
.
.
Berpindah di istana kekaisaran Xing.
Sesampainya di rumah nya kemudian nona Xing Zhie langsung menemui ayahnya untuk menceritakan kalau kekasihnya telah menguasai Tubuh Jiwa Petir .
Nona Xing Zhie melihat ayahnya ternyata sedang bersama ibunya di ruang tamu , sehingga putri Xing Zhie tidak jadi mengatakan nya dulu .
Kemudian nona Xing Zhie langsung bergabung duduk di sana .
" Ayah dan ibu sedang membicarakan apa , sepertinya sangat serius...?'' ucap nona Xing Zhie.
" Tanyakan saja kepada ibumu ini...'' ucap kaisar Xing Shan.
Kemudian nona Xing Zhie langsung melihat ke arah ibunya.
" Aku dan ayahmu tadi membicarakan mengenai usiamu yang sudah dewasa , menurutku kamu sudah waktunya untuk menikah...'' ucap ibu Lin Yun.
'' Aku memang sudah dewasa ibu , tapi aku masih belum memikirkan untuk menikah dulu . Kalau boleh tahu ibu ingin menantu seperti apa...?'' tanya nona Xing Zhie, karena nona Xing Zhie juga ingin tahu pemuda seperti apa yang di inginkan oleh ibunya ini.
'' Aku ingin yang menjadi suami mu kelak adalah pemuda yang sangat setia , bertanggung jawab dan yang pastinya harus kuat , agar bisa mengantikan ayahmu dan melindungi semua warga kekaisaran Xing ini...'' ucap ibu Lin Yun.
'' Jadi seperti itu , baiklah kalau begitu nanti aku akan mencarinya sendiri . Karena aku mau mandi dulu...'' ucap nona Xing Zhie sambil berdiri.
" Tunggu Zhie'er, ibu belum selesai bicaranya...'' ucap ibu Lin Yun .
Sehingga nona Xing Zhie langsung duduk lagi .
'' Ibu sudah memiliki calon suami yang cocok untukmu , dia adalah jendral Lin Langtian . Karena dia masih muda sudah menjadi jendral , aku yakin masa depan jendral Lin Langtian tidak akan terbatas . Mengingat masih muda saja dia sudah bisa menjadi jendral kekaisaran kita...'' ucap ibu Lin Yun.
'' Ibu memang benar kalau jendral Lin Langtian sangat kuat , tapi aku minta maaf karena aku tidak tertarik dengan jendral Lin Langtian . Aku tidak mungkin akan menikah dengan pemuda yang tidak aku cintai...''
Kemudian nona Xing Zhie langsung mengalihkan pandanganya kepada ayahnya .
__ADS_1
'' Oh iya ayah , malam ini jendral Lin Langtian akan belajar tehnik pukulan Penghancur Tulang kepada tuan muda Fan Lao di gunung petir . Apakah ayah tidak ingin ke sana untuk meminta tehnik ini agar di pelajari juga oleh para prajurit kita , aku yakin prajurit kita akan semakin kuat jika memiliki tehnik ini . Kalau begitu aku mohon pamit untuk mandi dulu...'' ucap nona Xing Zhie.
'' Silahkan Zhie'er...''
kemudian nona Xing Zhie langsung berjalan masuk ke dalam untuk segera mandi .
Ibu Lin Yun sangat terkejut dan tidak percaya , kenapa bisa jendral Lin Langtian meminta di ajari salah satu tehnik oleh tuan muda Fan Lao .
Dia sedikit malu tadi telah mengeluh-eluhkan jendral Lin Langtian , tapi ternyata jendral Lin Langtian meminta di ajari tehnik oleh tuan muda Fan Lao .
Karena itu menandakan tuan muda Fan Lao lebih kuat dari jendral Lin Langtian.
'' Yun'er, aku akan pergi ke puncak gunung petir . Karena ucapan Zhie'er tadi sepertinya ada benarnya , tuan muda Fan Lao memang miliki tehnik pukulan yang sangat kuat . Karena dia sudah pernah mengalahkan ketua bandit gunung Tiga Dewa hanya dengan satu pukulan saja , aku yakin dia juga pasti akan memberikan tehnik ini agar di pelajari oleh para prajurit . Mengingat aku juga sudah memberi dia ijin mempelajari tehnik Tubuh jiwa petir...'' ucap kaisar Xing Shan, agar istrinya suatu hari nanti merestui hubungan putrinya dan tuan muda Fan Lao.
'' Iya silahkan...''
Kemudian kaisar Xing Shan langsung keluar dari rumahnya , lalu berjalan ke dapur untuk mengambil daging ayam .
