
.
.
Fan Lao mengitruksikan Roh Beladiri Kelelawar Api menuju kota Xiaolei.
'' Kamu sunguh sangat beruntung mendapatkan pusaka itu , karena kedepannya kamu bisa menyerap Jiwa dan kekuatan musuh mu untuk meningkatkan kekuatanmu...'' ucap Lang Ying.
'' Kamu benar , tapi aku harus berhati-hati ketika menyerap kekuatan musuhku . Karena ini tergolong tehnik terlarang , sebenarnya pusaka yang aku dapatkan ini di gunakan untuk menyerap jiwa para iblis agar tidak terus menerus menempati tubuh manusia....'' ucap Fan Lao menjelaskan .
'' Tapi menurutku itu sah-sah saja , asal untuk menyerap orang-orang jahat saja . Tapi jika untuk menyerap orang orang yang tidak bersalah maka itu bisa di katakan tehnik terlarang dan kamu akan menjadi buronan warga kekaisaran Xing ini...'' ucap Lang Ying berspekulasi .
'' Itulah yang aku takutkan , karena jika sampai menjadi buronan kekaisaran maka aku akan kesulitan menjalin hubungan baik dengan pihak kekaisaran...''
'' Terus apa rencana mu kedepannya....?''
'' Aku secepatnya ingin pergi ke istana kekaisaran untuk menemui Kaisar Xing Shan, karena aku butuh informasi darinya mengenai Raja iblis Mo Wuyue dan kerajaannya ...'' ucap Fan Lao sambil membayangkan bisa bertemu nona Xing Zhie.
Sebelum sampai di pertigaan jalan menuju kuil Mistik Api kemudian Fan Lao langsung menurunkan tingkat kekuatannya sampai di tingkat Dou Yin tahap 1 .
Setelah sampai di pertigaan kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung belok ke kiri mengikuti jalan ini .
Tapi tiba tiba ada seorang pemuda yang menaiki Roh Beladiri Phoenix Api yang menyerang Fan Lao dengan semburan Bola apinya dari mulut roh Beladiri Phoenix Api.
Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menghindari tembakkan bola api ini dengan cara terbang rendah .
Fan Lao melihat kekuatan pemuda ini berada di tingkat Dou Yin tahap 2 , kemudian Fan Lao langsung melompat dari punggung Roh Beladiri Kelelawar Api .
'' Hei... pemuda bren*sek , apa masalahmu tiba tiba menyerang ku.? apakah kau sudah bosan hidup di dunia ini...?'' ucap Fan Lao sangat kesal .
'' Pikirkan saja sendiri , apakah kau sudah lupa telah membunuh ayah ku....?''
'' Apakah kau anak alkemis Han Feng penipu itu....?'' tanya Fan Lao memastikannya .
__ADS_1
'' Ya , aku adalah anak pertama dari alkemis Han Feng . Aku sekarang akan membalaskan apa yang telah kau lakukan kepada ayahku...'' ucap tuan tuan muda Han Lian sambil mengeluarkan pedangnya.
'' Tunggu , kamu jangan salah paham dulu pemuda bodoh . Pikirkan dulu semuanya sebelum bertindak , kau masih muda dan masa depanmu masih panjang . Lebih baik kau pulang saja dulu dan fokus untuk meningkatkan kekuatanmu , nanti jika kekuatanmu sudah setara denganku maka kamu bisa datang kapan saja untuk menemuiku...'' ucap Fan Lao mencoba berbaik hati .
Fan Lao masih berbelas kasihan tidak menyetujui tantangan pemuda ini , karena dirinya bisa mengalahkan pemuda ini dengan mudah .
'' Aku tidak peduli , masa depanku adalah ayahku . Tapi kau telah membunuh masa depanku , jadi sekarang mari bertarung denganku....'' ucap tuan muda Han Lian sangat percaya diri bisa mengalahkan Fan Lao.
'' Dasar pemuda Bodoh , aku saja bisa mengalahkan ayahmu dengan mudah . Apalagi mengalahkan mu yang hanya memiliki kekuatan di tingkat Dou Yin tahap 2 , sekarang terimalah serangan ku ini . Kalau kau bisa menahannya maka aku akan bertarung denganmu....'' ucap Fan Lao sambil mengalirkan 20 persen Douqi nya dari artefak Yunzhen ke tangannya.
" Pukulan Tapak Iblis Singa Emas...."
