Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 225 ~ Kembali ke kota Yunnan.


__ADS_3

.


.


Keesokan harinya Fan Lao dan rekan rekan bangun pagi seperti biasanya , lalu Fan Lao mengajak berdiskusi mengenai ruang bawah tanah .


'' Apakah teman teman memiliki usul mengenai ruang bawah tanah di bawah kita ini....?'' tanya Fan Lao .


'' Lebih baik kita hancurkan saja saudara Fan Lao , takutnya nanti di gunakan untuk tindak kejahatan lagi...'' ucap tuan muda Xiao Duan.


'' Aku setuju dengan saudara Xiao Duan , meskipun nanti kita membekukan pintu ruang bawah tanah ini . Tapi tidak menutup kemungkinan ada seseorang yang secara tidak sengaja menemukan ruang bawah tanah ini melalui lorong bawah tanah yang terhubung hingga ke kota Yunnan , karena kebiasaan orang di gurun ini juga sering mengali pasir untuk mencari air atau sebagai tempat tinggal sementara...'' ucap tuan muda Xing Luan .


'' Baiklah kalau begitu aku akan mengunakan tehnik ku untuk menghancurkannya , nanti aku juga akan mengubur bekas ruang bawah tanah ini dengan puing puing bangunan di sini . Sekarang kalian semua menjauh lah....'' ucap Fan Lao sambil mengeluarkan pedang Darah Surgawi.


Kemudian ke lima rekan Fan Lao langsung berjalan keluar untuk menjauh dari sana , lalu Fan Lao langsung mengeluarkan douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya dan memadatkannya hingga berbentuk melingkar .


Lalu langsung menebaskan pedangnya ke permukaan pasir dengan sekuat tenaga .


Duarrr....


Tebasan pedang Fan Lao ini langsung membelah permukaan pasir , sehingga ruang bawah tanah juga ikut hancur karena tebasan pedang Fan Lao tadi juga mengeluarkan getaran yang sangat kuat .


Sehingga Es yang menyangga lorong bawah tanah langsung retak dan mengakibatkan lorong bawah tanah ini ambruk kurang lebih 150 meter , karena Fan Lao tadi sengaja menebaskan pedangnya ke arah barat sesuai perkiraan nya .


Melihat ruang bawah tanah sudah hancur kemudian Fan Lao menyimpan kembali pedangnya, lalu mengeluarkan Pusaka Tombak Guntur Bumi .


Sebelum mengunakan Pusaka Tombak Guntur Bumi ini Fan berjalan sedikit jauh dari sana untuk mengambil jarak , agar nanti nya Badai Angin Petir nya bisa menarik semua puing puing bangunan yang ada di sana terlebih dahulu .


Setelah berjalan lebih dari 100 meter kemudian Fan Lao berbalik badan dan berhenti di sana , rekan rekan Fan Lao juga langsung berdiri di belakang Fan Lao karena mereka juga harus mencari tempat aman agar tubuh mereka tidak tersedot ke dalam pusaran Badai Angin Petir.


Kemudian Fan Lao langsung mengalirkan Douqi petir nya ke Pusaka Tombak Guntur Bumi , lalu mempergakan gerakan tehnik Badai Angin Petir untuk mengumpulkan angin di sekitar tubuhnya .


Setelah selesai mengumpulkan angin ini kemudian Fan Lao langsung mengangkat Pusaka Tombak Guntur Bumi ke atas , sehingga ujung Pusaka Tombak Guntur Bumi ini langsung muncul pusaran angin kecil yang perlahan lahan mulai membesar .


Di sana juga tiba muncul awan hitam yang menggulung gulung di langit , awan hitam ini mengeluarkan kilatan petir kecil yang langsung menyatu lalu petir ini menjalar ke pusaran Angin yang ada di ujung tombak yang di pegang oleh Fan Lao .

__ADS_1


Kemudian Fan Lao langsung melompat sambil bersiap menusukan tombaknya .


" Tusukan Badai Angin Petir..."


" Haiyatt..."


Pusaran angin yang ada di ujung tombak Fan Lao tadi langsung bergerak dengan sangat cepat menarik apa saja yang di lewatinya , sehingga puing puing bangunan dan pasir juga ikut tersedot ke dalam pusaran ini .


Membuat area di sana menjadi bersih tidak ada puing puing bangunan sama sekali .


Saat itu juga petir dari langit langsung menyambar Pusaran Badai Angin Petir ini dan area di sekitar Badai Angin Petir ini .


Jdiarrr.... jdiarrr... jdiarrr....


