
.
.
Setelah membunuh ketiga penculik ini kemudian tuan muda Yun Xiang langsung berjalan masuk ke dalam kamar untuk membunuh penculik Liu Feng tadi , karena telah membohongi mereka semua .
Penculik Liu Feng sedikit ketakutan melihat Tuan muda Yun Xiang masuk ke dalam kamar sambil membawa tombak Es yang berlumuran darah , karena dia tadi telah berbohong mengenai jumlah penculik di sini.
" Kalian bertiga keluarlah..." ucap tuan muda Yun Xiang berbicara dengan ketiga gadis yang juga sedikit ketakutan .
Kemudian ketiga gadis ini langsung berjalan sambil mencondongkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari tatapan tuan muda Yun Xiang yang menatap penculik Liu Feng.
" Kau bilang tadi kalian hanya , bertiga saja , tapi ternyata masih ada kelompok lain yang sama sepertimu..." ucap tuan muda Yun Xiang sambil menusukkan tombak Es nya ke dada penculik Liu Feng.
Tapi tuan muda Yun Xiang sedikit menahannya karena ingin mengiterogasi nya dulu .
" Arghhh..." teriak penculik Liu Feng .
" Sekarang katakan ada berapa kelompok lagi penculik sepertimu ini...?'' ucap tuan muda Yun Xiang sambil menusuk sedikit demi sedikit dada penculik Liu Feng.
Tapi penculik Liu Feng tidak berkata apa-apa, karena dia sudah tahu pasti akan di bunuh juga .
Sehingga tuan muda Yun Xiang langsung menghentakkan tusukan tombaknya hingga berkali kali di dada penculik Liu Feng.
Jlebbb.... Jlebbb...
" Arghhh..." teriak penculik Liu Feng sambil menyemburkan darah segar dan langsung mati seketika .
Fan Lao tidak menghalangi tuan muda Yun Xiang membunuh para penculik ini , meskipun dia sebenarnya masih membutuhkan informasi .
Karena juga sangat kesal telah di bohongi oleh penculik Liu Feng , kemudian Fan Lao dan rekan rekannya memeriksa cincin penyimpanan para penculik yang telah mati .
__ADS_1
Karena mereka membutuhkan penawar racun untuk ketiga gadis yang berasal dari desa Liuxiang , setelah mencarinya mereka tidak menemukan penawarnya sehingga Fan Lao kembali mengunakan Air Suci Surgawi miliknya lagi .
Setelah meminum Air Suci Surgawi nona Liu Ling dan kedua rekannya langsung bisa melihat lagi dan tenaganya berangsur angsur pulih kembali .
Tadi saat masih belum meminum air suci surgawi nona Liu Ling hanya bisa mendengar suara di sekitarnya saja , sehingga dia juga mendengar kata-kata yang di ucapkan seseorang yang sangat mengaguminya .
Tapi Nona Liu Ling tidak tahu siapa yang mengucapkan kata-kata itu , nona Liu Ling berharap yang mengucapkan kata-kata itu adalah tuan muda Fan Lao .
Karena tuan muda Fan Lao sangat tampan , tapi jika bukan tuan muda Fan Lao dia juga akan menerimanya karena mereka semua adalah pemuda baik hati .
'' Terima kasih tuan muda Fan Lao dan rekan rekan telah menolong kami...'' ucap nona Liu Ling .
'' Kita hanya kebetulan saja bertemu di sini , sehingga kami bisa menolong nona Liu Ling dan kedua rekan nona . Terus bagaimana keadaan desa Liuxiang tadi saat akan menculik nona bertiga ini....'' tanya Fan Lao .
'' Aku tidak tahu tuan muda Fan Lao , karena tiba tiba ada 2 penculik yang masuk ke dalam kamar ku . Lalu melemparkan racun berwarna ungu itu lagi sehingga aku langsung lemas dan tidak bisa melihat , tuan muda Fan Lao harus berhati hati karena kami mendengar mereka tadi lebih dari 3 orang saat berhasil membawa tubuh kami....?'' ucap nona Liu Ling .
'' Terima kasih atas informasinya , berarti mereka ada yang masih berkeliaran di luar . Apakah nona Liu Ling mengenal pemuda bernama Liu Feng...?'' tanya Fan Lao .
