
.
.
Sesampainya di lantai 5 mereka melihat Fan Lao sedang duduk di sofa panjang tempat bersantai .
Kemudian Fan Lao langsung mempersilahkan rekan rekannya untuk duduk juga .
Sehingga mereka langsung duduk bersama Fan Lao , tuan muda Yun Xiang tampak sangat sedih melihat ayahnya ternyata telah mati .
Tapi dia lebih tenang jika ayahnya mati di sini , karena jika di serahkan ke pihak kekaisaran maka akan membuat nama klan Yun menjadi tercemar .
'' Saudara Yun Xiang, aku minta maaf kepadamu karena telah membunuh ayahmu . Tapi itu adalah permintaan ayahmu sendiri , dia lebih baik mati di tanganku dari pada di serahkan ke pihak Kekaisaran . Karena jika di serahkan ke pihak kekaisaran maka akan membuat anggota klan Yun yang akan menanggung malu dan akan mencemarkan nama baik klan Yun , tadi ayahmu meminta maaf dan mengatakan kalau dia sangat menyayangimu...'' ucap Fan Lao .
'' Iya saudara Fan Lao , aku tidak mempermasalahkan dengan kematian ayahku meskipun hari ini terasa sakit . Tapi dia memang bersalah jadi harus menerima konsekuensinya, tadi aku juga berfikir lebih baik ayah mati di sini dari pada di serahkan ke pihak kekaisaran . Kalau kita menyerahkan ayah kepada pihak kekaisaran maka nama baik klan Yun akan tercemar dan usaha klan Yun pasti juga akan terkena dampaknya , apapun yang terjadi yang paling penting masalah ini sudah teratasi....'' ucap tuan muda Yun Xiang.
'' Apakah benar di kamar nomor 19 tadi masih ada gadis seperti yang di ceritakan oleh ayahmu tadi...?'' tanya Fan Lao .
Kemudian tuan muda Yun Xiang langsung menceritakan kalau di kamar 19 memang benar masih ada 7 gadis yang masih baik baik saja , tapi saat mereka masuk ke sana tadi para gadis ini akan melompat jendela karena para gadis ini mengira kalau mereka adalah para para pria hidung belang .
Tuan muda Yun Xiang juga menceritakan mengenai kejadian di lantai 3 , di sana mereka menemukan 5 gadis lagi dan mengintrogasi nona Yun Meili.
Lalu mereka melepaskan nona Yun Meili karena sedikit kasihan mengingat suaminya yaitu Yun Lunzhi dan tetua Yun Lang ayahnya yang telah mati .
" Sekarang kita memiliki satu tugas lagi yaitu menangkap tetua Bai Lang dan kedua bawahan tetua Bai Lang yang akan datang untuk menjaga lantai 2 saat paviliun Youzui ini menjual bahan obat..." ucap tuan muda Yun Xiang .
'' Siapa tetua Bai Lang ini , apakah dia juga dalang di balik penculikan ini....?'' tanya Fan Lao .
'' Iya saudara Fan Lao , dia adalah pemilik rumah bordir di kota kota Beiwang . Tetua Bai Lang ini adalah orang yang bertugas membuat lorong bawah tanah untuk akses masuk paviliun ini . Aku yakin tetua Bai Lang ini adalah orang yang mengajak ayah bisnis terlarang ini , karena dia sudah lama terjun di dalam bisnis terlarang ini...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
'' Kalau begitu sekarang aku , saudara Wei Hong dan saudara Shen Lin akan ke lorong bawah tanah untuk menangkap kedua bawahan tetua Bai Lang , saudara Yun Xiang dan yang lainnya silahkan mengurusi masalah di pavilun ini termasuk mengubur ayah mu dan berbicara dengan tetua klan Yun mengenai perbuatan menyimpang ayahmu ini ...'' ucap Fan Lao .
__ADS_1
'' Terus bagaimana dengan para gadis di sini...?'' tanya tuan muda Yun Xiang .
'' Nanti saudara Xing Luan , saudara Xiao Duan dan saudara Juan Jiang bertugas mengumpulkan para gadis ini di lantai 3 , di dalam cincin penyimpanan ayahmu ini pasti banyak koin emas nya . Nanti belikan para gadis ini makanan agar mereka bisa memulihkan tubuh mereka dulu . Untuk saat ini kita fokus kepada para gadis dulu lalu kita berdiskusi lagi...'' ucap Fan Lao sambil memberikan cincin penyimpan kepada tuan muda Yun Xiang .
