
.
.
Tetua Liu Ruxu sangat terkejut setelah mendengar cerita dari muridnya ini , jika memang alkemis Han Feng telah mati berarti koin emasnya telah menghilang juga di bawa kabur oleh istri pertamanya .
Karena para istri istri alkemis Han Feng yang ada masih di rumahnya mengatakan kalau istri pertamanya telah pergi membawa semua harta milik alkemis Han Feng .
" Memangnya ada hubungan apa guru dengan alkemis Han Feng...?'' tanya nona Xing Zhie.
'' Aku tidak ada hubungan apa apa dengannya , hanya saja alkemis Han Feng pernah membawa koin emas ku sebanyak 100 ribu keping untuk membeli Rumput Roh Darah Spiritual sebanyak banyaknya . Jadi aku sedikit terkejut jika ternyata alkemis Han Feng telah meninggal , apalagi mata mataku mengatakan kalau istri pertamanya telah pergi dari rumah alkemis Han Feng bersama putra pertamanya . Bisa jadi koin emas ku telah di bawa kabur oleh istri pertamanya...." ucap tetua Liu Ruxu sangat kesal .
" Dulu aku pernah melihat putra pertamanya dan istri pertama alkemis Han Feng datang ke istana kekaisaran setelah kematian alkemis Han Feng, mungkin perkiraan guru ada benarnya jika koin emas guru di bawa kabur oleh mereka berdua . Karena yang mengetahui pertama kali adalah mereka berdua..." ucap nona Xing Zhie membenarkan .
" Sudahlah lupakan masalah itu , nanti aku akan mengumpulkannya lagi . Apakah tuan muda Fan Lao berpesan sesuatu kepadamu...?'' tanya tetua Liu Ruxu .
" Tidak guru , tapi sebelum dia menyerap sumber daya mengatakan kepadaku kalau setelah selesai meningkatkan kekuatannya maka akan langsung mencoba naik ke lantai 6...'' ucap nona Xing.
'' Tuan muda Fan Lao sungguh pemuda yang sangat menyukai sebuah tantangan , aku yakin dia nanti jika sudah menjadi Komandan Pasukan khusus Serigala Malam pasti kelompok ini akan menjadi kelompok yang sangat kuat dan sangat di segani banyak orang..." ucap tetua Liu Ruxu sangat kagum .
" Semoga saja begitu guru , aku akan selalu mendukung tuan muda Fan Lao melangkah ke mana saja karena dia sudah dewasa . Jadi dia bebas memutuskan jalan yang ia jalani asal itu masih di jalan yang benar..." ucap nona Xing Zhie.
" Aku sangat senang mendengar apa yang kamu ucapkan , karena itu seperti perkataan seorang istri yang setia . Hehehe..." ucap guru Liu Ruxu terkekeh .
" Guru Liu Ruxu ada ada saja , aku ini hanyalah teman baik nya . Jadi aku pasti akan menegurnya jika dia mengambil jalan yang salah..." ucap nona Xing Zhie.
" Baguslah kalau begitu , karena itu adalah sikap yang harus kamu tunjukan sebagai seorang calon istri dari tuan muda Fan Lao..." ucap tetua Liu Ruxu menggoda muridnya .
" Jadi guru sudah tahu aku memiliki hubungan dengan tuan muda Fan Lao , makanya dari tadi gaya bicara guru seperti mengetahui rahasia tentangku dan tuan muda Fan Lao. Aku jadi malu karena guru tahu dari orang lain , sekarang aku ingin menemui paman Xing Fu. Apakah guru tahu paman Xing Fu ada di mana , karena aku mau berpamitan kepadanya untuk pulang ke istana kekaisaran...?'' tanya nona Xing Zhie .
" Mungkin dia ada di dalam aula ini , mari masuk..." ajak tetua Liu Ruxu .
__ADS_1
Kemudian mereka berdua langsung masuk ke dalam aula , setelah masuk ternyata Patriak Xing Fu ada di dalam bersama para tetua Asosiasi Gunung Huangshan .
" Salam paman Xing Fu dan paman lainnya ..." sapa nona Xing Zhie .
" Salam juga Zhie'er, sekarang kalian berdua duduklah dulu..." ucap Patriak Xing Fu.
