Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 192 ~ Meringkus tetua Yun Kai .


__ADS_3

.


.


Setelah menerima biaya sewa kamar dari Fan Lao kemudian tetua Yun Kai langsung berdiri , lalu berjalan menghampiri para gadis .


Tetua Yun Kai sedikit heran melihat nona Lan Hua berbicara dengan para gadis ini , apalagi penampilan nona Lan Hua tidak seperti biasanya .


Karena biasanya selalu memakai pakaian yang sangat minim , memakai rok pendek dan pakaian atasnya terlihat belahan dadanya.


Tapi tetua Yun Kai tidak curiga sama sekali , mungkin nona Lan Hua sedang ada masalah dengan Patriak Yun Zhen sehingga tidak lagi menggoda kekasihnya .


'' Nona Lan Hua , tuan muda ini ingin menyewa semua gadis di sini . Sekarang silahkan di beri minuman dulu agar para gadis ini lebih bertenaga saat melayani para tamu kita...'' ucap tetua Yun Kai .


'' Tidak perlu , mereka ini adalah para pecundang dari ibukota kekaisaran Xing yang sudah sering keluar masuk rumah bordil . Jadi mereka sudah memiliki pil yang mengandung cairan Afrodisiak...'' ucap tuan muda Yun Xiang.


'' Jadi seperti itu , kalau begitu aku akan membawa mereka semua ke atas. Nona berjaga lah dulu di sini ....'' ucap tetua Yun Kai.


'' Iya silahkan , nanti aku juga akan naik ke sana untuk bersantai seperti biasanya...'' ucap tuan muda Yun Xiang.


****


Kemudian tetua Yun Kai melihat ke arah para gadis .


" Sekarang kalian semua ikutilah aku naik ke lantai 5 , jika kalian mau menuruti kata kataku maka kalian akan lebih cepat pulang..." ucap tetua Yun Kai.


Kemudian para gadis ini langsung menurut saja tidak ada penolakan sama sekali , karena tuan muda Yun Xiang sudah memberi tahu para gadis ini kalau mereka bertujuh adalah anggota Asosiasi Gunung Huangshan yang akan membebaskan mereka .


Tuan muda Yun Xiang tadi menunjukan lencana emas Asosiasi Gunung Huangshan untuk menyakinkan para gadis ini .


Tetua Yun Kai langsung berjalan masuk ke dalam lorong di ikuti oleh para gadis dan mereka berenam di belakangnya .


Sambil berjalan Fan Lao memberi intruksi kepada tuan muda Xing Luan agar nanti tetap berada di luar kamar untuk berjaga , saat dirinya meringkus tetua Yun Kai ini .


Sesampainya di lantai 5 ternyata di sana tidak ada penjaga sama sekali , sehingga Fan Lao langsung tersenyum karena dia tidak perlu repot repot untuk meringkus penjaga lagi .


Di lantai 5 ini hanya ada 4 kamar dan 1 tempat untuk bersantai yang bisa melihat pemandangan keluar .


Karena ada satu sofa panjang dan meja untuk bersantai , di atas meja ini juga di sediakan minuman juga .

__ADS_1


'' Apakah kamar di lantai 5 ini masih ada yang kosong lagi...?" tanya Fan Lao .


" Iya tuan muda , semua kamar sudah kosong , karena tadi semuanya sudah pulang..." ucap tetua Yun Kai.


Kemudian tetua Yun Kai langsung membuka salah satu kamar .


" Silahkan masuk tuan muda..." ucap tetua Yun Kai.


" Apakah benar kamarnya cukup untuk kami semua...?" tanya Fan Lao .


" Mari kita lihat bersama , jika menurut tuan muda tidak cukup maka bisa menyewa satu kamar lagi atau secara bergantian masuk ke dalam kamar..." ajak tetua Yun Lang.


Kemudian tetua Yun Kai langsung masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Fan Lao dan rekan rekannya di belakangnya.


Fan Lao langsung bersiap mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu.


" Apakah kamar ini masih kurang besar...?" ucap tetua Yun Kai sambil menunjukkan 2 tempat tidur yang cukup besar .


" Iya , ini sudah lebih dari cukup..." ucap Fan Lao sambil mengibaskan tangannya.


Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa tubuh tetua Yun Lang.


Sehingga tubuh tetua Yun Kai langsung terdiam tidak bisa bergerak sama sekali.


