
.
.
Kemudian mereka bertiga langsung berdiri , sebelum keluar bibi Xing Zhizu memakai cadarnya dulu .
Lalu keluar dari dalam kamar , bibi Xing Zhizu dan paman Xiao Liu berjalan di belakang kaisar Xing Shan.
Sesampainya di lantai 1 Kaisar Xing Shan langsung menyapa pemilik penginapan dan berpamitan untuk kembali ke istana kekaisaran.
Saat berjalan ke sana bibi Xing Zhizu menanyakan bagaimana kira kira tanggap orang istana jika dirinya telah kembali ke istana kekaisaran , karena bibi Xing Zhizu sedikit tidak nyaman jika ada orang yang mencibirnya .
Karena dia dulu adalah seorang anak gadis dari seorang Kaisar yang tidak mau menurut kepada orang tuannya , apalagi jika pulang pulang ke istana sudah memiliki suami dan anak .
Pasti para anggota istana akan mencibirnya , karena menikah tanpa restu orang tua .
'' Kamu tenang saja tidak perlu memikirkan masalah itu , nanti aku yang akan mengawasi mu . Jika ada anggota istana yang mencibir mu maka aku yang akan langsung maju untuk membelamu , mereka yang mencibir mu adalah orang yang tidak pernah mengalami masalah sepertimu . Jadi mereka tidak ada hak untuk mengadili mu...'' ucap kaisar Xing Shan meyakinkan adiknya .
'' Terima kasih kakak Shan...''
Kemudian paman Xiao Liu menceritakan kalau dirinya adalah adik dari Xiao Shen ayah angkat tuan muda Fan Lao .
Kaisar Xing Shan sedikit terkejut mendengar suami adiknya ini adalah adik dari ayah angkat tuan muda Fan Lao .
Karena mereka ternyata masih terhubung satu sama lain .
****
Berpindah di restoran tempat Fan Lao dan putri Xing Zhie.
Putri Xing Zhie mengajak Fan Lao makan di salah satu restoran yang ada di dekat Istana Kekaisaran , mereka sengaja ke restoran yang ada di dekat istana karena hari sudah menjelang malam .
Mereka berdua langsung naik ke lantai 2 agar mereka lebih leluasa saat berbincang bincang, karena di lantai 1 sudah banyak pengunjungnya .
Sesampainya di lantai 2 kemudian mereka memilih duduk di meja paling pojok , beruntungnya di lantai 2 hanya ada 2 meja saja yang sudah di tempati pengunjung.
Setelah mereka berdua telah duduk kemudian pelayan restoran langsung menghampiri mereka , karena pelayan restoran sudah tahu kalau gadis bercadar ini adalah putri Xing Zhie.
'' Selamat datang di restoran kami putri Xing Zhie dan tuan muda , apakah ada yang bisa saya bantu...?'' ucap pelayan restoran.
'' Kami pesan 2 porsi makanan dan minuman terenak di restoran ini...'' ucap Fan Lao .
__ADS_1
'' Siap tuan muda , kalau begitu mohon di tunggu . Aku akan menyiapkannya...'' ucap pelayan restoran .
Kemudian pelayan restoran ini langsung pergi dari sana .
'' Kenapa Lao Gege tidak memesankan untuk Lang Ying juga...?'' tanya putri Xing Zhie.
'' Dia masih istirahat , nanti jika aku pergi ke kerajaan Xingyun dia akan mendapatkan makanan yang banyak...'' ucap Fan Lao .
'' Hehehe... Itu adalah alasan Lao Gege sendiri , aku yakin Lao Gege sengaja tidak mengeluarkannya agar dia tidak menggangu kita berdua . Iya kan...?'' ucap putri Xing Zhie.
'' Hehehe... Kamu tahu saja , jika aku mengeluarkannya maka aku tidak bisa leluasa menggoda mu . Karena dia juga sangat usil kepada kita , apakah kamu masih ingat kejadian kita di gunung petir waktu itu...'' ucap Fan Lao .
'' Iya aku masih ingat , karena dia yang membuat kita akhirnya berciuman...'' ucap putri Xing Zhie sambil tersenyum malu .
'' Dia sebenarnya bisa mendengar apa yang kita bicarakan , tapi jika aku tidak mengeluarkan nya maka dia tidak bisa berbuat apa apa....'' ucap Fan Lao .
'' Iya , Lao Gege berhati-hatilah jika pergi ke kerajaan Xingyun . Karena ada aku yang menunggu Lao Gege di sini agar kita bisa segera menikah ...'' ucap putri Xing Zhie.
