
.
.
Tetua Lin Duan langsung lemas tidak memiliki semangat lagi , karena dia tidak mungkin bisa mengejar pemuda ini yang telah pergi jauh .
Apalagi tebing di depannya ini sangat curam , tidak mungkin dia bisa mengejarnya melompati tebing ini .
Roh Beladiri nya juga tidak memiliki sayap , jadi dia hanya bisa memendam rasa kekesalannya ini sendiri.
Kemudian tetua Lin Duan langsung kembali ke tempat nya tadi untuk mengintrogasi putranya .
Tetua Lin Duan masih tidak percaya ada seorang pemuda yang berhasil mencuri batu Kristal Guntur tadi .
" Bagaimana tetua Lin Duan, apakah pencuri itu telah kabur...?" tanya rekan Lin Yan .
" Ya , dia sudah kabur sangat jauh menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api . Sekarang ceritakan kepadaku kenapa pemuda sialan itu bisa lebih cepat mengambil Batu Kristal Guntur itu dari pada kamu...?"
" Aku tadi ketika sudah dekat dengan Batu Kristal Guntur itu tiba tiba di hadang oleh banyak kelelawar api , lalu kelelawar api ini langsung menyemburkan apinya . Sehingga aku berjalan mundur untuk menghindari semburan api ini tanpa curiga kalau kelelawar api ini adalah roh Beladiri milik seorang pemuda , tapi setelah beberapa saat kelelawar api ini tiba tiba menghentikan semburan Apinya . Sehingga aku bisa bernafas lega , tapi aku sangat terkejut ketika menyadari kalau batu Kristal Guntur itu menghilang di curi oleh pemuda yang memiliki Roh Beladiri Kelelawar Api..." ucap tuan muda Lin Yan menjelaskan .
" Huaahhhh... sialan , aku tadi sudah mencurigai para kelelawar api ini ketika kita berdiskusi tadi . Tapi aku tidak tidak terlalu memikirkannya karena aku fokus untuk mencuri batu Kristal Guntur saja..." Ucap tetua Lin Duan sangat kesal .
Mereka berempat tampak sangat kesal karena usaha mereka mendapatkan batu Kristal Guntur ini hanya sia sia saja.
Setelah beberapa saat kelima bawahan alkemis Han Feng datang ke sana lalu menghampiri mereka berempat , karena melihat ketiga pemuda yang ada di sana memiliki kekuatan di tingkat Dou Lang tahap
4 sama dengan pemuda yang mereka cari.
" Salam semuanya , kami adalah bawahan alkemis Han Feng...." ucap ketua kelompok ini .
" Salam juga kalian semua , ada apa kalian ke sini . Apakah ada yang bisa kami bantu...?" ucap tetua Lin Duan.
" Aku ingin kalian bertiga mengeluarkan roh beladiri kalian masing masing , karena aku mencari seorang pemuda yang memiliki kekuatan di tingkat Dou Lang tahap 4 seperti kalian dan memiliki Roh Beladiri Kelelawar Api ..."
" Pemuda yang kalian cari telah kabur dari sini pergi ke wilayah selatan menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api , karena pemuda ini tadi telah mencuri Batu Kristal Guntur yang kami incar di bukit ini ..."
__ADS_1
" Kalian tidak berbohong kan...?"
Kemudian tuan muda Lin Yan dan kedua rekan nya langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing masing .
" Maaf jika kami telah mencurigai kalian , karena pemuda ini tadi telah membunuh anggota kami . Kalau begitu kami akan mengejarnya , terima kasih informasinya..."
" Sama sama..."
Kemudian kelima bawahan alkemis Han Feng langsung berlari menuju tebing tempat Fan Lao kabur tadi .
Tapi mereka langsung menghentikan langkahnya ketika sampai di sana , karena tebingnya ini sangatlah curam .
" Sialan... kita sudah di pastikan kehilangan jejaknya . Karena pemuda ini sudah kabur sangat jauh jika dia mengendarai Roh Beladiri Kelelawar Api , sedangkan kita tidak memiliki roh Beladiri yang bisa terbang..." ucap pemimpin kelompok ini sangat geram .
