
.
.
Tetua Jiu Wang dan penjaga Liu Jie sangat murka ketika sadar mereka di kubur hidup hidup , mereka berdua masih tidak percaya dengan semua ini .
Karena mereka berdua tidak tahu kapan mereka berdua di kubur hidup hidup seperti , yang mereka ingat adalah mereka berdua tadi sedang berhadapan dengan pemuda tadi .
Tapi tiba tiba mereka berdua sudah terkubur seperti ini .
Mereka berdua dengan sekuat tenaga menyingkirkan tanah agar bisa naik ke permukaan , tapi mereka butuh usaha yang cukup lama karena kedua tangan mereka sangat sulit di gerakkan .
Kemudian mereka berdua langsung mengunakan kedua kakinya agar mereka segera sampai di permukaan tanah , karena hentakan kaki mereka perlahan lahan bisa naik ke atas .
Butuh waktu hampir 3 menit mereka berdua akhirnya bisa sampai di permukaan tanah meskipun hanya kedua tangan dan kepalanya saja yang keluar dari tanah .
Tetua Jiu Wang melihat ternyata permukaan tanah ini telah terbelah seperti terkena gempa bumi, dia menjadi sedikit bimbang melihat semua ini .
" Hahaha.... ternyata kalian keluar juga , aku kira kalian sudah pasrah menikmati di kubur hidup hidup...." ucap Fan Lao memprovokasi.
" Padahal aku sudah menyiapkan batu nisan untuk kalian berdua..." ucap tuan muda Wei Hong ikut memprovokasi .
Tetua Jiu Wang dan penjaga Liu Jie sangat kesal dan malu dengan nasib mereka yang telah di kubur hidup hidup , kemudian mereka berdua langsung keluar dari tanah dengan kondisi tubuhnya penuh dengan tanah dan keringat yang telah membasahi tubuh mereka .
" Sesuai janjiku tadi , aku akan meratakan tembok dan gerbang kota ini dengan tanah karena ternyata Penguasa Kota Jiuyi tidak datang ke sini..." ucap Fan Lao sambil mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke tangan kanannya .
Lalu melompat sambil bersiap mengeluarkan pukulan terkuatnya.
" Pukulan Tapak Iblis Singa Emas...."
" Haiyatt..."
Dari pukulan tangan Fan Lao keluar siluet Singa Emas bersayap yang langsung terbang ke arah tembok kota Jiuyi.
__ADS_1
Tetua Jiu Wang dangan sigap langsung mengelukan pedang nya , lalu melompat untuk menebas siluet Singa Emas bersayap ini.
Tapi ketika dia menebaskan pedangnya tenyata siluet Singa Emas bersayap ini bisa menghindarinya , sehingga siluet Singa Emas bersayap ini tetap terbang menerjang ke arah tembok kota .
Kedua penjaga yang ada di gerbang kota langsung menjauh dari sana , karena mereka yakin siluet Singa Emas bersayap ini pasti memiliki daya hancur yang sangat luar biasa .
Setelah beberapa saat siluet Singa Emas bersayap ini langsung menghantam tembok kota Jiuyi tepat di samping pos penjaga .
Duarrrrr....
Ledakkan ini langsung mengentarkan area di sana , karena ledakan ini memiliki efek kejut yang sangat luar biasa .
Sehingga tembok kota dan pos penjaga langsung retak lalu hancur menjadi berkeping keping , debu debu di sana langsung berterbangan menutupi area di sana .
Rekan rekan Fan Lao lagi lagi sangat takjub melihat tehnik serangan yang di gunakan oleh Fan Lao ini , yang membuat mereka kagum adalah siluet Singa Emas bersayap tadi ternyata bisa memiliki kesadaran sendiri sehingga bisa menghindari tebasan pedang tetua Jiu Wang.
****
Tetua Jiu Wang sangat kesal melihat tembok kota Jiuyi telah hancur berkeping keping , tetua Jiu Wang sedikit berhati hati karena pemuda ini ternyata tidak bisa di remehkan begitu saja.
" Kau tetua lemah jangan banyak omong kosong , apakah kau ingin aku kubur hidup hidup lagi . Sekarang cepat panggilkan Penguasa Kota Jiuyi ini ke sini , karena kau tidak layak bertarung denganku..." ucap Fan Lao .
