Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 346 ~ Memberi pelajaran Jiu Quan.


__ADS_3

.


.


Fan Lao langsung tersenyum mendengar ada anak Patriak Jiu Heng akan melewati gerbang ini .


'' Komandan Liu Cheng dan yang lainnya , kalian kembalilah berjaga dan tidak perlu takut dia akan berbuat onar di sini . Biar Rubah putih kecil ini yang akan mengurusi anak Patriak Jiu Heng itu ....'' ucap Fan Lao .


'' Maksud tuan muda Fan Lao...?'' tanya prajurit penjaga sedikit bingung .


Karena mereka bertiga yang ada di sana tidak percaya jika rubah putih kecil bisa mengurusi anak Patriak Jiu Heng .


'' Nanti kalian akan tahu sendiri...'' ucap Fan Lao.


Kemudian komandan Liu Cheng langsung mengajak kedua bawahanya untuk keluar dari sana , lalu bersiaga menyambut anak Patriak Jiu Heng.


Sedangkan Fan Lao langsung menceritakan rencananya kepada Lang Ying untuk menangkap anak Patriak Jiu Heng dan kedua wanita yang akan melewati gerbang ini , karena Fan Lao memiliki rencana sendiri kepada mereka bertiga. .


Sehingga Lang Ying langsung melompat dari bahu Fan Lao , lalu keluar dari sana untuk menangkap anak Patriak Jiu Heng.


Komandan Liu Cheng langsung memberi isyarat kepada anak Patriak Jiu Heng dan kedua wanita ini untuk mendarat dulu , karena warga biasa dilarang terbang di wilayah ibukota kekaisaran Xing ini kecuali pihak kekaisaran.


Tapi tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini tidak menggubris komandan Liu Cheng , mereka bertiga justru menambah kecepatan terbangnya untuk segera melewati gerbang Utara .


Sehingga Lang Ying langsung berubah menjadi siluman Rubah Putih bersayap, lalu terbang mengejar tuan Jiu Quan dan kedua wanita ini .


Komandan Liu Cheng dan para penjaga yang ada di sana sangat terkejut melihat siluman Rubah Putih kecil tadi ternyata bisa berubah menjadi besar dan mengejar anak Patriak Jiu Heng.


Komandan sekarang paham apa maksud perkataan tuan muda Fan Lao tadi .


Tuan muda Jiu Quan sangat terkejut melihat di gerbang Utara ternyata ada siluman Rubah Putih bersayap yang sedang mengejarnya .

__ADS_1


Karena siluman Rubah Putih bersayap ini sama seperti milik Fan Lao yang menangkap ayahnya .


'' Ibu dan bibi Lan Ling.... kita harus berpencar di sini . Nanti kita bertemu di gunung Jingshan , karena aku yakin siluman ini hanya mengincar ku saja ..'' ucap tuan muda Jiu Quan sambil mengendalikan roh beladiri untuk terbang lebih cepat dan mengeluarkan dua butir bola racun ilusi Kegelapan di tangannya .


Tuan muda Jiu Quan berharap kedua bola Racun ilusi Kegelapan ini bisa melemahkan siluman Rubah ini , karena hanya itu saja racun yang dia miliki saat ini .


'' Baiklah aku mengerti , gunakan racun ilusi Kegelapan itu dengan sebaik mungkin . Karena aku yakin siluman ini pasti akan melemah setelah terkena racun ini...'' ucap ibu tuan muda Jiu Quan.


Lalu ibu tuan muda Jiu Quan dan bibi Lan Ling langsung sedikit berpencar dan melanjutkan terbang ke Utara .


Tapi tiba tiba ekor siluman Rubah Putih bersayap ini langsung memanjang dan melilit tubuh tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini dari belakang .


Mereka bertiga tidak sempat menghindari lilitan ini , karena mereka fokus untuk mengendalikan Roh Beladiri mereka masing masing agar terbang lebih cepat .


Di samping itu mereka juga sedikit ketakutan , karena mereka bertiga sudah tahu kekuatan siluman Rubah Putih ini seperti apa .


