Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 72 ~ Menolong nona Gui Mei.


__ADS_3

.


.


Tubuh Roh Beladiri Kelelawar Api langsung bersatu menjadi besar ketika melihat kedua tetua ini melepaskan tubuh nona Gui Mei .


Karena kedua tetua ini langsung berlari keluar gang buntu meninggalkan nona Gui Mei sendirian di dalam gang buntu.


'' Tolong....tolong....'' teriak nona Gui Mei , karena dia merasakan ada panas api yang membara di dekatnya .


Tapi karena tenaganya sudah habis sehingga teriakannya tidak terdengar sama sekali , sehingga nona Gui Mei hanya bisa pasrah saja jika dirinya sebentar lagi akan mati terbakar di sini .


Apalagi sekarang dia masih belum bisa melihat , karena masih terkena efek racun Ilusi Kegelapan.


Roh Beladiri Kelelawar Api langsung menangkap tubuh nona Gui Mei lalu membawanya terbang ke penginapan tempat Fan Lao berada.


Nona Gui Mei merasakan bahunya ada yang mencengkeramnya lalu membawa tubuhnya terbang entah ke mana .


Sayang nya dia tidak bisa melihat siapa yang membawanya terbang ini , tapi dia yakin yang membawanya terbang ini berniat menolong nya karena telah menyelematkan dirinya dari kobaran api dan kedua tetua yang menyergapnya tadi .


Roh Beladiri Kelelawar Api langsung membawa tubuh nona Gui Mei ke jendela kamar Fan Lao berada .


Setelah sampai di dekat jendela kamar , kemudian Fan Lao langsung berdiri lalu membuka jendela kamarnya ketika melihat Roh Beladiri Kelelawar Api membawa tubuh nona Gui Mei , beruntungnya jendela penginapan cukup besar sehingga Fan Lao bisa menarik tubuh nona Gui Mei ke dalam kamarnya.


Lalu merebahkan tubuh nona Gui Mei di atas tempat tidur.


'' Ayam Jago, sebenarnya apa yang terjadi dengan nona Gui Mei ini..?. Kenapa kondisi tubuhnya lemah seperti ini...?''


'' Tadi ada dua tetua yang ingin menyergap nona Gui Mei ini ke dalam sebuah gang buntu , kemudian kedua tetua ini akan memasukan tubuh nona Gui Mei ini ke dalam sebuah gubuk bambu . Aku langsung bergerak cepat untuk membakar atap gubuk bambu ini sebelum mereka berhasil membawa masuk tubuh nona Gui Mei , sehingga tetua ini langsung melepaskan bekapan nya lalu kabur dari sana . Lalu aku langsung menolong nona Gui Mei ini dan membawanya ke sini...''


Fan Lao sangat terkejut setelah mendengar berita ini , beruntungnya dia tadi mengitruksikan Roh Beladiri Kelelawar Api untuk mengawal nona Gui Mei .


Ternyata bawahan alkemis Han Feng ini sangat serius mencari keberadaanya , hingga bawahan alkemis Han Feng Feng menyekap nona Gui Mei demi mendapat informasi dari nona Gui Mei tentang keberadaannya .


Tapi bisa jadi bawahan alkemis Han Feng memiliki rencana sendiri dengan tubuh nona Gui Mei ini , karena bisa jadi si gunakan sebagai sandera yang akan di tukar dengan barang berharga .

__ADS_1


" Aku minta penawar racunnya..." ucap nona Gui Mei lirih .


Fan Lao kemudian langsung mengeluarkan Air Suci Surgawi satu botol penuh lalu di minumkan ke dalam mulut nona Gui Mei.


Setelah berhasil menghabiskan Air Suci Surgawi itu perlahan lahan nona Gui Mei bisa melihat lagi .


Douqi di dalam tubuhnya juga langsung terisi penuh hingga meluap luap.


Dia sangat terkejut ketika pertama kali membuka matanya , karena yang dia lihat adalah kelelawar api yang sangat besar . Tapi setelah melihat ke samping ternyata di sana ada ada tuan muda Fan Lao .


Kemudian nona Gui Mei langsung duduk di tepi tempat tidur .


" Terima kasih tuan muda Fan Lao sudah menolong ku dari penyergapan ini dan memberi penawar racun kepadaku ..."


" Nona Gui Mei berterima kasihlah kepada Ayam Jago ku ini , karena dia tadi yang menolong nona Gui Mei..."


