Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 204 ~ Menangkap tetua Bai Lang.


__ADS_3

.


.


Nona Liu Mei juga langsung mengunakan pakaiannya , karena nona Liu Mei yakin yang akan masuk ke dalam kamar ini pasti adalah orang yang memiliki niat membunuh atau merampok tetua Bai Lang .


Setelah beberapa saat pintu kamar akhirnya berhasil di buka .


Fan Lao langsung masuk ke dalam kamar untuk melihat orang seperti apa tetua Bai Lang ini , karena dia harus memastikan keselamatan para rekan rekannya dulu.


Setelah melihatnya ternyata tetua Bai Lang ini memiliki kekuatan di tingkat Dou Ancesor tahap 2 .


Tetua Bai Lang sangat kesal melihat yang masuk ke dalam kamar adalah kelompok pemuda , tetua Bai Lang bisa melihat kekuatan para pemuda ini meskipun para pemuda ini menyembuyikan kekuatanya .


Tapi dia tidak bisa melihat kekuatan pemuda yang berdiri paling depan , karena pemuda ini sangat rapi menyembunyikan kekuatannya .


Nyali tetua Bai Lang sedikit menciut karena pasti dirinya nanti akan di kalahkan dengan mudah , dia sebenarnya ingin menghajar para pemuda ini yang masuk ke dalam kamar seperti seorang pencuri.


Apalagi dia melihat kekasihnya masih belum selesai mengunakan pakaian atasnya , sehingga para pemuda ini bisa melihat punggung bidang kekasihnya yang masih belum sempat mengunakan pakaian atasnya .


Tetua Bai Lang sedikit berhati hati karena para pemuda ini berarti sudah berhasil mengalahkan kedua pengawalnya yang selalu berjaga di tangga menuju lantai 3 ini , itu berarti sekarang sudah tidak ada lagi yang akan membantunya di sini .


Belum lagi untuk menghadapi pemuda yang menyembuyikan kekuatannya ini , pasti pemuda ini kekuatannya lebih tinggi dari rekan rekannya karena pemuda ini terlihat sangat tenang.


****


" Ternyata aku datang ke sini di saat yang tidak tepat , karena kalian berdua ternyata sedang bercocok tanam . Apakah benar kamu adalah Bai Lang pemilik rumah bordir Mawar Hitam ini...?'' tanya Fan Lao sangat tenang .

__ADS_1


'' Baji*gan , cukup besar juga nyalimu berani masuk ke dalam kamar ku dengan cara seperti ini , Kenapa kau mencongkel pintu kamarku ini seperti pencuri dan ada apa kau mencariku ke sini....'' ucap tetua Bai Lang sangat kesal sambil mengunakan pakaian atasnya.


" Kenapa kau masih bertanya ada apa aku ke sini , aku adalah para jenius muda dari asosiasi gunung Huangshan. Kami datang ke wilayah timur ini karena mendapat laporan dari desa desa kecil , mereka melaporkan bahwa anak gadis mereka banyak yang di culik . Setelah kami selidiki ternyata dalang di balik penculikan para gadis ini adalah dirimu dan pavilun Youzui , lalu para gadis ini di pekerjakan menjadi wanita penghibur di sana ...." ucap Fan Lao .


Tetua Bai Lang sedikit terkejut mendengar pemuda ini mengetahui tentang paviliun Youzui , padahal tidak ada orang yang tahu mengenai tempat itu.


Tapi dia mencoba sedikit tenang agar aib nya tidak terbongkar.


" Kau jangan asal bicara anak muda , aku tidak ada hubungannya dengan pavilun Youzui . Jika paviliun Youzui melakukan penyimpangan dan kesalahan , maka segera tangkap saja mereka . Tapi tidak usah mencari cari alasan untuk menangkap ku juga , karena aku di sini hanya mempekerjakan para wanita yang membutuhkan koin emas untuk kebutuhan hidup mereka . Aku tidak pernah memaksa wanita untuk bekerja di sini apalagi menculik mereka , kalau kalian mengusik usahaku ini maka aku tidak akan tinggal diam . Karena ini adalah usaha yang aku bangun dengan keringatku sendiri , jadi sebelum kau menuduh seseorang kau harus menyelidikinya dulu agar tidak salah paham seperti ini...'' ucap tetua Bai Lang berkilah .


