
.
.
Setelah mendarat kemudian Fan Lao dan tuan muda Wei Hong melompat dari punggung Lang Ying dan roh beladiri Phoenix Api .
'' Ayo sekarang kita masuk ke dalam kota Jiuyi ini , nanti saudara Fan lao bisa menginap satu malam di penginapan tempat nona Jiu Jizi bekerja . Besok pagi kita lanjutkan perjalanan kita ke wilayah Pengunungan Salju Berkabut...'' ucap tuan muda Wei Hong .
'' Sebelumnya aku minta maaf kepada saudara Wei Hong , karena aku tidak bisa menginap di sana . Malam ini aku akan melanjutkan perjalananku , agar besok pagi aku bisa sampai di Pegunungan Salju Berkabut...'' ucap Fan Lao .
'' Baiklah kalau begitu...'' ucap tuan muda Wei Hong sangat kecewa mendengar saudara Fan Lao tidak mau menginap di kota ini .
'' Saudara Wei Hong sudah tahu sendiri bagaimana rasa ketakutan para warga desa tadi jika sampai iblis menyerang desa mereka , jadi aku harus bisa memastikan para warga desa ini tidak takut lagi...'' ucap Fan Lao .
'' Iya aku mengerti saudara Fan Lao , kamu berhati-hati lah...'' ucap tuan muda Wei Hong.
'' Sekarang adalah saatnya saudara Wei Hong bersenang senang bersama nona Jiu Jizi , karena tadi malam aku juga sudah bersenang senang dengan kekasihku...'' ucap Fan Lao.
'' Saudara Fan Lao bisa saja , mana mungkin aku bisa bersenang saat melihat temanku masih berjuang sendiri...'' ucap tuan muda Wei Hong.
'' Saudara Wei Hong tidak perlu memikirkan ku , karena ini adalah jalan yang yang harus aku tempuh jika suatu hari nanti ingin mengantikan Kaisar Xing Shan...'' ucap Fan Lao .
'' Kalau masalah itu aku sudah tidak bisa berkomentar lagi , saudara Fan Lao memang harus tumbuh menjadi kuat dan bisa merebut hati para warga . Karena suatu hari nanti saudara Fan Lao akan mengantikan yang mulia Kaisar Xing Shan...'' ucap tuan muda Wei Hong.
'' Nanti jika sudah bertemu dengan nona Jiu Jizi jangan lupa untuk memberikan ciuman mesra agar dia semakin luluh dan selalu teringat dengan saudara Wei Hong , kalau begitu aku mohon pamit dan sampai jumpa di lain waktu....'' ucap Fan Lao sambil melompat ke punggung Lang Ying.
'' Ya berhati hatilah...'' ucap tuan muda Wei Hong.
Kemudian Lang Ying langsung terbang memutari kota Jiuyi ini , sedangkan tuan muda Wei Hong hanya tersenyum saja saat berpisah dengan Fan Lao .
Tuan muda Wei Hong yakin kalau saudara Fan Lao tadi malam pasti sudah berciuman dengan putri Xing Zhie, karena dia tidak mungkin bisa berkata seperti itu jika tidak melakukannya juga.
Tuan muda Wei Hong sebenarnya sangat berat berpisah dengan saudara Fan Lao ini , karena saudara Fan Lao ini orangnya sangat suka bercanda dan tidak pelit dalam masalah mengajari rekan rekannya tehnik bertarung.
Tapi dia tidak mungkin akan terus bersama , karena saudara Fan Lao ini memiliki tugas yang sangat berat dan berbahaya .
__ADS_1
Jika dirinya ikut dengannya yang ada dirinya justru akan merepotkan nya , karena saudara Fan Lao juga harus memikirkan keselamatannya juga.
Kemudian tuan muda Wei Hong langsung membayar biaya masuk kota Jiuyi , setelah membayarnya lalu berjalan dengan santai menuju penginapan tempat kekasihnya bekerja.
Ternyata biaya masuk kota Jiuyi ini sudah normal seperti biasanya , mungkin penguasa kota sudah tidak berani lagi menaikan biaya masuk setelah kejadian waktu itu.
Tuan muda Wei Hong juga sangat mengagumi sifat saudara Fan Lao ini , karena selalu berpihak kepada warga dan mengadili siapa saja penguasa kota yang memanfaatkan jabatannya untuk melakukan tindakan kriminal atau memperkaya diri sendiri.
****
Berpindah di tempat Fan Lao berada .
Setelah berhasil memutari kota Jiuyi kemudian Fan Lao bergantian untuk menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api , karena di sana sekarang sudah malam .
Fan Lao lebih memilih menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api karena penglihatan Roh Beladiri Kelelawar Api lebih baik saat malam begini , Fan Lao juga ingin Lang Ying beristirahat dulu karena perjalanan mereka masih kurang 2 hari lagi akan sampai di kerajaan Xingyun.
Keesokan paginya Fan Lao akhirnya sampai di sebuah danau beku yang berada di bawah lereng Pegunungan Salju Berkabut.
