
.
.
Patriak Jiu Heng menjadi bimbang dan nyalinya langsung menciut , karena melihat komandan Xiao Fan ini ternyata bisa menghentikan serangannya dan serangan komandan Xiao Fan ini bisa membelah permukaan tanah sampai seperti ini .
Berarti komandan Xiao Fan ini memang benar adalah Fan Lao , karena Fan Lao ketika menghancurkan aula klan Jiu dengan cara membelah permukaan tanah seperti ini .
Patriak Jiu Heng yakin kekuatan Fan Lao ini berada di atas tingkat kekuatannya , karena Fan Lao ini bisa mengimbangi gabungan kekuatannya dengan para tetua klan Jiu.
Pantas saja dia bisa keluar dari sumur penjara , karena kekuatan nya berada di atas tingkat kekuatannya.
Jadi untuk saat ini hasil akhirnya sudah bisa di tentukan pemanangnya .
Kemudian Patriak Jiu Heng langsung mengeluarkan roh beladiri Phoenix Es nya , lalu langsung menaikinya untuk segera kabur dari sana .
Karena saat ini dia tidak peduli lagi dengan klan ini , yang paling penting dia masih bisa selamat .
Nanti dia bisa menyerang balik istana kekaisaran Xing bersama leluhur Agung Jiu Xin dan gadis racun Xia Xue .
Para anggota klan Jiu juga langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing, karena melihat patriak mereka ingin kabur dari sana .
'' Tunggu pembalasanku Fan Lao sialan , karena aku akan membalasnya 1000 kali lipat dari ini ...'' ucap Patriak Jiu Heng sambil menembakkan jarum jarum Es ke arah Fan Lao .
Setelah menebak jarum jarum Es nya kemudian Patriak Jiu Heng langsung mengendalikan roh beladiri nya untuk terbang dari sana.
Fan Lao langsung mengibaskan tangannya untuk menghalau serangan jarum jarum Es ini , sedangkan Lang Ying langsung merubah tubuhnya menjadi besar , lalu terbang mendekati mereka sambil memanjangkan ekornya .
Sehingga ekor Lang Ying ini langsung melilit tubuh 9 anggota klan Jiu dengan sangat cepat termasuk patriak Jiu Heng dan tetua Jiu Jiang , mereka tidak ada yang bisa menghindari lilitan ekor siluman Rubah Putih ini karena mereka masih fokus untuk kabur dari sana .
Sehingga patriak Jiu Heng dan tetua klan Jiu yang terlilit langsung berusaha melepaskan lilitan ekor siluman Rubah ini , karena jika sampai mereka tertangkap maka tamatlah sudah rencana mereka .
Tapi saat mereka berusaha melepaskan lilitan ekor siluman Rubah Putih ini , tiba tiba ekor siluman Rubah Putih ini langsung menarik tubuh mereka dari atas punggung roh beladiri mereka masing masing .
Saat tubuh mereka di tarik oleh ekor siluman Rubah Putih ini, saat itu juga mereka langsung memasukan roh beladiri mereka ke dalam lautan jiwanya .
Karena jika sampai roh beladiri mereka terbunuh , maka mereka harus bersusah payah untuk membangkitkannya lagi yang membutuhkan waktu cukup lama .
Setelah Lang Ying berhasil menarik tubuh para anggota klan Jiu ini , kemudian langsung menghantamkan tubuh Patriak Jiu Heng ke permukaan tanah berkali kali .
__ADS_1
Bughhh...
''Arghhh...''
Bughhh...
''Arghhh...
Bughhh...
''Arghhh...'' teriak patriak Jiu Heng.
Karena Lang Ying tadi sudah sepakat untuk membunuh Patriak Jiu saja , agar semua anggota klan Jiu ketakutan .
Para anggota klan Jiu yang selamat dari lilitan ekor siluman Rubah Putih ini langsung kabur dari sana tidak memperdulikan Patriak Jiu Heng lagi , karena mereka tadi sangat kesal melihat Patriak Jiu Heng ingin kabur dari sana tanpa memberi kode kepada mereka .
Karena itu sama saja kalau Patriak Jiu Heng ini mencari aman untuk dirinya sendiri , apalagi Patriak Jiu Heng di sini adalah pimpinan mereka .
