
.
.
Tuan muda Jiu Quan juga sadar kalau dirinya bisa di kalahkan dengan mudah oleh Fan Lao , tapi dia sangat geram dan kesal setelah melihat ayahnya di bunuh di depan matanya dengan cara seperti itu .
Karena tuan muda Jiu Quan dan ibunya tadi melihat dengan jelas pertarungan ayahnya dan Fan Lao dari kejauhan , tapi saat dirinya tadi akan menyerang Fan Lao ibunya langsung membekap dirinya dan langsung mengajaknya pergi dari sana .
Agar semua orang yang ada di sana menganggap mereka akan kabur ke wilayah Utara seperti yang di rencanakan tadi.
Sesampainya di ruang tamu kemudian tuan muda Jiu Quan langsung menutup pintu rumahnya agar rumahnya ini terlihat sepi , karena tuan muda Jiu Quan ingin melindungi ibunya agar harta klan Jiu ini tetap aman di tangan ibunya .
Tuan muda Jiu Quan melihat ternyata ibunya juga ikut ke ruang tamu .
Kemudian ibunya langsung mengajak tuan muda Jiu Quan berdiskusi bersama , setelah ini mereka akan pergi ke wilayah Utara bersama istri tetua Jiu Sheng.
Karena mereka berdua harus membalas pembunuhan ini .
Sedangkan untuk para istri istri tetua yang di tangkap tadi biar tetap berada di sini .
****
Berpindah di tempat Fan Lao dan kaisar Xing Shan.
Mereka berdua langsung menemui para istri tetua klan Jiu yang sedang berkumpul bersama nona Jiu Ling di dekat aula .
'' Salam yang mulia kaisar Xing Shan...'' ucap nona Jiu Ling mewakili para ibu ibu yang ada di sana.
__ADS_1
'' Salam juga nona , apakah kalian semua sudah tahu apa kesalahan suami suami kalian yang aku bawa ke penjara istana tadi...?'' tanya kaisar Xing Shan
'' Kami semua sudah tahu apa kesalahan mereka , tapi kami mohon tolong berilah keringanan hukuman mereka , karena mereka juga memiliki istri dan anak yang masih kecil kecil...'' ucap istri tetua Jiu Jiang.
'' Seharusnya suami suami kalian itu juga memikirkan nasib orang yang mereka bunuh sebelum mereka melakukan pembunuhan ini , karena orang yang mereka bunuh juga memiliki istri dan anak . Aku akan memproses mereka semua sesuai hukum yang berlaku , tapi kalian semua tenang saja karena aku pasti akan memberi mereka keringanan . Karena dalang di balik pembunuhan ini adalah Patriak Jiu Heng, besok aku akan berdiskusi dulu dengan para keluarga korban yang di bunuh oleh klan ini , jadi keputusannya baru bisa di putuskan besok . Apakah ada lagi yang ingin kalian sampaikan kepadaku...?'' tanya kaisar Xing Shan.
'' Tidak ada yang mulia , kami semua hanya bisa berharap semoga keputusan besok tidak terlalu memberatkan mereka...'' ucap istri tetua Jiu Jiang.
'' Baiklah kalau begitu kalian bisa pulang ke rumah kalian masing masing , jika terjadi sesuatu kepada klan ini atau ada yang ingin balas dendam kepada klan ini . Maka langsung datanglah ke istana kekaisaran untuk meminta perlindungan ...'' ucap kaisar Xing Shan.
'' Iya yang mulia , kami minta beberapa prajurit istana untuk berjaga di gerbang klan ini . Karena semua anggota kami tadi sudah kabur ke wilayah Utara...'' ucap istri tetua Jiu Jiang.
'' Nanti akan aku tugaskan beberapa prajurit ke sini , aku peringatkan kepada kalian untuk menjauhi perbuatan kejahatan . Jika kalian melihat ada orang berbuat jahat maka segeralah melapor kepada ku , karena aku sangat senang jika melihat warga Kekaisaran ini mau berkerja sama denganku . Agar kekaisaran Xing ini menjadi kekaisaran yang damai...'' ucap kaisar Xing Shan.
