Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 161 ~ Menunggu kedatangan Penguasa kota Jiuyi.


__ADS_3

.


.


Fan Lao langsung mengajak rekan rekannya untuk duduk bersama para warga desa yang tidak bisa masuk ke dalam kota , karena Fan Lao juga membutuhkan informasi dari mereka juga.


Setelah duduk Fan Lao melihat ternyata penjaga tadi telah selesai berunding dengan rekan rekannya , lalu berlari ke dalam kota .


" Saudara Wei Hong, apakah kamu tahu siapa sebenarnya penguasa kota Jiuyi ini , sehingga penjaga tadi sangat percaya diri tidak takut kepada siapapun...?'' tanya Fan Lao .


" Aku tidak tahu saudara Fan Lao , karena aku sudah lama tidak berkunjung ke kota ini . Menurut ku penguasa kota Jiuyi ini harus di beri pelajaran , karena dia tidak peduli dengan warga dari desa desa kecil di sekitar kota ini...." ucap tuan muda Wei Hong .


" Apakah kalian semua juga setuju dengan usul saudara Wei Hong ini...?'' tanya Fan Lao .


Rekan rekan Fan Lao langsung menganggukkan kepalanya menyetujui usul tuan muda Wei Hong , karena mereka semua tadi sangat geram ketika tahu kota ini ternyata memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari untung dengan menarik biaya masuk yang sangat mahal .


" Bagaimana dengan senior senior semua , apakah senior setuju jika sore ini aku meratakan gerbang kota ini rata dengan tanah...?'' tanya Fan Lao kepada para warga yang ada di sekitarnya.


" Ya , kami semua sangat setuju tuan muda , agar mereka bisa mengerti bagaimana rasanya menjadi warga desa seperti kami ini yang terus di hantui oleh serangan iblis . Tapi bagaimana cara menghancurkan gerbang ini , karena pasti butuh serangan yang sangat kuat mengingat gerbang ini sangat kokoh..." ucap salah satu warga .


" Senior tenang saja karena kami adalah pemuda terlatih , jadi aku rasa kami bisa melakukannya dengan mudah..." ucap Fan Lao meyakinkan .


" Kalau begitu aku percayakan masalah ini kapada tuan muda..." ucap warga desa .


****


" Saudara Fan Lao , bagaimana nanti jika sampai Patriak tahu tentang kejadian ini..?'' ucap tuan muda Xing Luan.


" Saudara Xing Luan tenang saja , nanti aku yang akan berbicara kepadanya . Aku yakin dia pasti setuju karena kota Jiuyi ini memang harus di beri pelajaran , tidak seharusnya kota besar seperti ini justru memanfaatkan kesempatan seperti ini di saat banyak orang yang membutuhkan tempat perlindungan...'' ucap Fan Lao .


'' Saudara Fan Lao benar , aku yakin sebelumnya pasti banyak warga yang harus kembali pulang saat tahu biaya masuk kota ini sangat mahal...'' ucap tuan muda Xiao Duan.

__ADS_1


"Kita lihat saja , jika dalam waktu 10 menit mereka tidak datang ke sini maka dengan sangat terpaksa aku akan menghancurkan gerbang kota ini . Buat apa membangun gerbang yang sangat kuat jika hanya demi keuntungan pribadi kota saja....'' ucap Fan Lao.


Setelah 10 menit berlalu kemudian Fan Lao langsung berdiri , lalu mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke tangan kanannya .


Karena melihat penjaga tadi masih belum kembali , tapi setelah beberapa saat ada seseorang tetua bersama penjaga tadi yang terbang dari dalam kota menaiki Roh Beladiri Phoenix Api.


Sehingga Fan Lao menarik kembali Douqi nya, karena Fan Lao yakin yang datang ini adalah penguasa kota Jiuyi .


Kemudian tetua ini langsung mendarat di luar gerbang kota Jiuyi , dia mendarat sambil mengeluarkan aura penindasan kepada semua orang yang ada di luar gerbang.


Fan Lao merasakan kekuatan tetua ini berada di tingkat Dou Ancesor Tahap 1 saja , karena tetua ini tidak bisa menyembuyikan kekuatan nya dengan sempurna .


