
.
.
Sesampainya di depan istana kemudian Fan Lao langsung mengajak nona Xing Zhie berhenti .
" Nona Xing Zhie, aku sampai di sini saja . Karena aku sekarang ingin pergi ke puncak gunung Petir , aku titip salam kepada yang mulia kaisar Xing Shan. Maaf aku tidak bisa berpamitan dengannya..." ucap Fan Lao .
" Baiklah kalau begitu , nanti akan aku sampaikan kepadanya .Tapi tuan muda harus ingat dengan janji tuan muda Fan Lao tadi untuk tidak berurusan dengan jendral muda Lin Langtian tadi , karena aku yakin jendral Lin Langtian pasti akan terus mengawasi tuan muda Fan Lao ..." ucap nona Xing Zhie.
" Iya nona Xing Zhie tenang saja , apakah aku boleh menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api di sini...?''
'' Tidak boleh tuan muda Fan Lao , tuan muda Fan Lao hanya perlu berjalan 15 menit saja ambil ke arah timur sudah sampai sampai di perbatasan hutan yang ada di lembah gunung Petir . Nanti tuan muda Fan Lao bisa naik Roh Beladiri Kelelawar Api di sana...'' ucap nona Xing Zhie menjelaskan.
'' Baiklah kalau begitu , sekarang masuk lah ke dalam untuk segera beristirahat . Aku pamit akan pergi ke puncak gunung Petir...'' ucap Fan Lao sambil mengambil Lang Ying dari gendongan nona Xing Zhie.
'' Iya berhati-hati lah...'' ucap nona Xing Zhie sambil tersenyum manis kepada Fan Lao , karena nona Xing Zhie sudah melepas cadarnya ketika sudah masuk ke dalam istana kekaisaran.
" Aku sebenarnya tidak ingin pergi jika melihat senyuman manismu seperti ini..." ucap Fan Lao menggoda.
Tapi Fan Lao langsung berbalik badan , lalu berjalan menuju gerbang istana kekaisaran karena tidak kuat jika terlalu lama memandang senyum manis nona Xing Zhie .
Nona Xing Zhie hanya bisa tersenyum saja melihat Fan Lao langsung berbalik badan , setelah melewati gerbang istana kemudian Fan Lao langsung belok kiri ke arah timur sesuai intruksi dari nona Xing Zhie.
Setelah berjalan 100 meter dari istana kekaisaran Fan Lao melihat jendral muda Lin Langtian ternyata sedang duduk di dekat pos penjaga bersama dengan jendral lainnya .
Fan Lao melihat ternyata ini adalah gerbang barak militer para prajurit kekaisaran.
" Selamat sore jendral semuanya..." sapa Fan Lao sangat sopan.
" Selamat sore juga tuan muda , sekarang tuan muda mau ke mana...?'' ucap jendral Xing Liu .
" Aku ingin pergi ke puncak gunung Petir , karena aku sangat penasaran dengan petir yang terus menyambar di gunung ini..." ucap Fan Lao .
" Kalau begitu berhati-hati lah tuan muda..." ucap jendral Xing Liu .
" Iya terima kasih jendral Xing Liu..."
__ADS_1
Kemudian Fan Lao berjalan lagi ke arah timur , sesampainya di ujung jalan ternyata memang benar di sana adalah sebuah lembah gunung Petir.
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan Roh Beladiri Kelelawar Api dari dalam lautan jiwanya, lalu langsung melompat naik di pungungnya.
'' Bawalah aku terbang menuju puncak gunung Petir ini...'' ucap Fan Lao .
'' Siap Fan Lao...''
Roh Beladiri Kelelawar Api langsung terbang menuju puncak gunung petir melewati pepohonan , agar Fan Lao juga bisa mengumpulkan ranting ranting kayu kering untuk api unggun nanti malam.
Sesampainya di puncak gunung Petir kemudian Fan Lao langsung mengintruksikan Roh Beladiri Kelelawar Api untuk mendarat di bawah satu satunya pohon yang ada di Pucak gunung petir ini, karena Pucak gunung Petir ini hanyalah hamparan bebatuan saja .
Setelah mendarat kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan ranting ranting kayu kering yang sudah dia kumpulkan tadi untuk membuat api unggun.
