_3

Pagi itu aku terbangun dari tidur ku saat ponsel berdering.


Ku raih ponsel ku yang ada di atas nakas samping tempat tidur ku.


"Tian? Ngapain lagi sih dia menghubungi ku?" Batin ku.


Aku masih membiarkan ponsel ku itu berdering tampa berniat untuk mengangkat nya.


Tian terus menghubungi ku meski aku tidak mengangkat ponsel ku.


Kembali ia mengirimkan pesan kepada ku karena aku tidak mengangkat ponsel ku.


"Fitri, Sofi mau berbicara. Tolong kamu angkat telfon nya" Ujar nya Tian melalui pesan singkat nya.


Mendengar nama Sofi aku pun langsung menelepon Tian.


"Mama" Jawab Sofi saat aku menghubungi nya.


"Iya sayang, sudah bangun pagi ini?" Ujar ku dengan ramah.


"Iya ma, Sofi gak bisa tidur karena terus mikirin mama. Sofi mau ketemu sama mama" Ujar gadis kecil itu lagi. Bisa aku dengar suara anak sambung ku itu sedang bergetar. Seperti nya gadis itu benar-benar sedih dengan kepergian ku.


"Lo sayang, kok sedih sih? Mama pergi cuma sebentar"


"Sofi takut mama akan tinggalin Sofi. Sofi nggak mau mama pergi" Ujar nya lagi penuh kesedihan.


"Iya sayang mama akan pulang kok secepat nya. Jika mama sudah selesaikan masalah mama di sini ya"


"Beneran ya mama. Mama gak bohong kan?"

__ADS_1


"Gak sayang mama pasti pulang secepat nya"


"Baik lah mama. Sofi akan tunggu mama pulang. Sofi sayang sama mama"


"Iya sayang. Mama juga sayang sama Sofi"


"Selama mama gak ada, Sofi harus janji sama mama, Sofi jadi anak yang baik ya. Nurut sama papa sama tante Susan. Belajar yang rajin juga ya sayang" Pesan ku kepada putri sambung ku itu.


"Iya mama, Sofi akan mendengarkan semua nasehat dari mama"


"Pinter anak mama. Ya sudah sekarang Sofi siap-siap ya mandi. Nanti malah telat ke sekolah nya"


"Iya mama, dada mama, mama baik-baik di sana ya" Ucap nya lagi.


"Iya sayang, Sofi juga ya" Ujar ku lagi.


Aku menutup ponsel ku mengakhiri percakapan ku dan juga putri sambung ku itu.


Jika Sofi itu anak kandung ku, mungkin aku akan membawa nya bersama ku. Namun, Sofi hanyalah anak sambung ku. Dan dia putri kandung nya Tian. Tidak mungkin aku membawa nya begitu saja secara Tian lah yang lebih berhak dari pada aku.


Meski aku sangat menyayangi nya. Namun apa lah daya status ku hanya lah sebagai ibu sambung. Jelas papa kandung yang lebih berkuasa.


"Maaf kan mama ya sayang. Mama sungguh tidak berdaya saat ini. Mama telah membohongi kamu. Sungguh mama butuh waktu untuk menenangkan hati mama. Mama juga kangen sama kamu. Tapi apa lah daya, mama tidak bisa berbuat apa-apa saat ini sayang. Maaf kan mama" Ujar ku menitikkan air mata.


***


"Fitri" Tegur Rendi saat tidak sengaja di restoran yang terletak di lantai bawah hotel itu untuk sarapan pagi.


"Eh ustad Rendi" Jawab ku.

__ADS_1


"Panggil saja Rendi" Ujar nya tersenyum.


"Mau sarapan juga?" Tanya basa basi. Aku mengangguk membenarkan.


"Oh ya, tadi malam setelah selesai tausiah katanya ada grup pengajian juga ya? Dan kamu sendiri sebagai pembimbingnya. Boleh aku ikut di grup pengajian itu?" Ujar ku menawarkan jasa.


"Oh tentu saja boleh. Malahan aku senang jika kamu bisa ikut bergabung. Lebih banyak yang ikut jadi lebih baik" Ujar nya.


Aku tersenyum senang mendengar perkataan dari ustad Rendi barusan. Yah mungkin dengan sering aku mencari kesibukan seperti ini, dapat membantu ku melupakan semua masalah yang saat ini aku alami. Dan bisa membuat hati dan pikiran ku tenang karena mendekatkan diri kepada sang pencipta.


"Mana nomor wa mu, biar saya masukkan ke grup"


Aku pun memberikan nomor wa ku kepada ustad Rendi tadi.


"Oke, nanti jika ada pertemuan akan saya kabari melalui grup ya"


"Iya, terima kasih" Ujar ku tersenyum.


"Jika begitu, saya permisi dulu" Ujar Ustad Rendi lagi.


Aku mengangguk mempersilahkan Ustad Rendi pergi.


***


"Sayang, ayo siap-siap sebentar lagi kita mau berangkat ke sekolah" Ujar Susan menghampiri Sofi di kamar nya.


Betapa kaget nya ia saat melihat gadis kecil itu tidak ada di kamar nya.


"Sofi, Sofi" Teriak Susan panik. Mencari ke seluruh ruangan di kamar gadis itu.

__ADS_1


"Kemana pergi nya anak itu? Apa dia kabur ya? Aduh bisa mati aku di marahin sama Tian" Batin Susan gelisah mengetahui bahwa mantan keponakan nya itu yang kini telah menjadi putri sambung nya pun tidak ada di dalam kamar nya.


__ADS_2