
.
.
Setelah mereka telah selesai mengikat kaki dan tangan Patriak Yun Zhen kemudian langsung memberi pukulan di bagian vital dan perutnya hingga berkali kali .
Bughhh....Bughhh... Bughhh...
Mereka tidak boleh pilih kasih kepada siapapun itu , karena mereka harus bisa bersikap profesional .
Tidak peduli siapapun itu jika bersalah maka harus menanggung akibatnya.
Tuan muda Yun Xiang tidak mempermasalahkan teman temannya yang sedang memberi pelajaran kepada ayahnya , karena ayahnya memang pantas mendapatkan ganjaran atas perbuatan nya yang telah merugikan banyak orang .
Seandainya di sini ada orang tua para gadis yang telah di culik ini pasti mereka akan langsung membunuh ayahnya , karena ayahnya telah menghancurkan masa depan putri mereka .
Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal lagi.
Jarum jarum Es yang berhenti tadi langsung berjatuhan ke lantai , karena Patriak Yun Zhen sudah tidak bisa mengendalikan jarum jarum ini lagi.
Saat itu juga Patriak Yun Zhen langsung berteriak.
" Arghhh... Arghhh..." teriak Patriak Yun Zhen kesakitan , karena sekujur tubuhnya terasa sangat sakit akibat di pukuli oleh rekan rekan Fan Lao tadi .
Apalagi di bagian alat vital nya yang terasa amat sangat sakit , membuat perut nya juga langsung terasa nyeri.
Tubuh Patriak Yun Zhen langsung terjatuh ke lantai , dia tidak habis pikir kapan para pemuda ini mengikat tubuh dan menyerangnya hingga seperti ini .
Patriak Yun Zhen mencoba melawan rasa sakit ini dan melihat ke arah para pemuda yang ada di sekelilingnya .
Kemudian Patriak Yun Zhen langsung menciptakan jarum jarum es yang sangat banyak di sekitar tubuh nya , lalu di tembakkan ke arah Fan Lao dan rekan rekannya .
" Awas..." ucap Fan Lao memberi peringatan.
Lalu Fan Lao dan rekan rekannya langsung melompat untuk menghindari tusukan jarum jarum Es ini .
Clapp.... clapp....
__ADS_1
Jarum jarum es ini langsung membekukan sebagian area di sana yang terkena tusukan jarum Es ini , melihat serangannya berhasil di hindari kemudian Patriak Yun Zhen langsung mencipatkan jarum jarum Es lagi untuk menyerang para pemuda ini secara bertubi tubi.
Fan Lao dan rekan rekannya terus menghindari serangan jarum jarum Es ini dengan kelincahan tubuh mereka , hanya butuh beberapa menit saja area di sana sudah membeku semuanya .
Kerena setiap kali jarum Es ini terjatuh atau menabrak dinding , maka akan langsung membeku juga .
" Arghhh...." teriak tuan muda Wei Hong kesakitan , karena kakinya terkena tusukan salah satu jarum Es ini , sehingga kakinya langsung membeku .
'' Arghhh...'' teriak tuan muda Shen Lin , karena bahu tuan muda Shen Lin juga terkena tusukan jarum Es ini.
Fan Lao langsung mengibaskan tangannya untuk mengeluarkan tehnik Angin Pengendali Waktu, karena Patriak Yun Zhen ini tidak boleh di remehkan begitu saja .
Apalagi Fan Lao melihat Patriak Yun Zhen ini menyerang mereka secara bertubi tubi, sehingga salah satu temannya ada yang terluka .
Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa tubuh Patriak Yun Zhen yang sedang berbaring di lantai.
Sehingga jarum jarum Es dan tubuh Patriak Yun Zhen langsung berhenti tidak bergerak sama sekali.
" Biar aku menyerap kekuatan dan energinya , agar dia tidak terus menerus membahayakan kita...." ucap Fan Lao .
Kemudian Fan Lao langsung mendekati tubuh Patriak Yun Zhen, lalu membalikkan tubuh Patriak Yun Zhen agar tengkurap ke lantai.
Clapp... clapp....
Lalu Fan Lao langsung menyerap kekuatan dan esensi kehidupan Patriak Yun Zhen, karena hanya ini satu satunya melemahkan tubuh Patriak Yun Zhen.
Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal lagi, Patriak Yun Zhen sangat terkejut melihat tubuhnya sudah tengkurap di lantai .
Apalagi ada dua tangan yang menancap di bahunya , Patriak Yun Zhen sangat panik saat merasakan kedua tangan yang menancap di bahu nya ini ternyata sedang menyerap kekuatan nya .
Sehingga patriak Yun Zhen langsung membekukan bagian bahunya , agar pemuda ini tidak terus menerus menyerap kekuatannya .