Suara sambaran petir yang memekakkan telinga , membuat permukaan pasir juga ikut bergetar .


Siapa saja orang yang ikut tersedot ke dalam pusaran Badai Angin Petir ini pasti tidak akan selamat , karena akan berbenturan dengan puing puing bangunan dan terkena sambaran petir .


Setelah Badai Angin Petir ini sudah sampai di bekas ruang bawah tanah yang telah hancur kemudian Fan Lao langsung menyimpan Pusaka Tombak Guntur Bumi ke dalam tubuhnya .


Sehingga pusaran Badai Angin Petir ini perlahan lahan mulai melemah , puing puing bangunan dan pasir yang ada di pusaran badai ini langsung berjatuhan menutupi bekas ruang bawah tanah dan retakan tanah akibat terkena tebasan pedang Fan Lao tadi.


Ternyata hanya ada sebagian retakan yang masih belum tertutupi , sehingga Fan Lao langsung mengunakan hentakan kakinya ke pasir agar retakan ini tertutup pasir.


Hanya butuh beberapa menit saja Fan Lao berhasil menutupi retakan ini dengan pasir dan puing bangunan, sehingga tidak akan ada orang yang bisa menemukan lorong bawah tanah ini .


'' Sekarang mari kita pergi ke kota Yunnan, untuk menemui saudara Yun Xiang...'' ajak Fan Lao .


'' Iya saudara Fan Lao...''


Kemudian mereka semua langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing masing, lalu menaikinya dan terbang menuju kota Yunnan.


Mereka terbang dengan kecepatan penuh sambil menikmati suasana pagi gurun pasir yang sejuk .


Setelah 2 jam berlalu mereka berenam akhirnya sampai di dekat gerbang timur kota Yunnan, kemudian mereka langsung mendarat di sana .

__ADS_1


Lalu melompat dari punggung roh beladiri mereka masing masing dan memasukkan roh beladiri mereka.


Para prajurit yang berjaga langsung mempersilahkan mereka berenam masuk ke dalam kota Yunnan , karena para prajurit ini sudah tahu kalau para pemuda ini adalah anggota pasukan Hunter yang menyelamatkan para gadis dari penculikan yang di lakukan oleh Patriak Yun Zhen dan komplotannya .


'' Salam paman , apakah berita mengenai penculikan sudah menyebar di kota ini....?'' tanya Fan Lao .


'' Benar tuan muda , berita mengenai penculikan ini memang langsung menyebar dengan cepat di kota Yunnan . Tapi kami tidak tahu siapa yang pertama kali menyebarkan berita ini...'' ucap prajurit penjaga.


'' Iya tidak apa apa , semua warga juga berhak tahu mengenai kejadian ini . Baiklah kalau begitu kami berenam akan pergi ke paviliun Youzui, karena ada beberapa masalah yang harus kami selesaikan di sana..." ucap Fan Lao .


" Iya tuan muda , silahkan...."


Kemudian Fan Lao dan rekan rekannya langsung berjalan masuk ke dalam kota Yunnan, mereka berjalan dengan santai sambil menikmati suasana kota Yunnan .


Sesampainya di paviliun Youzui ternyata paviliun ini masih tutup , kemudian Fan Lao mendekati pos penjaga karena kebetulan ada seorang pria yang berjaga di sana.


" Salam paman , kira jam berapa paviliun akan di buka . Karena kami ingin menemui pengurus paviliun ini..." ucap Fan Lao .


" Salam juga anak muda , paviliun ini sudah tutup hingga waktu yang tidak di tentukan . Karena klan Yun mendapat masalah yang sangat besar , sehingga tidak ada orang yang mau membeli di paviliun ini lagi..." ucap pria penjaga.


" Apakah paman ini adalah anggota klan Yun...?'' raya Fan Lao .


'' Bukan anak muda , aku adalah warga kota Yunnan yang bekerja di sini...'' ucap pria penjaga .


'' Kalau boleh tahu di mana letak klan Yun , karena kami akan menemui mereka ke sana...?'' tanya Fan Lao .


'' Kalian tinggal jalan lurus saja ke barat , dari sini mungkin di hanya 20 menit . Nanti klan Yun ada di sebelah kiri yang memiliki gerbang klan sangat besar...'' ucap pria penjaga .


'' Terima kasih atas informasinya , kalau begitu kami mohon pamit...'' ucap Fan Lao .


'' Iya silahkan...''


Kemudian mereka berenam langsung berjalan menyusuri jalan kota Yunnan ke arah barat menuju klan Yun.


.

__ADS_1


.


...[ Bersambung ] ™...


__ADS_2