
.
.
Fan Lao sangat lega tetua Liu Ruxu mau mengajarinya tehnik tubuh jiwa petir , karena setelah ini dirinya sudah memiliki pondasi kekuatan yang sangat kuat sehingga iblis akan kesulitan melawan nya .
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan 1 botol Air Suci Surgawi .
" Nona Xiao Douya , minumlah Air Suci Surgawi ini agar tubuhmu kebal terhadap racun . Jadi kedepannya kamu tidak perlu takut lagi dengan yang nama nya racun..." Ucap Fan Lao sambil memberikan 1 botol Air Suci Surgawi.
" Terima kasih kakak Lao Gege , Air Suci Surgawi ini sungguh sangatlah berharga . Karena tidak semua orang bisa mendapatkan Air Suci Surgawi dengan kadar 100 persen yang sangat murni seperti ini..." ucap nona Xiao Douya.
Kemudian nona Xiao Douya langsung membuka tutup botol itu lalu meminumnya.
" Apakah nona Xing Zhie juga mau...?'' ucap Fan Lao menawarinya juga , karena Fan Lao melihat nona Xing Zhie terus memandangi nona Xiao Douya yang sedang minum.
" Iya , aku juga mau . Karena aku belum pernah merasakan Air Suci Surgawi dengan kadar 100 persen itu seperti apa rasanya...''
Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan 1 botol Air Suci Surgawi, lalu langsung membuka tutupnya agar nona Xing Zhie tinggal meminumnya .
Nona Xing Zhie langsung meminumnya hingga habis .
" Ternyata Air Suci Surgawi ini sangatlah segar dan mengandung energi yang sangat murni...'' ucap nona Xing Zhie sangat puas.
Fan Lao penasaran kira kira nona Xing Zhie ini sudah pernah melihat wajah nona Xiao Douya atau belum , karena wajah mereka hampir mirip .
Tapi Fan Lao yakin mereka berdua belum pernah melihat wajah mereka satu sama lain, karena mereka selalu memakai cadar .
" Apakah di lantai tiga ini tidak boleh makan...?'' tanya Fan Lao .
" Boleh tuan muda Fan Lao , maaf aku tadi belum sempat memesan makanan . Kalau begitu aku akan turun untuk memesan makanan nya...'' ucap nona Xing Zhie.
'' Jangan tuan putri Xing Zhie , biar aku saja yang memesan ke bawah . Putri Xing Zhie di sini saja bersama kakak Lao Gege...'' ucap nona Xiao Douya sambil berdiri .
__ADS_1
Karena dia sangat sungkan jika putri Xing Zhie yang memesan makanan untuknya .
'' Terima kasih nona Xiao Douya, aku pesan seperti biasanya saja nona . Kamu mau pesan makanan apa tuan muda Fan Lao ...?'' tanya nona Xing Zhie .
'' Aku sama dengan nona Xing Zhie saja...'' ucap Fan Lao.
'' Nona Xiao Douya juga harus pesan juga , nanti kita makan bersama karena selama kita kenal kita tidak pernah makan bersama ...'' ucap nona Xing Zhie.
'' Iya putri Xing Zhie, kalau begitu aku akan memesan dulu ke bawah...''
Kemudian nona Xiao Douya langsung turun dari sana untuk memesan makanan mereka bertiga .
" Nona Xing Zhie , terima kasih kamu sudah berusaha mencarikan aku guru yang bisa membimbing mu mempelajari tehnik Jiwa Petir..." ucap Fan Lao .
" Iya tuan muda Fan Lao , aku ingin kamu menjadi semakin kuat sehingga kamu bisa segera membebaskan paman mu..." ucap nona Xing Zhie.
" Aku mengerti maksud nona Xing Zhie agar paman Xiao Shen segera melamar wanita yang aku kagumi , bukankah begitu..." ucap Fan Lao menggoda nona Xing Zhie .
" Aku sedang serius , tuan muda Fan Lao jangan menggodaku seperti itu..." ucap nona Xing Zhie .
" Pasti aku bahagia , tapi aku minta tuan muda Fan Lao jangan bertindak di luar batas sebelum kita menikah . Aku yakin jendral Lin Langtian pasti akan terus menggangu tuan muda Fan Lao , karena kedepannya aku ingin ibuku juga mau menerima tuan muda Fan Lao tanpa ada unsur keterpaksaan sama sekali...'' ucap nona Xing Zhie.
