
.
.
Jika kaisar Xing Shan sudah tahu masalah ini maka informasi ini akan menyebar dengan cepat seperti angin .
Karena pihak kekaisaran memiliki prajurit yang sangat banyak dan tersebar di mana mana , apalagi jika Fan Lao juga menceritakan kepada teman teman nya di asosiasi Gunung Huangshan.
Maka hancurlah sudah bisnis klan Jiu , karena tidak akan ada lagi orang yang mau menyewa jasa pengawalan kepada klan Jiu.
Leluhur Agung Jiu Xin menatap Patriak Jiu Heng sambil mengeluarkan aura penindasan.
'' Kau jangan mengaturku , karena kau harus mengerti batasanmu sampai di mana untuk meminta bantuanku . Aku memiliki rencana sendiri dengan gadis racun yang ada di depan goa ini , jadi kamu menurut saja apa yang aku ucapkan . Tapi kamu harus memastikan informasi yang kau dapatkan harus benar benar akurat...'' ucap leluhur Agung Jiu Xin.
'' Iya aku mengerti , maaf jika aku tadi telah lancang meminta seperti itu . Kalau boleh tahu siapa nama gadis itu dan dari klan mana dia berasal , karena aku tadi saat sampai di sini tiba tiba langsung di serang olehnya ...?'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Dia bernama Xia Xue , dia adalah gadis yang di buang oleh orang tua nya dan di kucilkan oleh para warga di desanya . Siapa saja yang berkontak langsung dengan dia maka tubuh orang itu akan langsung terkena efek racun yang ada di dalam tubuh gadis ini , karena gadis ini memiliki tubuh Racun Petaka . Jadi dia adalah gadis yang temperamental, karena kehadiran gadis ini selalu membawa petaka untuk orang orang di sekitarnya . Selama ini gadis ini hidup di puncak gunung ini untuk menyendiri , aku yang selalu mendekatinya dan selalu menemaninya untuk memberi semangat hidup dan mencuci otaknya ...'' ucap leluhur Agung Jiu Xin.
'' Terus apa rencana anda kedepannya bersama nona Xia Xue ini...'' tanya Patriak Jiu Heng.
Kemudian leluhur Agung Jiu Xin langsung menceritakan dengan detail mengenai rencananya kedepannya seperti apa .
Patriak Jiu Heng sedikit terkejut setelah mendengar rencana gila leluhur Agung Jiu Xin ini , tapi dia juga sangat senang karena itu akan menguntungkan klan Jiu dan dirinya .
'' Sekarang aku minta racun seperti biasanya , karena Xia Xue membutuhkan racun ini untuk meningkatkan kekuatannya...'' ucap leluhur Agung Jiu Xin.
'' Maaf aku juga mendapat kendala dengan racun ini , karena rumah bordil miliki tetua Bai Lang di kota Beiwang telah di tempati oleh beberapa anggota pasukan Hunter. Sepertinya tetua Bai Lang telah berurusan dengan Asosiasi Gunung Huangshan , terus markas bandit Gurun Emas yang ada di desa kecil juga telah berganti pemilik . Aku yakin ini ada sangkut pautnya dengan tetua Bai Lang , karena semua anggota bandit tidak bisa di jumpai sama sekali , jadi para bawahanku tidak bisa mendapatkan racun ini lagi....'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Kenapa masalahnya datang secara bersamaan seperti ini , padahal Xia Xue membutuhkan sedikit lagi agar bisa menyempurnakan tubuh racunnya...'' ucap leluhur Agung Jiu Xin sangat kesal .
'' Aku sudah menerjunkan beberapa bawahanku untuk menyelidiki masalah ini , jadi aku menunggu kedatangan mereka beberapa hari ini untuk memastikan kebenarannya seperti apa....'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Mulai hari ini tarik semua anggota klan Jiu untuk kembali ke klan lagi , lebih baik mereka berlatih saja sambil menunggu kedatanganku ke sana . Karena aku akan membawa Xia Xue ke hutan terlarang dulu , sepertinya aku harus berburu siluman beracun di sana untuk meningkatkan kekuatan Xia Xue . Nanti aku akan membawanya ke Kuil Mistik Api jika perlu ...'' ucap leluhur Agung Jiu Xin.
__ADS_1
'' Baiklah kalau begitu aku pamit untuk kembali ke klan Jiu , apakah sudah tidak ada yang anda inginkan lagi..." tanya Patriak Jiu Heng.
" Sudah tidak ada lagi , jalankan saja sesuai apa yang aku rencanakan tadi ..." ucap leluhur Agung Jiu Xin.
