
.
.
Setelah lima menit berlalu tubuh tetua Yun Kai menjadi keriput seperti kakek tua , karena tubuhnya telah kurus kering .
Kemudian Fan Lao langsung menarik kedua Pusaka Cakar Jiwa Iblis , sehingga tubuh tetua Yun Kai langsung terjatuh ke tanah .
'' Dasar iblis..bia*ab....'' ucap tetua Yun Kai lirih , karena dia sudah tidak memiliki tenaga lagi .
Kemudian Yin Jue mengajak rekan rekannya keluar dari kamar untuk menemui para gadis dan tuan muda Xing Luan .
Setelah keluar kamar ternyata para gadis ini masih ada di depan kamar untuk menunggu intruksi dari mereka .
Kemudian Yin Jue langsung berkenalan dengan para gadis ini , lalu Fan Lao memberi tahu para gadis ini jika ada yang ingin memulai hidup baru maka nanti bisa ikut dengan dirinya ke istana kekaisaran.
Karena Kaisar Xing Shan akan menerima mereka semua di istana , setelah Fan Lao telah selesai berbicara kemudian tuan muda Yun Xiang langsung meminta maaf kepada para gadis ini .
Karena gara gara kelakuan ayahnya mereka menjadi korban seperti ini.
Para gadis ini sangat terkejut ketika mengetahui tuan muda Yun Xiang adalah anak Patriak Yun Zhen.
'' Sekarang kami semua akan turun ke lantai 4 , karena kami harus membereskan masalah ini agar kami bisa mengantarkan kalian ke rumah kalian masing masing...'' ucap Fan Lao .
'' Iya tuan muda Fan Lao , kami serahkan masalah ini kepada kalian semua . Terima kasih banyak kalian sudah membebaskan kami di sini...'' ucap salah satu gadis .
Tapi tiba tiba mereka merasakan ada aura yang kuat naik ke lantai 5 , sehingga Fan Lao dan rekan rekan langsung bersiap siaga .
'' Jika yang datang ini adalah ayahku maka kalian semua harus berhati hati , karena ayah ku memiliki serangan jarum es seperti yang aku miliki dan bisa membekukan apa saja dengan mudah...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
__ADS_1
Setelah mendengar peringatan dari tuan muda Yin Xiang kemudian Fan Lao langsung menginstruksikan para gadis ini untuk segera masuk ke dalam kamar , sedangkan tuan muda Yun Xiang langsung merubah wajahnya menjadi nona Lan Hua .
Setelah beberapa saat Patriak Yun Zhen akhirnya datang ke lantai 5 , Fan Lao melihat kekuatan Patriak Yun Zhen ini ternyata berada di tingkat Dou Ancesor Tahap 1 .
Patriak Yun Zhen sedikit bingung melihat kekasihnya mengunakan jubah seperti ini , karena biasa nya selalu mengunakan rok pendek dan pakaian yang terlihat belahan dadanya .
'' Pagi Hua'er, kita sudah lama tidak bertemu . Apakah tadi malam kamu sudah mendapatkan gadis baru lagi dan siapa mereka ini ...'' ucap Patriak Yun Zhen sambil berjalan mendekati tuan muda Yun Xiang.
'' Mereka adalah para pelanggan paviliun ini , kamu berhentilah di situ , karena aku akan bertanya sesuatu kepadamu...?'' ucap tuan muda Yun Xiang .
Sehingga patriak Yun Zhen langsung berhenti dengan jarak kurang lebih 10 meter.
'' Kita sudah lama tidak bertemu , apakah kau tidak rindu denganku...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
'' Tentu aku sangat merindukanmu , karena setiap kali aku berhubungan dengan istriku maka wajahmu yang selalu membayangiku...'' ucap Patriak Yun Zhen dengan senyum mesumnya .
'' Sekarang aku ingin kau meningalkan istri dan anakmu , lalu menikahlah denganku . Jika kamu tidak mau maka aku akan menikah dengan salah satu pemuda ini , karena aku tidak mau terus berhubungan dengan mu tapi kita tidak juga menikah ...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
'' Kalau begitu aku akan menikah dengan tuan muda ini , karena tuan muda ini mau menerima masa lalu ku asal bisa memuaskan nya di atas ranjang...'' ucap tuan muda Yun Xiang sambil menepuk pipi kirinya , sehingga wajahnya langsung berubah ke wajah aslinya .