" Kalau begitu kita kembali saja ke tempat tetua Wang Ta tadi , karena kita harus menguburnya dulu . Semoga besok atau lusa kita bisa menemukan pemuda ini , karena dia terbang ke arah markas kita . Pasti pemuda ini bersembunyi di sekitar markas kita untuk menyatukan tubuhnya dengan batu kristal Guntur tadi ..."
Kemudian mereka berlima langsung berjalan kembali ke tempat tetua Lin Duan tadi dengan wajah tertunduk lesu , karena telah di permainkan oleh seorang pemuda .
Tetua Lin Duan hanya tersenyum di dalam hati melihat mereka tidak jadi melompat tebing , seandainya tebing ini tidak curam pasti dirinya tadi sudah menuruni bukit lewat sana.
.
Berpindah di tempat Fan Lao berada.
" Ayam Jago , sekarang kita harus mencari tempat persembunyian dulu untuk mengabungkan batu Kristal Guntur tadi..."
" Kita mencari goa saja Fan Lao..."
Roh Beladiri Kelelawar Api terbang dengan kecepatan sedang saja sambil mencari goa di sekitar tebing tebing bebatuan .
Setelah 15 menit berlalu Fan Lao melihat ada sebuah goa di lereng tebing yang tertutupi tanaman merambat , sehingga Fan Lao langsung mengajak Roh Beladiri Kelelawar Api bersembunyi di sana .
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung mendarat di depan goa , lalu Fan Lao langsung melompat dan berjalan masuk ke dalam goa .
Fan Lao sedikit curiga dengan goa ini , karena goa ini telihat sangat bersih dan terawat seperti ada penghuninya .
__ADS_1
" Permisi , apakah ada orang di dalam . Karena aku mau numpang untuk beristirahat..." ucap Fan Lao meminta ijin .
Setelah di tunggu-tunggu ternyata tidak ada jawaban , sehingga Fan Lao langsung masuk ke dalam Goa karena Fan Lao berangapan kalau goa ini sedang dalam keadaan kosong atau telah di tinggalkan oleh pemiliknya .
Tapi Fan Lao tidak berani masuk terlalu dalam , karena dia juga harus selalu siaga mengingat dia sekarang menjadi buronan banyak orang.
Fan Lao hanya masuk sejauh 10 meter saja .
" Ayam Jago , apakah kamu tahu cara mengabungkan batu Kristal Guntur ini...?" ucap Fan Lao sambil memperlihatkan batu Kristal Guntur yang terus mengeluarkan sambaran petir halus .
" Kamu harus menelan sumber Guntur di dalam batu itu , nanti rasanya pasti akan sangat sakit karena tubuh mu akan di tempa oleh sumber Guntur itu..."
" Terima kasih kamu sudah membimbingku...." ucap Fan Lao sangat senang .
Fan Lao yakin Roh Beladiri Kelelawar Api ini pasti sudah hidup beribu-ribu tahun sehingga memiliki pengetahuan yang sangat luas.
" Baiklah kalau begitu sekarang aku akan menelan sumber Guntur ini , kamu berjaga lah di depan goa . Jika ada orang yang mendekat maka langsung laporkan kepadaku..."
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menggandakan tubuhnya menjadi banyak , lalu sebagian tubuhnya langsung berjaga di depan goa .
Sedangkan ada satu tubuhnya tetap berada di sana di dekat Fan Lao untuk melihat Fan Lao menelan sumber Guntur ini.
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan pisau kecil untuk melubangi batu Kristal Guntur ini .
Setelah Fan Lao berhasil melubangi batu Kristal Guntur ini kemudian Fan Lao langsung menghisap semua sumber guntur yang ada di dalam batu itu hingga habis.
Matanya langsung bercahaya berwarna biru yang mengeluarkan kilatan petir halus .
Fan Lao tiba tiba merasakan dantianya seperti akan meledak dan nadinya banyak yang putus .
" Arghhh.... arghhhhh...." Teriak Fan Lao kesakitan sambil tubuhnya berguling guling di lantai goa.
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...