
.
.
Keesokan harinya Fan Lao mengajak rekan rekannya berpamitan kepada kepala desa Wei Han dan istrinya untuk kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan.
" Senior Wei Han dan bibi Hong Ling, aku dan rekan rekan mohon pamit untuk kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan. Karena tugas kami masih banyak yang harus kami selesaikan..." ucap Fan Lao .
" Iya junior Fan Lao , tolong ajari lah Hong'er agar menjadi pemuda yang lebih kuat lagi . Karena kedepannya dia akan mengantikan peran ku di desa ini...." ucap kepala desa Wei Han.
'' Kami semua ini sama sama belajar untuk menjadi kuat , jadi kami bertujuh ini tidak ada yang paling kuat atau yang paling lemah . Karena kami akan menjadi kuat jika selalu bersama...'' ucap Fan Lao .
" Hahaha , memang sangat merepotkan berbicara dengan pemuda yang memiliki pengetahuan dan sepak terjang yang sangat luas . Intinya aku percayakan Hong'er kepada Junior Fan Lao, karena aku sudah tahu pemuda seperti apakah junior Fan Lao ini..." ucap Kepala desa Wei Han.
" Iya senior Wei Han aku mengerti...." ucap Fan Lao tidak enak hati .
Kemudian tuan muda Wei Hong langsung memeluk ayah dan ibunya , setelah puas memeluk kedua orang tuanya kemudian tuan muda Wei Hong melepaskan pelukannya lagi .
" Ayah dan ibu jaga diri baik baik di desa ini , karena aku akan belajar lagi di Asosiasi Gunung Huangshan..." ucap tuan muda Wei Hong.
" Iya Hong'er , berhati-hati lah...'' ucap kepala desa Wei Han dan bibi Hong Ling serempak.
Mereka juga berpamitan kepada komandan Cheng Ming dan para Hunter yang lain , Fan Lao mengintrusikan komandan Cheng Ming agar segera melapor ke asosiasi Gunung Huangshan jika ada pergerakan iblis yang akan menyerang desa .
Karena sekecil apapun serangan iblis ini pasti akan merepotkan dan membahayakan para warga .
Setelah selesai berpamitan kemudian Fan Lao mengajak rekan rekannya untuk kembali ke Asosiasi Gunung Huangshan, tuan muda Wei Hong sedikit berat meninggalkan desa kelahirannya ini .
Tapi dia harus menjadi lebih kuat lagi agar kelak bisa melindungi keluarga dan para warga desa tercintanya ini .
__ADS_1
Karena kepala desa Wei Han memberi harapan besar kepada tuan muda Wei Hong untuk mengantikan dirinya kelak , agar desa ini menjadi desa yang aman .
Seperti biasanya tuan muda Wei Hong yang memimpin rekan rekannya, kali ini Fan Lao mengisyaratkan tuan muda Wei Hong untuk melewati kota Jiuyi.
Karena yang lainnya juga ingin melihat seperti apakah suasana kota Jiuyi ini .
Setiap kali ada desa kecil kemudian mereka langsung terbang memutar agar perjalanan mereka lebih cepat , karena mereka berencana ingin menginap di kota Jiuyi untuk satu malam saja.
Fan Lao mengintrusikan rekan rekannya untuk melepas jubah mereka , karena mereka harus menyamar seperti layaknya orang biasa.
Tidak lupa Fan Lao juga mengintruksikan rekan rekannya untuk menyembuyikan kekuatan mereka seperti biasanya .
Setelah 8 jam berlalu akhirnya mereka sampai di kota Jiuyi, kemudian mereka bertujuh langsung mendarat di dekat gerbang .
Kemudian mereka langsung memasukkan roh bela diri mereka masing , lalu berjalan ke gerbang kota Jiuyi dan mengantri di sana.
Sedangkan tiang dan gerbang kotanya terbuat dari lempengan besi yang sangat tebal , sehingga gerbang kota ini telihat semakin kokoh .
Setelah lima menit berlalu giliran Fan Lao dan rekan rekannya yang di periksa , Fan Lao sengaja berada di depan sendiri karena mendengar pembicaraan penjaga gerbang tadi kurang bersahabat di telinganya .
