
.
.
Setelah mendarat kemudian mereka semua langsung mendekati Fan Lao .
Kaisar Xing Shan sedikit terkejut dan kagum melihat permukaan tanah di sana terbelah hingga seperti ini , dia baru kali ini melihat serangan tuan muda Fan Lao ini .
Karena sebelumnya dia hanya mendengar cerita nya saja , kaisar Xing Shan sangat kagum karena ini adalah tehnik yang luar biasa .
Tadi jendral Lin Langtian sudah bercerita kepadanya mengenai cara tuan muda Fan Lao saat membunuh Patriak Jiu Heng .
Di dalam hati kecil kaisar Xing Shan sangat bangga dan senang , karena tuan muda Fan Lao ini akan mempersunting putrinya .
Jadi kekaisaran Xing akan memiliki kekuatan baru yang harus di perhitungkan , sayangnya kaisar Xing Shan sampai sekarang masih belum tahu kekuatan tuan muda Fan Lao sebenarnya .
Fan Lao hanya tersenyum saja melihat kaisar Xing Shan melihat retakan tanah di sana .
" Salam yang mulia kaisar Xing Shan, aku sudah berhasil mengungkap kebusukan klan Jiu ini yang mengunakan sumur gelap untuk menjebak palangannya . Karena paman Zhan Feng ini adalah korban yang aku tolong di dalam sumur gelap..." ucap Fan Lao.
" Terima kasih tuan muda Fan Lao sudah membantu pihak kekaisaran menyelesaikan masalah ini , aku tadi juga sudah di beri tahu oleh jendral Lin Langtian mengenai saudara Zhan Feng ini . Aku minta maaf kepada saudara Zhan Feng karena pihak kekaisaran sangat lambat dalam mengatasi masalah ini ..." ucap kaisar Xing Shan.
'' Iya tidak apa apa yang yang mulia , yang penting aku sekarang masih selamat berkat pertolongan tuan muda Fan Lao dan jendral Lin Langtian . Tapi aku sekarang bisa lebih tenang , karena melihat orang yang menjebak ku ke dalam sumur gelap telah mati ....'' ucap paman Zhan Feng.
" Aku tadi sudah membunuh Patriak Jiu Heng dan adiknya yang bernama Jiu Sheng , aku terpaksa membunuh mereka agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang melakukan tindak kejahatan . Sekarang mereka bertujuh ini aku serahkan kepada yang mulia Kaisar Shan...'' ucap Fan Lao .
" Iya tuan muda Fan Lao , terima kasih banyak sudah membatu menyelesaikan masalah ini . Setelah ini aku akan mengurus mereka , apakah tuan muda Fan Lao tadi tidak merasakan keberadaan aura orang yang kuat di sini...?'' tanya kaisar Xing Shan.
'' Tidak yang mulia , mereka ini tadi mengatakan bahwa leluhur klan Jiu ini berada di wilayah Utara sedang meningkatkan kekuatannya . Jadi yang mulia harus bersiap siap karena aku yakin leluhur klan Jiu ini pasti akan menyerang kekaisaran ini , apalagi tadi banyak anggota klan Jiu yang kabur dari sini saat melihat Patriak Jiu Heng ingin kabur...'' ucap Fan Lao .
__ADS_1
'' Sepertinya ini akan semakin rumit , tapi tidak apa apa karena apapun yang terjadi di kekaisaran ini aku harus bisa mengatasinya...'' ucap kaisar Xing Shan.
Kemudian kaisar Xing Shan langsung mendekati ketujuh tetua klan Jiu , lalu mengintruksikan mereka untuk berdiri .
'' Apakah kalian bertujuh sudah tahu apa kesalahan kalian...?'' tanya kaisar Xing Shan.
'' Iya yang mulia , kami seharusnya segera melapor ke istana kekaisaran saat melihat klan kami sendiri melakukan tindak kejahatan...'' ucap tetua Jiu Jiang .
'' Baguslah kalau kalian sudah sadar , kalian bertujuh akan kami tahan di dalam penjara Kekaisaran sambil menunggu tanggapan para keluarga korban yang telah kalian bunuh . Jadi nasib kalian akan di tentukan oleh mereka....'' ucap kaisar Xing Shan.
'' Sebelumnya kami minta maaf yang mulia , kami bertujuh mohon keringanan hukuman kami . Karena kami di sini hanyalah tetua biasa saja , jadi sebenarnya yang bertanggung jawab penuh adalah Patriak Jiu Heng . Karena dia yang memegang keputusan untuk membunuh atau tidak...'' ucap tetua Jiu Jiang.
