
.
.
Patriak Jiu Heng menjadi semakin bersemangat untuk menyingkirkan Fan Lao , karena kekuatan Fan Lao ternyata berada di tingkat Dou Ancesor tahap 2 saja.
Jadi dia tidak perlu takut lagi meskipun Fan Lao ini memiliki hubungan khusus dengan putri Xing Zhie.
Karena kelangsungan bisnis nya jauh lebih penting dari segalanya , sangat di sayangkan jika bisnis klan yang susah susah di bangun bersama para leluhur nya tiba tiba hancur begitu saja.
'' Sekarang selidiki dulu aktifitas Fan Lao ini apa saja di Asosiasi Gunung Huangshan , saat dia nanti sudah keluar untuk menjalankan misi . Maka kalian harus segera bergegas untuk melapor kepadaku , karena aku sendiri yang akan menghabisinya dengan rapi...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Tunggu Patriak , kita tidak mungkin bisa menyelidiki Fan Lao begitu saja . Karena kita tidak tahu mana pemuda yang bernama Fan Lao ini karena murid Asosiasi Gunung sangat banyak , jadi kita sangat kesulitan untuk menyelidikinya . Apalagi akses masuk ke dalam Asosiasi Gunung Huangshan hanya untuk para murid saja . Bagaimana kalau kita culik salah satu orang terdekat Fan Lao , lalu kita jadikan sandera agar Fan Lao mau datang menolongnya...'' ucap tetua Jiu Jiang.
'' Kamu benar juga , sepertinya itu adalah gagasan yang masuk akal . Tapi tidak semudah itu melakukan penculikan , karena kita tidak ahli dalam bidang penculikan ini . Kalau begitu sekarang kalian menyebar lah di sekitar asosiasi Gunung Huangshan untuk mengetahui seperti apa wajah Fan Lao ini ., karena aku akan bertemu dengan leluhur Agung Jiu Xin di lereng gunung Jingshan yang ada di wilayah Utara . Aku nanti akan meminta pendapat dan saran darinya mengenai masalah ini , sebelum aku kembali kalian tidak boleh melakukan tindakan yang memancing keributan....'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Apakah Patriak Jiu Heng akan berangkat malam ini juga...'' tanya tetua Jiu Jiang.
'' Iya , kita tidak boleh membuang buang waktu meskipun hanya sebentar saja . Karena bisnis klan kita sekarang sedang berada di ambang kehancuran , jika sampai itu terjadi maka aku pasti akan di bunuh oleh leluhur Jiu Xin...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Baiklah kalau begitu besok pagi saja kami akan menyebar di sekitar Asosiasi Gunung Huangshan, kami semua mohon pamit...'' ucap tentu Jiu Jiang.
'' Nanti panggilkan tetua Jiu Sheng untuk ke sini , karena akhir akhir ini dia tidak pernah menyetorkan Racun Ilusi Kegelapan lagi kepadaku..." ucap Patriak Jiu Heng.
'' Iya Patriak , nanti akan aku sampaikan kepadanya...'' ucap tetua Jiu Jiang.
Lalu tetua Jiu Jiang langsung keluar dari sana bersama para bawahannya .
Patriak Jiu Heng sedikit penasaran kenapa akhir akhir ini dia tidak mendapat setoran racun Ilusi Kegelapan sama sekali , karena leluhur Jiu Xin sangat membutuhkan racun ini .
Tapi Patriak Jiu Heng tidak tahu untuk apa racun ini , karena leluhur Jiu Xin tidak pernah bercerita di gunakan untuk apa racun ini .
Setelah 5 menit berlalu tetua Jiu Sheng akhirnya datang ke sana , lalu duduk berhadapan hadapan dengan Patriak Jiu Heng.
__ADS_1
'' Apakah kamu sudah tahu kenapa aku memanggil mu ke sini...?'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Iya Patriak , saudara Jiu Jiang tadi sudah bercerita kepadaku . Aku minta maaf karena tidak bisa mendapatkan racun Ilusi Kegelapan lagi...'' ucap tetua Jiu Sheng.
'' Ada masalah apa kamu dengan tetua Bai Lang sehingga kamu tidak mendapatkan Racun ilusi Kegelapan lagi...'' tanya Patriak Jiu Heng.
'' Tadi salah satu bawahanku telah pulang dari kota Beiwang, ternyata Rumah Bordil Mawar Hitam milik tetua Bai Lang sudah tidak beroperasi lagi . Karena rumah bordil ini sekarang sudah di tempati oleh beberapa anggota pasukan Hunter , aku yakin tetua Bai Lang mungkin sudah mati...'' ucap tetua Jiu Sheng .