Apalagi banyak warga yang tidak jadi masuk ke dalam kota karena biaya masuk terlalu mahal.
" Berapa biaya masuknya paman....?'' tanya Fan Lao berpura pura ramah.
'' Biaya masuknya 50 koin emas dan tolong tunjukan identitas tuan muda...'' ucap penjaga gerbang .
'' Kami tidak mau membayar biaya masuk , karena menurut kami itu sangat mahal . Memangnya kami akan mendapat fasilitas apa jika sudah membayar biaya masuknya...?'' tanya Fan Lao .
'' Tuan muda dan rekan rekan akan mendapat perlindungan jika berada di kota ini , karena kota ini memiliki pertahanan yang sangat kuat tidak bisa di bobol oleh iblis sekalipun . Apalagi akhir akhir ini iblis menyerang desa desa kecil yang ada di lereng Pegunungan Salju Berkabut , jadi tuan tuan muda tidak perlu khawatir mengenai masalah itu . Aku yakin tuan muda ini pasti berasal dari desa desa yang ada di lembah Pegunungan Salju Berkabut....'' ucap penjaga gerbang dengan nada sombongnya sambil memperlihatkan gerbang kota Jiuyi .
__ADS_1
Fan Lao dan rekan rekannya sangat geram mendengar kesombongan penjaga gerbang ini , tapi Fan Lao langsung memberi isyarat kepada rekan rekan agar menahan emosi mereka.
'' Ya kami memang berasal dari salah satu desa yang ada di lembah Pegunungan Salju Berkabut , tujuan kami ingin masuk ke kota ini sebenarnya bukan untuk mencari perlindungan . Karena kedua Monster yang menyerang desa telah di kalahkan oleh pasukan Hunter , jadi kedatangan kami hanya untuk menginap satu malam saja..." ucap Fan Lao .
" Tidak seharusnya kota Jiuyi ini menaikkan biaya masuk dengan kedok melindungi seseorang , sedangkan kedua Monster itu sendiri telah mati di bunuh oleh Pasukan Hunter . Sungguh kau adalah penjaga yang sangat menyedihkan , baru menjadi penjaga gerbang saja sudah berlagak seperti seorang raja yang berkuasa..." ucap tuan muda Wei Hong ikut berbicara .
" Kalau kalian tidak mau membayar biaya masuk lebih baik kalian pergi saja dari sini , karena kota ini tidak menerima pengungsi seperti kalian..." ucap penjaga ini membentak Fan Lao.
" Kami datang ke kota ini bukan untuk mengungsi , asal kau tahu saja penjaga sombong .Aku bisa saja merusak gerbang kota ini hanya dengan satu pukulan ku saja , jadi kau jangan membangga banggakan gerbang ini seakan akan tidak bisa di rusak atau di bobol oleh iblis . Sungguh kau penjaga yang sangat menyedihkan..." ucap Fan Lao .
" Kalian adalah para gerombolan pemuda yang sangat naif ingin menentang kekuatan kota Jiuyi ini , apakah kalian tidak tahu siapa yang menjadi penguasa kota Jiuyi ini....?" ucap penjaga ini menyombongkan diri.
" Kami tidak tahu dan juga tidak ingin tahu , karena kami tidak peduli siapa dia sebenarnya . Sekarang panggil saja dia ke sini jika memang dia berani berhadapan dengan kami . Jika dalam waktu 10 menit dia tidak mau datang ke sini , maka aku akan meratakan gerbang dan tembok kota ini rata dengan tanah..." ucap Fan Lao .
Penjaga ini sangat terkejut mendengar perkataan pemuda ini , karena itu menandakan pemuda ini bukanlah pemuda biasa .
Kemudian penjaga ini langsung berdiskusi dengan rekan rekannya .
" Aku hitung 10 menit mulai dari sekarang , maka jangan sia siakan waktu yang tersisa...." ucap Fan Lao .
Para warga yang tidak bisa masuk ke kota Jiuyi ini tadi langsung tersenyum melihat ada kelompok pemuda yang ingin menantang kota ini .
Karena mereka juga sangat kesal jika harus membayar biaya yang sangat mahal .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1