
.
.
Patriak Jiu Heng dan para anggota klan Jiu langsung keluar dari rumah mereka setelah mendengar suara ledakan dan merasakan getaran tadi , lalu berjalan dengan cepat menuju aula .
Karena asal suara ledakkan ini dari aula klan , mereka semua sangat penasaran suara ledakan apa yang baru saja mereka dengar tadi .
Mereka semua yakin itu adalah suara ledakan karena fenomena alam , karena ledakannya bisa mengeluarkan getaran .
Sesampainya di depan aula kemudian Patriak Jiu Heng dan yang lainnya langsung berhenti di sana .
'' Ini aneh , dari mana asal suara ledakan tadi . Karena di sini tidak terjadi apa apa...'' ucap Patriak Jiu Heng .
'' Iya , aku tadi mendengar ledakan dari aula ini . Jangan jangan ini adalah serangan milik jendral Lin Langtian dan komandan Xiao Fan tadi , karena bisa saja mereka sedang berusaha keluar dari sumur gelap...'' ucap tetua Jiu Jiang.
'' Tapi menurutku sangat mustahil mereka bisa selamat , karena sumur ini sangat dalam . Jadi mereka berdua tadi pasti terluka parah setelah tubuh mereka menghantam bebatuan...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Sekarang lebih baik kita memeriksanya dulu , agar hati kita bisa tenang meninggalkan klan ini...'' ucap tetua Jiu Jiang.
Kemudian Patriak Jiu Heng langsung mengeluarkan kunci aula klan nya , karena tadi dia sudah mengunci aula klan ini agar tidak ada pihak kekaisaran yang bisa masuk ke dalam aula ini .
Tapi Patriak Jiu Heng baru saja memutar kunci nya tiba tiba ....
Jdiarrr....
Pintu klan Jiu ini langsung hancur berkeping keping , membuat tubuh Patriak Jiu Heng langsung terhempas ke belakang yang langsung menghantam tubuh para tetua klan Jiu yang ada di belakangnya.
Para tetua yang terkena hantaman tubuh Patriak Jiu Heng juga ikut terhempas , mereka langsung berguling guling di atas rumput dan merelakan tubuh mereka di tindih oleh tubuh Patriak Jiu Heng.
Para anggota klan Jiu sedikit terkejut melihat ledakan yang menghancurkan pintu aula klan ini , karena ledakannya bisa mengeluarkan getaran yang sangat kuat .
Sehingga mereka semua langsung waspada , karena lawan mereka kali ini tidak main .
Patriak Jiu Heng dan para tetua lainnya langsung berdiri sambil membersihkan pakaian mereka yang sedikit kotor .
__ADS_1
'' Bajin*an , siapa yang berani menyerang ku dengan cara licik seperti ini...'' ucap Patriak Jiu Heng sambil mengusap bibirnya , karena sedikit mengeluarkan darah .
Setelah Patriak Jiu Heng selesai mengucapkan kata katanya mereka semua melihat yang keluar dari dalam aula ternyata adalah jendral Lin Langtian , komandan Xiao Fan , Patriak Zhan Feng yang mereka jebak 3 bulan yang lalu dan seekor siluman Rubah Putih bersayap yang memiliki ekor bercabang 9 .
Sehingga semua anggota klan Jiu langsung berjalan menjauh lalu berdiri di belakang Patriak Jiu Heng agar lebih mudah jika nanti membuat formasi penyerangan .
Mereka tidak habis pikir bagaimana bisa jendral Lin Langtian dan komandan Xiao Fan ini bisa selamat jatuh ke dalam sumur gelap, padahal sumur di klan pusat ini adalah sumur yang paling dalam.
'' Hahaha... Kenapa kalian sepertinya sangat terkejut melihat kami berdua masih baik baik saja , apakah kalian tidak ingin menulis namaku ke dalam sejarah klan kalian bahwa aku adalah orang yang berhasil selamat dari jebakan murahan seperti ini . Sekarang kalian semua menurut lah menjadi anjing peliharaan ku , karena kalian sudah tidak bisa mengelak lagi atas kebusukan yang telah kalian perbuat ...'' ucap Fan Lao sambil bersiap mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu .
'' Bajin*an.... Aku lebih baik mati saja dari pada menjadi budak mu....'' ucap Patriak Jiu Heng .