Patriak Yun Zhen sangat terkejut melihat kekasihnya telah berubah menjadi putranya .
Kemudian tuan muda Yun Xiang langsung melapaskan jubahnya agar ayah nya bisa percaya jika ini adalah dirinya.
'' Apa kabar ayah , aku sudah lama tidak bertemu dengan ayah....'' ucap tuan muda Yun Xiang.
Patriak Yun Zhen menjadi mati kutu , dia bingung harus menjawab apa dan bagaimana caranya dia membujuk putranya ini yang sudah tahu kebusukannya di paviliun Youzui ini.
'' Kenapa ayah hanya diam saja , aku sangat sedih melihat ayah sekarang telah berubah menjadi iblis yang tidak punya hati . Bahkan ayah juga tega menghianati ibu dengan menjalin hubungan dengan wanita ****** bernama Lan Hua . Terus bagaimana dengan nasib para gadis gadis yang telah kehilangan kesucian nya . Apakah hati ayah ini sudah menjadi batu , kenapa ayah tega melakukan ini kepada ibu dan para gadis yang telah ayah culik...'' ucap tuan muda Yun Xiang sangat sedih .
__ADS_1
Dia sebenarnya tidak kuat harus bicara seperti ini kepada ayahnya sendiri , tapi dia harus melakukannya karena bagaimana pun juga ayah nya memang telah bersalah.
'' Aku bisa menjelaskan semuanya , karena ini tidak seperti apa yang kau lihat...'' ucap Patriak Yun Zhen berkilah .
'' Sudah tidak ada yang perlu di jelaskan lagi , karena aku sudah tahu semua nya . Ayah membangun paviliun ini yang memiliki ruang bawah tanah dan lorong bawah tanah yang juga di gunakan untuk menculik para gadis , aku salut dengan kecerdikan ayah . Hanya saja kecerdikan ayah merugikan banyak orang , jadi ayah harus mempertanggung jawabkan perbuatan ayah di istana kekaisaran ...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
'' Kau jangan menjadi anak durhaka yang ingin memenjarakan ayahmu sendiri...'' ucap Patriak Yun Zhen.
'' Aku tidak akan menangkap ayah , biar rekan rekan ku ini saja yang menangkap ayah...'' ucap tuan muda Yun Xiang.
Kemudian Fan Lao dan rekan rekannya langsung berdiri di hadapan tuan muda Yun Xiang.
'' Aku adalah pemimpin Pasukan khusus dari Asosiasi Gunung Huangshan, maaf kami akan menangkap Patriak Yun Zhen dan membawa ke istana kekaisaran untuk di adili . Karena anda telah melakukan kesalahan yang sangat serius , kami tadi juga sudah membunuh nona Lan Hua karena dia tidak mau menurut kepada kami...'' ucap Fan Lao sambil bersiap mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu.
'' Lebih baik kita bertarung saja sampai mati...'' ucap Patriak Yun Zhen sambil menghentakan kakinya ke lantai.
Sehingga lantai yang terkena hentakan kaki Patriak Yun Zhen langsung membeku yang terus melebar ke tempat Fan Lao berada .
Kemudian Patriak Yun Zhen langsung menciptakan jarum jarum es yang sangat banyak di sekitar tubuhnya , lalu menembakkan jarum jarum es ini ke arah Fan Lao dan rekan rekannya .
Sehingga Fan Lao langsung mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu .
Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa jarum jarum es, lalu berlanjut menerpa tubuh Patriak Yun Zhen.
Sehingga jarum jarum es dan tubuh Patriak Yun Zhen langsung berhenti tidak bergerak sama sekali , lantai yang membeku tadi juga langsung berhenti juga karena orang yang mengendalikan Es ini sedang terkena Tehnik Angin Pengendali Waktu.
Kemudian rekan rekan Fan Lao langsung berlari mendekati tubuh tetua Yun Zhen , lalu langsung mengikat kedua tangan dan kaki Patriak Yun Zhen dengan erat .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...