Tetua Jiu Wang ini langsung terdiam membisu , karena dia tidak mungkin bisa mengalahkan pemuda ini yang memiliki kekuatan yang sangat kuat.
" Baiklah kalau begitu kalian tunggulah di sini , aku akan memanggil tuan penguasa kota agar mau menemui kalian di sini..." ucap tetua Jiu Wang bernegosiasi .
" Aku beri waktu lima menit dari sekarang , jika dalam 5 menit kau tidak datang maka aku akan merobohkan gerbang kota Jiuyi ini..." ucap Fan Lao.
Sehingga tetua Jiu Wang ini langsung mengeluarkan roh beladiri Phoenix Api, lalu dengan cepat langsung menaikinya dan terbang dengan kecepatan penuh masuk ke dalam kota .
Beruntungnya jarak istana kota dan gerbang selatan sangat dekat , sehingga butuh waktu hanya 2 menit saja tetua Jiu Wang sudah sampai di istana kekasaiaran .
Tetua Jiu Wang langsung mendarat di teras rumah Penguasa Kota Jiu Heng .
__ADS_1
Penguasa kota Jiu Heng sedikit terkejut melihat pakaian tetua Jiu Wang sangat kotor dan wajahnya seperti sedikit ketakutan.
" Kenapa wajahmu sedikit ketakutan dan pakaian mu kotor seperti ini...?'' tanya penguasa kota Jiu Heng sedikit heran .
" Ini Gawat saudara Jiu Heng , aku dan penjaga Liu Jie tadi telah di kubur hidup hidup oleh seorang pemuda mengunakan tehnik aneh . Karena aku tidak tahu kapan dia menguburku , karena tiba tiba aku sudah berada di dalam tanah . Pemuda ini juga bisa mengeluarkan serangan yang bisa membelah tanah , lalu dia tadi juga menghancurkan tembok selatan kota . Karena dia ingin kamu ke sana untuk menemuinya tapi ternyata aku yang justru datang ke sana ..." ucap tetua Jiu Wang.
" Baji*gan , berani sekali dia berurusan denganku . Apakah pemuda ini berasal dari ibukota kekaisaran...?'' tanya penguasa kota Jiu Heng sedikit berhati hati.
" Aku kurang tahu kebenarannya , yang aku tahu dia tadi mengatakan berasal dari desa kecil yang ada di lereng Pegunungan Salju Berkabut..." ucap tetua Jiu Wang.
" Kalau begitu sekarang ayo kita temui dia ke sana..." ucap penguasa kota Jiu Heng sambil mengeluarkan roh beladiri Phoenix Api.
Lalu mereka berdua menaiki roh Beladiri mereka masing masing dan terbang menuju gerbang selatan .
Sesampainya di sana kemudian mereka berdua langsung mendarat di luar gerbang tepat di bekas permukaan tanah yang telah terbelah tadi .
Fan Lao yakin yang datang ini adalah penguasa kota Jiuyi ini , Fan Lao melihat kekuatan penguasa kota Jiuyi ini berada di tingkat Dou Ancesor Tahap 2 .
Penguasa kota Jiu Heng sangat kesal dan geram melihat keadaan di sana , tapi dia memendam emosinya karena yakin pemuda ini tidak bisa di remehkan begitu saja.
" Apa alasan kalian menghancurkan tembok kota Jiuyi ini, apakah kota ini telah membuat kesalahan...?'' ucap penguasa kota Jiu Heng.
" Kamu pikir saja sendiri , jika kau ingin jelasnya tanyakan saja kepada penjagamu itu...'' ucap Fan Lao sambil menunjuk ke arah penjaga Liu Jie.
'' Apakah kau tidak pernah di ajari sopan santun berbicara dengan orang yang lebih tua...?'' ucap penguasa kota Jiu Heng.
" Sebelum kau mengajariku , kau seharusnya introspeksi diri dulu . Aku yakin kau adalah penguasa kota Jiuyi ini , tapi baru kali ini aku menemui ada seorang penguasa kota yang mencekik warga dengan menaikkan biaya masuk untuk memperkaya kantong sendiri . Sungguh kau penguasa kota yang sangat Naif...'' ucap Fan Lao memprovokasi .
Sehingga penguasa kota Jiu Heng langsung terdiam mendengar ucapan pemuda ini , karena itu menandakan pemuda ini pasti memiliki latar belakang yang tidak biasa.
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...