Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 87 ~ Perjalanan menuju Kuil Mistik Api.


__ADS_3

.


.


Paman Gui Yan langsung berfikir melihat tuan muda Xing Cheng bertanya mengenai pusaka yang ada di klan ini , jika dia mengatakan yang sebenarnya nanti bisa jadi tuan muda Fan Lao akan di cari oleh pihak kekaisaran.


'' Pusaka yang di incar oleh alkemis Han Feng adalah sebuah Pedang yang bisa mengeluarkan getaran dan bisa membuat permukaan tanah terbelah , tentu tuan muda Xing Cheng pasti sudah tahu retakan permukaan tanah yang ada di depan istana kuno...'' ucap paman Gui Yan berbohong .


Paman Gui Yan sengaja berbohong agar tuan muda Fan Lao bisa fokus untuk meningkatkan kekuatannya tanpa gangguan dari pihak kekaisaran , karena paman Gui Yan yakin pihak kekaisaran pasti sedang mencari keberadaan pusaka Guntur Bumi yang ada di klan ini .


Alkemis Han Feng sebelumnya mungkin juga mengetahui pusaka Guntur Bumi dari pihak kekaisaran yang sengaja membocorkan tentang pusaka ini , sehingga alkemis Han Feng sangat yakin kalau pusaka Guntur bumi berada di klan ini .


Nona Xing Zhiyan sangat terkejut dan kagum ternyata tuan muda Fan Lao memiliki pusaka yang sangat kuat , karena ketika bertemu di tengah hutan nona Xing Zhiyan tidak tahu seperti apa kekuatan tuan muda Fan Lao ini .


Tuan muda Xing Cheng langsung mengerti akar permasalahannya setelah mendengar cerita dari paman Gui Yan .


" Terima kasih paman Gui Yan dan paman Gui Wang sudah bersedia bercerita kepadaku , karena aku membutuhkan informasi ini untuk di laporkan kepada yang mulia Kaisar Xing Shan agar segera di tindak lanjuti . Karena bagaimana pun juga kota Guiyang ini juga tidak baik jika mengalami kekosongan tanpa memiliki seorang Penguasa Kota...''


'' Itu benar tuan muda Xing Cheng, maaf hanya informasi ini saja yang bisa aku berikan tuan muda Xing Cheng...''


'' Ini sudah lebih dari cukup , karena sangat jelas kalau alkemis Han Feng memang menginginkan pusaka yang ada di tangan tuan muda Fan Lao , kalau begitu kami berdua mohon pamit untuk kembali ke istana kekaisaran...'' ucap tuan muda Xing Cheng berpamitan.


'' Iya tuan muda Xing Cheng, kalian berdua berhati-hatilah. Aku titip salam kepada yang mulia kaisar Xing Shan...''


'' Nanti pasti akan aku sampaikan kepadanya...''


Kemudian tuan muda Xing Cheng dan nona Xing Zhiyan langsung keluar dari sana.


Lalu mereka berdua menaiki roh beladiri Phoenix Api dan artefak Teratai Langit untuk segera kembali ke ibukota kekaisaran.


.


****

__ADS_1


Berpindah di tempat Fan Lao berada .


Fan Lao melanjutkan perjalannya tanpa hambatan sedikitpun , padahal dia ingin ingin mencoba kekuatan Tombak Guntur Bumi jika ada orang yang menghadangnya .


Setelah sore hari Fan Lao beristirahat lagi di atas dahan pohon , karena dia masih butuh 6 jam lagi untuk bisa sampai di Lembah Tiga Dewa .


****


Keesokan harinya Fan Lao melanjutkan perjalannya lagi menuju Lembah Tiga Dewa , Fan Lao sangat penasaran dengan jalan menuju Kuil Mistik Api.


Karena Paman Gui Yan mengatakan kalau sepanjang jalan menuju Lembah Tiga Dewa banyak bandit yang menghadang orang yang lewat di sana , para bandit ini mengangap orang yang menuju Lembah Tiga Dewa pasti memiliki koin emas yang sangat banyak .