'' Iya yang mulia Kaisar Xing Shan, kami semua mohon pamit untuk pulang ke rumah kami masing...'' ucap istri tetua Jiu Jiang.
'' Tunggu , karena aku ingin bertanya sesuatu kepada kalian semua...?" ucap Fan Lao .
" Siapa di antara kalian ini adalah istri dari Patriak Jiu Heng dan tetua Jiu Sheng..." tanya Fan Lao .
" Tidak ada tuan muda Fan Lao , mungkin mereka sudah kabur dari sini saat melihat Patriak Jiu Heng dan paman Jiu Sheng telah mati . Karena aku tadi sempat melihat mereka di sini , aku yakin mereka telah kabur dari sini untuk melapor kepada leluhur Agung Jiu Xin..." ucap nona Jiu Ling .
" Terima kasih atas informasinya , kalau begitu kalian semua silahkan pulang..."ucap Fan Lao .
Kemudian nona Jiu Ling dan para istri istri tetua klan Jiu ini langsung pergi dari sana , setelah mereka telah pergi kemudian Fan Lao dan kaisar Xing Shan langsung berjalan masuk ke dalam Aula klan Jiu.
Kaisar Xing Shan sangat penasaran seperti apakah sumur yang di gunakan untuk menjebak ini , bagaimana bisa klan memiliki ide membuat tempat seperti ini untuk menjebak pelangannya sendiri .
__ADS_1
Sebelum masuk ke dalam aula klan Jiu kaisar Xing Shan melihat pintu aula ternyata sudah hancur .
" Apakah tuan muda Fan Lao tadi juga bertarung di sini..." ucap Patriak Jiu Heng sambil menunjuk ke puing puing pintu aula yang telah hancur.
Kemudian Fan Lao langsung menceritakan dengan detail apa sebenarnya yang terjadi di sana tadi .
" Hahaha... Tuan muda Fan Lao sungguh sangat cerdik , aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi wajah Patriak Jiu Heng saat melihat pintu ini tiba tiba langsung meledak dan hancur saat dia akan membuka pintunya ..." ucap kaisar Xing Shan .
" Mungkin dia sangat terkejut dan tidak bisa menghindarinya , karena tubuh Patriak Jiu Heng tadi langsung terhempas lalu menghantam tubuh para bawahannya..." ucap Fan Lao .
Setelah masuk ke dalam aula kemudian kaisar Xing Shan langsung mendekati sumur yang ada di sana , lalu mencoba mengetuk ketuk lapisan Es yang menjadi dinding sumur ini.
Kaisar Xing Shan merasakan dinding Es ini di buat oleh orang yang memiliki kekuatan sama dengan dirinya , karena dinding Es ini sangat kuat .
Kaisar Xing Shan yakin kekuatan tuan muda Fan Lao sudah melampaui dirinya , karena tuan muda Fan Lao bisa menghancurkan penutup sumur ini .
" Ternyata klan Jiu ini sangatlah pintar dan licik , karena mereka membuat tempat seperti ini untuk membunuh seseorang . Karena ini sama saja mengatasi masalah dengan masalah baru lagi..." ucap kaisar Xing Shan.
" Iya yang mulia Kaisar Xing Shan, sumur ini hampir sama dengan yang ada di kota Yunnan. Hanya saja sumur di sini jauh lebih besar dan lebih dalam , makanya paman Zhan Feng setelah terjatuh ke dalam sumur ini langsung pingsan . Karena tulang tulang nya banyak yang patah..."ucap Fan Lao .
" Aku merasa sangat bersalah karena sebelumnya aku tidak bisa memecahkan masalah ini , aku sangat malu kepada tuan muda Fan Lao . Karena justru tuan muda Fan Lao yang bisa menyelsaikan masalah ini...." ucap kaisar Xing Shan.
" Yang mulia jangan berkata seperti itu , ini semua hanya kebetulan saja . Anggap saja ini adalah balas budiku karena yang mulia Kaisar Xing Shan mau menerimaku menjadi warga kekaisaran ini..." ucap Fan Lao.
Kemudian kaisar Xing Shan mencari tuas yang di gunakan untuk membuka dan menutup pintu sumur ini .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...