Jadi seorang pemimpin tidak seharusnya melakukan pembuatan seperti itu.
Tetua Jiu Jiang dan tetua lainnya yang terikat sangat terkejut melihat siluman Rubah Putih bersayap bisa merubah tubuhnya seperti ini , berarti Siluman Rubah Putih ini kekuatannya sudah setingkat dengan Dou Ancesor.
****
Sedangkan Fan Lao mencari tempat yang luas sambil mengalirkan Douqi nya ke ujung pedangnya.
Lalu memberi isyarat kepada Lang Ying agar melemparkan tubuh Patriak Jiu Heng .
Setelah merasakan tubuh Patriak Jiu Heng sudah melemah kemudian Lang Ying langsung melemparkan tubuh Patriak Jiu Heng ke arah Fan Lao .
Swushh...
Tubuh Patriak Jiu Heng melesat dengan cepat ke arah Fan Lao , Patriak Jiu Heng sudah tidak bisa melihat lagi jika hidupnya akan berakhir .
Karena kepalanya sangat pusing dan tubuhnya terasa sangat sakit setelah menghantam permukaan tanah hingga berkali kali .
" Tebasan Pembelah Lautan..."
" Haiyatt..."
__ADS_1
Duarrrrr...
Tubuh Patriak Jiu Heng langsung hancur terkena tebasan pedang Fan Lao ini , sehingga darah nya langsung menghujani area di sana.
Jendral Lin Langtian dan paman Zhan Feng tidak menyangka jika tuan muda Fan Lao ini ternyata sangatlah kejam , karena membunuh Patriak Jiu dengan cara seperti ini .
Delapan tetua klan Jiu yang masih terlilit ekor Lang Ying sangat ketakutan melihat tubuh Patriak Jiu Heng langsung hancur dalam satu kali tebasan saja , karena setelah ini adalah giliran mereka yang akan menjadi amukan komandan Xiao Fan ini .
Mereka semua berharap ada orang yang mau menolong mereka , sehingga mereka bisa selamat dan melanjutkan hidup mereka lagi.
Setelah Fan Lao membunuh Patriak Jiu Heng ini tiba tiba ada seorang gadis datang ke sana , gadis ini langsung bersujud di dekat Fan Lao .
Fan Lao melihat gadis ini ternyata adalah gadis yang ada di dalam aula klan tadi.
'' Ampuni semua anggota klan Jiu komandan Xiao Fan, aku rela menukar tubuhku demi mereka semua...'' ucap nona Jiu Ling sambil menangis sesenggukan .
'' Berdirilah , apa maksudmu menukar tubuhmu dengan mereka ini...?'' tanya Fan Lao .
Kemudian nona Jiu Ling langsung berdiri .
'' Aku rela menjadi budak komandan Xiao Fan dan melakukan apa saja yang komandan inginkan , asalkan jangan bunuh mereka semua...'' ucap nona Jiu Ling sambil menangis sesenggukan .
'' Ling'er , kamu jangan korbankan dirimu sendiri demi kami semua karena kami pantas menerima semua ini . Kau tetaplah hidup dan meneruskan perjuangan klan Jiu ini...'' ucap tetua Jiu Jiang.
'' Ayah tenang saja , anggap saja ini adalah balas budiku karena ayah telah merawat ku selama ini...'' ucap nona Jiu Ling .
Karena nona Jiu Ling adalah anak angkat dari tetua Jiu Jiang.
'' Apakah kamu pikir kesalahan mereka setimpal dengan dirimu saja , kamu sebenarnya juga bersalah dalam hal ini . Karena kamu hanya diam saja melihat klan ini berbuat kejahatan , seharunya kamu segera melapor ke pihak kekaisaran saat melihat kebusukan klan ini ...'' ucap Fan Lao .
'' Aku tidak mungkin melakukan itu komandan Xiao Fan, karena aku di sini adalah anak angkat ayah Jiu Jiang . Jadi selama ini ayah Jiu Jiang sudah merawat ku dengan baik dan menganggap aku seperti anak nya sendiri....'' ucap nona Jiu Ling.
Kemudian Fan Lao langsung melambaikan tangannya ke arah jendral Lin Langtian, karena Fan Lao harus berdiskusi dulu mengenai nasib para tetua klan Jiu ini .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1