
.
.
Patriak Xing Fu dan rekan rekan Fan Lao penasaran dengan ucapan Fan Lao mengenai paman dari Han Lian yang telah di bunuh oleh saudara Fan Lao ini.
" Aku tidak mengerti maksud tuan muda Fan Lao mengatakan telah membunuh paman dan bawahan dari Han Lian ini , berarti mereka dulu juga pernah berselisih dengan tuan muda Fan Lao ...?'' tanya Patriak Xing Fu.
" Iya benar , yang di maksud Paman Han Lian ini adalah pemimpin kelompok Bandit Gunung Tiga Dewa. Ternyata pemimpin bandit ini adalah adik alkemis Han Feng...." ucap Fan Lao .
" Jadi seperti itu , aku tidak menyangka ternyata alkemis Han Feng memiliki hubungan saudara dengan Bandit Gunung Tiga Dewa ini. Menurutku kekuatan Han Lian ini akan merepotkan jika sebelum bergabung kekuatannya sudah tinggi , karena manusia yang bergabung dengan ras iblis maka kekuatannya bisa meningkat 1 tingkat sekaligus atau 9 tahap . Tapi aku tidak tahu ras iblis ini mengunakan tehnik rahasia apa untuk meningkatkan kekuatannya..." ucap Patriak Xing Fu.
" Jadi seperti itu , terakhir kali aku melihat kekuatan Han Lian saat bertemu denganku berada di tingkat Dou Yin tahap 2 saja..." ucap Fan Lao .
" Kalau begitu setelah ini kekuatan Han Lian akan meningkat sampai ke tahap Dou Ancesor Tahap 2, jadi kita tidak perlu terlalu khawatir dengan dia . Tapi yang menjadi masalah jika dia menyusup ke sebuah desa lalu menyerang desa dengan cara licik dan juga menyusup ke Asosiasi ini atau istana kekaisaran, maka itu akan menjadi petaka bagi ras manusia . Karena dia pasti memiliki misi yang belum kita ketahui..." ucap Patriak Xing Fu.
" Kalau seperti itu dia nantinya akan semakin merepotkan bagi ras manusia , ternyata aku dulu telah salah membiarkan dia pergi begitu saja setelah aku mengalahkan dia..." Ucap Fan Lao .
" Kamu tidak sepenuhnya salah tuan muda Fan Lao , di sini dia yang salah kerena telah memilih bersekutu dengan iblis . Seharusnya dia bisa menerima kenyataan jika ayahnya mati karena telah menipumu dan pamannya mati karena hukum karma yang telah menjadi bandit , terus kabar buruk apa lagi yang kalian bawa...?''
" Saudara Wei Hong , ceritakan lah mengenai perbuatan calon paman saudara Wei Hong di kota Jiuyi..." ucap Fan Lao .
__ADS_1
Tuan muda Wei Hong sangat kesal mendengar saudara Fan Lao berkata seperti itu , tapi dia tahu kalau saudara Fan Lao ini hanya bercanda saja .
" Sebenarnya kabar buruk yang kedua bukanlah masalah dengan iblis , tapi ini mengenai pemerintahan yang ada di kota Jiuyi. Karena ketika kami dan para warga saat akan masuk ke sana kami di tarik biaya masuk yang cukup mahal hingga 50 koin emas , penjaga gerbang di sana mengatakan jika seseorang yang telah masuk ke kota Jiuyi akan aman dari serangan iblis . Karena mereka mengandalkan tembok dan gerbang kota yang cukup kuat , tapi tembok kota itu sudah di hancurkan oleh saudara Fan Lao ini...." ucap tuan muda Wei Hong.
" Jadi seperti itu , ini sebenarnya adalah masalah pemerintahan dengan pihak Kekaisaran . Nanti aku akan melaporkan berita ini kepada kakak Xing Shan , karena dia yang berhak mengurusi masalah ini . Sekarang kabar buruk apa lagi yang kalian dapatkan...?'' tanya Patriak Xing Fu.
Kemudian Fan Lao langsung mengisyaratkan tuan muda Xing Luan untuk menceritakan kabar baiknya.
