
.
.
Selama menunggu tetua ini siuman , Fan Lao melihat banyak orang yang kebetulan lewat di sana , tapi mereka langsung menghindari Fan Lao tanpa menyapanya .
Karena melihat pakaian yang di gunakan Fan Lao penuh dengan darah.
Setelah 2 jam berlalu pembunuh bayaran ini akhirnya telah sadar .
Dia sangat lega karena dirinya masih hidup , meskipun saat ini dia sudah menjadi tawanan .
Karena kakinya telah di bekukan , jadi dia tidak mungkin bisa kabur dari sana.
Kemudian Fan Lao langsung mendekati tetua ini.
'' Sekarang katakan kepadaku siapa kamu ini sebenarnya , tapi jika kamu berbohong kepadaku maka nasibmu akan sama seperti nasib rekan rekanmu..."
" Iya tuan muda , aku akan menjawab siapa aku sebenarnya . Tapi tolong ampuni aku , karena aku masih ingin hidup bersama keluargaku..." ucap tetua ini sambil melihat ke kanan dan ke kiri.
" Aku tidak bisa janji , kalau jawabanmu cukup memuaskan pasti aku akan membebaskan mu..."
" Baiklah aku akan menjawab nya , aku adalah bawahan yang di pimpin oleh al...
Swushhh... clapp....
" Arghhhhh..."
Teriak tetua ini sambil memuntahkan darah segar , karena terkena tusukan pisau terbang di lehernya , sehingga tetua ini langsung mati seketika .
" Sialan..." teriak Fan Lao sangat kesal .
Karena dia belum menginterogasinya tapi tetua ini telah mati .
Kemudian Fan langsung melihat arah pisau terbang berasal .
Ternyata Fan Lao melihat sekelebat bayangan hitam yang berlari sangat cepat di antara pepohonan.
__ADS_1
" Ayam Jago , tolong ikutilah orang itu dari kejauhan . Tapi kamu jangan sekali kali menyerang nya , karena kamu cukup tahu markas mereka saja..."
" Kamu tenang saja Fan Lao , aku pasti tidak akan mengecewakanmu ..."
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung terbang mengikuti orang berpakaian hitam yang berlari melewati pepohonan.
Setelah Roh Beladiri Kelelawar Api telah pergi kemudian Fan Lao mengubur pembunuh bayaran ini mengunakan bantuan tehnik getaran untuk membuat lubang nya.
Fan Lao sangat menyayangkan dia telah kehilangan sumber informasi , karena sekarang dia harus lebih bekerja keras lagi untuk mengungkap siapa dalang di balik penyerangan ini .
Sambil menunggu Roh Beladiri Kelelawar Api kembali ke sana , kemudian Fan Lao berbincang bincang dengan Lang Ying mengenai rencana nya .
" Lang Ying, ternyata pil Pengering Luka buatan alkemis Han Feng tidak memiliki Efek apa apa di dalam tubuhku . Setelah ini kita kembali saja ke kota Guiyang untuk mencari mengenai pil Pengering Luka ini , jika nanti alkemis Han Feng terbukti menganti rumput Rumput Roh Darah Spiritual dengan bahan lain maka aku harus membuat perhitungan dengan alkemis Han Feng..."
" Kamu benar Fan Lao , aku akan selalu mendukungmu . Aku yakin tua bangka itu telah menganti rumput Roh Darah Spiritual dengan bahan lain , sehingga pil itu tidak memiliki efek apa pada lukamu . Karena waktu itu dia juga mengatakan kalau tua bangka itu membutuhkan Rumput Roh Darah Spiritual , bahkan dia rela menaikkan harga bahan pil itu ...."
" Aku memang bodoh mau percaya begitu saja , seharunya kemarin aku mengikutinya ketika dia memurnikan pil..."
" Kamu tenang saja Fan Lao , waktu kita masih banyak untuk menyelidiki masalah ini , kamu harus bisa mengambil pelajaran dengan kejadian yang menimpamu kali ini . Agar tidak mudah percaya dengan siapapun itu..."