'' Aku setuju jika kau memilih mati , karena jika kau di biarkan hidup justru akan merugikan banyak orang . Sekarang pakailah pisau kecil ini untuk mengakhiri hidupmu , karena orang sepertimu sudah tidak pantas lagi hidup di kekaisaran ini...'' ucap Fan Lao sambil melemparkan pisau kecil ke lantai yang ada di depan Patriak Jiu Heng.
'' Bajin*an.... jaga bicaramu....'' ucap Patriak Jiu Heng sangat murka .
Sehingga patriak Jiu Heng dan bawahannya langsung menciptakan jarum jarum Es yang sangat banyak di sekitar tubuh mereka , lalu menembakkan jarum jarum Es ini ke arah Fan Lao .
Setelah jarum jarum Es ini sudah dekat kemudian Fan Lao langsung mengibaskan tangannya secara bergantian untuk mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu.
Dari tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa jarum jarum Es yang akan menusuk tubuh Fan Lao.
Patriak Jiu Heng dan para anggota klan Jiu sangat terkejut dan panik melihat serangan jarum jarum Es mereka tiba tiba berhenti bergerak , mereka semua tidak habis pikir bagaimana bisa komandan Xiao Fan ini memiliki tehnik yang sangat kuat seperti ini .
Kemudian patriak Jiu Heng menginstruksikan para bawahanya untuk mengabungkan kekuatan mereka , agar serangan mereka bisa lebih kuat lagi .
Sehingga semua anggota klan Jiu langsung menyalurkan Douqi mereka ke punggung Patriak Jiu Heng , sedangkan Patriak Jiu Heng langsung mengerak gerakan tangannya untuk menciptakan segel Naga Kehancuran .
Setelah beberapa saat di atas tubuh Patriak Jiu Heng muncul segel berbentuk lingkaran dengan pola garis garis yang sangat rumit .
Dari segel ini langsung keluar kepal siluet Naga Es yang langsung menyemburkan bola Es yang sangat besar ke arah Fan Lao .
Sehingga bola Es ini langsung menerjang ke arah Fan Lao dan yang lainnya yang sudah berpindah tempat untuk menghindari serangan jarum jarum yang berhenti tadi.
Kemudian Fan Lao langsung mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke tangan kanannya , lalu melompat sambil bersiap mengeluarkan pukulan terkuatnya.
__ADS_1
" Pukulan Tapak Iblis Singa Emas...."
" Haiyatt..."
Dari tangan Fan Lao langsung mengeluarkan siluet Singa Emas bersayap yang langsung terbang menerjang Bola Es semburan dari siluet Naga Es tadi.
Duarrrrr...
Suara ledakkan siluet Singa Emas bersayap dan bola Es yang memekakkan telingga .
Ledakan ini juga mengeluarkan getaran yang sangat kuat , membuat area yang ada di bawah ledakan ini langsung membentuk kawah yang lumayan dalam .
Melihat Fan Lao bisa menahan serangan gabungan mereka , kemudian Patriak Jiu Heng langsung mengendalikan segelnya lagi , sehingga dari lingkaran segel yang ada di atas kepala Patriak Jiu Heng langsung mengeluarkan tiga siluet Naga yang langsung menerjang ke arah Fan Lao .
Kemudian Fan Lao langsung mengibaskan tangannya secara bergantian untuk menghalau serangan siluet Naga Es ini , sehingga ketiga siluet Naga Es ini langsung berhenti tidak bergerak lagi.
Lalu Fan Lao langsung mengeluarkan pedang Darah Surgawi dengan cepat , lalu mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya hingga berbentuk melingkar.
Kemudian Fan Lao langsung menebaskan pedangnya ke permukaan tanah sejajar dengan tubuh Patriak Jiu Heng.
" Tebasan Pembelah Lautan..."
" Haiyatt..."
Duarrrrr...
Tebasan pedang Fan Lao ini langsung membelah tanah hingga ke tempat Patriak Jiu Heng dan para bawahannya yang sedang membentuk segel , sehingga segel yang ada di atas kepala Patriak Jiu Heng langsung menghilang .
Karena mereka semua sangat panik melihat permukaan tanah yang ada di bawah tubuh mereka terbelah sampai seperti ini .
Sebagian dari mereka yang tidak siap langsung masuk ke dalam tanah yang terbelah ini , sedangkan Patriak Jiu Heng masih selamat .
Karena dia tadi langsung melompat ke samping untuk menghindari retakan ini .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...