
.
.
Sedangkan Fan Lao langsung menaiki Roh Beladiri Kelelawar Api untuk bersiap melanjutkan perjalanannya lagi.
'' Adik Zhiyan, bangunlah...?'' ucap tuan muda Xing Cheng sambil menggoyang goyangkan Artefak Teratai langit .
Nona Xing Zhiyan langsung mengucek matanya sambil melihat sekelilingnya.
Kemudian tuan muda Xing Cheng langsung mengeluarkan roh Beladiri Phoenix Api nya , lalu langsung naik di pungungnya .
'' Tuan muda Fan Lao , sampai jumpa di lain waktu...'' ucap tuan muda Xing Cheng.
'' Iya , kalian berdua berhati-hatilah . Nanti aku titip salam kepada Paman Gui Yan , katakan saja kalau tuan muda Xing Cheng sudah bertemu dengan ku dan katakan kepadanya tidak ada yang perlu di tutup- tutupi...'' ucap Fan Lao.
'' Pasti akan aku sampaikan kepadanya...''
Kemudian mereka bertiga langsung pergi sesuai dengan tujuan mereka masing masing .
Roh Beladiri Kelelawar Api dan Fan Lao terbang dengan kecepatan penuh menuju Lembah Tiga Dewa , agar mereka cepat sampai di sana .
Karena Fan Lao memperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih masih 18 jam lagi baru bisa sampai di lembah tiga dewa .
Fan Lao tadi sengaja bercerita kepada tuan muda Xing Cheng , karena Fan Lao tidak peduli meskipun nanti tuan muda Xing Cheng mengetahui kalau dirinya mewarisi Pusaka Tombak Guntur Bumi .
Seandainya kekasisaran meminta pusaka itu maka Fan Lao tidak akan mau memberikan kepada mereka .
Karena pusaka ini yang memilih dirinya , kalau mereka mengklaim ini adalah pusaka milik leluhur mereka maka Fan Lao tinggal memutar balikkan faktanya .
Karena salah pihak kekaisaran sendiri yang tidak bisa menjaga pusaka ini , tapi Fan Lao yakin mereka tidak akan berani memintanya karena Fan Lao mendapatkan pusaka ini dengan cara baik baik .
Sambil terbang kemudian Fan Lao langsung melihat koin emas yang ada di dalam cincin miliki alkemis Han Feng , karena Fan Lao harus memastikan bahwa koin emas ini cukup untuk membayar kurang lebih 5 bulan bermeditasi di dalam Kuil Mistik Api.
Setelah menghitung nya ternyata cincin emas milik alkemis Han Feng ada 80 ribu lebih , sehingga Fan Lao sangat lega karena itu bisa di gunakan untuk membayar selama 8 bulan.
Kemudian Fan Lao langsung memasukkan 10 ribu koin emas ke dalam 6 cincin kosong agar nantinya lebih mudah ketika akan mengunakannya .
.
****
__ADS_1
Berpindah di gerbang klan Gui .
Setelah 6 jam berlalu akhirnya mereka telah sampai di gerbang klan Gui.
Para penjaga gerbang langsung membukakan pintu gerbang , karena mereka tahu kalau yang datang ini adalah perwakilan dari keluarga besar kekaisaran .
'' Silahkan masuk tuan muda dan nona muda , apakah ada yang bisa saya bantu...?'' ucap salah satu penjaga sangat ramah .
'' Iya paman , kenalkan namaku adalah Xing Cheng dan dia adalah adikku Xing Zhiyan . Kami berasal dari istana kekaisaran...''
'' Salam kenal tuan muda Xing Cheng dan nona Xing Zhiyan, namaku adalah Gui Li...'' ucap penjaga gerbang klan Gui .
'' Bisakah paman Gui Li mengantarku ke rumah tetua klan Gui . Karena aku ingin menyelidiki kematian Patriak klan Gui atau penguasa kota Guiyang ini...''
'' Bisa tuan muda Xing Cheng , tapi apakah aku boleh naik roh Beladiri Phoenix Api ini juga . Karena jika aku mengunakan roh beladiri ku maka membutuhkan waktu sedikit lama...''
'' Iya silahkan...''
Kemudian penjaga Gui Li ini langsung berpamitan kepada rekannya , lalu ikut naik di atas roh beladiri Phoenix Api.
Lalu mereka langsung terbang menuju klan Gui sambil berbincang bincang.
'' Apakah benar tuan muda Fan Lao yang telah membantu klan ini , karena aku tadi telah bertemu dengannya...'' tanya tuan muda Xing Cheng.
