
.
.
Kemudian Fan Lao masuk ke dalam salah satu kamar yang ada di markas bandit Gurun Emas ini untuk melihat ada apa di dalam kamar ini .
Ternyata hanya ada tempat tidur saja di sana , kemudian Fan Lao melihat ke kamar satunya lagi .
Di dalam kamar satunya lagi ternyata isinya juga sama , karena hanya ada satu tempat tidur saja .
Kemudian Fan Lao keluar dari dalam kamar , ternyata tuan muda Xiao Duan dan tuan muda Xing Luan sudah selesai memulihkan diri .
'' Apakah kalian sudah selesai memulihkan diri...'' ucap Fan Lao berbasa-basi .
'' Iya saudara Fan Lao , kami berdua hanya luka luka ringan saja . Ada apa di dalam kamar ini...?'' tanya tuan muda Xing Luan.
'' Tidak ada apa apa , karena hanya kamar biasa saja . Sekarang mari kita lihat di atas ruang bawah tanah ini...'' ajak Fan Lao .
'' Iya saudara Fan Lao...''
Lalu mereka bertiga langsung berjalan mendekati tangga dan mencari tuas untuk membuka pintu ruang bawah tanah ini .
Karena Fan Lao melihat langit langit di atas tangga ini terbuat dari susunan papan kayu yang tertata rapi .
Fan Lao dan rekan rekan kemudian mencarinya di dinding dan lantai di sekitarnya , karena Fan Lao yakin pintu untuk membuka ruang bawah tanah ini pasti akan sama seperti yang ada di bawah reruntuhan desa Anming.
Setelah beberapa saat tuan muda Xiao Duan akhirnya menemukan tuas untuk membuka pintu ruang bawah tanah ini , karena ada satu tuas yang tersembunyi di balik sebuah batu kecil yang ada di sudut ruangan .
Kemudian Fan Lao langsung mengintrusikan tuan muda Xiao Duan untuk menarik tuas itu .
Jeglak...
Setelah beberapa saat langit langit di atasnya langsung bergetar , lalu bergerak ke kanan dan kiri .
Kemudian Fan Lao dan kedua rekannya langsung menaiki tangga untuk melihat tempat apa di atas ruang bawah tanah markas bandit ini .
Setelah menaiki tangga ternyata ruang bawah tanah markas bandit Gurun Emas ini berada tepat di bawah ruang keluarga yang sangat besar.
Di dalam rumah ini ternyata ada 5 orang pria kekar yang sedang minum arak di satu meja yang terbuat dari kayu yang sangat lebar .
__ADS_1
Para pria kekar ini sedikit terkejut melihat yang keluar dari ruang bawah tanah ternyata adalah 3 orang pemuda .
'' Kalian lihat lah tehnik pukulan ku ini , nanti aku akan mengajarkan kepada kalian jika sudah sampai di Asosiasi Gunung Huangshan...'' ucap Fan Lao berbicara dengan kedua rekannya .
Kemudian kelima pria kekar ini langsung berdiri untuk bersiap jika para pemuda ini tiba tiba menyerang mereka .
'' Siapa kalian bertiga ini , ada hubungan apa kalian dengan ketua Feng Tianqi...'' tanya salah satu pria kekar.
'' Aku adalah orang yang telah membunuh Feng Tianqi , kedepannya kalian akan menjadi bawahanku karena mulai hari ini aku akan menjadi ketua bandit ini . Sekarang kalian harus bersujud untuk memberi hormat kepadaku , jika kalian tidak hormat maka aku akan membunuh kalian semua...'' ucap Fan Lao .
'' Kami tidak akan hormat kepada kalian para pemuda pecundang , kami semua tidak percaya jika ketua kami telah mati...'' ucap salah satu bandit .
'' Baiklah kalau kalian tidak mau tunduk kepadaku , kalian nanti tanyakan saja jika bertemu dengan ketua kalian di neraka...'' ucap Fan Lao sambil mengibaskan tangannya.
Dari kibasan tangan Fan Lao langsung mengeluarkan hembusan angin yang berhembus sangat kencang langsung menerpa tubuh kelima pria kekar yang sedang berlari ke arahnya .
Sehingga tubuh kelima pria kekar ini langsung berhenti tidak bergerak sama sekali.