'' Masalah itu pasti sudah aku pikirkan , kita lihat saja nanti bagaimana tanggapan keluarga korban . Karena aku juga harus bersikap adil dengan mereka...'' ucap kaisar Xing Shan.
Kemudian kaisar Xing Shan mengitrusikan jendral Ling Langtian untuk membawa ketujuh tetua klan Jiu ini ke penjara Kekaisaran .
Sedangkan untuk jendral Xing Liu dan kedua jendral lainnya bertugas menyebarkan berita mengenai kebusukan klan Jiu ini, mereka juga akan mendata keluarga korban untuk di beri kompensasi dan pendapat mengenai nasib ketujuh tetua klan Jiu ini.
Sehingga jendral Xing Liu dan kedua rekannya langsung ikut pergi dari sana .
Lalu kaisar Xing Shan menghampiri Fan Lao dan paman Zhan Feng.
'' Saudara Zhan Feng sekarang boleh pulang ke klan , karena pasti kelurga saudara Zhan Feng sekarang sedang gelisah setelah kehilangan saudara Zhan Feng . Besok pagi silahkan ke istana kekaisaran untuk membahas hukuman apa yang setimpal dengan mereka bertujuh nanti , tapi aku minta saudara Zhan Feng memberi mereka sedikit keringanan . Karena otak sebenarnya masalah ini adalah Patriak Jiu Heng...'' ucap kaisar Xing Shan.
'' Iya yang mulia aku mengerti , tuan muda Fan Lao aku mohon pamit . Kalau ada waktu luang aku akan datang ke rumah tuan muda Fan Lao di jalan Bunga Lotus...'' ucap paman Zhan Feng.
'' Iya paman , silahkan datang ke sana kapan saja . Tapi jika aku tidak ada di rumah berarti aku ada di istana kekaisaran atau di Asosiasi Gunung Huangshan...'' ucap Fan Lao .
Kemudian paman Zhan Feng langsung berjalan menuju gerbang klan Jiu , dia tidak berani menaiki roh beladiri nya karena tidak bersama anggota istana kekaisaran.
__ADS_1
Setelah paman Zhan Feng telah pergi kemudian Fan Lao langsung mengubur tetua Jiu Sheng yang telah di bunuh oleh jendral Lin Langtian tadi .
Fan Lao menghentakkan kakinya yang sudah di selimuti Douqi dari artefak Yunzhen, dalam satu hentakkan saja permukaan tanah yang terbelah tadi langsung longsor menimbun tubuh tetua Jiu Sheng.
Setelah Fan Lao selesai mengubur tetua Jiu Sheng kemudian kaisar Xing Shan mengajak Fan Lao untuk menemui para istri ketujuh tetua tadi dan melihat secara langsung sumur yang di gunakan untuk menjebak .
****
Berpindah di rumah patriak jiu Heng.
Istri dan putra Patriak Jiu Heng sedang berdiskusi di dalam kamar.
'' Setelah Kaisar Xing Shan dan Fan Lao bajin*an itu telah pergi , maka kita akan langsung terbang menuju tempat leluhur Agung Jiu Xin. Ibu tetaplah tegar , kematian ayah pasti akan di balaskan oleh leluhur Agung Jiu Xin...'' ucap Jiu Quan putra Patriak Jiu Heng.
'' Iya Quan'er , hutang darah harus di bayar darah . Karena jika bajin*an Fan Lao ini masih belum mati , maka hatiku tidak akan bisa tenang . Jika leluhur Agung Jiu Xin tidak mau membantu kita , maka aku akan menyewa pembunuh bayaran untuk melenyapkan Fan Lao . Karena tadi ayahmu memberikan cincin berisi semua harta klan Jiu ini , jadi aku rasa dengan harta sebanyak ini kita bisa membayar pembunuh bayaran paling mahal sekalipun...'' ucap istri Patriak Jiu Heng.
'' Nanti kita pikirkan lagi setelah sampai di gunung Jingshan, semoga kaisar Xing Shan tidak mengeledah rumah ini . Kalau begitu sekarang aku akan menutup pintu rumah ini dulu sambil melihat keadaan di luar...'' ucap Jiu Quan.
'' Kamu berhati hati lah dan jangan sampai keluar rumah...'' ucap istri Patriak Jiu Heng.
Kemudian Jiu Quan langsung keluar dari kamar ibunya , lalu berjalan ke depan untuk menutup pintunya.
Sebenarnya Jiu Quan ini sangat ingin bertarung dengan Fan Lao , tapi dia masih mencoba menahan amarahnya . Karena dia tidak mau rencana yang telah di bangun oleh ayahnya hancur begitu saja .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1