'' Baiklah kalau begitu , saudara Fan Lao , saudara Wei Hong dan saudara Shen Lin silahkan pergi lorong bawah tanah. Nanti kami akan membagi tugas untuk mengurusi masalah di sini...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
Kemudian Fan Lao , tuan muda Wei Hong tuan muda Shen Lin langsung turun ke bawah menuju lorong bawah tanah tempat membekukan kelima pria kekar tadi , sedangkan tuan muda Yun Xiang dan rekan rekan yang tersisa langsung membagi tugas .
Tuan muda Yun Xiang akan menemui para tetua klan Yun dan membeli makanan , sedangkan yang lainnya untuk mengumpulkan para gadis di lantai 3 .
****
Fan Lao , tuan muda Wei Hong dan tuan muda Shen Lin berjalan dengan cepat menuju lorong bawah tanah , sesampainya di ruang bawah tanah ternyata di sana masih belum ada siapapun .
Sehingga mereka langsung berjalan dengan cepat menuju tempat membekukan kelima pria kekar tadi .
Sesampainya di tempat membekukan kelima pria kekar tadi Fan Lao melihat ada 2 pria yang sedang mengunakan tombak untuk menghancurkan Es yang membekukan tubuh kelima pria kekar tadi.
'' Siapa kalian bertiga ini..?'' tanya salah satu pria .
'' Baji*gan , kalian berdua jangan merebut mangsa kami , karena aku adalah orang membekukan mereka berlima...'' ucap Fan Lao .
'' Siapa kalian sebenarnya , Berani sekali kau mencelakai para anggota Bandit Gurun Emas...'' ucap salah satu pria .
'' Apakah kalian adalah para bawahan tetua Bai Lang , kalau benar silahkan panggil saja pemimpinmu itu ke sini untuk bersujud memohon ampun kepadaku . Dari pada aku datang ke sana justru akan memporak porandakan rumah bordil nya...'' ucap Fan Lao .
'' Baji*gan , jaga mulutmu kalau berbicara . Tunggulah di sini karena aku akan memanggilnya ....'' ucap salah satu pria .
Lalu kedua pria ini langsung berbalik badan untuk kabur dari sana .
'' Hahaha... dasar pria payah , belum apa apa sudah langsung kabur . Dasar para pencundang....'' ucap Fan Lao memprovokasi.
__ADS_1
Sehingga kedua pria ini langsung berhenti , lalu berbalik badan untuk membunuh para pemuda yang telah mengejek mereka .
Fan Lao langsung mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu, karena di sini bukan lah tempat yang cocok untuk bertarung .
Bisa bisa lorong bawah tanah ini nantinya akan longsor jika mereka mengeluarkan tehnik bertarung mereka .
Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa tubuh kedua pria yang berlari ke arah Fan Lao .
Sehingga tubuh kedua pria ini langsung berhenti tidak bergerak sama sekali.
Kemudian Fan Lao langsung mengintrusikan tuan muda Wei Hong dan tuan muda Shen Lin untuk membunuh kedua pria yang masih membeku ini .
Sehingga tuan muda Wei Hong dan tuan muda Shen Lin langsung berlari untuk mendekati kedua pria bawahan tetua Bai Lang yang masih terdiam karena terkena serangan Angin Pengendali Waktu.
Sesampainya di dekat kedua pria ini kemudian tuan muda Wei Hong dan tuan muda Shen Lin langsung mengeluarkan tendangan dan pukulan ke tubuh kedua pria ini hingga bertubi tubi.
Mereka berdua mengincar alat vital dan rahang kedua pria ini untuk melancarkan tendangan dan pukulan mereka .
Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal lagi .
'' Arghhh...arghhh....'' teriak kedua pria ini langsung reflek memegangi alat vital mereka masing masing sambil melompat lompat kesakitan.
Kemudian tuan muda Wei Hong dan tuan muda Shen Lin langsung mengeluarkan pedang mereka masing masing, lalu menebaskan pedang mereka ke tubuh kedua pria yang sedang melompat lompat kesakitan.
Slash...cruat... Slash...cruat....
'' Arghhh.... Arghhh....'' teriak kedua pria ini kesakitan , karena luka tebasan di dada mereka yang sangat dalam .
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...