Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis

Lahirnya Kaisar Pembasmi Iblis
Eps 36 ~ Dimensi Yunshui.


__ADS_3

.


.


Fan Lao menghitung kira kira ada 30 peserta yang mengikuti kompetisi ini .


Setelah semua peserta telah memadati panggung kemudian kepala desa Yunshui dan ketiga leluhur yang ada di atas panggung langsung mengeluarkan sebuah tombak pendek kira kira 1 meter .


Lalu menusukkan tombak ini ke perut patung burung Phoenix yang ada di setiap sudut panggung , karena perut patung burung Phoenix ini memiliki sebuah lubang seukuran tombak .


Setelah beberapa saat di atas panggung ini muncul pusaran hitam yang terus berputar putar menandakan portal dimensi telah di buka.


Sehingga satu persatu para peserta ini langsung mengalirkan Douqi mereka ke dalam token giok mereka masing lalu melompat ke dalam portal hitam dengan tertib .


Fan Lao dan nona Yun Xielin memilih melompat paling terakhir agar tidak berdesak desakan dengan peserta lainnya .


Setelah semua peserta telah masuk kemudian nona Yun Xielin dan Fan Lao langsung melompat masuk juga .


Setelah masuk ke dalam portal hitam Fan Lao melayang di dalam sebuah lorong tak berujung , perasaan ini sama dengan ketika dirinya dulu memasuki dimensi iblis .


Tapi hanya satu menit saja Fan Lao sudah bisa melihat setitik cahaya , setelah beberapa saat tubuh Fan Lao langsung terlempar di dalam hutan yang sangat rimbun .


Tubuhnya juga mengalami benturan terkena beberapa batang pohon .


'' Sialan , kenapa tubuhku menghantam pohon yang sangat keras seperti ini...'' Ujarnya sangat kesal .


Kemudian Fan Lao langsung berdiri sambil meringis kesakitan , Fan Lao kemudian menyebarkan kesadarannya untuk merasakan aura siluman yang ada di hutan ini .


Tapi Fan Lao tidak merasakan ada aura siluman sama sekali , hanya beberapa aura manusia saja yang Fan Lao rasakan di hutan ini .


Kemudian Fan Lao langsung mengelukan Roh Beladiri Kelelawar Api dari dalam lautan jiwanya.


Swushhh.


Roh Beladiri Kelelawar Api muncul di hadapannya dengan kondisi lemas seperti baru bangun tidur.


'' Ayam Jago , enak sekali kamu terus tidur tanpa melakukan apa apa ...''


'' Sialan kau Fan Lao, menganggu tidur ku saja...''

__ADS_1


'' Sekarang saatnya kita berburu , karena kita sekarang berada di dalam dimensi yang sangat misterius . Kamu terbang lah dulu untuk melihat letak gunung terdekat , karena ada sesuatu yang harus aku pecahkan di dalam dimensi ini...''


'' Baiklah aku akan melihatnya dulu...''


Kemudian Roh Beladiri Kelelawar Api langsung terbang ke atas pepohonan untuk melihatnya .


Ketika Roh Beladiri Kelelawar Api telah terbang Fan Lao merasakan getaran getaran gempa bumi , tapi getaran ini tidak terlalu terasa . Mungkin letak gempa bumi ini terlalu jauh .


Setelah beberapa saat Roh Beladiri Kelelawar Api turun kembali .


'' Aku melihat ada 3 gunung di dalam dimensi ini , yang paling besar adalah di bagian barat . Sedangkan bagian Utara dan Selatan hanya gunung kecil saja ...''


'' Apakah kamu juga merasakan getaran gempa bumi tadi...?''


'' Aku tidak merasakannya , tapi bisa melihatnya . Karena gunung yang ada di bagian barat lerengnya tiba tiba bergetar dan ada sebuah longsoran bebatuan...''


'' Baiklah kalau begitu bawalah aku terbang ke sana....''


'' Apakah kamu sudah gila ingin mendekati sebuah gempa , bukankan itu sama dengan bunuh diri...?''


'' Paman Xiao Shen mengatakan kalau di dalam dimensi ini setiap jamnya akan ada gempa bumi , aku harus menyelidiki gempa ini . Karena menurutku itu sangat tidak wajar....''


Kemudian Fan Lao langsung memegang kedua kaki Roh Beladiri Kelelawar Api ,melihat Fan Lao telah memegang kedua kakinya lalu Roh Beladiri Kelelawar Api langsung terbang melewati pepohonan .


