
.
.
Semua rekan rekan Fan Lao hanya bisa tersenyum masam melihat yang menghabiskan makanannya ternyata adalah Rubah Putih kecil nya , karena mereka berenam tadi mengira yang akan akan menghabiskan makanan adalah saudara Fan Lao sendiri.
Rekan rekan Fan Lao sangat kagum dengan hewan kontrak Rubah Putih kecil milik saudara Fan Lao ini, karena bisa merubah tubuhnya sesuka hati dan juga bisa tebang .
Setelah beberapa saat minuman pesanan mereka tadi akhirnya telah datang , kemudian mereka semua langsung meminumnya sampai habis.
" Teman teman , sekarang mari kita ke kamar masing masing untuk segera beristirahat ...." ajak Fan Lao .
Fan Lao sengaja mengajak rekan rekannya agar tidak menganggu tuan muda Wei Hong yang ingin mendekati Nona Jiu Jizi, jika mereka tetap ada di sana pasti tuan muda Wei Hong akan sedikit malu .
Karena mereka bisa melihat meja resepsionis penginapan dari tempat mereka makan saat ini.
Kemudian mereka semua langsung berdiri , lalu Fan Lao berjalan ke meja kasir untuk membayar biaya makan mereka tadi .
Setelah membayar biaya makan kemudian Fan Lao mengajak semua rekan rekannya naik ke lantai 2 , sesampainya di lantai 2 tuan muda Wei Hong langsung membagi kunci kamar kepada rekan rekannya.
" Besok pagi kita berkumpul di depan penginapan , usahakan bangun sedikit pagi agar besok bisa sampai di Asosiasi Gunung Huangshan sebelum malam tiba..." ucap Fan Lao .
" Iya saudara Fan Lao..." ucap tuan muda Xing Luan.
Kemudian mereka langsung masuk ke dalam kamar mereka masing masing untuk segera beristirahat .
Fan Lao langsung mengeluarkan Roh Beladiri Kelelawar Api setelah masuk dalam kamar .
" Ayam Jago, kamu berjaga lah di depan penginapan ini . Jika ada seseorang yang mencurigakan maka segeralah melapor kepada ku..." ucap Fan Lao .
" Iya Fan Lao aku mengerti..."
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menggandakan tubuhnya menjadi kecil kecil, lalu satu persatu langsung keluar lewat fentilasi udara yang ada di atas jendela kamar.
Setelah Roh Beladiri Kelelawar Api telah keluar kemudian Fan Lao langsung tidur di temani oleh Lang Ying di sampingnya .
__ADS_1
****
Keesokan harinya Fan Lao bangun tidur ketika merasakan sudah pagi hari , Fan Lao melihat Roh Beladiri Kelelawar Api sudah kembali ke kamarnya .
'' Apakah tadi malam ada kejadian mencurigakan saat kamu berjaga di penginapan ini...?'' tanya Fan Lao .
'' Tidak ada Fan Lao , tapi salah satu temanmu ada yang keluar kamar . Dia adalah tuan muda Wei Hong , lalu dia berbincang bincang dengan gadis resepsionis . Tapi aku tidak mendengarkan apa yang mereka bicarakan , karena aku yakin temanmu ini sepertinya menyukai gadis resepsionis penginapan ini...'' ucap Roh Beladiri Kelelawar Api .
'' Aku sudah mengerti mengenai masalah ini , karena kemarin aku sempat mengerjai tuan muda Wei Hong dengan gadis ini . Kalau begitu sekarang kamu keluarlah lagi ke halaman penginapan ini dan nanti ikutilah aku dari atas. Nanti kamu turunlah saat aku sudah sampai di gerbang Utara , karena kita akan terbang lagi menuju Asosiasi gunung Huangshan....'' ucap Fan Lao .
'' Iya aku mengerti...''
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menggandakan tubuhnya menjadi kecil kecil, lalu satu persatu langsung keluar dari sana lewat fentilasi udara yang ada di atas jendela .
Setelah Roh Beladiri Kelelawar Api telah keluar kemudian Fan Lao langsung keluar juga sambil mengendong Lang Ying.
Lalu turun ke lantai satu , sesampainya di lantai satu Fan Lao melihat suasana penginapan masih sepi .
