
.
.
Roh Beladiri Kelelawar Api langsung turun saat melihat batu ini telah bergeser dan menutup jalan menuju ruang bawah tanah .
Lalu memastikan mencari tuas yang di gunakan untuk membuka ruang bawah tanah tadi , kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung terbang lagi setelah menemukan tuas yang di gunakan untuk menggeser batu .
Roh Beladiri Kelelawar Api menyemburkan api ke udara secara bergantian agar Fan Lao dan rekan rekannya bisa menemukan dirinya dengan mudah.
****
Berpindah di tempat Fan Lao berada .
Setelah 2 jam berlalu mereka bertujuh akhirnya sampai di bekas reruntuhan desa Anming dulu .
'' Teman teman, mari kita ke kobaran api itu . Karena aku yakin itu adalah tanda yang di berikan oleh Roh Beladiri Kelelawar Api...'' ucap Fan Lao .
'' Iya saudara Fan Lao, roh Beladiri mu sungguh sangat cerdik bisa memberikan tanda ini sehingga kita bisa menemukan posisinya...'' ucap tuan muda Wei Hong.
Lalu mereka terbang lagi ke tempat kobaran api dari Roh Beladiri Kelelawar Api .
Sesampainya di kobaran api ternyata dugaan Fan Lao benar kalau kobaran api tadi adalah tanda yang di berikan oleh Roh Beladiri Kelelawar Api .
Kemudian Fan Lao dan rekan rekannya langsung mendarat di sana sesuai instruksi dari Roh Beladiri Kelelawar Api .
Fan Lao dan rekan rekan sedikit bingung ternyata mereka mendarat di dalam sebuah bangunan kosong yang hanya ada sebuah batu saja di sana , tapi mereka semua yakin tempat persembuyian penculik ini pasti ada di bawah batu ini .
'' Aku merasakan ada aura seseorang beberapa menit yang lalu yang bersembunyi di balik batu ini...'' ucap Lang Ying.
'' Iya Lang Ying , aku tadi berfikir juga begitu...'' ucap Fan Lao .
'' Ayam Jago, bagaimana cara membuka atau mengeser batu ini...?'' tanya Fan Lao .
'' Di sudut bangunan itu ada sebuah tuasnya untuk menggeser batu ini...'' ucap Roh Beladiri Kelelawar Api sambil menunjuk ke salah satu sudut bangunan .
'' Saudara Shen Lin sekarang tarik lah tuas itu , karena Roh Beladiri Kelelawar Api mengatakan cara menggeser batu ini mengunakan tuas itu...'' ucap Fan Lao sambil menunjuk ke salah satu sudut bangunan , karena di sana ada sebuah tongkat kayu berwarna putih .
Kemudian tuan muda Shen Lin langsung berjalan ke sudut ruangan mendekati tuas berwarna putih , lalu menarik tuas itu sesuai intruksi dari Fan Lao .
__ADS_1
Jeglak...
Setelah beberapa saat batu yang ada di tengah tengah bangunan ini langsung bergeser secara perlahan lahan, sehingga memperlihatkan tangga yang turun ke bawah.
Fan Lao dan rekan rekannya sangat lega karena akhirnya mereka menemukan markas penculik ini .
'' Sekarang masukkan roh beladiri kalian , nanti kalian seperti biasa nya terus ikuti di belakangku agar jika ada serangan mendekat aku bisa mengunakan tehnik Angin Pengendali Waktu untuk menghalaunya....'' ucap Fan Lao .
Kemudian mereka semua langsung menyimpan roh beladiri mereka masing masing termasuk Fan Lao juga , kemudian Fan langsung mengajak rekan rekannya menuruni tangga .
Setelah sampai di ujung tangga kemudian mereka menyusuri lorong yang terus membawa masuk semakin dalam , beruntung lorong di sana sudah di pasangi batu berwarna kuning sebagai penerangan .
Sehingga mereka bertujuh bisa melihat area di sekitarnya meskipun sedikit gelap , Fan Lao melihat dinding lorong ini ternyata telah di bekukan dengan elemen es.
Setelah berjalan lebih dari 30 meter mereka menemukan 6 kamar yang masih tertutup dan ada satu lorong lagi .
Kemudian Fan Lao mengintruksikan teman teman nya untuk berhenti dulu .
Lalu bertanya kepada Lang Ying kamar mana yang di gunakan untuk tempat bersembunyi .
Lang Ying langsung menunjuk kamar yang paling ujung sendiri , karena kamar kamar yang lainnya tidak ada aura manusia sama sekali .