Rekan rekan Fan Lao juga langsung ikut berdiri di belakang Fan Lao ketika melihat tetua ini datang ke sana .


" Siapa di antara kalian yang telah mengancam para bawahanku dan ingin menghancurkan gerbang kota Jiuyi ini....?'' ucap tetua ini.


" AKU..." ucap Fan Lao lantang .


" Anak muda yang sangat pemberani , aku salut dengan keberanian mu..." ucap tetua ini .


" Bukan , aku adalah bawahan sekaligus pelindung Tuan Penguasa Kota..." ucap tetua ini .


" Sekarang panggilkan Penguasa Kota Jiuyi ke sini , karena hanya dia yang bisa meluruskan masalah ini . Tidak seharusnya seorang Penguasa Kota justru menaikkan biaya masuk kota di saat banyak warga desa yang ingin mencari perlindungan dari serangan iblis..." ucap Fan Lao .


" Tuan Penguasa Kota membangun gerbang kota ini mengunakan biaya yang sangat mahal , kalau kalian tidak memiliki koin emas yang cukup maka kalian semua pergi saja dari sini . Tuan Penguasa Kota tidak bisa bertemu dengan para berandalan seperti kalian , jika kalian ingin menemuinya maka kalian harus berhadapan dulu denganku..." ucap tetua ini sangat percaya diri .


Fan Lao dengan cepat langsung mengibaskan tangannya ke arah tetua ini , dari kibasan tangan Fan Lao mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang yang langsung menerpa tubuh tetua ini .


Sehingga tubuh tetua ini seketika langsung terdiam tak bergerak , penjaga gerbang yang ada di sampingnya juga ikut terdiam .


Kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan Pedang Darah Surgawi, lalu mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya hingga berbentuk melingkar.

__ADS_1


Lalu langsung melompat sambil bersiap menebaskan pedangnya .


" Tebasan Pembelah Lautan..."


" Haiyatt..."


Duarrrrr...


Tebasan pedang Fan Lao ini langsung membelah permukaan tanah sampai ke gerbang kota.


Sehingga tubuh tetua ini langsung terjatuh ke dalam retakan tanah , karena tubuhnya tidak bisa bergerak .


Sedangkan penjaga gerbang tadi masih baik baik saja , karena retakan tanahnya sejajar dengan tubuh tetua tadi saja .


Kemudian Fan Lao dan rekan rekannya langsung berlari mendekati tubuh tetua yang terjatuh ini , rekan rekan Fan Lao langsung melemparkan tubuh penjaga gerbang tadi ke dalam retakan tanah juga .


Melihat tubuh penjaga tadi sudah terlempar ke dalam retakan tanah kemudian Fan Lao langsung mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke telapak kakinya , lalu menghentak hentakkan kakinya sehingga tanah yang terkena hentakan kaki Fan Lao langsung longsor menutupi tubuh tetua dan penjaga tadi .


Para warga yang ada di sana sangat terkejut melihat apa yang di lakukan oleh Fan Lao ini , tapi mereka sangat senang karena ada seorang pemuda yang berani melawan penguasa kota Jiuyi ini yang tidak bersahabat dengan warga kecil seperti mereka .


Sedangkan dua penjaga gerbang yang ada di dalam pos penjaga sangat ketakutan melihat tetua Jiu Wang dan rekan mereka Liu Jie di kubur hidup hidup oleh sekelompok pemuda , kedua penjaga ini tidak berani ikut campur masalah mereka .


Karena gerombolan pemuda ini tidak bisa di remehkan , kemudian kedua penjaga ini berinisiatif untuk membuka pintu gerbang agar pemuda dan para warga segera masuk jika memang ingin masuk ke dalam kota .


Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal lagi, sehingga tetua Jiu Wang dan penjaga Liu Jie tadi sangat bingung , karena mereka tidak bisa melihat lagi .


Mereka merasakan seperti nya sekarang mereka sedang di kubur , beruntungnya mereka berdua masih bisa bernafas karena tanahnya masih belum terlalu padat .


Sehingga tetua Jiu Wang dan penjaga Liu Jie tadi langsung mengunakan tanganya untuk menyingkirkan tanah yang mengubur mereka berdua.


.

__ADS_1


.


...[ Bersambung ] ™...


__ADS_2