'' Apakah nona Liu Ling atau ayah anda dulu memiliki masalah dengan Liu Feng ini....?'' tanya Fan Lao .
'' Kenapa tuan muda Fan Lao bisa tahu kalau aku memiliki masalah dengannya , apakah dia adalah teman tuan muda Fan Lao.? . Sebenarnya itu adalah masalah mengenai lamarannya yang di tolak oleh ayahku , alasan ayahku menolak lamaran tuan muda Liu Feng adalah umur kami masih terlalu muda dan tuan muda Liu Feng masih belum memiliki pekerjaan...'' ucap nona Liu Ling .
'' Jadi masalah itu , aku tadi telah bertemu dengannya karena dia adalah salah satu penculik yang menculik di desa Anming . Tapi Liu Feng baru saja di bunuh oleh saudara Yun Xiang karena telah memberi informasi palsu....'' ucap Fan Lao .
Nona Liu Ling sedikit terkejut mendengar Liu Feng adalah salah satu penculik ini , padahal ayahnya adalah warga yang sangat baik di desa Liuxiang.
'' Aku tidak masalah jika dia sudah mati sekalipun , karena dia telah mengambil jalan yang salah . Kalau boleh tahu siapa yang telah membunuh penculik yang telah menculik ku tadi...?'' tanya nona Liu Ling mencari tahu .
'' Saudara Yun Xiang yang telah membunuh ketiga penculik tadi , sekarang nona Liu Ling dan para gadis lainnya silahkan beristirahat dulu . Karena kami akan menangkap penculik yang tersisa di atas ...'' ucap Fan Lao .
'' Bolehkah kami ikut , karena kami sedikit trauma jika hanya kami saja yang ada di sini...?'' ucap nona Liu Ling .
__ADS_1
'' Tidak boleh nona , karena kita semua harus menyembunyikan kekuatan kami...'' ucap Fan Lao .
Setelah beberapa saat tuan muda Yun Xiang keluar dari dalam kamar karena telah selesai membunuh penculik Liu Feng.
'' Saudara Yun Xiang dan saudara Xing Luan , aku ingin kalian berdua berjaga di sini bersama para gadis ini . Karena aku masih curiga dengan salah satu lorong ini , bisa jadi lorong ini terhubung dengan kota Yunnan . Takutnya tiba tiba ada yang keluar dari lorong itu ....'' ucap Fan Lao sambil menunjuk satu lorong lagi yang ada di sana.
'' Terus kalian akan ke mana...?'' tanya tuan muda Yun Xiang.
'' Aku dan yang lainnya akan menangkap mereka di atas , karena masih ada sisa penculik yang masih berkeliaran...'' ucap Fan Lao .
'' Baiklah kalau begitu , aku dan saudara Xing Luan akan berjaga di sini . Karena aku juga yakin lorong ini terhubung dengan kota Yunnan...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
Kemudian Fan Lao dan keempat rekannya langsung berjalan menuju pintu keluar , tapi saat mereka sampai di tangga pintu keluar ternyata lorong bawah tanahnya sudah tertutup .
'' Sepertinya di sini ada tuasnya lagi untuk menutup ruang bawah tanah ini...'' ucap Fan Lao .
'' Kalau begitu kita harus mencari tuas yang di gunakan untuk menutup ruang bawah tanah ini...'' ucap tuan muda Shen Lin .
'' Saudara Shen Lin benar juga , pasti ada tuas lagi yang di gunakan untuk menutup ruang bawah tanah ini lagi...'' ucap Fan Lao .
Kemudian mereka berlima langsung mencari tuas itu di dinding lorong bawah tanah.
Tidak butuh waktu lama tuan muda Shen Lin akhirnya menemukan tuas itu , karena tuan muda Shen Lin sudah pernah memegang nya dan melihat lebih jelas ketika membuka ruang bawah tanah ini .
Tapi tiba tiba atap ruang bawah tanah bergeser , sehingga Fan Lao langsung mengajak rekan rekannya masuk ke dalam lorong .
Karena mereka yakin penculik yang tersisa pasti akan masuk ke dalam ruang bawah tanah ini .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...