
.
.
Para bawahan ketua bandit Han Yuan hanya bisa pasrah melihat Fan Lao berjalan mendekat ke arah mereka .
'' Ampuni kami , tolong jangan kau bunuh kami ini....'' ucap salah satu bandit mohon ampun.
'' Apakah kamu selama ini mengampuni orang yang kalian sergap...? jangan naif kalian...!!!"
Kemudian Fan Lao langsung mencengkeram bahu bandit yang memohon ampunan ini .
'' Arghhh...'' teriak bandit ini , karena pusaka Cakar Jiwa Iblis menusuk kedua bahunya.
Bandit ini langsung meronta ronta ketika merasakan sakit tertusuk pusaka Cakar Jiwa Iblis , tapi bandit ini sudah tidak bisa menyerang Fan Lao karena tubuhnya sudah lemas .
Hanya tanganya saja yang bisa meronta ronta untuk menyingkirkan tangan Fan Lao.
'' Hari ini adalah saatnya kalian merasakan apa yang telah di rasakan oleh para manusia yang selama ini telah kalian culik...'' ucap Fan Lao sambil mencoba menyerap jiwa dan kekuatan bandit ini , Fan Lao merasakan Douqi di dalam dantianya langsung terisi penuh kembali setelah menyerap Jiwa dan kekuatan bandit ini .
Setelah 5 menit berlalu tubuh bandit ini langsung melemah dan terlihat keriput seperti seorang kakek tua , kemudian Fan Lao langsung melepaskan cengkeramannya sehingga tubuh bandit ini langsung lemas lalu tergeletak di atas tanah .
Setelah Fan Lao selesai menyerap kekuatan dan jiwa bandit ini tiba tiba paman Jiu Li tadi keluar dari dalam goa sambil menunggangi roh beladiri Harimau Putih , lalu melemparkan 3 bola racun Ilusi Kegelapan dengan sangat cepat ke arah Fan Lao.
Sehingga 3 bola racun ini langsung meledak , lalu menyebar di sekujur tubuh Fan Lao .
Fan Lao hanya diam saja tidak menghindari Bola racun Ilusi Kegelapan ini , karena tubuhnya tidak akan memiliki efek apa apa dengan racun .
Bandit Jiu Li sangat lega melihat bola Racun ilusi Kegelapan mengenai tubuh Fan Lao dengan telak , sehingga dia bisa kabur dari sana.
Tapi tiba tiba di depannya muncul Siluman Rubah Putih yang sangat besar , sehingga roh beladiri Harimau Putih langsung menghentikan langkahnya .
Bandit Jiu Li sangat panik melihat ekor siluman Rubah Putih ini tiba tiba memanjang , lalu bergerak ke arahnya untuk melilitnya
Sehingga bandit Jiu Li langsung mengendalikan roh Beladiri Harimau Putih ke arah kanan untuk masuk ke dalam hutan , tapi bandit Jiu Li dan roh beladiri Harimau Putih akhirnya terlilit ekor Siluman Rubah Putih ini .
Karena ekor siluman Rubah Putih ini sangat cepat , kemudian bandit Jiu Li mencoba melepaskan lilitan ekor Rubah Putih ini dengan mengeluarkan api di kedua tanganya .
Tapi tiba tiba ekor siluman Rubah Putih ini mengeluarkan api yang langsung menyelimuti ekornya , bandit Jiu Li merasakan Api yang menyelimuti ekor siluman Rubah Putih ini jauh lebih panas dari apinya sehingga pakaiannya langsung ikut terbakar .
__ADS_1
'' Arghhhhh... panas...'' teriak bandit Jiu Li.
Nasib roh Beladiri Harimau Putih milik bandit Jiu Li juga bernasib sama , karena bulunya langsung terbakar habis.
Kemudian Fan Lao langsung mengisyaratkan Lang Ying untuk melempar tubuh mereka , karena Fan Lao sudah bersiap mengeluarkan pukulan terkuatnya .
Sehingga Lang Ying langsung melemparkan tubuh bandit Jiu ke arah Fan Lao.
Swushhh...
Tubuh bandit Jiu langsung melesat dengan cepat ke arah Fan Lao.
'' Ampuni aku .....'' teriak bandit Jiuli .
Setelah tubuh bandit Jiu Li sudah mendekat kemudian Fan Lao langsung melompat sambil bersiap mengeluarkan Pukulan terkuatnya .