Saat tubuh mereka sudah terlilit ekor siluman Rubah Putih ini kemudian mereka bertiga dengan cepat langsung mengendalikan roh beladiri mereka untuk menyerang siluman Rubah Putih ini.


Lang Ying dengan sigap menghalau semburan bola Es ini mengunakan tubuh mereka bertiga , sehingga semburan bola Es ini langsung menghantam tubuh mereka bertiga .


Mereka bertiga sangat kesal melihat siluman Rubah Putih ini mengunakan tubuh mereka bertiga sebagai tameng untuk melindungi siluman Rubah ini , tapi mereka masih bisa bernafas lega karena semburan bola Es dari roh beladiri mereka sendiri tidak akan berpengaruh jika terkena tubuh mereka sendiri .


" Hahaha... Dasar siluman bodoh..." ucap tuan muda Jiu Quan mengejek Lang Ying .


Lang Ying sangat kesal dan sedikit terkejut melihat tubuh mereka bertiga ternyata tidak terpengaruh sama sekali setelah terkena hantaman semburan Bola Es dari Roh Beladiri mereka.


Setelah tubuh tuan muda Jiu Quan terkena hantaman semburan Bola Es ini , kemudian tuan muda Jiu Quan langsung melemparkan bola Racun ilusi Kegelapan ke arah Lang Ying dengan sangat cepat.


Bola Racun ilusi Kegelapan ini langsung meledak saat terkena tubuh Lang Ying, sehingga serbuk racun ilusi Kegelapan ini langsung menyelimuti sekujur tubuh Lang Ying.


Tuan muda Jiu Quan sangat kesal melihat siluman Rubah Putih bersayap ini ternyata tidak terpengaruh sama sekali dengan Racun ilusi Kegelapan ini , karena ikatan ekor di tubuh mereka ini justru semakin erat .

__ADS_1


Sehingga mereka bertiga langsung memasukkan Roh Beladiri mereka masing masing, karena saat ini mereka sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi .


Jika mereka masih tetap bersikukuh menyerang siluman Rubah Putih ini maka mereka akan semakin sulit terlepas dari siluman Rubah Putih ini.


Kemudian Lang Ying langsung membawa tubuh mereka bertiga ke gerbang Utara ke tempat Fan Lao berada , karena Fan Lao dan prajurit penjaga gerbang sedang berdiri menyaksikan dirinya menangkap mereka bertiga ini.


Kemudian Lang Ying langsung mendaratkan tubuh tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini di dekat Fan Lao secara perlahan lahan.


Tuan muda Jiu Quan langsung mengeluarkan aura kekuatannya sambil melihat Fan Lao dengan tatapan permusuhan .


Saat itu juga Fan Lao langsung mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu ke arah tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita .


Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa tubuh tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini.


Sehingga tubuh mereka bertiga ini langsung berhenti tidak bergerak sama sekali, bahkan tubuh Lang Ying juga ikut terkena serangan ini .


Kemudian Fan Lao berjalan dengan cepat menghampiri mereka bertiga , lalu melepaskan cincin penyimpanan yang di pakai oleh mereka bertiga ini secara bergantian dan langsung mengantinya dengan cincin kosong .


komandan Liu Cheng dan para prajurit penjaga yang ada di sana sedikit terkejut melihat tuan muda Fan Lao ini ternyata memiliki tehnik seperti ini , mereka tidak ada yang berani berkomentar mekipun melihat tuan muda Fan Lao sedang mengambil cincin penyimpanan tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini .


Karena mereka yakin tuan muda Fan Lao ini pasti memiliki alasan atau rencana melakukan tindakan ini .


Setelah menukar cincin mereka kemudian Fan Lao kembali lagi ke tempat sebelumnya agar tuan muda Jiu Quan dan kedua wanita ini tidak akan curiga kepada Fan Lao jika waktu telah kembali normal .


.


.


...[ Bersambung ] ™...


Maaf ada salah jika ada salah penulisan nama , segera saya perbaiki...🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2