Setelah 3 jam berlalu akhirnya Fan Lao sampai di wilayah gunung Tiga Dewa, karena Fan Lao melihat ada 3 gunung yang memiliki tinggi yang sama .


Hanya saja yang membedakan adalah puncak gunung nya , karena gunung yang bagian selatan memiliki puncak bebatuan .


Gunung yang bagian tengah adalah gunung berapi yang memiliki pohon yang sangat subur , sedangkan gunung yang bagian Utara memiliki puncak yang di selimuti Es .


Fan Lao terus mengikuti jalan menuju kota Xiaolei yang melewati di antara gunung berapi dan gunung yang di selimuti oleh Es , karena paman Gui Yan mengatakan kalau nanti ada penunjuk arah ke Kuil Mistik Api .


Setelah 1 jam berlalu Fan Lao sampai di sebuah pertigaan , di sana Fan Lao melihat ada penunjuk arah menuju Kuil Mistik Api yang ada di lembah gunung Berapi.


Kemudian Fan Lao langsung belok ke kiri menuju lembah gunung berapi , karena yang lurus adalah jalan menuju kota Xiaolei.


Selama perjalanan ke kuil Mistik Api Fan Lao berpapasan dengan beberapa kelompok yang turun dari gunung berapi ini , Fan Lao yakin mereka pasti para pemuda yang telah bermeditasi di Kuil Mistik Api.


Sedangkan para tetua yang bersama kelompok pemuda ini pasti adalah para orang tua yang sengaja mengawal mereka dari para bandit yang ada di sepanjang jalan menuju Kuil Mistik Api.


Setelah satu jam berlalu Fan Lao sampai di sebuah pertigaan lagi , di sana Fan Lao melihat ada sebuah penunjuk arah lagi ke kuil Mistik Api.


Tapi penunjuk arah ini ke arah timur jika ingin pergi ke kuil Mistik Api, padahal jika Fan Lao melihat di peta miliknya seharusnya dari pertigaan tadi hanya lurus saja jika ingin pergi ke kuil Mistik Api.


Fan Lao yakin ini adalah ulah para bandit yang sengaja menyesatkan orang yang lewat di jalan ini agar masuk ke dalam perangkap mereka .

__ADS_1


Tapi Fan Lao beristirahat dulu sejenak di sana sambil menunggu kelompok yang turun lagi dari kuil Mistik Api , di sana Fan Lao samar-samar merasakan ada pasang mata yang terus mengawasi dirinya .


Tapi mereka sangat pandai menyembuyikan auranya sehingga Fan Lao tidak tahu di mana mereka bersembunyi.


Setelah 15 menit berlalu ada satu kelompok pemuda yang turun dari atas sehingga Fan Lao langsung menghentikan mereka untuk saling bertegur sapa .


'' Maaf menggangu waktunya sebentar , apakah kalian semua ini dari Kuil Mistik Api...?'' ucap Fan Lao sangat sopan .


'' Benar anak muda , apakah kamu terpisah dengan kelompokmu...'' ucap tetua yang mengawal kelompok para pemuda ini .


'' Iya senior , aku memang tertinggal dengan kelompokku...''


'' Kalau begitu kamu tunggulah kelompok lain untuk begabung dengan mereka , karena daerah di sini sangat rawan...''


'' Iya terima kasih banyak senior sudah mengingatkan ku...''


'' Sama sama anak muda , kalau begitu kami mohon pamit . Karena jarak ke kota Xiaolei masih 6 jam lagi , takutnya nanti kemalaman di tengah hutan ini...''


'' Silahkan senior....''


Kemudian kelompok ini langsung pergi meningalkan Fan Lao sendiri di sana , setelah mereka telah pergi kemudian Fan Lao langsung mencabut petunjuk arah yang ada di sana .


Lalu mematahkan petunjuk arah dengan cara memegang kedua ujung petunjuk arah itu mengunakan kedua tangannya lalu di hentakan ke lututnya .


Kratag...kratag...


Kemudian Fan Lao langsung melemparkan penunjuk arah ini ke bawah pohon , lalu langsung menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api untuk segera pergi dari sana menuju Kuil Mistik Api.


.


.


...[ Bersambung ] ™...

__ADS_1


__ADS_2