
.
.
Setelah 2 jam berlalu mereka sampai di sebuah desa kecil lagi , di desa ini ternyata juga masih aman aman saja .
Sehingga mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka lagi , beruntungnya selama perjalanan tidak terjadi hujan sehingga perjalanan mereka lancar lancar saja .
Padahal mereka melihat awan di langit selalu mendung , tapi mereka sangat lega karena tidak sampai turun hujan.
Saat sore hari akhirnya mereka bertujuh sampai di desa yang di maksud oleh Patriak Xing Fu, lalu mereka bertujuh langsung mendarat di dekat gerbang desa .
Setelah mendarat kemudian mereka berenam langsung menyimpan roh beladiri mereka , hanya Fan Lao saja yang tidak memasukkan Roh Beladiri nya.
Kemudian mereka bertujuh langsung berjalan masuk ke dalam desa , mereka bertujuh sangat terkejut melihat desa ini ternyata telah hancur .
Rumah para warga hampir tidak ada yang utuh , karena telah roboh berserakan .
Permukaan tanah juga banyak yang berlubang bekas tempat persembunyian Monster Cacing iblis Pelahap jiwa.
" Ayam Jago, aku ingin kamu membantuku untuk mencari warga yang masih hidup di desa ini . Jika nanti kamu menemukan mereka segera kabari aku di sini..." ucap Fan Lao .
" Iya Fan Lao aku mengerti...."
Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menggandakan tubuhnya menjadi sangat banyak , lalu terbang menyusuri desa .
Rekan rekan Fan Lao sangat kagum dengan Roh Beladiri Kelelawar Api , ternyata Roh Beladiri ini sangat istimewa karena bisa berubah menjadi kecil kecil.
" Sepertinya kita terlambat datang ke desa ini , sekarang kita bagi saja dulu lencana dan jubah ini sambil menunggu Roh Beladiri ku kembali ke sini...'' ucap Fan Lao sambil mengeluarkan jubah dan lencana pemberian Patriak Xing Fu.
Lalu membaginya ke teman temannya , kemudian mereka langsung menyimpan jubah dan lencana itu .
__ADS_1
Karena hari ini masih belum saatnya mereka memakainya .
'' Saudara Fan Lao , bisakah kamu ceritakan kepada kami seperti apakah Monster Cacing iblis Pelahap jiwa ini...?'' ucap tuan muda Yun Xiang .
" Monster Cacing iblis Pelahap Jiwa ini hampir sama seperti cacing pada umumnya yang suka bersembunyi di dalam tanah , tapi tubuhnya sangat besar seperti lubang yang ada di tanah itu . Monster ini memiliki tubuh yang sangat keras , tapi usahakan pusaka kalian sudah penah di tempa mengunakan Air Suci Surgawi atau hanya sekedar di lapisi saja agar bisa menembus pertahanannya..." ucap Fan Lao menjelaskan .
" Jadi seperti itu , sungguh sangat merepotkan . Beruntungnya pusaka kami semua sudah di tempa dengan Air Suci Surgawi..." ucap tuan muda Yun Xiang.
" Nanti jika kita berhadapan dengan Monster Cacing iblis Pelahap jiwa aku ingin kalian semua selalu berada di belakangku , setelah aku mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu maka kalian semua harus menyerang Monster Cacing iblis Pelahap jiwa dengan tehnik serangan terkuat kalian masing masing..." ucap Fan Lao .
" Iya saudara Fan Lao , kami akan memanfaatkan waktu 30 detik itu untuk melemahkan Monster Cacing iblis Pelahap jiwa ini . Kalau boleh tahu apa kelemahan Monster Cacing iblis Pelahap jiwa ini , agar kami lebih cepat mengalahkannya ...?" tanya tuan muda Xiao Duan.
" Sebenarnya Monster Cacing iblis Pelahap jiwa ini tidak memiliki kelemahan karena tubuhnya sangat kuat dan keras , tapi aku yakin kedua matanya adalah kelemahan Monster ini . Jadi salah satu dari kalian harus menyerang matanya , sedangkan yang lainnya menyerang pada satu titik saja agar senjata kalian bisa menembus pertahanannya..." ucap Fan Lao menjelaskan .
" Terus bagaimana dengan Iblis yang mengendalikan monster ini, apakah iblis ini mengendalikan dari jarak jauh...?" tanya tuan muda Xing Luan.
