
.
.
Setelah selesai makan Fan Lao tetap berada di sana untuk mencari informasi tentang Bandit ini.
'' Apakah istri paman sudah lama di culik oleh para bandit ini...?'' tanya Fan Lao .
'' Baru seminggu yang lalu tuan muda , waktu itu aku di sergap oleh mereka ketika akan berkunjung ke sini . Saat itu aku sempat bertarung dengan mereka , tapi ketika pemimpin bandit ini datang ke sana aku memutuskan langsung kabur untuk mencari bantuan . Karena aku sadar tidak mungkin bisa mengalahkan Pemimpin bandit ini...'' ucap bandit Jiu Li.
'' Paman sudah benar , karena jika dalam sebuah pertarungan kita sudah kalah dalam segi kekuatan lebih baik kita kabur saja . Karena sudah pasti kita tidak akan bisa menang ...'' ucap Fan Lao berpura pura lemah.
'' Benar tuan muda Fan Lao...''
'' Apakah paman Jiu Li tahu tujuan para bandit ini menculik orang orang yang lewat di sana , karena seharusnya seorang bandit hanya perlu merampas hartanya saja tidak perlu sampai menculiknya...?''
'' Aku tidak tahu tuan muda Fan Lao , aku yakin mereka memiliki tujuan lain di balik penculikan ini ...'' ucap bandit Jiu Li.
'' Sepertinya begitu paman jiu Li , semoga istri paman masih baik baik saja di sana . Kalau begitu aku akan beristirahat dulu agar tubuhku lebih segar kembali , besok pagi kita bertemu di sini lagi...'' ucap Fan Lao berpamitan .
Bandit Jiu Li jadi sedikit sungkan melihat ketulusan hati tuan muda Fan Lao ini , tapi sayangnya jalan mereka berdua berbeda sehingga bandit Jiu tetap berpura pura menjadi orang baik.
'' Iya tuan muda Fan Lao , aku akan menunggu di sini....''
Kemudian Fan Lao langsung berjalan ke meja tempat pemilik kedai untuk membayar makanan dan minuman tadi , setelah selesai membayarnya kemudian Fan Lao langsung berjalan masuk ke dalam penginapan .
Lalu naik ke lantai 2 menuju kamarnya , setelah masuk ke dalam kamar kemudian Fan Lao langsung mengunci kamarnya .
Di dalam kamar Fan Lao bersantai dulu sambil menunggu Roh Beladiri Kelelawar Api kembali ke sana .
.
****
Berpindah di markas bandit Gunung Tiga Dewa.
Setelah satu jam berlalu bandit Jiu Wang akhirnya sampai di markasnya , kemudian langsung masuk ke dalam untuk segera melapor apa yang di instruksikan oleh Jiu Li tadi.
__ADS_1
Bandit Jiu Wang melihat ketua bandit Han Yuan dan rekan rekannya duduk bersantai sambil menikmati minum arak.
Kemudian bandit Jiu Wang langsung duduk di samping ketua bandit Han Yuan.
'' Apakah kamu membawa kabar mengenai Fan Lao sialan itu...?'' ucap ketua bandit Han Yuan.
" Iya ketua , Fan Lao sudah keluar dari kuil Mistik Api . Saudara Jiu Li mengatakan kalau besok Fan Lao akan ikut ke sini karena malam ini dia menginap dulu di penginapan..." ucap bandit Jiu Wang.
" Baguslah kalau begitu , kalau boleh tahu berada di tingkat apa Fan Lao sekarang...?''
'' Kekuatan Fan Lao berada di tingkat Dou Yin tahap 4 saja..."
'' Apa..??? hanya di tingkat Dou Yin tahap 4 saja , sungguh percuma aku meningkatkan kekuatan ku selama ini . Karena aku bisa dengan mudah mengalahkan bocah tengik itu..." ucap ketua bandit Han Yuan percaya diri.
" Sebelumnya aku mengajak saudara Jiu Li untuk menyergap Fan Lao saat itu juga . Tapi saudara Jiu Li melarang ku , padahal aku yakin bisa menyergapnya dengan mudah..." ucap Jiu Wang sangat percaya diri.
" Eits...eits... Jiu Li sudah benar melarang mu menyergapnya , karena nyawa Fan Lao adalah milikku , dia harus merasakan betapa kuatnya pusaka Cakar Jiwa Iblis ku ini . Jadi hanya aku yang boleh merenggut nyawanya karena dia telah membunuh kakak ku ..." ucap ketua bandit Han Yuan sambil menunjukan kedua pusaka berbentuk cakar di kedua tangannya.
