
.
.
Fan Lao kemudian langsung mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya hingga berbentuk melingkar.
Lalu langsung melompat sambil bersiap menebaskan pedang nya .
'' Tebasan Pedang Membelah Lautan...''
Haiyatt...
Duarrr....
Lantai aula klan Jiu yang terkena tebasan pedang Fan Lao langsung terbelah sangat dalam hingga ke tempat Patriak Jiu Wang dan para tetua klan yang ada di belakangnya .
Patriak Jiu Wang dan yang lainnya sangat panik melihat lantai aula klan bisa terbelah seperti ini , sehingga mereka langsung berlari untuk menyelamatkan diri mereka masing masing.
Membuat sebagian dari mereka langsung terperosok masuk ke dalam retakan tanah ini , karena tebasan pedang ini juga mengeluarkan getaran yang sangat kuat seperti sebuah gempa bumi.
Tidak sampai di situ saja , ternyata lantai ini terus bergerak terbelah sampai di dinding klan Jiu yang ada di belakang mereka .
Membuat dinding aula yang ada di belakang mereka juga ikut terbelah , sehingga langsung roboh menimpa mereka .
Arghhh...
'' Baji*gan kau...'' teriak Patriak Jiu Wang sebelum tertimpa Dinding bangunan aula .
Blenghnnn....
Suara dinding aula yang roboh menimpa para anggota klan Jiu yang ingin kabur dari sana .
Tiang aula langsung bergeser dan pasak bangunan aula langsung patah , sehingga atap atap bangunan mulai berjatuhan .
Tetua Jiu Lang dan Fan Lao langsung berlari keluar dari sana untuk menyelamatkan diri mereka , sebelum atap bangunan ini runtuh menimpa mereka .
Setelah keluar dari dalam aula klan Jiu akhirnya bangunan aula klan Jiu ini langsung runtuh .
__ADS_1
Bruakk.... Blengnnn....
Suara bangunan aula klan Jiu yang runtuh , sehingga para anggota klan Jiu terkubur puing puing bangunan.
Membuat debu debu langsung berterbangan menutupi area di sana.
Tetua Yun Lang masih belum percaya melihat tehnik bertarung yang di keluarkan oleh tuan muda Fan Lao tadi , karena ternyata tuan muda Fan Lao ini memiliki tehnik yang sangat luar biasa di luar nalar manusia.
Dia tadi sangat terkesan melihat lantai aula klan Jiu yang bisa terbelah hingga seperti itu .
Setelah aula klan telah runtuh Fan Lao melihat nona Yun Liyie datang ke sana sambil menaiki Lang Ying bersama dengan rekan rekannya.
Lalu mereka langsung mendarat di sana .
Tuan muda Xing Luan dan yang lainnya sangat kesal melihat pertempuran telah usai , karena tujuan mereka datang ke sana ingin mencoba kekuatan tehnik terbaru mereka untuk menghajar para anggota klan Jiu .
" Apa sebenarnya yang telah terjadi hingga saudara Fan Lao mengamuk seperti ini , padahal aku datang ke sini ingin membantumu . Tapi ternyata pertempuran telah usai ...'' tanya ucap muda Xing Luan.
Kemudian Fan Lao langsung menceritakan dengan detail mengenai kejadian yang menimpa mereka bertiga dari awal hingga terjadi pertarungan ini .
Tuan muda Xing Luan dan rekan rekan sangat kesal mendengar saudara Fan Lao telah di jebak ke dalam sebuah lubang , karena ini adalah cara yang sangat licik .
'' Iya benar...'' ucap Fan Lao .
Kemudian tuan muda Xing Luan memberi isyarat kepada rekan rekannya untuk menaiki roh beladiri mereka masing, lalu mereka langsung terbang berpencar mengelilingi aula klan Jiu yang telah runtuh.
Lalu mereka satu persatu langsung mengeluarkan Pukulan Tapak Iblis Singa Emas untuk meluluh lantakkan puing puing bangunan aula ini agar mereka bisa meluapkan rasa kesal mereka untuk mengubur para anggota klan Jiu yang telah berbuat licik .
Dari pukulan mereka berlima mengeluarkan siluet Singa Emas yang langsung menerjang puing puing bangunan aula dengan sangat cepat .
Duarrr .... Duarrr... Duarrrr...
