Ku Temani Kau Dengan Bismillah

Ku Temani Kau Dengan Bismillah
Bab 116


__ADS_3

Kehamilan ku semakin hari semakin membesar, memasuki usia kehamilan dua bulan aku mulai merasakan mabuk. Yah mabuk seperti layak nya orang hamil pada umum nya. Tubuh ku menjadi lemah tidak berdaya. Aku lebih suka memakan makanan yang di masak oleh suami ku. Jika dia yang masak, ku pasti kan aku akan semakin bersemangat untuk memakan nya dengan lahap.


"Assalamualaikum" Ujar Rendi kepada ku.


"Waalaikumsalam"


"Sayang, lagi ngapain? Sudah makan?" Tanya suami ku melalui vidio call.


"Belum sayang, gak nafsu makan aku jika gak kamu masakin makanan untuk ku" Jelas ku dengan nada manja nya. Yah saat ini suami ku yang bernama Rendi senang pergi pelatihan di luar kota untuk naik golongan Yah tahu sendiri bukan bahwa status guru yang sudah pegawai bisa naik golongan sama seperti nya naik jabatan. Karena itu lah selama beberapa hari ke depan dia tidak bersama ku. Alhasil aku sama sekali tidak mau memakan makanan yang bukan dari masakan nya.


"Ya Allah sayang, terus bagaimana itu? Kamu harus pikirkan juga anak kita sayang. Kasihan anak kita" Ujar Rendi penuh perhatian.

__ADS_1


"Iya sayang, aku tahu"


"Makan dong sayang sudah lewat makan siang ini"


"Nanti aja ya sayang. Usah kan mau makan nasi nya sayang melihat nya saja aku merasa mual. Alhasil aku hanya memakan buah-buahan dan juga susu hamil dari tadi. Cepat pulang ya sayang. Aku gak mau memakan makanan lain selain dari masakan mu" Jelas ku lagi.


"Iya sayang, aku janji aku akan segera pulang setelah semua urusan ku di sini selesai. Aku berada di sini karena untuk kita juga bukan? Untuk masa depan kita"


"Iya semangat ya sayang di sana nya. Ingat jaga mata dan hati mu untuk ku"


"Ya sudah sayang, nanti aku hubungi lagi ya"

__ADS_1


"Iya sayang kamu hati-hati di sana ya. Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Jawab Rendi menutup ponsel nya.


"Mama" Tegur Sofi masuk ke dalam kamar ku.


"Iya sayang" Jawab ku dengan senyuman. Yah gadis itu saat ini menginap di rumah ku. Memang jadwal nya menginap di rumah ku untuk beberapa hari ke depan. Terlebih dia mengetahui bahwa aku sedang hamil dan kembali gadis kecil itu ingin menjaga ku dan juga si cabang bayi yang ada di dalam rahim ku saat ini.


"Mama, ini Sofi bawain sup ayam untuk mama. Mama makan ya Sofi suapin" Ujar gadis kecil itu dengan penuh semangat.


"Ya ampun sayang, kenapa repot-repot begini sih. Mama bisa kok ambil sendiri di dapur"

__ADS_1


"Gak merepotkan kok ma. Sofi hanya mau menjaga mama sama adik Sofi. Mana makan ya Sofi suapin" Ujar nya lagi menyodorkan sesuap sup panas yang dibawa nya tadi ke dalam mulut ku.


Meski aku sangat mual mencium bau sop tersebut, namun dengan terpaksa aku menyambut suapan dari putri kecil ku itu karena aku tidak mau dia kecewa dengan penolakan ku. Yah secara dia sudah berniat baik ingin menjaga ku dan merawat ku seperti ini. Tidak mungkin aku menolak nya.


__ADS_2