
.
.
Patriak Xiao Yuan berlari ke restoran dengan perasaan yang sangat geram , dia juga penasaran pemuda seperti apa yang telah di singgung oleh putranya ini .
Setelah 15 menit berlalu akhirnya Patriak Xiao Yuan dan kedua pengawal sampai di restoran tempat Fan Lao berada .
Kemudian kedua pengawal ini langsung memberi tahu kalau pemuda yang sedang berbincang-bincang dengan nona Lin Mei dan nona Lin Ling adalah pemuda yang telah melukai tuan muda Xiao Liu
Sehingga patriak Xiao Yuan langsung berjalan mendekati Fan Lao.
Nona Lin Ling dan nona Lin Mei langsung memberitahu kepada Fan Lao kalau orang yang berjalan mendekat adalah Patriak Xiao Yuan ayah dari tuan muda Xiao Liu tadi .
Kemudian Fan Lao langsung melihat ke arah Patriak Xiao Yuan sambil mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke tangannya.
" Salam anak muda , aku adalah patriak klan Xiao sekaligus ayah dari Xiao Liu yang telah kau lukai tadi...'' ucap Patriak Xiao Yuan.
'' Salam juga Patriak , apakah Xiao Liu sudah sadar...?'' ucap Fan Lao .
'' Belum , makanya aku datang ke sini ingin meminta pertanggung jawaban karena kau telah melukai putraku hingga luka parah seperti itu...'' ucap Patriak Xiao Yuan.
'' Atas dasar apa Patriak meminta Pertanggung jawaban kepadaku , tadi yang aku lakukan adalah hanya untuk membela diri saja . Seandainya aku hanya diam saja pasti aku yang akan di tindas oleh anak sialan tadi , apakah aku akan diam saja ketika ada seorang pemuda tiba-tiba memegang kepalaku tanpa ijin sambil mengucapkan kata kata kotor . Orang tuaku saja tidak pernah melakukan aku seperti itu , apakah Patriak tidak pernah mengajari putra anda cara berlaku sopan santun kepada orang lain ...?'' ucap Fan Lao sangat tenang .
Patriak Xiao Yuan sangat terkejut mendengar pemuda ini menasihatinya , apalagi pemuda ini terlihat tenang tidak takut sedikitpun kepadanya .
'' Ya , putraku memang bersalah . Tapi tidak seharusnya kau melukai putraku sampai terluka seperti itu...'' ucap Patriak Xiao Yuan lantang .
Semua orang yang ada di dalam restoran langsung melihat ke arah mereka berdua , mereka penasaran ada masalah apa antara penguasa kota dan pemuda ini .
Tapi mereka yakin ini ada kaitannya dengan anak penguasa kota yang pingsan tadi , hanya pengunjung restoran yang ada di lantai 2 yang tahu permasalahan mereka berdua .
'' Terus aku harus memberi dia pelajaran seperti apa yang Patriak inginkan , bisakah Patriak mengajari ku cara memberi pelajaran yang benar kepada putra anda itu . Seharusnya Patriak sebagai penguasa kota Xiaolei ini harus memberi contoh yang baik kepada semua warga , tapi justru Patriak membiarkan saja putra anda berbuat semena-mena kepada para warga . Seandainya putra anda tidak berhadapan denganku , mungkin sikap putra anda akan seperti ini seterusnya , Patriak bisa tanyakan kepada para warga bagaimana sikap putra anda yang selalu menindas para pemuda di kota Xiaolei ini ...'' ucap Fan Lao menasihati nya .
__ADS_1
Rahang Patriak Xiao Yuan terasa kaku mendengar pemuda ini menasihati dirinya , karena dia tidak bisa berkata-kata lagi sekarang .
Apalagi dirinya sekarang berada di pihak yang salah , jadi dia tidak bisa berbuat apa apa lagi .
Sehingga suasana di sana sekarang menjadi hening tidak ada yang berkata kata lagi .
" Kenapa Patriak hanya diam saja , apakah Patriak mau membawa masalah ini ke pengadilan di istana kekaisaran Xing...? Biar hati Patriak bisa merasa puas...?'' ucap Fan Lao menawarinya .
Nona Lin Mei dan nona Lin Ling sangat salut melihat keberanian dan cara berbicara tuan muda Fan Lao , karena tidak takut sedikitpun dan bisa membuat Patriak Xiao Yuan tidak bisa berkata kata lagi .