'' Benar tuan muda , nanti lebih jelasnya silahkan langsung di tanyakan kepada tetua Gui Yan . Karena beliau yang mengetahui ketika terjadi penyerangan kemarin lusa...'' ucap penjaga Gui Li .
'' Iya , nanti akan aku tanyakan kepadanya...''
Setelah 2 menit berlalu mereka akhirnya sampai di depan istana kuno.
'' Apakah halaman istana kuno ini terkena gempa...?'' tanya tuan muda Xing Cheng sambil menunjuk ke permukaan tanah yang terbelah .
'' Bukan tuan muda , itu terkena kekuatan tuan muda Fan Lao . Tapi nanti tanyakan saja kepada tetua Gui Yan, karena aku hanya mendengar dari mulut ke mulut saja...''
Tuan muda Xing Cheng sedikit tidak percaya kalau tuan muda Fan Lao memiliki serangan yang bisa membuat permukaan tanah hingga terbelah seperti ini.
'' Ternyata tuan muda Fan Lao ini bukanlah pemuda biasa biasa saja , karena bisa memiliki tehnik serangan yang sangat kuat . Pantas saja dia bisa mengalahkan alkemis Han Feng...'' batin tuan muda Xing Cheng sangat kagum.
Kemudian penjaga Gui Li ini langsung mengisyaratkan tuan muda Xing Cheng untuk mendarat di halaman rumah tetua Gui Yan .
Sehingga tuan muda Xing Cheng langsung mendarat di halaman rumah tetua Gui Yan.
__ADS_1
Lalu mereka berdua langsung melompat dari punggung roh beladiri Phoenix Api, nona Xing Zhiyan juga ikut melompat dari artefak Teratai Langit.
Lalu langsung menyimpan artefak Teratai Langit ke dalam cincin khusus .
Kemudian penjaga Gui Li ini langsung mengajak mereka berdua ke rumah tetua Gui yang yang sudah terbuka.
'' Permisi tetua Gui Yan, ini ada tamu dari kekaisaran Xing...'' ucap penjaga Gui Li , karena melihat tetua Gui Yan sedang berdiskusi di ruang tamu bersama tetua Gui Wang.
'' Iya silahkan masuk...'' ucap tetua Gui Yan.
Kemudian penjaga Gui Li langsung mempersilahkan tuan muda Xing Cheng dan nona Xing Zhiyan masuk ke dalam rumah .
Setelah mereka berdua telah masuk kemudian penjaga gerbang Gui Li langsung kembali ke gerbang lagi .
****
" Silahkan duduk tuan muda dan nona muda..." ucap tetua Gui Yan ramah.
Kemudian tuan muda Xing Cheng dan nona Xing Zhiyan langsung duduk di kursi yang masih kosong .
" Kenalkan namaku adalah Xing Cheng dan ini adalah adikku Xing Zhiyan, kami berdua berasal dari istana kekaisaran..."
" Salam kenal tuan muda Xing Cheng dan nona Xing Zhiyan, namaku adalah Gui Yan dan ini adalah temanku Gui Wang . Kalau boleh tahu ada perlu apa kalian berdua datang ke klan kecil ini..." ucap tetua Gui Yan.
" Kami datang ke klan ini ingin menyelidiki tentang kematian Penguasa kota Guiyang ini, tadi malam kami bertemu dengan tuan muda Fan Lao lalu bermalam bersama di tengah hutan . Tuan muda Fan Lao titip salam kepada paman Gui Yan dan juga berpesan agar paman Gui Yan menceritakan semuanya...''
'' Jadi tuan muda Xing Cheng sudah bertemu dengan tuan muda Fan Lao...''
Kemudian Paman Gui Yan langsung menceritakan dengan detail mengenai siapa orang yang membunuh Patriak Gui Zhan dan dalang di balik rencana pembunuhan ini .
Lalu juga menceritakan mengenai penyerangan ke klan ini , beruntung malam itu ada tuan muda Fan Lao yang membantunya sehingga klan ini bisa mengalahkan alkemis Han Feng dengan mudah .
Kemudian paman Gui Yan mengatakan kalau tujuan alkemis Han Feng membunuh Patriak klan Gui dan menyerang klan ini karena ingin merebut sebuah pusaka .
'' Kalau boleh tahu pusaka seperti apakah itu , aku yakin pusaka ini sangat kuat sehingga alkemis Han Feng sampai melakukan cara kotor untuk merebutnya...?'' tanya tuan muda Xing Cheng penasaran .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1