Kemudian Patriak Jiu Heng langsung berdiri , lalu berjalan keluar dari sana .
Sesampainya di mulut goa Patriak Jiu Heng melihat nona Xia Xue ternyata masih duduk bersila di atas batu sambil memejamkan matanya .
Kemudian Patriak Jiu Heng langsung mengeluarkan roh beladiri Phoenix Es, lalu melompat naik di punggung roh beladiri nya .
Lalu terbang ke selatan menuju ibukota kekaisaran Xing.
****
Berpindah di istana kekaisaran Xing.
Putri Xing Zhie dan nona Xiao Douya bangun pagi pagi sekali untuk berlatih dengan tetua Liu Ruxu , karena itu sudah menjadi kebiasaan mereka berdua.
Setelah selesai berlatih kemudian mereka berdua langsung pulang ke rumah mereka masing masing untuk mandi dan sarapan pagi.
'' Lao Gege , aku sangat senang akhirnya kamu bisa membebaskan paman Xiao Shen. Aku sangat rindu masa masa kita berdua dulu...'' ucap putri Xing Zhie melamun membayangkan kebersamaannya dengan Lao Gege saat di hutan terlarang.
Tapi tiba tiba ada suara yang membuyarkan lamunannya.
'' Dug...dug...dug...'' suara pintu kamar mandi karena ada yang menggedor nya .
'' Zhie'er , jangan lama lama mandinya . Kamu sudah di tunggu ayahmu untuk makan bersama...'' ucap ibu permaisuri Lin Yun .
'' Iya ibu , sebentar lagi juga selesai...'' ucap putri Xing Zhie kesal , karena ibunya sudah membuyarkan lamunannya .
'' Aku tunggu lima menit dari sekarang....'' ucap ibu permaisuri Lin Yun.
Sehingga putri Xing Zhie langsung mengambil gayung air , lalu mandi dengan sangat cepat seperti kesetanan .
__ADS_1
Setelah selesai mandi kemudian putri Xing Zhie langsung keluar dari kamar mandi dengan mengunakan handuk tebal .
Ternyata di depan kamar mandi masih ada ibu permaisuri Lin Yun.
'' Jangan biasakan melamun di kamar mandi , pasti kamu tadi sedang memikirkan tuan muda Fan Lao . Karena hari ini kamu akan bertemu dengannya...'' ucap ibu permaisuri Lin Yun .
'' Tidak ibu , aku tadi mandi seperti biasanya...'' ucap putri Xing Zhie menyangkalnya.
'' Ibu dulu juga pernah muda , jadi ibu juga pernah mengalaminya . Tapi ibu tidak pernah melamun dan berlama lama di kamar mandi seperti kamu tadi , sekarang kamu silahkan berganti pakaian . Lalu segera ke ruang makan , karena ayah sudah menunggunya di sana...'' ucap ibu permaisuri Lin Yun.
Kemudian putri Xing Zhie langsung berjalan dengan cepat menuju kamarnya , lalu masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian dan merias dirinya agar terlihat lebih cantik.
Putri Xing Zhie memilih hanfu berwarna merah kesukaannya , karena hanfu merah ini sangat kontras dengan kulit putihnya yang seperti giok .
Lalu duduk di meja rias untuk merias wajah nya .
Putri Xing Zhie langsung mengunakan semua alat rias yang dia miliki , agar semakin terlihat cantik .
Setelah selesai merias wajahnya kemudian keluar kamar dan berjalan ke ruang makan , sesampainya di ruang makan putri Xing Zhie melihat ayah dan ibunya sedang tersenyum kepadanya .
'' Putri ayah hari ini terlihat sangat cantik...'' ucap kaisar Xing Shan memuji .
'' Maafkan aku ayah , karena aku tadi sedikit lama...'' ucap putri Xing Zhie.
'' Tidak apa apa Zhie'er, ayah dan ibu bisa mengerti karena seorang gadis memang membutuhkan waktu cukup lama saat merias diri . Apalagi hari ini akan bertemu tuan muda Fan Lao , jadi wajar saja jika putri ibu ingin terlihat cantik di depan calon suaminya...'' ucap ibu permaisuri Lin Yun.
'' Sekarang kamu duduklah...'' ucap kaisar Xing Shan.
Kemudian putri Xing Zhie langsung duduk dengan wajah bersemu merah karena sedikit malu , tapi hatinya sangat bahagia karena kedua orang tuanya sangat mendukung hubungannya.
Lalu mereka bertiga langsung makan bersama dengan suasana berbahagia.
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...