" Terima kasih roh Beladiri kelelawar api..." ucap nona Gui Mei sambil menangkupkan kedua tangannya .


" Iya , dia sudah menerima terima kasih dari nona Gui Mei . Sebenarnya dalam masalah ini aku adalah yang paling bersalah , karena telah membawa nona Gui Mei terlibat ke dalam masalah ku ..."


" Kamu benar nona Gui Mei , sepertinya ada sesuatu yang ingin alkemis Han Feng dapatkan dari klan Gui , sehingga dia sampai melakukan ini . Karena jika hanya masalah jabatan saja dia tidak akan melakukan ini ..."


" Itu nanti bisa kita bicarakan dengan para tetua klan Gui , kalau boleh tahu tadi itu air apa..? Karena setelah aku meminumnya tubuh ku langsung terasa bertenaga , mungkin aku akan menerobos ke tingkat selanjutnya jika aku menyerap sumberdaya sedikit lagi...."


" Itu adalah Air Suci Surgawi dengan kadar 100 persen tanpa campuran sedikitpun , karena 3 hari yang lalu aku telah menemukan mata Air Suci Surgawi ini di hutan terlarang..."


" Apa Air Suci Surgawi, bukankah itu adalah sumber daya yang sangat berharga . Tuan muda Fan Lao sungguh sangat beruntung bisa menemukan Air Suci Surgawi ini ...?"


" Iya itu adalah salah satu keberuntunganku , nona Gui Mei tidak perlu memikirkan masalah ini . Apakah tubuh nona Gui Mei sudah tidak lemas lagi..."


" Sudah lebih baik tuan muda Fan Lao ..."


" Kalau begitu sekarang nona Gui Mei silahkan naik di punggung Roh Beladiri Kelelawar Api ini , sedangkan aku nanti akan berjalan mengikuti kalian lewat jalanan kota Guiyang menuju klan Gui..."


" Terus bagaimana kalau para bawahan alkemis Han Feng menyergap tuan muda Fan Lao..."

__ADS_1


" Kamu tenang saja , karena aku bisa mengatasi mereka . Nanti aku ingin kalian terbang tinggi agar tidak ada orang yang melihat nya..."


" Iya Fan Lao aku mengerti..." ucap Roh Beladiri Kelelawar Api .


Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung keluar dari jendela di ikuti oleh nona Gui Mei yang langsung melompat naik di punggung Roh Beladiri Kelelawar Api .


Sedangkan Fan Lao mengendong Lang Ying lalu berjalan keluar kamar , setelah keluar kamar Fan Lao melihat keadaan di dalam penginapan ternyata masih sepi tidak ada yang mengetahui jika Nona Gui Mei tadi melawati jendela .


Sesampainya di lantai satu Fan Lao langsung menghampiri nona Gui Lin yang sedangan mengantikan nona Gui Mei menjadi resepsionis.


" Nona Gui Lin , aku kembalikan kunci kamarnya , karena malam ini aku tidak jadi menginap di sini . Sekarang aku ingin pergi ke klan Gui , jadi nanti sore tidak usah mengirim makanan ke kamarku..."


" Iya tuan muda aku mengerti..."


Kemudian Fan Lao langsung berjalan keluar penginapan sambil mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke telapak tangannya , untuk bersiap siap jika ada serangan mendekat.


Tapi ternyata di jalanan telihat sepi , Fan Lao juga tidak melihat tetua yang mencurigakan di sana seperti yang di katakan oleh Roh Beladiri Kelelawar Api tadi .


Fan Lao yakin mereka telah kabur setelah mereka tidak berhasil menangkap nona Gui Mei tadi.


Dari sana Fan Lao melihat asap yang masih mengepul akibat Roh Beladiri Kelelawar Api yang telah membakar gubuk bambu .


Kemudian Fan Lao langsung berjalan ke arah klan Gui ke arah kepulan asap ini.


Fan Lao berjalan sambil tetap waspada , jika sampai ada orang yang menyerangnya maka Fan Lao akan memberikan mereka sambutan dengan pukulan Penghancur Tulang.


Sesampainya di tempat gubuk bambu yang terbakar kemudian Fan Lao melanjutkan berjalan lagi menuju klan Gui , karena melihat api ini sudah berhasil membakar gubuk bambu hingga habis .


Apinya juga sudah padam tinggal asap nya saja yang terus keluar dari bekas gubuk bambu yang terbakar ini .


.


.


...[ Bersambung ] ™...

__ADS_1


__ADS_2