
.
.
Fan Lao langsung tersenyum kepada penjaga gerbang klan Gui yang menghampirinya.
'' Apakah ada yang bisa saya bantu tuan muda Fan Lao...'' sapa penjaga gerbang klan Gui ini sangat ramah.
" Tidak ada paman , sekarang paman lanjutkan lah bekerja lagi . Karena aku ingin pergi ke penginapan tempat nona Gui Mei berkerja..."
" Baiklah kalau begitu..."
Kemudian penjaga gerbang klan Gui ini langsung memberi isyarat kepada rekannya untuk segera membuka pintu gerbang.
Melihat pintu gerbang sudah di buka kemudian Fan Lao langsung berjalan keluar dari klan Gui sambil menyapa penjaga satunya , lalu berjalan menuju penginapan tempat nona Gui Mei bekerja.
Sesampainya di penginapan Fan Lao langsung berjalan masuk ke dalam penginapan , lalu menghampiri nona Gui Mei di meja resepsionis.
Fan Lao melihat nona Gui Mei sedang berbincang bincang dengan nona Gui Lin.
'' Selamat siang nona Gui Mei dan nona Gui Lin...'' sapa Fan Lao.
'' Salam juga tuan muda Fan Lao...'' ucap nona Gui Mei dan nona Gui Lin serempak.
'' Aku datang ke sini ingin berpamitan kepada kalian berdua , karena aku akan melanjutkan perjalananku ke wilayah kekaisaran Xing...''
'' Iya tuan muda Fan Lao , nanti jika ada waktu silahkan mampir lagi ke sini...'' Ucap nona Gui Mei sedikit sedih .
'' Akan aku usahakan nona Gui Mei , tapi jika aku sudah kembali ke dimensi ku . Mungkin aku tidak akan bertemu dengan kalian lagi , yang penting kalian berdua selalu menjaga diri karena masa depan kalian masih panjang...''
'' Apa maksud tuan muda Fan Lao kembali ke dimensi tuan muda Fan Lao , apakah tuan muda Fan Lao ini berasal dari dimensi lain...?'' tanya nona Gui Mei.
'' Benar nona Gui Mei , aku berasal dari Dimensi Roh...''
Kemudian Fan Lao langsung menceritakan tentang kejadian yang dia alami dulu sehingga bisa masuk ke dalam dimensi ini , Fan Lao menceritakan dari awal sampai akhir dan akhirnya bisa tinggal di desa Lou Tong .
Nona Gui Mei dan nona Gui Lin sedikit terkejut setelah mendengar cerita dari tuan muda Fan Lao ini , karena mereka tidak menyangka kalau tuan muda Fan Lao ini ternyata berasal dari dimensi lain .
__ADS_1
Nona Gui Mei sedikit sedih mendengarnya , tapi dia sangat beruntung karena mengetahui masalah ini sejak awal .
Sehingga tidak terlalu berharap kepada tuan muda Fan Lao , karena ibu Qin Mei yang memaksanya agar dirinya mendekati tuan muda Fan Lao.
'' Ini ambillah untuk kenang kenangan dariku...'' Ucap Fan Lao sambil meletakan 10 koin emas dari dimensi Roh , karena Koin Emas dari dimensi roh sangat berbeda dengan koin emas di dalam dimensi iblis ini.
'' Untuk apa ini tuan muda Fan Lao ....'' tanya nona Gui Mei .
'' Itu hanya kenang kenangan dan ikatan tali persahabatan dari ku , karena itu adalah koin emas dari dimensi Roh...''
Kemudian nona Gui Mei langsung melihat koin emas itu , ternyata koin emas ini memang berbeda dengan koin emas yang ada di dalam dimensi iblis ini.
'' Terima kasih tuan muda Fan Lao , kami berdua akan selalu menyimpannya....'' ucap nona Gui Mei .
'' Baguslah, kalau begitu aku mohon pamit nona Gui Mei dan nona Gui Lin...''
'' Iya silahkan tuan muda Fan Lao....'' ucap mereka berdua serempak.
Kemudian Fan Lao langsung berjalan keluar dari penginapan sambil melambaikan tangannya.