'' Iya Zhie'er , aku pasti akan sangat berhati hati demi dirimu . Aku sekarang sudah memiliki 2 tehnik yang sangat kuat , jadi kamu harus yakin aku bisa membebaskan paman Xiao Shen meskipun kita masih belum tahu seperti apa nantinya . Tapi kita berdua harus yakin bisa melewatinya...'' ucap Fan Lao meyakinkan.
'' Aku penasaran dengan tehnik Angin Pengendali Waktu milik Lao Gege , bisakah Lao Gege tunjukan kepadaku...?'' tanya putri Xing Zhie.
'' Bisa Zhie'er, apakah kamu dari tadi menyadari kalau ada seorang pemuda yang terus mencuri curi pandang kepadamu...?'' ucap Fan Lao.
'' Aku memang cemburu , tapi kamu memang sangat cantik jadi wajar saja jika ada pemuda yang mengamgumi mu . Setelah ini aku akan mengerjai pemuda itu mengunakan tehnik Angin Pengendali Waktu...'' ucap Fan Lao .
'' Iya aku setuju Lao Gege , tapi aku mohon jangan mengunakan serangan fisik...'' ucap putri Xing Zhie.
'' Kamu pilih yang mana , aku ikat kedua tangannya ke kursi atau aku ikat wajahnya dengan kain hitam...?'' tanya Fan Lao .
'' Dua duanya saja Lao Gege...''
Setelah beberapa saat ada dua pelayan restoran menghampiri mereka mereka berdua sambil membawa nampan berisi makam .
Kemudian kedua pelayan ini langsung meletakan makan di atas meja .
'' Silahkan di nikmati tuan muda dan putri Xing Zhie...'' ucap salah satu pelayan sangat ramah .
'' Iya terima kasih nona...'' ucap Fan Lao .
Kemudian kedua pelayan ini langsung pergi dari sana lalu turun ke lantai 1 .
__ADS_1
'' Sekarang lihatlah tehnik ku ini...'' ucap Fan Lao .
Kemudian Fan Lao langsung mengibaskan tangannya ke arah kedua kelompok pengunjung yang sedang menikmati makan .
Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang yang langsung menerpa tubuh kedua kelompok pengunjung restoran yang sedang menikmati makan.
Sehingga tubuh kedua kelompok ini langsung terdiam tidak bisa bergerak lagi.
Kemudian Fan Lao langsung berjalan dengan cepat menghampiri kedua kelompok ini , lalu langsung mengikat kedua lengan pemuda ini ke kursi yang sedang dia duduki .
Lalu berlanjut mengikat kepalanya dengan kain hitam , kemudian Fan Lao langsung kembali lagi ke tempat dia tadi makan .
Setelah 30 detik berlalu waktu di sana kembali normal lagi , sehingga mereka semua bisa melihat lagi .
'' Apa yang kamu lakukan , kenapa kau mengikat wajahmu dengan kain hitam . Apakah kamu ingin main petak umpet di sini...'' ucap salah satu pemuda .
'' Aku tidak tahu siapa yang mengikat wajahku ini , karena kedua lenganku juga terikat...'' ucap tuan muda Han Jian.
Rekan rekan tuan muda Han Jian sedikit terkejut ketika menyadari kedua lengan tuan muda Han Jian juga telah terikat ke kursi .
'' Ini sungguh sangat aneh , siapa sebenarnya yang telah melakukan ini kepadamu...'' ucap salah satu pemuda yang duduk di samping tuan muda Han Jian.
'' Sekarang tolong lepaskan ikatan tali dan kain hitam ini...'' ucap tuan muda Han Jian .
****
Fan Lao dan putri Xing Zhie berpura pura menikmati makan sambil tersenyum di dalam hati melihat kelompok pemuda ini kebingungan.
'' Intinya tehnik ku tadi bisa menghentikan waktu selama 30 detik , jadi siapa saja yang terkena hembusan angin dari tanganku akan langsung terdiam...'' ucap Fan Lao .
'' Iya Lao Gege , tehnik ini sungguh sangat luar biasa . Beruntungnya tehnik ini jatuh ke tangan Lao Gege , seandainya jatuh ke tangan orang jahat maka aku yakin akan di salah gunakan untuk mencuri atau tindak kejahatan lainnya...'' ucap putri Xing Zhie.
'' Biasanya aku mengunakan tehnik ini juga untuk mencuri , tapi untuk mencuri cincin penyimpan para musuh musuhku...'' ucap Fan Lao.
'' Iya tidak apa apa asal mencuri barang milik orang jahat...'' ucap putri Xing Zhie.
Putri Xing Zhie sekarang semakin yakin kalau kekasihnya ini bisa membebaskan pamannya tanpa kesulitan sedikitpun, karena tidak akan ada orang yang bisa kabur jika terkena tehnik ini .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...