
.
.
Fan Lao dan rekan rekannya terbang menuju ke puncak bukit dengan kecepatan penuh , mereka berharap Roh Beladiri Kelelawar Api bisa menjalankan tugasnya untuk melemahkan Iblis yang ada di puncak bukit .
Tapi jika sampai gagal mereka juga tidak bisa berbuat banyak , karena Roh Beladiri sebenarnya harus selalu berada di dekat pemiliknya .
.
****
Berpindah di puncak bukit tempat kedua iblis berada.
Di sana ada dua iblis yang mengendalikan ke dua Monster Cacing iblis Pelahap Jiwa , mereka adalah Komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye.
Mereka berdua terlihat sangat kesal ketika merasakan kedua Monster Cacing iblis Pelahap jiwa telah mati , karena mereka tidak bisa melihat dengan jelas dari sana di karenakan jaraknya yang terlalu jauh .
'' Aku tidak habis pikir kedua Monster Cacing iblis Pelahap jiwa kita bisa di kalahkan...'' ucap komandan Mo Qinshan .
'' Aku juga tidak menyangka , padahal sudah 7 hari ini kita menjalankan misi ini dengan lancar tanpa hambatan sedikitpun . Tapi di saat kita tinggal selangkah lagi justru Monster kita berhasil di kalahkan , apakah kita serang saja desa sialan ini...'' ucap komandan Mo Luye sangat kesal .
'' Kita tidak boleh menyerang manusia dengan tangan kosong , karena kita tidak akan mendapatkan apa apa meskipun kita bisa mengalahkan mereka . Lebih baik sekarang kita kembali saja ke kerajaan Xingyun untuk melapor kejadian ini kepada yang mulia Raja iblis Mo Wuyue...'' ucap komandan Mo Qinshan .
" Baiklah kalau begitu..."
Kemudian komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye langsung berbalik badan dan ingin terbang , tapi tiba tiba ada 2 ekor kelelawar yang mendekati mereka .
Lalu kelelawar ini langsung melemparkan bola berwana ungu yang langsung meledak dan menyebarkan serbuk racun , kemudian serbuk racun ini langsung menyebar di sekujur tubuh mereka berdua .
" Baji*gan ...serbuk ini adalah racun..." ucap komandan Mo Qinshan.
" Ban*sat... sepertinya ada yang sengaja mengendalikan kelelawar sialan ini ..." ucap komandan Mo Luye sambil mengibaskan tangannya untuk menyingkirkan serbuk racun ini .
Karena mereka merasakan tiba tiba pandangan mereka menjadi gelap dan tubuh mereka berdua menjadi lemas tidak bisa di gerakan lagi , sehingga tubuh mereka berdua langsung terjatuh ke tanah .
Bughhh... Bughh....
Setelah terjatuh mereka berdua hanya bisa pasrah saja , karena mereka hanya bisa merasakan hawa di sekitar mereka saja tanpa bisa melihatnya .
Mereka berharap Efek racun ini segera menghilang lalu kabur dari sana , tapi mereka merasakan ada banyak hewan yang sedang terbang di sekitar mereka .
__ADS_1
Komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye yakin hewan di sekitar tubuh mereka ini pasti adalah kelelawar yang melemparkan bola racun tadi.
Setelah empat menit berlalu mereka berdua sudah bisa melihat lagi meskipun masih kabur , yang menjadi masalah sekarang adalah tubuh mereka masih lemas sehingga tubuhnya sangat sulit di gerakkan.
Tapi tiba tiba mereka melihat ada dua kelelawar yang melemparkan bola racun lagi , sehingga pandangan mereka langsung gelap lagi .
Komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye sangat kesal dan geram meratapi nasib mereka berdua , mereka tidak habis pikir bagaimana bisa ada kelelawar yang merepotkan seperti ini .
Setelah empat menit berlalu ada dua kelelawar lagi yang melemparkan bola racun kepada mereka berdua , sehingga mereka berdua semakin bertambah kesal dan geram .
Karena ini sudah ketiga kalinya mereka terkena serangan bola racun ini .
Saat itu juga Fan Lao dan rekan rekannya datang ke sana , kemudian mereka bertujuh langsung mendarat di dekat tubuh kedua iblis yang telah terkapar di atas tanah .
Komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye sangat kesal ketika merasakan samar samar ada aura manusia datang ke sana.
****
" Terima kasih Ayam Jago, aku sangat berhutang kepada mu . Karena kamu telah berhasil melemahkan kedua iblis ini..." ucap Fan Lao .
" Sama sama Fan Lao , ini hanyalah perkara mudah..." ucap Roh Beladiri Kelelawar Api .
Rekan rekan Fan Lao lagi lagi melihat 1 pusaka yang di miliki saudara Fan Lao ini , mereka berenam yakin saudara Fan Lao ini masih memiliki pusaka lagi yang belum dia perlihatkan kepada mereka.
" Baiklah kalau begitu kami akan memberi salam perkenalan kepada kedua iblis jelek ini..." ucap tuan muda Xiao Duan.
" Silahkan saudara Xiao Duan , jangan memberi mereka rasa kasihan sama sekali . Karena mereka berdua harus bertanggung jawab dan bisa merasakan penderitaan saudara saudara kita yang terluka dan mati ..." ucap Fan Lao .
Kemudian tuan muda Xiao Duan langsung mengajak rekan rekannya untuk menusuk dan menebas kedua iblis ini .
Mereka langsung mengeluarkan pusaka mereka masing masing, lalu tuan muda Xiao Duan langsung mendekati kedua iblis ini.
'' Iblis busuk , rasakan lah tusukan ini... Haiyatt...'' teriak tuan muda Xiao Duan sambil menusukkan pedangnya ke bahu kanan iblis ini secara bergantian .
Jlebbb...
"Arghhh..."
Jlebbb...
"Arghhh..."
__ADS_1
Kemudian tuan muda Xing Luan langsung menusukan tombak nya tepat di bahu sebelah kiri kedua iblis ini secara bergantian sama seperti yang di lakukan oleh tuan muda Xiao Duan tadi.
Jlebbb...
'' Arghhhhh...'
Jlebbb....
'' Arghhhh....''
Kemudian mereka berempat langsung bergantian lagi yang langsung menusuk bagian perut dan kedua paha iblis ini .
Sehingga iblis ini hanya bisa berteriak dan meringis kesakitan , sebenarnya mereka bisa saja langsung kabur dari sana .
Hanya saja tubuh mereka berdua sekarang terasa lemas sudah tidak memiliki energi lagi , sehingga mereka berdua tidak bisa kabur dari sana .
Setelah 6 menit berlalu penglihatan komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye mulai sedikit normal kembali , mereka melihat salah satu manusia ini ternyata adalah Fan Lao yang memiliki Roh Beladiri Kelelawar Api.
Berarti kelelawar yang menyerang mengunakan racun tadi adalah roh beladiri miliki Fan Lao sialan ini .
Mereka berdua telihat sangat kesal dan tidak rela jika mati di tangan Fan Lao ini.
****
'' Apakah kalian sudah puas menyiksa iblis ini...?'' tanya Fan Lao saat semua rekan rekannya sudah selesai mendapatkan giliran untuk menyiksa kedua iblis ini .
'' Aku masih belum saudara Fan Lao , karena rumah para warga desa telah rusak akibat ulah kedua iblis busuk ini . Jadi aku masih belum puas menyiksanya ...'' ucap tuan muda Wei Hong.
'' Silahkan saudara Wei Hong, kalau bisa hitung saja berapa rumah yang telah rusak . Lalu tusuk lah kedua iblis busuk ini sesuai jumlah rumah yang telah rusak...'' ucap Fan Lao membakar hati tuan muda Wei Hong agar semakin benci kepada kedua iblis ini .
Komandan Mo Qinshan dan komandan Mo Luye sangat kesal mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Fan Lao , seandainya mereka sadar pasti akan merobek robek mulut Fan Lao sialan ini .
Kemudian tuan muda Wei Hong langsung menyimpan pedangnya , lalu berjalan mendekati tubuh kedua iblis ini.
Fan Lao dan kelima rekan rekannya sangat penasaran kira kira apa yang akan di lakukan oleh tuan muda Wei Hong ini , karena tuan muda Wei Hong sudah menyimpan pedangnya dan sekarang berdiri di antara kedua iblis ini .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1