Lalu menata kayu kering ini dan langsung membakarnya , karena sebentar lagi hari sudah malam .
Fan Lao menikmati api unggun di temani petir yang terus menyambar dari langit.
Fan Lao sedikit ngeri melihat petir dari langit yang terus menerus menyambar sebuah batu berwarna putih , karena besok tubuhnya harus di tempa dengan sambaran petir ini .
'' Apakah besok tubuhmu akan di tempa Petir itu...'' tanya Lang Ying.
'' Benar Lang Ying , besok aku ingin kamu dan Ayam Jago selalu menjagaku ketika aku melakukan proses penempaan tubuh petir...'' ucap Fan Lao .
'' Iya Fan Lao , aku yakin jendral Lin Langtian tadi pasti akan mencari gara gara dengan mu...'' ucap Lang Ying.
'' Hanya dia saja yang harus kita waspadai , karena aku di kekaisaran Xing ini hanya memiliki masalah dengannya saja . Apakah nanti kamu bisa menandingi jendral Lin Langtian....?" tanya Fan Lao .
" Kamu fokuslah untuk meningkatkan kekuatan jiwamu , karena aku masih bisa menandinginya ..." ucap Lang Ying.
Fan Lao sangat lega mendengar Lang Ying ternyata bisa menandingi kekuatan jendral Lin Langtian , karena dirinya bisa lebih tenang mempelajari tehnik Tubuh Jiwa Petir ini.
Kemudian Fan Lao langsung mencoba memahami gulungan tehnik Tubuh Jiwa Petir ini agar besok dia bisa memahaminya ketika tetua Liu Ruxu datang membimbingnya , Fan Lao juga tidak ingin mengecewakan tetua Liu Ruxu ketika melihat dirinya sulit memahaminya .
Setelah 2 jam berlalu Fan Lao merasakan ada aura mendekat sehingga Fan Lao langsung menyimpan gulungan tehnik Tubuh Jiwa Petir .
" Lang Ying dan Ayam Jago, apakah kalian merasakan ada aura mendekat...?'' ucap Fan Lao .
__ADS_1
" Iya aku juga merasakannya...'' ucap Lang Ying .
'' Aku yakin yang datang adalah jendral Lin Langtian, kalian berdua jangan bertindak dulu kecuali dia menyerang ku terlebih dahulu . Karena aku tadi sudah berjanji kepada nona Xing Zhie, tapi jika dia menyerang ku maka kita tidak bisa tinggal diam...'' ucap Fan Lao .
Setelah beberapa saat dari kejauhan Fan Lao melihat ada seseorang yang datang menaiki roh beladiri Phoenix Petir , Fan Lao baru kali ini melihat roh beladiri seperti ini .
Karena sekujur tubuh roh Beladiri Phoenix ini diselimuti oleh petir yang menyambar halus .
Fan Lao sedikit waspada dan berhati hati, karena orang yang datang ini pasti bukanlah orang sembarangan .
Setelah mendarat Fan Lao sedikit lega karena yang datang bukanlah jendral Lin Langtian , tapi ternyata adalah Kaisar Xing Shan .
Kaisar Xing Shan langsung melompat dari punggung roh beladiri Phoenix Petir , lalu memasukkan roh beladiri nya .
Fan Lao kemudian langsung berdiri untuk menyapanya .
'' Salam yang mulia kaisar Xing Shan...'' ucap Fan Lao ramah .
" Salam juga tuan muda Fan Lao , apakah aku menganggu mu...?" ucap kaisar Xing Shan.
" Tidak yang mulia , mari duduk di sini untuk menikmati Api unggun ini sambil berbincang bincang . Karena ada yang ingin aku tanyakan kepada yang mulia..." ucap Fan Lao sangat sopan .
Karena kaisar Xing Shan ini adalah calon mertuanya jika dirinya memang berjodoh dengan nona Xing Zhie , Fan Lao juga harus menghormati kaisar Xing Shan karena dia adalah orang nomor satu di kekaisaran Xing ini.
.
.
.
...[ Bersambung ] ...
Terima kasih yang sudah like dan komen .
Salam kenal semuanya ..
Sekarang hari senin , bantu vote nya ya kawan ...🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1