Kemudian tuan muda Wei Hong langsung menutup pintu dan mengunci nya dari dalam , sedangkan yang lainnya langsung mendekati tubuh tetua Yun Kai.


Lalu langsung mengikat tangan dan tubuh tetua Yun Kai, setelah selesai mengikat tangan dan kakinya tidak lupa mereka memberikan salam perkenalan dengan memberikan pukulan ke arah alat vital tetua Yun Kai .


Sedangkan Fan Lao berdiri di belakang tetua Yun Kai.


Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal .


"Arghhh...." teriak tetua Yun Kai, karena merasakan alat vitalnya terasa sangat sakit seperti terkena hantaman benda yang sangat keras.


Kemudian Fan Lao dengan cepat langsung menancapkan Pusaka Cakar Jiwa Iblis di kedua bahu tetua Yun Kai saat tetua Yun Kai menjerit karena merasakan alat vital nya terasa sakit .


Clap...clap...


"Arghhh.... Baji*gan.... ternyata kalian telah merencanakan semuanya...." ucap tetua Yun Kai sangat panik .

__ADS_1


Dia sangat panik saat merasakan ada yang menyerap kekuatanya melalu kedua tangan yang memegang bahunya ini , tetua Yun Kai juga tidak bisa menyingkirkan kedua tangan ini karena tanganya sendiri sudah terikat .


Tetua Yun Kai penasaran kapan para pemuda ini mengikat tangan dan kakinya .


'' Hahaha....Nikmati saja kematian mu ini , karena kau sudah tidak akan bisa lepas dari cengkraman ku ini , anggap saja ini adalah karma karena kau telah bekerja sama menjual para gadis kepada pria hidung belang...'' ucap Fan Lao sambil terus menyerap kekuatan tetua Yun Kai.


Akhirnya tetua Yun Kai hanya bisa pasrah saja karena di lantai 5 ini tidak ada penjaga sama sekali , setelah beberapa saat ada yang mengetuk pintu kamar .


Ternyata mereka mendengar itu adalah tuan muda Yun Xiang, karena mengeluarkan suara wanita .


Sehingga tuan muda Shen Lin langsung membuka pintu kamar ,


" Silahkan masuk nona Lan Hua..." ucap tuan muda Shen Lin mempersilahkan.


Setelah tuan muda Yun Xiang telah masuk kemudian tuan muda Shen Lin menutup pintunya kembali .


Lalu tuan muda Yun Xiang berjalan menghampiri tetua Yun Kai yang sedang menahan sakit karena jiwa dan kekuatannya di serap oleh Fan Lao.


Tetua Yun Xiang sedikit terkejut melihat nona Lan Hua ternyata adalah satu kelompok dengan para pemuda ini , berarti nona Lan Hua adalah dalang di balik penyerangan ini .


" Baji*gan... Penghianat kau Lan Hua , apa sebenarnya tujuanmu ingin membangun paviliun ini jika ternyata kau sendiri yang merusaknya..." ucap tetua Yun Kai.


Plakk....


Suara tamparan yang sangat keras mendarat di pipi tetua Yun Kai.


" Hahaha... Terserah aku mau mengatakan aku berkhianat atau apapun itu , karena aku lebih memilih dengan pria muda seperti mereka ini yang bisa memuaskan ku . Siapa yang cerdik dan licik pasti akan menjadi pemenangnya , sekarang nikmati saja kematian mu..." ucap tuan muda Yun Xiang .


Tetua Yun Kai hanya bisa merapatkan gigi nya mendengar apa yang di ucapkan oleh nona Lan Hua.


Kemudian tuan muda Yun Xiang menampar pipi kirinya untuk merubah ke wajah asli nya.


Tetua Yun Kai sangat terkejut melihat nona Lan Hua ini ternyata adalah tuan muda Yun Xiang.


" Bagaimana perasaan paman saat putri paman dulu di nodai oleh Yun Lunzhi.?, apakah ini alasan paman bekerja sama dengan ayahku untuk menjadikan pavilun Youzui ini sebagai tempat yang penuh dosa seperti ini.? . Bagaimana kalau sekarang teman teman ku ini datang ke lantai 3 untuk menodai putrimu lagi , karena tindakan mu ini telah salah dan melukai banyak gadis yang telah kalian culik... " ucap tuan muda Yun Xiang.


Tetua Yun Kai nya diam saja tidak menanggapi pertanyaan tuan muda Yun Xiang.


.

__ADS_1


.


...[ Bersambung ] ™...


__ADS_2