'' Pukulan Penghancur Tulang..."
" Haiyatt..."
Bughhh...
Duarrrrr.... cruatt ...
Roh Beladiri Harimau Putih yang terlilit ekor Lang Ying langsung menghilang , karena pemiliknya telah mati.
Lang Ying langsung kembali ke wujud Rubah Putih kecil lagi , karena tugasnya sudah selesai.
Para bandit yang masih hidup bisa melihat keganasan Fan Lao membantai bandit Jiu Li, tubuh mereka langsung lemas tidak memiliki tenaga lagi .
Karena setelah ini pasti adalah giliran mereka yang akan menjadi korban selanjutnya.
Kemudian Fan Lao langsung menghampiri salah satu bandit yang ada di dekatnya untuk menyerap kekuatan dan jiwanya.
Butuh waktu hampir 30 menit Fan Lao menyerap kekuatan dan jiwa para bandit ini , lalu Fan Lao langsung mengeluarkan Pedang Darah Surgawi.
Kemudian mengalirkan 5 persen Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya hingga berbentuk melingkar , lalu langsung menebaskan ke permukaan tanah .
Duarrrrr....
__ADS_1
Sehingga permukaan tanah yang terkena Tebasan pedang ini langsung retak sejauh 5 meter saja .
Lalu melemparkan tubuh para bandit ini ke dalam retakan tanah yang telah dia buat , Fan Lao memasukkan tubuh para bandit ini seperti membuang sampah .
Fan Lao memasukan tubuh ketua bandit Han Yuan yang paling akhir agar tubuh ketua bandit ini ada di atas sendiri , nanti jika ada burung Bangkai yang datang ke sini bisa langsung memakan tubuh ketua bandit ini dulu
Karena Fan Lao mengubur nya hanya sedalam 30 centimeter saja , pasti burung Bangkai bisa merasakan keberadaan Bangkai di sini jika hanya sedalam 30 centimeter saja.
Kemudian menghentakkan kakinya yang terselimuti Douqi nya hingga berkali kali untuk menutupi tubuh mereka dengan tanah .
Sehingga permukaan tanah langsung longsor menutupi semua mayat bandit ini .
Setelah selesai mengubur para bandit ini kemudian Fan Lao menancapkan tombak dan pedang mereka sebagai batu nisan , agar menjadi saksi pertempuran di sini.
Lalu mengajak Lang Ying dan Roh Beladiri Kelelawar Api untuk masuk ke dalam goa , karena Fan Lao penasaran ada apa di dalam goa ini .
Sebelum masuk Fan Lao mengedarkan kesadarannya dulu untuk mendeteksi jika ada bahaya , tapi Fan Lao tidak merasakan ada aura sama sekali di dalam goa ini .
Sehingga Fan Lao langsung masuk ke dalam dengan berjalan santai tidak perlu khawatir lagi , sesampainya di dalam goa ternyata di sana tidak ada apa.
Karena di dalam goa ini hanya ada bekas tempat tidur yang ada di atas bebatuan dan botol kosong bekas minum arak , sedangkan di dinding dinding goa ini ada banyak tengkorak manusia yang di gunakan untuk hiasan dinding .
Sehingga membuat goa ini semakin seram saja , kemudian Fan Lao langsung mengajak Lang Ying dan Ayam Jago untuk keluar dari sana .
Sesampainya di depan goa kemudian Fan Lao langsung mengeluarkan pukulan Tapak Iblis Singa Emas hingga berkali kali ke arah goa ini
Sehingga siluet Singa Emas bersayap ini langsung menerjang mulut goa secara bertubi-tubi.
Duarrrrr.... Duarrrrr... duarrrrr...
Tebing goa ini langsung muncul banyak keretakan di mana mana , sehingga tidak ada orang yang berani menempati goa ini.
Karena goa ini sewaktu waktu bisa langsung longsor , mungkin hanya butuh serangan beberapa kali saja pasti goa ini pasti akan ambruk .
Fan Lao sengaja tidak menghancurkan goa ini karena jika goa ini sampai longsor sudah di pastikan akan banyak orang yang datang mendekat .
Setelah urusannya di sana sudah selesai kemudian Fan Lao langsung menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api bersama Lang Ying , untuk segera pergi dari sana.
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...