Fan Lao mengintruksikan kepada Roh Beladiri Kelelawar Api untuk mencari persembuyian para siluman di hutan ini , karena dirinya juga membutuhkan mustikanya agar bisa memenangkan kompetisi ini .


Fan Lao juga berpapasan dengan beberapa peserta , tapi mereka tampak biasa saja tidak ada yang menghentikan Fan Lao. Mungkin karena ini adalah hari pertama yang belum mendapatkan mustika siluman sama sekali .


Para murid murid ini sangat heran kenapa Fan Lao justru mendekat ke arah gunung bebatuan tempat gempa bumi terjadi.


Setelah 1 jam berlalu Fan Lao merasakan gempa bumi lagi , tapi kali ini getarannya lebih kuat karena pohon pohon bisa bergoyang goyang.


Tapi Fan Lao tetap melanjutkan untuk menyelidikinya , setelah sampai di gunung bebatuan kemudian Fan Lao langsung mendarat di antara bebatuan yang telah porak poranda akibat gempa bumi tadi yang menciptakan sebuah retakan yang sangat besar.


Fan Lao di sana samar samar merasakan Douqi nya ada yang menyerap secara perlahan lahan .


'' Ayam Jago, apakah kamu juga merasakan Douqi mu ada yang menyerapnya...?''


'' Benar Fan Lao, tapi aku merasakan itu hanya samar samar saja...''

__ADS_1


'' Ada apa sebenarnya dimensi ini..? bisakah kamu menyebar untuk mencari titik gempa bumi ini . Aku yakin kejadian ini ada kaitannya dengan Douqi kita yang terserap perlahan lahan ini..?''


'' Tidak bisa Fan Lao , karena aku tidak bisa menyebar terlalu jauh dari tubuh utamaku ...''


'' Kalau begitu kita ikuti saja retakan ini untuk menyelidiki nya , tapi kita harus tetap terbang karena sebentar lagi pasti akan terjadi gempa bumi lagi ....''


Kemudian Fan Lao langsung memegang kedua kaki Roh Beladiri Kelelawar Api , lalu terbang mengikuti retakan ini .


Setelah 10 menit berlalu akhirnya gempa bumi terjadi lagi , sehingga Fan Lao bisa melihat nya dengan jelas gempa yang terjadi .


Karena permukaan tanah langsung terbelah sehingga bebatuan yang ada atas permukaan langsung di telan oleh retakan ini .


Sehingga getarannya semakin terasa , jika seseorang ada di permukaan tanah pasti akan terhuyung huyung jika terkena getaran ini .


Gempa bumi ini hanya satu menit saja lalu menghilang lagi , sehingga Fan Lao langsung melanjutkan untuk menyelidiki pusat gempa ini.


Setelah 30 menit berlalu Fan Lao melihat ada sebuah goa yang ada di sebuah tebing bebatuan .


Goa ini sangat aneh karena permukaan bebatuan yang ada di depan goa ini tidak terkena gempa sama sekali .


Douqi nya juga semakin cepat terserap ke dalam goa ini sehingga Fan Lao langsung mengistruksikan Roh Beladiri Kelelawar Api agar mendarat di mulut goa ini .


Setelah mendarat kemudian Fan langsung masuk ke dalam goa ini .


'' Fan Lao , apakah tidak berbahaya jika kita masuk ke dalam goa ini . Bagaimana jika tiba tiba terjadi gempa lagi lalu kita terkubur di dalam goa ini...''


'' Kamu tidak perlu khawatir , karena gempa ini akan terjadi 30 menit lagi . Kamu bisa melihat kalau goa ini tidak terkena gempa sama sekali , jadi aku yakin kita pasti akan aman aman saja...''


Kemudian Fan Lao langsung mengajak Roh Beladiri Kelelawar Api memasuki goa , Roh Beladiri Kelelawar Api terus menyemburkan api untuk penerangan agar Fan Lao bisa melihat.


Setelah masuk lebih dari 30 meter Fan Lao langsung memasukan Roh Beladiri Kelelawar Api ke dalam lautan jiwanya , karena melihat ada setitik cahaya di ujung goa ini sehingga tidak perlu penerangan lagi .


Kemudian Fan Lao berjalan perlahan lahan untuk melihatnya , setelah berjalan 10 meter Fan Lao sampai di sebuah ruangan yang sangat besar . Langit langit ruangan ini telah di pasangi batu permata berwarna kuning untuk penerangan.


Di sudut ruangan ini ada roh manusia yang sedang duduk bersila sambil kedua tanganya mengalirkan Douqi nya ke sebuah lingkaran yang terus berputar putar .


.


.

__ADS_1


...[ Bersambung ] ™...


__ADS_2