Kemudian Fan Lao langsung membuka kamar itu sambil bersiap mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu.
Jeglak....
Pintu kamar ini langsung terbuka , lalu Fan Lao langsung mengibaskan tangannya saat melihat para penculik tadi sedang membuka pakaian 3 gadis tadi .
'' Jangan bergerak jika kalian ingin 3 gadis ini masih hidup...'' ucap salah satu penculik ini sambil menodongkan pisau kecil di leher gadis yang ada di depannya .
Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang yang langsung menerpa tubuh ke tiga penculik tadi yang ingin menyandera ketiga gadis yang telah mereka culik dengan pisau kecil .
Tubuh ketiga penculik ini langsung berhenti tidak bergerak sama sekali.
Melihat tubuh mereka sudah berhenti kemudian Fan Lao dan rekan rekan langsung berjalan masuk ke dalam , lalu mereka langsung mengambil pisau yang di gunakan untuk menyandera dan mengikat kaki dan tangan para penculik ini dengan sangat cepat .
Mereka juga melepaskan cincin penyimpan ketiga penculik ini agar tidak bisa mengunakan pusaka atau racun mereka lagi .
Sedangkan Fan Lao mengangkat tubuh para gadis ini untuk di sandarkan di dinding , lalu Fan Lao langsung meminumkan Air Suci Surgawi.
__ADS_1
Tapi Fan Lao meminumkan satu botol untuk ke tiga gadis ini , karena dia sangat membutuhkan air suci surgawi ini dan harus menghematnya.
Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal kembali , ketiga penculik ini sangat terkejut melihat tangan dan kaki mereka tiba tiba sudah terikat dengan sangat kuat .
Ketiga gadis yang berhasil mereka culik tadi ternyata sudah di sandarkan di tembok kamar ini .
Setelah beberapa saat ketiga gadis ini mulai tersadar karena tenaganya perlahan lahan pulih kembali .
'' Kalian bertiga sekarang sudah aman , karena kami adalah kelompok dari Asosiasi Gunung Huangshan . Sekarang beristirahatlah dulu dan benarkan kancing pakaian kalian itu...'' ucap Fan Lao sambil menunjuk tiga kancing pakaian salah satu gadis.
Sehingga ketiga gadis ini langsung membenarkan kembali kancing pakaian mereka tanpa mengucapkan sepatah katapun , karena mereka sangat malu melihat belahan dada mereka menyembul keluar .
Tapi mereka masih bisa tersenyum lega karena tubuh mereka masih belum di jamah oleh siapapun , sedangkan para penculik ini tadi hanya membuka 3 kancing pakaian mereka .
Kemudian Fan Lao berjalan mendekati ketiga penculik yang sudah terikat di lantai .
'' Kalian akan menyesal karena telah berani ikut campur bisnis pemimpin kami....'' ucap salah satu penculik mengancam .
'' Kalian tidak memenuhi syarat untuk menggertak ku , karena nyawa kalian bertiga sekarang sudah ada di tanganku . Seandainya sekarang aku membunuh kalian bertiga di sini maka pemimpinmu tidak akan pernah tahu keberadaan kalian....'' ucap Fan Lao .
Kemudian Fan Lao langsung mengintrusikan rekan rekannya untuk melepaskan penutup wajah ketiga penculik ini .
Sehingga tuan muda Wei Hong, tuan muda Yun Xiang dan tuan muda Xing Luan langsung melepaskan penutup kepala ketiga penculik ini .
Tuan muda Yun Xiang sangat terkejut melihat salah satu penculik ini ternyata adalah pemuda yang berasal dari klan Yun di kota Yunnan , pemuda ini bernama Yun Lunzhi teman masa kecilnya dulu .
'' Saudara Fan Lao , pemuda ini berasal dari klan Yun sama denganku . Tapi dia adalah Buronan klan Yun yang dulu pernah berbuat asusila memperkosa salah satu gadis di klan Yun...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
'' Kalau begitu kita Rajam saja tubuhnya di sini , karena dia sudah tidak pantas hidup . Jika dia di lepaskan kembali maka akan berbuat seperti ini lagi...'' ucap Fan Lao .
'' Hahaha , ternyata kau masih mengenaliku . Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu saat kau tahu siapa dalang di balik penculikan ini...'' ucap Yun Lunzhi .
Tuan muda Yun Xiang sedikit bingung setelah mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Yun Lunzhi ini .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1