Kemudian Fan Lao langsung berlari dengan cepat sambil mengalirkan Douqi ke tangan kanannya hingga membentuk melingkar , saat sudah dekat dengan tubuh kelima pria kekar ini kemudian Fan Lao langsung melompat sambil bersiap mengeluarkan pukulan terkuatnya.
'' Pukulan Penghancur Tulang..."
Debgh...
Lalu Fan Lao dengan cepat langsung mengalirkan Douqi nya lagi ke tangan kanannya untuk mengeluarkan pukulan Penghancur Tulang kepada satu persatu pria ini .
Fan Lao mengeluarkan pukulan ini dengan sangat cepat , karena kurang dari 30 detik Fan Lao sudah berhasil memberikan kelima pria ini pukulan terkuatnya.
Setelah 30 detik berlalu waktu kembali normal lagi .
Kelima pria kekar ini sangat terkejut merasakan jantung mereka rasanya seperti telah remuk redam , seperti terkena hantaman benda yang sangat keras .
''Arghhh...arghhh... Arghhh...'' teriak mereka berlima kesakitan sambil memuntahkan seteguk darah segar secara bersama sama, lalu tubuh kelima pria kekar ini langsung terhempas ke belakang yang langsung menghantam meja kayu tempat mereka tadi minum .
Bruakkk.... Bruakkk....
Meja kayu ini langsung hancur terkena hantaman tubuh mereka berlima.
Kemudian tuan muda Xing Luan dan tuan muda Xiao Duan langsung mendekati Fan Lao.
__ADS_1
'' Ternyata pukulan saudara Fan Lao sunguh sangat luar biasa , karena dengan satu pukulan saja mereka berlima tidak bisa bangun lagi . Kami berdua sangat bersemangat ingin mempelajari tehnik pukulan ini...'' ucap tuan muda Xiao Duan.
'' Nanti aku akan mengajari kalian semua di sana , sebelumnya para prajurit kekaisaran juga telah mempelajari tehnik pukulan ini dariku . Jadi kalian semua harus mempelajari juga tehnik ini , nanti aku juga akan mengajari kalian tehnik pukulan jarak jauh juga...'' ucap Fan Lao.
'' Sebelumnya kami berdua sangat berterima kasih kepada saudara Fan Lao, karena bersedia mengajari kami...'' ucap tuan muda Xiao Duan.
'' Sama sama , sekarang ambilah cincin penyimpanan mereka . Karena kita harus melihat keadaan di luar rumah ini...'' ucap Fan Lao .
Kemudian tuan muda Xing Luan dan tuan muda Xiao Duan langsung mengambil cincin penyimpan para pria kekar ini .
Para pria kekar ini sebenarnya masih hidup , tapi luka di dalam dadanya sangat parah setelah terkena pukulan Penghancur Tulang .
Sehingga mereka hanya bisa meratapi kematian mereka yang sangat cepat ini.
Setelah mereka berdua melepaskan cincin penyimpan itu kemudian mereka bertiga berjalan keluar , mereka melewati ruang tamu yang cukup mewah .
Karena hiasan yang ada di ruang tamu adalah barang barang berharga seperti guci dari batu giok yang lumayan besar dan lemari lemari tempat benda benda kecil untuk pajangan .
Setelah mereka bertiga keluar ternyata rumah ini berada di sebuah desa kecil , karena di samping rumah ini adalah rumah para warga .
Kemudian Fan Lao langsung menghentikan salah satu warga yang lewat di depan rumah ini , tapi warga ini terlihat sedikit takut .
Karena warga ini langsung berjalan menghindari mereka bertiga , lalu berlari dari sana.
Fan Lao dan rekannya sedikit bingung melihat maksud warga tadi .
'' Sepertinya warga di desa ini sangat takut kepada pemilik rumah ini...'' ucap Fan Lao bersepekulasi .
'' Sepertinya begitu saudara Fan Lao , padahal kita tadi menyapa mereka dengan sopan...'' ucap tuan muda Xing Luan.
'' Kalau begitu kita cari saja rumah warga desa yang paling besar , karena biasanya orang yang memiliki rumah besar adalah orang penting di setiap desa...'' ucap Fan Lao .
Kemudian mereka bertiga berjalan ke arah warga yang berlari tadi untuk mencari informasi mengenai desa ini .
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1