'' Adik Gui Lin , beruntung tuan muda Fan Lao mengatakan identitasnya dari awal. Karena tadi malam ibu Qin Mei mendesak ku untuk mendekati tuan muda Fan Lao bagaimana pun caranya....'' Ucap nona Gui Mei mencurahkan isi hatinya .
'' Benarkah..., tapi menurutku bibi Qin Mei sudah benar . Orang tua mana yang tidak ingin memiliki menantu yang sangat tampan dan gagah seperti tuan muda Fan Lao , karena orang tua kita pasti ingin yang terbaik untuk kita...'' Ucap nona Gui Lin membenarkan bibi Qin Mei.
'' Ya kamu benar , tapi yang membuat mereka salah adalah mereka terlalu cepat mengambil keputusan . Sehingga berakhir seperti ini , apa jadinya jika aku menuruti kemauan mereka . Pasti pada akhirnya kita yang akan sakit hati , baiklah kalau begitu kita lanjutkan kerja saja . Nanti aku akan ceritakan informasi ini kepada ibu Qin Mei...''
'' Iya kakak Gui Mei , nanti kakak Gui Mei harus segera menceritakan informasi ini kepada bibi Qin Mei agar dia bisa mengerti...''
Kemudian nona Gui Lin pergi dari sana untuk bekerja lagi , sebenarnya ketika bekerja seperti ini mereka di larang berbincang bincang selain dengan para pelanggan penginapan .
Tapi karena mereka berdua menguasai pekerjaan mereka sehingga mereka bisa mengambil saat saat untuk berbincang bincang dengan yang lainnya.
.
****
Berpindah di tempat Fan Lao berada .
__ADS_1
Setelah 30 menit berlalu Fan Lao akhirnya sampai di gerbang timur kota Guiyang .
Kemudian Fan Lao melewati gerbang kota tanpa pemeriksaan sama sekali , karena keadaan kota sudah aman terkendali .
Para warga kota ini juga tidak ada yang tahu mengenai kematian alkemis Han Feng, Fan Lao penasaran kira kira bagaimana tanggapan Asosiasi Gunung Huangshan jika tahu alkemis Han Feng telah mati .
Karena alkemis Han Feng sangat berjasa menyuplai pil ke Asosiasi Gunung Huangshan, pasti mereka akan sangat marah jika tahu alkemis Han Feng telah meninggal.
Setelah melewati gerbang timur kota Guiyang kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan Roh Beladiri Kelelawar Api dari dalam lautan jiwanya.
Lalu menaikinya dan terbang masuk ke dalam hutan Xiangshan.
Fan Lao berpapasan dengan beberapa orang yang kebetulan melewati hutan Xiangshan ini .
Tapi rata rata mereka menaiki Roh Beladiri darat yang tidak bisa terbang .
Fan Lao juga ingin mencoba kekuatan Pusaka Tombak Guntur Bumi di hutan ini , karena dia harus mencobanya di tempat yang sepi agar tidak ada orang yang tahu .
Karena Fan Lao sangat penasaran dengan kekuatannya akan seperti apa nantinya.
Selama perjalan melewati hutan ini Fan Lao juga mengumpulkan kayu kayu kering yang bisa di gunakan untuk membuat api unggun nanti malam.
Setelah 6 jam berlalu Fan Lao kemudian berhenti di bawah sebuah pohon yang sangat besar , karena sebentar lagi sudah malam .
Jadi terpaksa malam ini dia tidur di atas pohon , karena menurut informasi dari paman Gui Yan dia membutuhkan waktu 1 hari baru bisa sampai di Lembah Tiga Dewa.
Fan Lao kemudian mengeluarkan Pusaka Tombak Guntur Bumi , karena ingin mencoba membiasakan tangannya memegang pusaka ini .
Lalu mencoba mengalirkan Douqi nya ke dalam Pusaka Tombak Guntur Bumi , setelah di rasa cukup kemudian Fan Lao langsung menusukan Pusaka Tombak Guntur Bumi ke sebuah batang pohon yang ada di dekatnya .
Jdiarrr....
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1