
.
.
Patriak Jiu Heng sangat kesal melihat kenyataan ini , karena dirinya bisa di kalahkan dengan begitu mudahnya oleh seorang gadis .
Kemudian Patriak Jiu Heng langsung mengeluarkan bola racun Ilusi kegelapan yang dia miliki , lalu melemparkan bola racun ini ke arah gadis bercadar ini dengan sisa energinya .
Sehingga bola racun ilusi Kegelapan ini langsung menghantam tubuh gadis bercadar ini , lalu meledak berubah menjadi serbuk racun yang langsung menempel di sekujur tubuh gadis bercadar ini .
Patriak Jiu Heng sangat lega melihat serbuk racun ilusi Kegelapan ini telah menyebar di sekujur tubuh gadis bercadar ini , tapi dia sedikit terkejut karena melihat gadis ini ternyata masih baik baik saja .
Karena tidak terpengaruh sama sekali dengan racun ini , justru serbuk racun yang menyelimuti tubuh gadis ini langsung berubah menjadi sinar berwana ungu .
Lalu terserap masuk ke dalam tubuh gadis bercadar ini .
Patriak Jiu Heng baru sadar kalau gadis ini memiliki serangan racun , jadi wajar saja kalau gadis ini tidak terpengaruh sama sekali dengan racun ini .
'' Apakah kau memiliki racun itu lagi , karena racun ini bisa menambah Douqi dan bisa meningkatkan kekuatanku . Kalau masih ada maka lemparkanlah lagi kepadaku ...?" ucap gadis bercadar.
'' Sungguh gadis aneh , siapa kau sebenarnya . Aku datang ke sini karena ingin bertemu dengan leluhur Agung Jiu Xin , jadi ijinkan aku masuk ke dalam goa ini karena aku adalah Patriak klan Jiu di ibukota kekaisaran Xing ...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Pak tua Jiu Xin sedang tidak bisa di ganggu , ada perlu apa kau datang ke sini . Apakah kamu akan menyetorkan Racun seperti tadi...'' ucap gadis bercadar.
'' Aku mendapat masalah karena kesulitan mendapatkan racun ini , aku datang ke sini untuk melapor mengenai racun ini dan sedikit masalah mengenai bisnis klan Jiu ....'' ucap Patriak Jiu Heng .
'' Ada syaratnya jika kau ingin masuk ke dalam , kalau kau bisa mengalahkan ku maka aku akan mengijinkan kamu masuk . Atau mungkin dengan cara lain yang bisa membuatku senang , tapi pikirkan sendiri kira kira apa yang bisa membuatku senang ....'' ucap gadis bercadar ini .
Patriak Jiu Heng baru kali ini berhadapan dengan gadis yang sangat merepotkan dan keras kepala seperti ini , dia penasaran dari mana leluhur Agung Jiu Xin mendapatkan gadis seperti ini.
'' Kebetulan aku hanya memiliki 2 butir bola racun ilusi Kegelapan , apakah itu sudah cukup untuk menyuap mu agar bisa masuk ke dalam....'' tanya Patriak Jiu Heng.
__ADS_1
'' Kau cukup cerdas juga bisa mengetahui apa yang aku inginkan , tapi 2 butir masih belum cukup karena tidak memiliki efek apa apa di dalam tubuhku . Setidaknya kau harus memberiku 10 butir baru boleh masuk ke dalam...'' ucap gadis bercadar .
'' Aku hanya memiliki 2 butir saja , lain kali jika aku datang ke sini akan membawakan lebih banyak lagi untuk mu....'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Aku pegang kata katamu , jika nanti kau membohongiku maka kau tahu sendiri apa yang akan aku lakukan kepada mu...'' ucap gadis bercadar.
'' Ini ambilah...'' ucap Patriak Jiu Heng sambil melemparkan 2 butir racun ilusi Kegelapan .
Gadis bercadar ini dengan sigap langsung menangkap 2 butir racun itu , lalu langsung melahapnya seperti menelan pil .
Kemudian gadis bercadar ini langsung berjalan ke mulut goa , lalu duduk bersila di atas batu .
'' Sekarang masuk lah ke dalam...'' ucap gadis bercadar.
Patriak Jiu Heng sedikit terkejut melihat gadis bercadar ini ternyata langsung menelan racun itu , kemudian Patriak Jiu Heng langsung berjalan masuk ke dalam goa meningalkan gadis aneh ini di sana .
Patriak Jiu Heng sangat penasaran siapa gadis bercadar ini , karena biasanya jika dia datang ke sini tidak pernah bertemu dengan gadis ini .