Fan Lao sangat takjub melihat Pengunungan Salju Berkabut ini , karena Pegunungan ini terbentang dari ujung timur sampai ke ujung barat seperti pegunungan yang tidak berujung .
Kemudian Fan Lao memasukkan Roh Beladiri Kelelawar Api ke dalam lautan jiwanya, lalu bergantian menaiki Lang Ying.
'' Kita sekarang sudah sampai di Pegunungan Salju Berkabut , ini adalah perbatasan antara wilayah Kekaisaran Xing dan Kerajaan iblis Xingyun....'' ucap Fan Lao .
'' Iya Fan Lao , kalau begitu mari kita segera terbang melewati Pegunungan ini . Lalu kita bisa mengamuk di kerajaan Xingyun...'' ucap Lang Ying.
'' Tapi aku ingin kamu jangan bertindak dulu jika kita sudah bertemu dengan raja iblis Mo Wuyue, nanti aku sendiri yang akan menghadapinya karena aku harus bisa membebaskan tubuh pamanku dulu dari raja iblis Mo Wuyue dengan meminumkan Air Suci Surgawi...'' ucap Fan Lao .
'' Iya aku mengerti , nanti aku yang akan menghadapi para bawahannya . Kau fokus saja untuk menghadapi raja iblis itu...'' ucap Lang Ying.
'' Baiklah kalau begitu sekarang mari kita terbang melewati Pegunungan Salju Berkabut ini , karena aku penasaran dengan siluman penghuni Pegunungan Salju Berkabut ini...'' ucap Fan Lao .
'' Kita lihat saja nanti , tapi lebih baik kita terbang sedikit tinggi saja . Karena tujuan kita adalah pergi ke kerajaan Xingyun bukan menyelidiki siluman di sini...'' ucap Lang Ying sambil terbang ke arah Pegunungan Salju Berkabut.
Fan Lao langsung tersenyum masam mendengar apa yang di ucapkan oleh Lang Ying, karena sebenarnya Fan Lao ingin mencoba tehnik segel yang sudah dia pelajari .
__ADS_1
Tapi setelah di pikir pikir apa yang di katakan oleh Lang Ying memang benar juga , karena tujuannya ke sini adalah untuk pergi ke kerajaan Xingyun untuk membebaskan paman Xiao Shen dan menangkap Baji*gan Han Lian .
Lebih cepat maka akan lebih baik , karena dia juga bisa segera menikahi putri Xing Zhie .
'' Kenapa kau senyum senyum sendiri , kau pasti sedang memikirkan kekasihmu...'' ucap Lang Ying yang langsung membuyarkan lamunan Fan Lao yang sedang membayangkan putri Xing Zhie.
'' Hehehe... Kamu tahu saja kalau aku sedang membayangkan dia...'' ucap Fan Lao .
'' Tadi malam apa yang telah kamu lakukan dengan kekasihmu itu , apakah kalian berdua melakukan itu lagi seperti di hutan terlarang...'' ucap Lang Ying.
'' Tidak mungkin aku akan melakukan perbuatan itu lagi , ras manusia sangat berbeda dengan ras siluman karena manusia tidak akan berhubungan sebelum menikah . Sedangkan kejadian di hutan terlarang adalah murni kecelakaan...'' ucap Fan Lao.
'' Tapi aku yakin kalian berdua pasti sangat menikmatinya...'' ucap Lang Ying .
'' Ya memang benar kami berdua bisa menikmatinya , bagi ras manusia seperti kami ini itu adalah perbuatan yang melanggar . Apakah di dalam ras siluman juga mengharuskan untuk menikah...?'' tanya Fan Lao .
'' Tidak Fan Lao , ras siluman Rubah sepertiku biasanya akan menjadi sepasang jika saling tertarik satu sama lain . Tapi ras siluman rubah sangat setia kepada pasangannya , tidak seperti ras manusia yang suka bergonta ganti pasangan...'' ucap Lang Ying.
'' Jadi begitu , karena yang aku tahu ras siluman biasanya yang jantan akan berkuasa dan memiliki pasangan betina lebih dari satu ...'' ucap Fan Lao .
'' Setiap ras siluman memiliki kehidupan berbeda beda , yang kamu katakan memang benar adanya . Bahkan ada pejantan yang tega membunuh anaknya sendiri jika yang terlahir adalah jantan , tapi jika yang lahir adalah betina maka akan di biarkan tetap hidup agar bisa menjadi pasangannya kelak ...'' ucap Lang Ying.
'' Aku juga pernah melihat seperti itu , karena itu sama dengan kehidupan hewan peliharaan kucing...'' ucap Fan Lao .
'' Kebiasaan seperti sangatlah berbahaya , karena mereka bisa berhubungan sedarah . Jika sampai itu terjadi maka akan terlahir anak yang cacat dan sangat mudah mati...'' ucap Lang Ying.
'' Kamu benar juga Lang Ying, itulah kenapa di dalam ras manusia sangat menentang hubungan sedarah....'' ucap Fan Lao .
Ketika mereka sampai di kawasan Hutan berkabut Lang Ying memilih terbang tinggi , karena merasakan aura siluman yang sangat kuat .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1