Ternyata usaha Patriak Yun Zhen hanya sia sia saja , karena Pusaka Cakar Jiwa Iblis sudah menancap sangat dalam , tapi dia berhasil membekukan kedua tangan Fan Lao .
Karena apa saja yang bersentuhan dengan tubuh Patriak Yun Zhen akan langsung membeku .
Fan Lao mencoba tetap tenang melihat kedua tanganya yang sudah membeku , karena dia harus tetap melanjutkan menyerap kekuatan Patriak Yun Zhen ini .
__ADS_1
Fan Lao yakin serangan Patriak Yun Zhen ini tidak akan terlalu memiliki efek apa apa dengan tubuhnya , karena kekuatannya lebih tinggi 3 tahap , Fan Lao kemudian melapisi tangannya dengan Douqi Api untuk mencairkan Es yang telah membekukan tangan nya .
Rekan rekan Fan Lao langsung menjauh dari sana untuk menghindari hal buruk yang akan terjadi , karena Patriak Yun Zhen ini meskipun sudah seperti ini tapi masih bisa mengeluarkan serangan untuk menyerang mereka .
Tuan muda Yun Xiang langsung mencipatkan sebuah tembok Es untuk tempat berlindung bersama rekan rekanya , karena tuan muda Yun Xiang harus mengobati luka tuan muda Wei Hong dan tuan Shen Lin yang terkena tusukan jarum Es.
****
Patriak Yun Zhen sangat kesal melihat putranya ternyata justru melindungi para pemuda yang menyerangnya tadi , sekarang dia sangat panik merasakan pemuda yang ada di belakangnya ternyata masih terus saja menyerap kekuatannya .
Karena dia sudah tidak bisa lagi menyerang balik pemuda yang ada di belakangnya , apalagi jika dia terus mengunakan douqi nya maka kekuatannya justru semakin cepat di serap oleh pemuda ini.
'' Aku atas nama keadilan akan mengadili pria sepertimu , jadi nikmati saja kematian mu di tanganku....'' ucap Fan Lao .
'' Baji*gan... Dasar iblis , sebenarnya kau juga harus di adili karena kau mengunakan tehnik terlarang untuk meningkatkan kekuatanmu...'' ucap Patriak Yun Zhen sangat kesal .
'' Hahaha , tehnik terlarang ini hanya untuk menyerap kekuatan manusia berhati iblis sepertimu , jadi aku tidak melanggar prinsip aliran putih karena aku sama saja mengurangi jumlah orang jahat sepertimu....'' ucap Fan Lao .
Patriak Yun Zhen langsung terdiam mendengar apa yang di ucapkan oleh pemuda yang ada di belakangnya ini , kemudian dia langsung mencoba berfikir bagaimana caranya bisa mengelabuhi pemuda ini.
'' Kau seharusnya tidak melakukan ini karena aku adalah ayah dari temanmu , bagaimana kalau kita bernegosiasi saja ...'' ucap Patriak Yun Zhen.
'' Hahaha... ternyata kau ingin bernegoisasi denganku , tapi tidak apa apa aku akan mengampuni mu jika negoisasi mu menguntungkan ku . Karena aku sudah mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk menyelidiki kasus ini , jadi penawaran mu harus sesuai dengan pengorbananku ...'' ucap Fan Lao berpura pura menyetujuinya .
Patriak Yun Zhen langsung tersenyum mendengar pemuda ini ternyata mau bernegoisasi dengannya .
'' Aku ingin kamu menghentikan dulu menyerap kekuatanku , karena aku akan memberi mu koin emas yang telah aku kumpulkan selama ini...''ucap Patriak Yun Zhen.
'' Aku sudah memiliki koin emas yang cukup banyak , jadi aku akan tetap membunuhmu . Aku sebenarnya butuh para gadis yang masih perawan , jika kamu memilikinya maka aku akan langsung menghentikan menyerap kekuatanmu ini....'' ucap Fan Lao .
'' Baiklah kalau itu maumu , aku akan memberimu 7 gadis yang masih perawan . Kau nanti bisa menikmati mereka setiap hari di sini , tapi tolong hentikan dulu penyerapan kekuatanku ini...'' ucap Patriak Yun Zhen.
Kemudian Fan Lao langsung menghentikan penyerapan kekuatan Patriak Yun Zhen, tapi dia masih menancapkan kedua Pusaka Cakar Jiwa Iblis di bahu Patriak Yun Zhen .
Karena jika masih ada gadis yang bisa di selamatkan maka itu akan lebih baik , urusan membunuh Patriak Yun Zhen adalah perkara mudah karena dia sekarang masih terikat .
.
__ADS_1
.
...[ Bersambung ] ™...