" Saudara Xing Luan benar , iblis ini memang bersembunyi di suatu tempat yang sedikit jauh atau tempat tertinggi di sebuah desa . Karena mereka butuh tempat yang tinggi agar bisa mengendalikan Monster ini , tapi serahkan kepada roh beladiri ku saja mengenai masalah tempat persembunyian iblis ini..."ucap Fan Lao .
" Kami semua akan percaya kepada roh beladiri saudara Fan Lao , karena menurutku roh beladiri saudara Fan Lao memang bisa di andalkan untuk mencari tempat persembuyian iblis ini . Karena aku yakin iblis ini tidak akan menyadari kalau Roh Beladiri saudara Fan Lao memata-matai iblis yang sedang bersembunyi , karena Roh Beladiri saudara Fan Lao bisa berubah menjadi kecil kecil . Karena para iblis mengira itu hanyalah kelelawar biasa saja ...'' ucap tuan muda Xing Luan.
" Roh Beladiri ku mengatakan di desa ini ternyata sudah tidak ada lagi warga yang masih hidup , saudara Wei Hong sekarang coba kamu lihat di peta itu dan carilah desa kecil yang paling dekat dengan desa ini . Karena aku yakin para warga desa ini pasti mengungsi di desa yang paling dekat dengan desa ini...'' ucap Fan Lao .
" Ada saudara Fan Lao , kebetulan itu adalah desaku...''ucap tuan muda Wei Hong.
" Baiklah kalau begitu sekarang mari kita bergegas ke sana , semoga desa saudara Wei Hong masih baik baik saja..." ucap Fan Lao .
Kemudian mereka berenam langsung mengeluarkan roh beladiri mereka masing masing, lalu menaikinya .
Sedangkan Fan Lao juga langsung melompat naik juga setelah tubuh Roh Beladiri Kelelawar Api telah menyatu , lalu terbang ke arah barat .
Mereka semua langsung memakai jubah mereka masing masing karena tuan muda Wei Hong mengatakan kalau desanya sedikit bersalju , sehingga di sana sangat dingin .
__ADS_1
Mereka melewati hutan kecil saat menuju desa asal tuan muda Wei Hong , dari sana Fan Lao sudah bisa melihat dengan jelas Pegunungan Salju Berkabut yang menjadi batas wilayah kekaisaran Xing dan kerajaan Xingyun.
Pengunungan Salju Berkabut ini terbentang dari ujung barat sampai ujung timur seperti tidak memiliki ujung .
Butuh waktu 30 menit akhirnya mereka sampai di dekat Desa tuan muda Wei Hong berasal , kemudian mereka bertujuh langsung mendarat .
Lalu melompat dari punggung roh beladiri mereka masing masing dan menyimpannya , agar roh mereka berisitirahat .
Tuan muda Wei Hong bernafas lega saat melihat desa nya masih aman tidak terjadi apa apa dengan desa ha .
Kemudian tuan muda Wei Hong langsung mengajak semua rekan rekannya masuk ke dalam desanya ini , karena hari sudah menjelang malam .
Lalu Fan Lao dan rekan rekannya langsung berjalan masuk mengikuti tuan muda Wei Hong, mereka berjalan sambil menikmati suasana desa yang sudah sepi sunyi .
Karena rumah para warga desa sudah tertutup semuanya , setelah 15 menit berlalu tuan muda Wei Hong mengajak rekan rekan nya berhenti di depan Rumah yang cukup besar dengan halaman yang cukup luas.
'' Mari masuk , ini adalah rumahku...?'' ucap tuan muda Wei Hong.
'' Iya saudara Wei Hong, terimakasih...'' ucap Fan Lao .
Setelah masuk ke dalam rumah kemudian tuan muda Wei Hong mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu , lalu mengenalkan ayah dan ibunya kepada mereka .
Ternyata ayah tuan muda Wei Hong ini adalah seorang kepala desa di desa Weijiang ini , dia bernama Wei Han .
Kemudian Fan Lao langsung mengali informasi dari ayah tuan muda Wei Hong ini tentang serangan iblis .
Ternyata ini adalah satu satunya desa yang masih belum di serang iblis , karena semua desa yang ada di sekitarnya telah di serang semua .
Mereka bertujuh sangat terkejut mendengar berita ini , berarti mereka bertujuh harus bersiap siaga karena mereka yakin dalam waktu dekat iblis ini pasti akan menyerang desa Weijiang ini .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...