" Haiyatt..."
Dari pukulan Fan Lao keluar siluet Singa Emas bersayap yang langsung terbang ke arah tuan muda Han Lian .
Tuan muda Han Lian langsung melapisi pedangnya dengan Douqi nya , setelah Siluet Singa Emas Bersayap ini sudah dekat kemudian tuan muda Han Lian langsung melompat sambil menebaskan pedangnya ke arah siluet Singa Emas bersayap ini.
Duarrrrr....
Bughhh...
'' Arghhhhh....''
Mulut tuan tuan muda Han Lian langsung memuntahkan seteguk darah , karena hantaman tadi membuat jantungnya sedikit berhenti berdetak .
Tapi dia masih bisa berdiri dengan tubuh sempoyongan sambil memegangi dadanya yang masih terasa sakit.
'' Apakah kau sekarang sudah mengerti apa yang aku katakan tadi...?'' ucap Fan Lao sambil menunjukkan kekuatan aslinya .
Tuan muda Han Lian sangat terkejut melihat kekuatan asli Fan Lao yang sudah berada di tingkat Dou Yin tahap 8 , pantas saja dirinya tadi langsung terpental terkena serangannya .
Tapi yang membuatnya bingung kenapa serangan Fan Lao ini juga memiliki getaran yang sangat kuat , karena dia tadi merasakan tanah yang dia pijak sedikit berguncang.
__ADS_1
'' Asal kamu tahu saja , aku tadi hanya mengunakan 20 persen kekuatanku saja untuk menyerang mu . Jika aku mengunakan kekuatan penuh ku maka kamu akan mati sia sia di tanganku , sekarang kembalilah ke kota Guiyang lagi . Karena aku sedikit lelah setelah bertarung dengan para bandit tadi....'' ucap Fan Lao sambil melompat ke punggung Roh Beladiri Kelelawar Api .
Kemudian Fan Lao langsung terbang untuk pergi dari sana .
Tuan muda Han Lian sangat bersyukur karena hari ini Fan Lao masih mengampuni dirinya , tapi hatinya terasa terbakar amarah karena kejadian ini sama dengan mempermalukan dirinya .
'' Tunggu aku menjadi kuat , aku akan membalas penghinaan ini 10 kali lipat kepadamu . Aku tidak peduli jika aku menjadi iblis sekalipun asal aku bisa membunuh mu ...'' Ucap tuan muda Han Lian sambil mengepalkan tangannya.
Kemudian tuan muda Han Lian langsung melompat naik ke punggung roh beladiri Phoenix Api , lalu terbang menuju markas bandit Gunung Tiga Dewa.
Karena dia harus melihat paman Han Yuan dan para anggota bandit gunung Tiga Dewa.
Sesampainya di markas bandit Gunung Tiga Dewa tubuh tuan muda Han Lian langsung lemas , karena melihat goa markas bandit Gunung Tiga Dewa telah porak poranda.
Dia kemudian langsung melompat dari punggung roh beladiri Phoenix Api, lalu mencoba menyelidiki sisa pertempuran ini .
Tuan muda Han Lian melihat sepertinya pertempuran ini baru saja usai , karena melihat masih banyak darah yang membasahi rerumputan .
Dia juga sudah tidak merasakan ada aura kehidupan sama sekali di sana.
Lalu berjalan mendekati pedang dan tombak yang menancap di tanah , tuan muda Han Lian melihat ternyata permukaan tanah di sana seperti bekas sebuah galian .
Tapi anehnya galian ini memanjang seperti bekas gempa bumi , sehingga tuan muda Han Lian langsung berfikir ada apa sebenarnya ini .
Setelah di pikir-pikir akhirnya tuan muda Han Lian menemukan jawabannya.
Pasti ini semua adalah ulah Fan Lao sialan tadi yang telah memporak porandakan markas bandit ini , karena 1 bulan yang lalu pamannya mengatakan kalau akan menjebak Fan Lao di markas ini setelah keluar dari Kuil Mistik Api.
Kemudian tuan muda Han Lian langsung mengali tanah dengan kedua tangannya tempat pedang dan tombak menancap , setelah mengali sedalam 30 centimeter l tuan muda Han Lian akhirnya menemukan jasad pamannya .
Hatinya seperti teriris pisau yang sangat tajam , karena melihat jasad pamannya dengan kondisi yang sangat tragis .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...