'' Kami memang tidak memiliki bukti untuk menangkap mu , tapi kami memiliki saksi bahwa kau terlibat dengan penculikan ini . Aku juga memiliki beberapa pelanggan yang kau rekomendasikan ke paviliun Youzui, jadi untuk sementara ini kau menurut lah jika masih ingin hidup...." ucap Fan Lao .


" Kalian tidak bisa seenaknya menangkap ku , aku di sini memang menurut aliran putih seperti kalian ini telah bersalah karena telah membangun rumah bordil. Tapi itu adalah hak manusia mau mengambil jalan apa saja , sekarang bawalah saksi itu dulu ke sini . Baru kalian boleh menangkap ku , tapi jika kalian tidak bisa menunjukkan sanksi itu maka kalian harus membayar kompensasi karena telah merusak pintu kamarku dan masuk ke sini mengganggu waktu istirahatku ..." ucap tetua Bai Lang .


Nona Liu Mei langsung berjongkok di sudut kamar , karena dia sangat ketakutan melihat suasana mulai memanas.


Sehingga tetua Bai Lang langsung berlari menghampiri nona Liu Mei, lalu mengeluarkan pisau kecil yang langsung di tempelkan di leher Nona Liu Mei ..


" Jangan bergerak jika kalian ingin wanita pelacur ini masih ingin hidup..." ucap tetua Bai Lang.


Sehingga nona Liu Mei menjadi semakin ketakutan ketika merasakan rasa dingin pisau yang menempel di lehernya .


Fan Lao dan rekan rekan hanya tersenyum saja melihat apa yang di lakukan oleh tetua Bai Lang , karena tetua Bai Lang ini sungguh tidak punya hati nurani .


Karena wanita yang telah dia tiduri justru di jadikan sandera untuk menyelamatkan nyawanya .


" Aku tidak habis pikir melihat pola berpikir mu , apakah hatimu itu terbuat dari batu karena wanita yang telah memberi mu kepuasan batin justru kau jadikan sandera . Sekarang aku tidak perlu membawa saksi ke sini lagi karena kau sudah menunjukkan jati dirimu kepada kami bahwa kau memang bersalah sehingga kau takut kami tangkap..." ucap Fan Lao .

__ADS_1


" Kau jangan banyak bicara , kau maju satu langkah saja maka tamatlah sudah pelacur ini . Sekarang kalian keluarlah dari sini dan tutup pintu kamarnya lagi ..." ucap tetua Bai Lang mengancam.


" Maaf teman teman , aku harus bertindak demi menyelamatkan wanita itu..." ucap Fan Lao sambil mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu.


Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa tubuh tetua Bai Lang yang sedang menyandra nona Liu Mei.


Sehingga tubuh tetua Bai Lang dan nona Liu Mei langsung berhenti tidak bergerak sama sekali.


Kemudian rekan rekan Fan Lao bergerak dengan cepat menghampiri tubuh tetua Bai Lang , mereka langsung mengikat tangan dan kaki tetua Bai Lang .


Lalu memberi pukulan dan tendangan mereka secara bertubi tubi ke tubuh tetua Bai Lang .


Sedangkan Fan Lao yang bertugas melepaskan cincin penyimpannya .


Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal lagi seperti semula , sehingga tetua Bai Lang langsung menjerit .


'' Arghhh... arghhh....'' teriak tetua Bai Lang kesakitan , tubuhnya langsung membungkuk lalu terjatuh ke tanah.


Tetua Bai Lang tidak habis pikir kapan para pemuda ini mengikat dan melancarkan serangan pukulan ke tubuhnya ini .


Nona Liu juga bingung melihat kejadian ini , tapi dia sangat lega karena tubuh tetua Bai Lang telah terikat sehingga dia sekarang sudah tidak menjadi sandera lagi.


.


.


...[ Bersambung ] ™...

__ADS_1


__ADS_2