Karena kaisar Xing Shan yakin tuan muda Fan Lao pasti akan sangat senang jika di bawakan daging ayam lagi , mengingat sudah lama tidak makan setelah menempa dirinya dengan petir.
Berpindah di puncak gunung Petir.
Setelah 30 menit berlalu Roh Beladiri Kelelawar Api telah kembali ke Pucak gunung , Fan Lao melihat Roh Beladiri Kelelawar Api ternyata sekarang bisa menggandakan tubuhnya menjadi 100 ekor lebih .
Sehingga orang yang tidak tahu pasti menyangka seperti kelompok Kelelawar biasa , hanya saja tubuhnya di selimuti energi petir.
Kemudian satu persatu Roh Beladiri Kelelawar Api langsung meletakkan ranting ranting nya di dekat Fan Lao membuat api unggun , setelah meletakkan ranting lalu tubuhnya langsung menyatu kembali .
'' Terima kasih Ayam Jago....'' ucap Fan Lao sangat senang , karena Roh Beladiri Kelelawar Api sudah mencarikan ranting kering yang cukup banyak sehingga ranting keringnya langsung menumpuk .
Kemudian Fan Lao langsung menambah ranting keringnya ke api unggun sambil menunggu jendral Lin Langtian datang .
Fan Lao juga ingin jendral Lin Langtian nantinya akan mengajak para bawahannya untuk mempelajari tehnik pukulan Penghancur Tulang ini , agar kekuatan para prajurit kekaisaran semakin kuat.
Setelah satu jam berlalu yang di tunggu Fan Lao akhirnya datang , jendral Lin Langtian langsung mendarat di dekat Fan Lao berada .
__ADS_1
'' Salam tuan muda Fan Lao...'' ucap jendral Lin Langtian sangat sopan .
'' Salam juga jendral Lin Langtian , duduk lah di sini dulu...'' ucap Fan Lao mempersilahkan jendral Lin Langtian agar menikmati api unggun dulu .
Kemudian jendral Lin Langtian langsung memasukan roh beladiri nya , lalu duduk di dekat api unggun bersama Fan Lao .
'' Ini permintaan tuan muda Fan Lao...'' ucap jendral Lin Langtian sambil memberikan 3 potong daging ayam di atas sebuah nampan .
'' Terima kasih jendral Lin Langtian, sebenarnya aku tadi hanya bercanda saja meminta daging ayam ini . Kalau begitu kita berdua harus membakar nya dulu , nanti kita bicarakan mengenai mempelajari tehnik pukulan Penghancur Tulang...'' ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda Fan Lao...''
Kemudian Fan Lao langsung mengambil 2 potong ranting runcing yang telah di persiapkan tadi , lalu di berikan kepada jendral Lin Langtian juga untuk menusuk daging ayam .
Fan Lao juga mengeluarkan botol berisi garam , lalu menaburi garam itu ke daging ayam nya .
Setelah mereka berdua menusuk nya lalu langsung membakar nya .
'' Sekali lagi aku minta maaf atas kejadian sebulan yang lalu...'' ucap jendral Lin Langtian.
'' Aku sudah melupakan masalah itu , jadi jendral Lin Langtian tidak usah membicarakan masalah itu lagi dan kejadian itu jadikan pelajaran agar jendral Lin Langtian tidak mudah meremehkan seseorang apalagi musuh...'' ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda Fan Lao...''
'' Nanti setelah kita makan , aku akan mengajari jendral tehnik Pukulan Penghancur Tulang yang jendral inginkan . Sekarang aku mau memberi sebuah pertanyaan penting kepada jendral Lin Langtian, apakah jendral sudah siap...?'' ucap Fan Lao .
'' Iya siap tuan muda Fan Lao...''
'' Misalnya suatu hari nanti jendral Lin Langtian di dalam sebuah Pertarungan dengan para iblis yang sedang menyerang desa kecil , keadaan jendral Lin Langtian terdesak sehingga mengharuskan untuk kabur . Karena jika tidak kabur jendral Lin Langtian sudah pasti akan di kalahkan dan bisa mati di sana , tapi saat akan kabur jendral Lin Langtian melihat ada anak dan seorang kakek tua yang meminta tolong untuk di bawa kabur juga . Sedangkan jendral Lin Langtian hanya memiliki Roh Beladiri Phoenix Api yang bisa membawa 2 orang saja , kira kira apa yang akan di lakukan oleh jendral Lin Langtian dengan anak kecil dan kakek tua ini...?'' ucap Fan Lao .
Jendral Lin Langtian mencoba berfikir mengenai maksud pertanyaan jebakan dari tuan muda Fan Lao ini .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...