Tapi Fan Lao melihat rekan rekannya sudah menunggunya di halaman penginapan , kemudian Fan Lao langsung berjalan ke meja resepsionis dulu .
'' Selamat pagi nona , aku mau mengembalikan kunci kamar ini...'' ucap Fan Lao sambil memberikan kunci kamarnya kepada nona resepsionis.
'' Sama sama nona , apakah nona Jiu Jizi masuk siang...?'' tanya Fan Lao .
'' Tidak tuan muda , karena nona Jiu Jizi adalah anak pemilik penginapan ini . Tadi tuan muda itu juga menanyakannya , apakah tuan muda ini berteman dengan mereka itu...?'' tanya nona resepsionis sambil menunjuk ke halaman penginapan .
'' Iya , aku berteman dengan mereka . Temanku yang bertanya tadi itu sangat mengagumi nona Jiu Jizi, kalau boleh tahu apa hubungan pemilik penginapan ini dengan Penguasa Kota Jiuyi ini...?'' tanya Fan Lao .
'' Pemilik penginapan ini bersaudara dengan penguasa kota Jiu Heng...'' ucap nona resepsionis.
'' Baiklah kalau begitu terima kasih banyak atas informasinya...'' ucap Fan Lao .
'' Sama sama tuan muda...''
Kemudian Fan Lao berjalan keluar dari sana , lalu menghampiri rekan rekan nya .
__ADS_1
'' Maaf aku terlambat bangun pagi...'' ucap Fan Lao berbasa-basi.
'' Kami juga baru saja keluar saudara Fan Lao...'' ucap tuan muda Xing Luan.
'' Apakah saudara Wei Hong hari ini juga akan kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan , karena saudara Wei Hong hari ini belum bertemu dengan nona Jiu Jizi...?'' tanya Fan Lao menggodanya.
'' Sialan kau saudara Fan Lao , ayo mari sekarang kita kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan. Teman teman yang lainnya jangan mendengarkan ucapan saudara Fan Lao ini yang selalu menggodaku...'' ajak tuan muda Wei Hong.
Kemudian mereka bertujuh langsung berjalan menuju gerbang Utara sambil berbincang bincang dan bercanda menggoda tuan muda Wei Hong.
Fan Lao juga menceritakan kepada tuan muda Wei Hong kalau nona Jiu Jizi adalah keponakan Penguasa Kota Jiuyi ini, tapi ternyata tuan muda Wei Hong sudah tahu mengenai informasi ini .
Fan Lao melihat wajah tuan muda Wei Hong sepertinya sedikit tidak enak hati karena mendekati keponakan Penguasa Kota Jiuyi ini , sedangkan mereka kemarin telah membuat malu penguasa kota Jiu Heng.
Kemudian Fan Lao langsung menasihati tuan muda Wei Hong agar tetap memperjuangkan wanita pujaan hatinya , seorang yang telah berselisih atau bertarung itu tidak selamanya menjadi musuh .
Bisa jadi kedepannya justru akan menjadi seorang teman jika salah satu pihak yang berselisih menyadari kesalahannya .
Semua rekan rekan Fan Lao juga ikut mendukung dan memberi semangat kepada saudara Wei Hong, karena seorang wanita itu memang harus di perjuangkan .
Tuan muda Wei Hong sangat senang dan lega melihat rekan rekannya ternyata sangat mendukungnya dan mau nasihatinya.
Sesampainya di gerbang Utara kota Jiuyi kemudian mereka langsung keluar dari sana , Fan Lao melihat para penjaga gerbang ini memberi hormat kepada mereka bertujuh .
Fan Lao yakin para penjaga gerbang ini mendapat instruksi dari penguasa kota Jiu Heng agar menghormati mereka .
Setelah keluar gerbang kemudian mereka langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing masing.
Sedangkan Roh Beladiri Kelelawar Api langsung mendarat di samping Fan Lao .
Mereka bertujuh langsung menaiki roh beladiri mereka masing masing, lalu terbang untuk pergi dari sana menuju Asosiasi gunung Huangshan.
Penguasa kota Jiu Heng yang bersembunyi di salah satu bangunan rumah warga sangat lega melihat anggota pasukan Hunter ini telah pergi tanpa menuntut apa apa kepadanya , dia hanya bisa pasrah saja dengan nasibnya jika sampai di laporkan kepada yang mulia Kaisar Xing Shan.
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...