Patriak Jiu Heng sedikit terkejut mendengar tetua Bai Lang telah mati , karena hanya dia satu satu alkemis yang bisa membuat racun ini .
'' Terus bagaimana dengan kelompok bandit Gurun Emas, seharusnya bawahanmu pasti masih mendapat kan racun ini dari mereka....'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Untuk markas bandit Gurun Emas yang ada di bawah rumah di desa kecil juga sudah berganti pemilik , mungkin ada seseorang yang telah membunuh semua anggota kelompok bandit ini . Karena para bawahanku sudah tidak menjumpai mereka lagi , besok pagi aku akan berkunjung ke sana sendiri untuk memastikannya secara langsung kebenaran nya ...'' ucap tetua Jiu Sheng.
'' Ini sangat aneh , kenapa di saat seperti ini tiba tiba masalah terus berdatangan , baiklah kalau begitu sekarang pulanglah . Besok pastikan kebenarannya, usahakan kamu mendapatkan racun itu bagaimana pun caranya . Karena malam ini aku akan pergi ke wilayah Utara untuk menemui leluhur Jiu Xin...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Iya Patriak , kalau begitu aku mohon pamit....'' ucap tetua Jiu Sheng.
Kemudian tetua Jiu Sheng langsung keluar dari sana , untuk pulang ke rumahnya .
Sedangkan Patriak Jiu Heng masuk ke dalam dulu untuk menemui istrinya , setelah selesai menemui istrinya kemudian Patriak Jiu Heng langsung keluar dari rumahnya .
Sesampainya di halaman rumah kemudian langsung mengeluarkan roh beladiri Phoenix Es , lalu melompat di punggung roh beladiri nya dan langsung terbang ke wilayah Utara .
Patriak Jiu Heng sengaja melakukan perjalanan saat malam hari karena kebetulan malam ini adalah malam bulan purnama .
****
Berpindah di tempat Fan Lao berada .
Malam itu Fan Lao hanya bersantai saja di teras rumahnya bersama paman Xiao Shen dan paman Xian Li.
Fan Lao dan paman Xiao Shen mendengarkan cerita dari paman Xian Li , karena paman Xian Li menceritakan semua kehidupannya di masa lalu .
__ADS_1
Setelah selesai mendengarkan cerita dari paman Xian Li kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan Lang Ying dan Roh Beladiri Kelelawar Api dari dalam lautan jiwanya.
Swush....
Lang Ying kemudian merubah tubuhnya menjadi gadis bersayap.
Paman Xian Li sedikit terkejut melihat tuan muda Fan Lao ini ternyata memiliki Roh Beladiri yang sangat langka dan memiliki hewan kontrak siluman Rubah Putih yang bisa berubah menjadi gadis bersayap.
'' Ini adalah rumah baruku di ibukota kekaisaran Xing , rumah baru ini sangat dekat dengan istana kekaisaran Xing . Karena hanya butuh 15 manit saja jika berjalan kaki ke timur , kenalkan dia adalah Paman Xian Li teman baruku atau orang yang akan bekerja untuk merawat rumah ini . Kalian berdua silahkan masuk ke dalam untuk melihat lihat di dalam....'' ucap Fan Lao.
'' Aku di sini saja , karena di dalam pasti tidak ada apa apa yang menarik untuk di lihat...'' Ucap Lang Ying.
'' Kalau begitu kamu duduklah di sini...'' ucap Fan Lao sambil menepuk kursi yang ada di sampingnya .
Sehingga Lang Ying langsung duduk di samping Fan Lao .
'' Menurut paman besok kita yang akan pergi ke istana ataukah mereka saja yang akan ke sini...'' tanya Fan Lao .
'' Mereka saja yang ke sini , karena besok pagi saudara Xian Li masih mengurusi masalahnya dengan para penjaga di gerbang barat . Jadi kita bersantai saja untuk menjaga rumah ini , nanti saat sore harinya kita bisa berkunjung ke sana...'' ucap paman Xian Li .
'' Baiklah kalau begitu aku akan membuat sepucuk surat untuk putri Xing Zhie....'' ucap Fan Lao .
'' Biar aku saja nanti yang mengantar surat itu...'' ucap paman Xian Li .
'' Lain kali saja paman , sekarang paman beristirahat saja dulu di sini . Karena aku nanti ada seseorang yang akan mengantar surat ini ...'' ucap Fan Lao .
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan kain putih , lalu menulisnya beberapa kata dan alamat rumah barunya ini .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1