" Nona Lin Mei dan nona Lin Ling, aku mohon pamit untuk melanjutkan perjalanan ku lagi . Karena urusanku di sini sudah selesai , semoga kelak kita bisa bertemu kembali....'' ucap Fan Lao berpamitan .
'' Iya tuan muda Fan Lao , semoga urusan tuan muda Fan Lao segera terselesaikan . Berhati-hati lah...'' ucap nona Lin Mei .
'' Terima kasih nona Lin , sampai jumpa...''
Kemudian Fan Lao langsung berjalan melewati Patriak Xiao Yuan sambil membentuk Douqi di kepalan tangannya hingga berbentuk melingkar , tapi Fan Lao menyembuyikan kepalan tangannya di belakang tubuhnya.
Karena Fan Lao sengaja untuk melihat reaksi Patriak Xiao Yuan -akan seperti apa , jika Patriak Xiao Yuan tiba tiba menyerangnya maka Fan Lao tinggal menangkisnya saja.
Fan Lao dengan cepat langsung menangkis pukulan Patriak Xiao Yuan ini dengan pukulan kekuatannya juga , sehingga pukulan mereka berdua langsung beradu.
Duarrrr....
Tubuh Patriak Xiao Yuan langsung mudur 5 langkah dan tangannya terasa seperti remuk akibat beradu pukulan ini , sedangkan Fan Lao masih berdiri kokoh tidak mundur sama sekali .
Dia sangat terkejut bagaimana bisa pemuda ini memiliki pukulan yang sangat kuat , bahkan dirinya tidak bisa menandinginya .
'' Apakah Patriak masih mau melanjutkan pemasalahan ini , aku dengan senang hati akan melayani Patriak di sini ....'' ucap Fan Lao memprovokasinya , karena Fan Lao ingin permasalahan ini segera terselesaikan .
Tanpa berfikir panjang kemudian Patriak Xiao Yuan langsung mengeluarkan pusaka tombak miliknya , apalagi Patriak melihat semua orang yang ada di dalam restoran melihat ke arah mereka berdua.
Patriak Xiao Yuan memegangi tombak dengan kedua tanganya , karena tangan kanannya masih terasa kebas .
__ADS_1
Melihat Patriak Xiao Yuan mengeluarkan senjatanya , kemudian Fan Lao dengan cepat langsung mengeluarkan Pusaka Tombak Guntur Bumi .
Lalu langsung mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung tombaknya, Patriak Xiao Yuan dan Fan Lao langsung menusukkan tombak mereka masing .
Sehingga ujung tombak mereka langsung beradu .
Duarrrrr....
Suara ledakan yang memekakan telingga , ledakan ini membuat area di sana langsung bergetar hebat sehingga semua orang yang ada di dalam restoran langsung keluar .
Tombak yang ada di tangan Patriak Xiao Yuan langsung terlepas , karena tangannya terasa kebas dan kaku tidak bisa di gerakkan lagi .
Tubuhnya juga langsung mundur ke belakang hingga 5 langkah , beruntungnya dia bisa mengendalikan tubuhnya sehingga dia tidak sampai terjatuh ke tanah.
Tapi tubuh Patriak Xiao Yuan masih terasa sedikit sakit akibat terkena sambaran petir yang keluar dari tombak pemuda ini .
Patriak Xiao Yuan masih tidak percaya dengan dirinya sendiri , kenapa dia tidak mampu mengalahkan pemuda ini .
Dia juga sangat terkejut melihat tanah yang dia pijak tadi tiba tiba bergejolak ketika ledakan tadi .
Kemudian Fan Lao dengan cepat langsung memasukan Pusaka Tombak Guntur Bumi , lalu mengeluarkan Pedang Darah Surgawi lalu mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya .
Setelah Douqi nya sudah berbentuk melingkar kemudian Fan Lao langsung menebaskan pedangnya ke permukaan tanah yang ada di hadapannya .
Duarrrrr...
Permukaan tanah yang terkena tebasan pedang ini langsung terbelah sampai ke tempat Patriak Xiao Yuan .
Sehingga patriak Xiao Yuan langsung melompat ke samping agar tubuhnya tidak terjatuh ke dalam retakan tanah ini .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...