Ledakan ini membuat puing puing bangunan aula klan Jiu luluh lantak hancur berkeping-keping , membuat kondisi para anggota klan Jiu yang tertimpa di bawahanya semakin terpuruk dan terluka bertambah parah .
Anggota yang telah terjatuh ke dalam retakan lantai tadi masih bisa selamat , karena mereka tidak terkena efek serangan ini .
Tapi mereka tetap terluka karena terkena hantaman puing puing bangunan yang semakin mengubur mereka .
__ADS_1
Para anggota klan Jiu tidak ada yang berani mendekat ke sana , karena mereka takut dengan para pemuda ini yang memiliki kekuatan sama dengan tingkat kekuatan Patriak Jiu Wang.
Tapi kemudian ada seorang tetua yang memberanikan diri untuk bertanya , dia adalah tetua yang bertugas untuk melatih para anggota muda klan Jiu.
'' Maaf semuanya , namaku adalah Jiu Zhan pembimbing para anggota muda klan Jiu . Kalau boleh tahu siapa kalian ini dan ada masalah apa sehingga kalian bertarung hingga membuat aula klan seperti ini...?'' ucap Jiu Zhan.
'' Kami tadi datang ke sini ingin membatalkan perjodohan antara nona Yun Liyie dan tuan muda Jiu Yan , tapi setelah aku membatalkan perjodohan ini tiba tiba kami di jebak oleh Patriak Jiu Wang ke dalam sebuah lubang yang ada di bawah aula klan . Apakah kau tahu mengenai lubang ini...?'' tanya Fan Lao sambil mengeluarkan aura intimidasinya agar tetua Jiu Zhan ini mau menjawabnya.
Tetua Jiu Zhan sangat terkejut melihat kekuatan pemuda ini ternyata sangat tinggi , dia sekarang menjadi sangat menyesal menanyakan kejadian ini .
Karena bisa jadi dia pasti akan di bunuh juga , tapi tetua Jiu Zhan yakin para pemuda ini tidak akan membunuhnya karena dia tidak terlibat dalam penjebakan ini .
'' Iya aku tahu tuan muda , lubang itu sebenarnya di siapkan untuk menjebak para pelanggan kami yang tidak mau menerima kompensasi dari kami ketika kelompok pengawal Jiu Bersaudara mengalami kegagalan...'' ucap tetua Jiu Zhan .
'' Jadi begitu ceritanya , berarti semua klan Jiu di setiap kota memiliki tempat seperti ini untuk menjebak para pelanggannya . Apakah itu benar...?'' tanya Fan Lao.
'' Tuan muda Fan Lao sudah bisa menebaknya dengan benar , ini adalah rahasia klan Jiu yang tidak boleh di sebarkan oleh siapapun itu . Jadi setelah ini aku akan menjadi target mereka karena telah membocorkan rahasia klan ini...'' ucap tetua Jiu Zhan
'' Aku ingin kamu menceritakan kejadian ini dengan sebenar benarnya , jika nanti Patriak klan Jiu dari klan pusat datang ke sini , namaku adalah Fan Lao dari Asosiasi Gunung Huangshan . Jika kamu menjadi target mereka maka kamu datanglah ke Asosiasi Gunung Huangshan , karena aku akan melindungi tetua Jiu Zhan di sana ....'' ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda Fan Lao , nanti aku akan menceritakan seperti yang tuan muda Fan Lao inginkan . Terima kasih banyak atas perlindungan nya....'' ucap tetua Jiu Zhan.
'' Ayo kita kembali ke penginapan...'' ajak Fan Lao kepada rekan rekannya.
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan Roh Beladiri Kelelawar Api , lalu langsung menaikinya dan terbang dari sana .
Sehingga semua rekan rekannya termasuk tetua Yun Lang dan nona Yun Liyie juga langsung ikut terbang mengikuti Fan Lao di belakangnya .
Setelah Fan Lao dan rekan rekan telah pergi kemudian tetua Jiu Zhan langsung mengintruksikan para anggota klan Jiu untuk menyelamatkan anggota mereka yang masih bisa di selamatkan .
Mereka langsung bergotong royong mencari tubuh para tetua klan Jiu yang telah tertimbun puing puing bangunan aula yang telah hancur.
Tetua Jiu Zhan sangat terkejut setelah para anggota klan Jiu telah menggali puing puing bangunan ini , karena karena lantai aula klan Jiu bisa retak sampai seperti ini .
Dia penasaran tehnik bertarung seperti apakah yang di gunakan oleh para pemuda ini .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...