'' Kami sudah tidak memiliki kabar buruk lagi , jadi kami akan menceritakan kabar baiknya . Misi ini telah berhasil , karena kami sudah berhasil membunuh kedua Monster Cacing iblis Pelahap jiwa dan kedua iblis yang mengendalikannya...'' ucap tuan muda Xing Luan sambil mengeluarkan 2 Batu mustika Monster Cacing iblis Pelahap jiwa.
Patriak Xing Fu langsung tersenyum lega mendengar mereka berhasil menyelesaikan misi ini , apalagi melihat mereka membawa bukti 2 batu mustika Monster Cacing iblis Pelahap jiwa.
Kemudian Patriak Xing Fu langsung menanyakan bagaimana perjuangan mereka bertujuh ini bisa mengalahkan kedua Monster Cacing iblis Pelahap jiwa dan iblis yang mengendalikannya.
Kemudian tuan muda Yuan Jiang langsung menceritakan dengan detail mulai dari desa pertama yang dia datangi sesuai peta dari Patriak Xing Fu , mengenai desa desa di sana telah hancur , cara mereka mengalahkan kedua Monster dan cara melemahkan iblis hingga mereka berhasil membunuh kedua iblis yang mengendalikan kedua Monster ini .
Patriak Xing Fu sangat senang mendengar kerja sama mereka ini saat mengalahkan Monster Cacing iblis Pelahap jiwa dan menangkap iblis yang mengendalikannya, Patriak Xing Fu penasaran dari mana mereka bisa menemukan cara melemahkan iblis ini mengunakan racun ilusi Kegelapan.
Tapi Patriak Xing Fu yakin pasti ini adalah pemikiran tuan muda Fan Lao , karena tuan muda Fan Lao ini mamang sangatlah jenius .
Patriak Xing Fu juga sangat kagum dengan Roh Beladiri Kelelawar Api milik tuan muda Fan Lao , karena roh Beladiri ini bisa berubah menjadi banyak dan bisa menjalankan tugas dari tuannya .
__ADS_1
'' Aku sangat bangga melihat pencapaian dan kekompakan kalian bertujuh , kalau boleh tahu dapat dari mana kalian Racun yang di gunakan untuk melemahkan iblis itu...?'' tanya Patriak Xing Fu.
'' Aku yang memiliki racun itu , dulu aku mendapatkan Racun ilusi Kegelapan ini di dalam cincin penyimpan milik alkemis Han Feng . Bisakah Patriak memperbanyak racun ini sebagai senjata para pasukan Hunter jika terdesak...'' ucap Fan Lao sambil memperlihatkan 1 butir racun Ilusi Kegelapan .
'' Apakah tuan muda Fan Lao memiliki resep untuk membuat racun ini...?'' tanya Patriak Xing Fu.
'' Tidak Patriak , tapi menurutku para alkemis Asosiasi Gunung Huangshan ini pasti tahu apa bahan bahan untuk membuat Racun itu . Aku pernah menolong seorang gadis yang yang terkena racun ini , gadis ini mengatakan kalau racun ini membuat pandanganya menjadi gelap selama 5 menit dan tubuhnya terasa lemas...'' ucap Fan Lao .
'' Baiklah kalau begitu nanti biar di teliti oleh para alkemis Asosiasi Gunung Huangshan , kalian besok pagi silahkan menemuiku di aula . Sekarang kalian segeralah beristirahat , karena aku akan menemui para alkemis dan tetua terdekat ku . Aku akan menyimpan kedua mustika ini dan meneliti racun ini ...'' ucap Patriak Xing Fu.
'' Iya Patriak silahkan...''
Kemudian Patriak Xing Fu langsung menyimpan kedua batu mustika dan racun itu , lalu langsung pergi dari sana.
Setelah Patriak Xing Fu telah pergi kemudian tuan muda Xing Luan mengajak semua rekan rekannya masuk ke dalam bangunan Aula Pelatihan Khusus, lalu menunjukkan kamar kosong untuk di tempati Fan Lao .
Sebelum masuk ke dalam kamar Fan Lao dan rekan rekannya sepakat besok pagi pergi ke aula bersama sama .
Lalu mereka masuk ke dalam kamar masing masing untuk segera beristirahat .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...