Sesampainya di dalam goa Patriak Jiu Heng melihat leluhur Agung Jiu Xin ternyata masih bermeditasi di atas batu , kemudian Patriak Jiu Heng memilih untuk duduk di sana sambil menunggu leluhur Agung Jiu Xin selesai bermeditasi.
Jadi sekarang leluhur Agung Jiu Xin akan jadi yang terkuat di ibukota kekaisaran Xing , karena kekuatan kaisar Xing Shan sudah terlampaui oleh leluhur Agung Jiu Xin ini.
Setelah beberapa saat leluhur Agung Jiu Xin langsung membuka matanya , karena merasakan ada kehadiran Patriak Jiu Heng.
Patriak Jiu Heng langsung tersenyum melihat leluhur Agung Jiu Xin telah membuka matanya , karena dia tidak perlu lagi menunggu lama di sana dan bisa langsung pulang untuk menyelsaikan semua masalahnya.
'' Salam leluhur Agung Jiu Xin...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Apa yang telah terjadi sehingga kau tiba tiba datang ke sini , karena ini belum genap satu bulan kau sudah ke sini lagi...?'' tanya leluhur Agung Jiu Xin.
'' Ada beberapa masalah yang ingin aku sampaikan kepada anda...'' ucap Patriak Jiu Heng.
__ADS_1
'' Masalah seperti apakah itu sehingga kamu sendiri tidak mampu menyelesaikan nya , buat apa kamu memiliki kekuatan yang sangat tinggi tapi kamu sendiri tidak bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin....'' ucap leluhur Agung Jiu Xin.
'' Aku sebenarnya bisa saja menyelesaikan masalah ini sendiri , tapi anda juga harus tahu mengenai masalah ini karena ini menyangkut masalah bisnis klan kita...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Sekarang katakanlah ada masalah apa dengan bisnis klan kita ini...'' ucap leluhur Agung Jiu Xin.
Kemudian Patriak Jiu Heng langsung menceritakan semua masalah klan dengan detail , mulai dari aula klan Jiu di kota Yunnan yang telah di hancurkan oleh Fan Lao .
Patriak Jiu Heng juga menceritakan alasan Fan Lao menghancurkan aula klan Jiu ini, karena Fan Lao ini waktu itu mengagalkan ikatan perjodohan dengan putra Patriak Jiu Wang .
Sehingga patriak Jiu Wang tidak terima , lalu menjebak Fan Lao ini ke dalam sumur penjara .
Tapi pemuda bernama Fan Lao ini bisa keluar dari sana dengan cara menghancurkan penutup sumur penjara ini , lalu Fan Lao ini langsung menghancurkan aula klan Jiu dengan tehnik yang sangat aneh .
Karena Fan Lao ini bisa membelah lantai aula klan Jiu, sehingga aula klan Jiu langsung hancur rata dengan tanah akibat terkena serangan Fan Lao ini .
Kemudian Patriak Jiu Heng menceritakan siapa Fan Lao ini sebenarnya dan mengenai Fan Lao yang memiliki hubungan khusus dengan putri kaisar Xing Shan .
Leluhur Agung Jiu Xin sedikit terkejut mendengar berita ini , karena baru kali ini ada seorang pemuda yang bisa menghancurkan sumur penjara yang telah di bangun olehnya.
" Ini sangat aneh , aku yakin kekuatan Fan Lao ini sudah berada di tingkat Dou Ancesor tahap 4 , karena hanya orang yang memiliki kekuatan di tingkat itu saja yang bisa menghancurkan lapisan Es yang telah aku ciptakan dulu ..." ucap leluhur Agung Jiu Xin.
" Sebelumnya aku juga berfikir seperti itu , karena bisa saja Fan Lao ini sengaja mengecoh kita agar sedikit lengah saat berhadapan dengannya...." ucap Patriak Jiu Heng.
'' Aku beri kamu waktu satu bulan untuk menyelidiki Fan Lao ini kembali , nanti aku akan datang sendiri untuk menemuinya . Karena jika sampai Fan Lao ini menyebarkan kebiasaan kita maka aku yakin bisnis kita akan hancur saat itu juga...'' ucap leluhur agung Jiu Xin.
'' Sepertinya terlalu lama jika menunggu satu bulan , bisa bisa berita ini sudah menyebar luas di ibukota kekaisaran Xing ini...'' ucap Patriak Jiu Heng.
Karena Patriak Jiu Heng sangat yakin kalau Fan Lao ini pasti sudah menceritakan masalah ini kepada kaisar Xing Shan , mengingat kejadian ini sudah lebih dari 10 hari yang lalu.
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...