Pusaka Cakar Jiwa Iblis ini sangatlah tajam dan bisa di gunakan untuk menyerap jiwa dan kekuatan seseorang , selama ini ketua bandit Han Yuan meningkatkan kekuatannya mengunakan bantuan pusaka ini untuk menyerap jiwa dan kekuatan orang lain .
****
'' Hahaha , besok aku saja yang maju menghadapi bocah tengik ini . Kalian semua cukup melihat saja...'' ucap salah satu bandit yang sudah mabuk berat .
'' Kamu jangan ikut ikut , aku saja yang akan memberi pelajaran bocah sialan itu...'' ucap salah satu bandit lagi yang tidak mau kalah .
Para bandit bercanda dan tertawa bersama melupakan semua yang terjadi selama ini , hanya ketua bandit Han Yuan saja yang tampak diam .
Karena dia memikirkan sepertinya ada kejanggalan dengan kekuatan pemuda sialan ini , karena 6 bulan yang lalu pemuda ini bisa mengalahkan rekan mereka yang kekuatannya barada di tingkat Dou Yin tahap 1.
Bukankah kekuatan pemuda ini akan semakin bertambah kuat setelah meningkatkan kekuatannya di kuil Mistik Api .
Tapi ketua bandit Han Yuan ini tetap memberi semangat kepada para bawahanya karena tadi dirinya yang mengajak mereka untuk merayakan kemenangan yang tertunda ini .
.
****
__ADS_1
Berpindah di kamar Fan Lao berada.
Setelah 2 jam berlalu Roh Beladiri Kelelawar Api masuk kembali ke dalam kamar , lalu mengabungkan tubuhnya menjadi satu .
'' Ayam Jago , berita apa yang kamu dapatkan setelah menguping pembicaraan orang orang di kedai...?'' tanya Fan Lao .
'' Aku mendengar kelompok bandit yang ada di hutan menuju Kuil Mistik Api ini sering menculik manusia , tadi ada salah satu tetua yang mengatakan kalau bandit ini mengunakan tehnik terlarang dengan menyerap jiwa dan kekuatan manusia yang berhasil di culik . Jadi kamu harus berhati hati-hati jika nanti berhadapan dengan ketua bandit ini...'' ucap Roh Beladiri Kelelawar Api .
'' Iya terima kasih kamu sudah mengingatkan ku , nanti aku akan mengunakan Pusaka Tombak Guntur Bumi ketika berhadapan dengan dia . Agar ketua bandit ini tidak bisa mengunakan tehnik terlarangnya....'' ucap Fan Lao meyakinkan Roh Beladiri Kelelawar Api agar tidak khawatir lagi .
'' Sepertinya kedepannya musuh yang akan kamu hadapi semakin bertambah kuat , jadi kamu harus meningkatkan ketrampilan bertarung mu . Semakin kamu sering bertarung maka ketrampilan bertarung mu akan semakin kuat...'' ucap Lang Ying.
'' Kamu benar Lang Ying , mungkin ini adalah awal mula aku berhadapan dengan musuh musuh yang semakin kuat . Kalau begitu kita beristirahat saja dulu agar besok pagi tubuh kita lebih bugar....'' ucap Fan Lao .
Kemudian Fan Lao langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur bersama Lang Yin .
Sedangkan Roh Beladiri Kelelawar Api tetap berjaga , karena ketika malam hari Roh Beladiri Kelelawar Api tidak bisa tidur .
****
Keesokan harinya Fan Lao mandi dulu dan berganti pakaian , karena sudah lama dia tidak mandi dan berganti pakaian sejak masuk ke dalam Kuil Mistik Api.
Setelah selesai mandi kemudian Fan Lao memasukkan Roh Beladiri Kelelawar Api ke dalam lautan jiwanya , lalu berjalan keluar kamar sambil mengendong Lang Ying.
Sesampainya di lantai satu kemudian Fan Lao langsung mendekati meja resepsionis penginapan untuk mengembalikan kunci kamarnya .
'' Selamat pagi nona...'' sapa Fan Lao ramah .
'' Pagi juga tuan muda , apakah ada yang bisa saya bantu...?'' ucap nona resepsionis ramah.
'' Aku ingin mengembalikan kunci kamar , karena aku hari ini akan pulang ke rumah...'' ucap Fan Lao sambil meletakan kunci kamar di atas meja resepsionis.
'' Iya terima kasih banyak tuan muda...''
Kemudian Fan Lao langsung keluar dari penginapan , sesampainya di halaman penginapan ternyata paman Jiu Li sudah menunggunya .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...