Kemudian nona Xing Zhie dan tetua Liu Ruxu langsung duduk di kursi yang masih satu meja dengan Patriak Xing Fu.
" Saudara Xing Fu, apakah kamu tahu siapa sebenarnya yang membunuh alkemis Han Feng...?'' tanya tetua Liu Ruxu.
" Aku belum tahu siapa yang telah membunuhnya , mungkin Zhie'er ini sedikit tahu karena Zhie'er selalu ada di dalam Istana Kekaisaran...'' ucap Patriak Xing Fu.
" Aku sudah menceritakan kepada guru Liu Ruxu mengenai siapa yang telah membunuh Alkemis Han Feng..." ucap nona Xing Zhie.
Kemudian tetua Liu Ruxu langsung menceritakan dengan detail siapa sebenarnya yang telah membunuh alkemis Han Feng dan masalah yang di miliki oleh tuan muda Fan Lao dengan alkemis Han Feng.
Nona Xing Zhie juga melengkapi cerita gurunya agar pamannya ini tidak ada salah paham dengan kekaisaran mengenai ayahnya yang menyembuyikan siapa sebenarnya yang telah membunuh alkemis Han Feng selama ini .
Mereka juga tidak menyangka jika alkemis Han Feng telah melakukan perbuatan tercela dengan cara menipu tuan muda Fan Lao .
Setelah selesai bercerita di sana kemudian nona Xing Zhie langsung berpamitan untuk pulang ke istana kekaisaran.
Sedangkan Patriak Xing Fu dan lainnya melanjutkan berdiskusi lagi mengenai masalah yang ada di Asosiasi ini .
.
****
Berpindah di lantai 5 Kuil Emas 7 tingkat.
Fan Lao masih terus fokus untuk meningkatkan kekuatan nya .
__ADS_1
Hari hari Fan Lao lalui hanya untuk menyerap energi yang terkandung di dalam mustika Monster Cacing iblis Pelahap jiwa, hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan Fan Lao lalui.
Setelah 2 tahun berlalu Fan Lao akhirnya berhasil menyerap habis energi yang terkandung di dalam mustika Monster Cacing iblis Pelahap jiwa, Fan Lao terlihat sangat senang karena kekuatan nya berhasil menerobos sampai ke tingkat Dou Ancesor tahap 4 .
Setelah selesai menguatkan pondasi kekuatan barunya kemudian Fan Lao langsung membuka matanya , dia melihat kekasihnya ternyata sudah tidak ada di sana .
Karena yang ada hanya Lang Ying saja yang masih setia menunggunya.
" Akhirnya kau selesai meningkatkan kekuatan mu , kekasihmu sudah keluar dulu 2 tahun yang lalu . Dia meminta maaf karena tidak bisa menunggumu di sini..." ucap Lang Ying.
" Iya tidak apa apa Lang Ying, apakah kamu sudah naik ke lantai 6...?" tanya Fan Lao .
" Belum , aku juga tidak tertarik masuk ke sana karena tidak ada yang aku cari . Tapi berbeda dengan dirimu , karena kamu harus mencoba masuk ke sana . Jika kamu beruntung aku yakin kamu akan menemukan sesuatu di sana..." ucap Lang Ying.
" Iya aku akan mencobanya..." ucap Fan Lao sambil berdiri .
Kemudian Fan Lao langsung mengalirkan Douqi nya ke dalam kedua telapak kakinya , lalu berjalan mendekati tangga lantai 6 .
Sesampainya di tangga lantai 6 kemudian Fan Lao langsung melangkahkan kakinya untuk menaiki selangkah demi selangkah .
Sehingga Fan Lao langsung merasakan tekanan gravitasi yang sangat kuat , membuat tubuhnya langsung sedikit membungkuk .
Fan Lao dengan sigap langsung berpegangan di kedua lututnya agar tidak terjatuh ke lantai tangga , kemudian Fan Lao melanjutkan melangkah lagi selangkah demi selangkah .
Tekanan gravitasi ini sungguh sangat kuat membuat keringat dari dalam tubuhnya mengucur deras, karena Fan Lao merasakan bahunya seperti memikul benda yang sangat berat .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1