" Terima kasih Lang Ying kamu sudah menasehati ku, aku memang masih pertama ini menjalin hubungan dengan orang luar . Karena selama ini aku hanya berinteraksi dengan orang orang terdekatku saja..."
" Kamu benar juga Lang Ying..."
Kemudian Fan Lao berjalan ke pohon yang sangat besar , lalu berganti pakaian di sana .
Fan Lao membuang pakaian yang berlumuran darah dan menganti pakaiannya yang bersih , karena setelah ini dia akan berkunjung ke tempat penjualan pil di kota Guiyang.
.
****
Berpindah di tempat Roh Beladiri Kelelawar Api .
Pembunuh bayaran ini berlari dengan sangat cepat sambil melihat ke belakang , karena dia harus memastikan tidak ada yang mengikutinya .
Dia tidak sadar kalau sedang di ikuti Roh Beladiri Kelelawar Api yang terbang sangat tinggi , apalagi Roh Beladiri Kelelawar Api tubuhnya berubah menjadi banyak .
__ADS_1
Jadi meskipun dia melihat nya , tapi dia tidak curiga karena menganggap ini adalah Kelelawar biasa saja .
Setelah 1 jam berlalu Roh Beladiri Kelelawar Api melihat orang berpakaian hitam ini ternyata masuk ke dalam sebuah rumah yang besar di kota Guiyang lewat pintu belakang .
Roh Beladiri Kelelawar Api tidak berani masuk ke dalam rumah ini karena Fan Lao hanya menginginkan informasi markas mereka saja .
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menghafal seluruh bangunan di sekitar rumah ini , agar nanti dia tidak akan bisa lupa dengan rumah ini .
Lalu kembali terbang ke tempat Fan Lao berada melintas di atas jalanan kota Guiyang .
Setelah 1 jam berlalu Roh Beladiri Kelelawar Api akhirnya sampai di tempat Fan Lao berada , kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menceritakan apa yang dia lihat tadi.
Fan Lao yakin rumah yang sangat besar ini pasti adalah rumah Alkemis Han Feng, sayangnya ketika Fan Lao berada di rumah alkemis Han Feng tidak mengeluarkan Roh Beladiri Kelelawar Api sama sekali .
Sehingga dia sekarang harus memastikan nya dulu ke sana , jika memang itu adalah rumah Alkemis Han Feng.
Berarti alkemis Han Feng menargetkan dirinya karena telah membunuh perampok yang menyergap tetua Luo Zhan waktu itu .
Jika alkemis Han Feng adalah dalang di balik semua ini maka Fan Lao akan meluluh lantakan rumah Alkemis Han Feng hingga rata dengan tanah .
'' Baiklah kalau begitu sekarang bawalah aku terbang ke gerbang kota Guiyang , nanti jika sudah dekat dengan gerbang kota Guiyang kamu harus terbang tinggi di atasku untuk menuntun ke rumah yang kamu ceritakan . Karena aku mau berjalan kaki melewati jalanan kota Guiyang ...''
'' Iya Fan Lao, sekarang kamu dan Lang Ying silahkan naik di atas punggung ku...''
Kemudian Fan Lao langsung mengendong Lang Ying dan melompat naik di atas punggung Roh Beladiri Kelelawar Api .
Melihat Fan Lao telah naik di punggung nya kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung terbang menuju kota Guiyang dengan kecepatan penuh.
Sesampainya di dekat gerbang kota Guiyang kemudian Fan Lao langsung melompat turun dari punggung Roh Beladiri Kelelawar Api , lalu berjalan menuju gerbang kota Guiyang .
Sedangkan Roh Beladiri Kelelawar Api terbang tinggi di atas gerbang kota .
Lalu Fan Lao ikut mengantri di sana , karena pemeriksaan nya cukup ketat.
Fan Lao menyiapkan biaya masuk dan lencana yang dia miliki dari desa Yunshui , karena hanya lencana itu saja tanda pengenal yang dia miliki.
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...