'' Apakah yang merekomendasikan Lin Langtian menjadi seorang jendral adalah ibu Lin Yun...?'' tanya Fan Lao .
" Benar tuan muda Fan Lao , aku yakin ibu pasti memiliki alasan sendiri merekomendasikan dia menjadi seorang Jendral . Karena ibu sering berbicara 4 mata dengan jendral Lin Langtian , tapi ketika mereka berbicara secara sembunyi sembunyi dari ayahku sehingga ayahku tidak tahu masalah ini...''
ucap nona Xing Zhie.
'' Nona Xing Zhie tenang saja , lagipula kekuatan ku masih lemah atau di bawah kekuatan jendral Lin Langtian . Mana mungkin aku berani melawannya..." ucap Fan Lao meyakinkan nona Xing Zhie .
" Aku tidak pernah meremehkan atau memandang rendah kekuatan tuan muda Fan Lao , karena yang aku tahu tuan muda Fan Lao adalah orang yang nekat dan tidak takut dengan siapapun...''
'' Aku tidak mengerti maksud nona Xing Zhie...?''
__ADS_1
'' Tuan muda Fan Lao sudah penah membunuh alkemis Han Feng yang sangat kuat dan membunuh pemimpin bandit gunung Tiga Dewa , apakah aku salah jika aku mengatakan tuan muda Fan Lao adalah orang yang nekat . Aku yakin ketika tuan muda Fan Lao membunuh alkemis Han Feng kekuatan tuan muda Fan Lao pasti masih di bawah tingkat kekuatan alkemis Han Feng karena tuan muda Fan Lao belum bermeditasi di Kuil Mistik Api , terus tuan muda Fan Lao pasti berhadapan dengan semua bandit ketika mendapatkan Pusaka Cakar Jiwa Iblis . Bagiku kekuatan seseorang bukanlah tolak ukur untuk bisa memenangkan suatu pertarungan , karena aku yakin tuan muda Fan Lao pasti memiliki kartu truf yang tidak di miliki semua orang....'' ucap nona Xing Zhie panjang lebar.
Fan Lao sangat kagum mendengar apa yang di ucapkan oleh nona Xing Zhie, karena pemahaman nona Xing Zhie ini ternyata sangat tinggi .
Padahal Fan Lao belum menceritakan detail kejadian dan pusaka apa yang dia miliki , tapi nona Xing Zhie sudah bisa menebaknya dengan benar.
Setelah beberapa ada seorang pelayan restoran naik ke lantai 3 dengan membawa nampan berisi 2 mangkuk makan.
Pelayan ini langsung meletakan nampan di atas meja , lalu memberikan mangkuk itu kepada Fan Lao dan nona Xing Zhie.
'' Silahkan di nikmati tuan muda dan tuan putri Xing Zhie...'' ucap pelayan restoran ramah .
'' Iya nona , terima kasih...'' ucap Fan Lao .
'' Terus di mana nona Xiao Douya tadi , kenapa dia tidak makan di sini...?'' tanya nona Xing Zhie.
'' Dia sudah makan di bawah bersama teman teman nya , nanti setelah makan dia akan ke sini lagi...'' ucap pelayan ini .
Nona Xing Zhie sedikit mengerutkan keningnya mendengar alasan pelayan restoran ini .
Kemudian pelayan restoran ini langsung turun ke lantai bawah lagi .
Fan Lao tahu nona Xiao Douya tidak ingin makan dengan nona Xing Zhie , karena ibunya pasti melarang nya agar keluarga kekaisaran tidak ada yang mengetahui kalau bibi Xing Zhizu ada di desa Lou Tong.
Setelah nona pelayan telah pergi kemudian Fan Lao dan nona Xing Zhie langsung makan bersama , ternyata makanan yang di sukai nona Xing Zhie di restoran ini adalah Sup Iga .
Sebelum malam sup ini , Nana Xing Zhie melepaskan dulu cadarnya agar bisa makan dengan bebas .
Fan Lao sangat menikmati Sup Iga ini , karena dia sudah lama tidak makan seperti ini semenjak dia pergi dari istana kekaisaran Tian di dalam dimensi Roh .
Apalagi makan sambil memandang wajah cantik nona Xing Zhie yang sangat menenangkan hatinya .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...