
.
.
'' Baiklah kalau Patriak Jiu Heng memaksa kami untuk mengunakan cara kasar , aku akan menghancurkan lantai aula klan ini untuk membuktikan jika di bawah lantai aula klan ini ada sumur gelap sama seperti di kota Yunnan. Karena aku sebenarnya adalah Fan Lao , jadi aku tahu semua yang terjadi di kota Yunnan...'' ucap Fan Lao sambil mengeluarkan Lang Ying dalam wujud Rubah putih kecil , lalu di berikan kepada jendral Lin Langtian .
Para tetua klan Jiu sangat terkejut mendengar komandan Xiao Fan ini sebenarnya adalah Fan Lao, tapi mereka semua masih ragu karena Fan Lao tidak mungkin akan berani datang ke klan ini .
'' Hahaha... Kalian semua jangan mau di bodohi oleh komandan Xiao Fan ini , karena Fan Lao tidak akan berani datang ke klan ini setelah menghancurkan aula klan Jiu di Yunnan . Rupanya kalian berdua sudah frustasi karena tidak bisa membawa Fan Lao ke sini , sehingga komandan Xiao Fan rela mengaku sebagai tuan muda Fan Lao...'' ucap Patriak Jiu Heng .
'' Terserah kalian mau percaya atau tidak , sekarang aku akan menunjukkan kepada kalian semua bahwa aku bisa menghancurkan lantai aula klan ini seperti yang aku lakukan di kota Yunnan...'' ucap Fan Lao sambil berdiri .
Karena Fan Lao ingin memancing Patriak Jiu Heng agar menjebaknya dirinya ke dalam sumur penjaranya .
Kemudian Fan Lao mengeluarkan pedang Darah Surgawi, lalu mengalirkan Douqi dari artefak Yunzhen ke ujung pedangnya .
'' Jika kau sampai menghancurkan lantai klan ini pasti kau akan tahu sendiri akibatnya...'' ucap Patriak Jiu Heng dengan nada tinggi .
'' Aku tidak takut dengan kalian semua , karena ini demi keadilan para korban korban yang telah kalian bunuh...'' ucap Fan Lao sambil berjalan ke tengah .
Tapi baru berjalan dua langkah tiba tiba lantai di bawah kakinya dan di bawah kursi jendral Langtian langsung terbelah menjadi dua , sehingga tubuh Fan Lao dan jendral Lin Langtian yang sedang duduk di kursi langsung terperosok masuk ke dalam .
'' Bajin*an kau Patriak busuk...'' teriak Fan Lao saat tubuhnya terperosok ke dalam .
Setelah tubuh mereka berdua telah masuk ke dalam , lantai penutup sumur penjara ini langsung kembali seperti semula .
Karena yang memegang tuas nya adalah Patriak Jiu Heng.
****
Berpindah di tempat Fan Lao dan jendral Lin Langtian yang terperosok ke dalam sumur gelap .
Mereka berdua langsung mengeluarkan api di tangan mereka untuk penerangan , karena mereka berdua tadi sudah berdiskusi jika mereka berdua di jebak ke dalam sumur gelap ini .
__ADS_1
Sedangkan Lang Ying langsung berubah menjadi Rubah Putih bersayap , lalu dengan cepat melilit tubuh Fan Lao dan jendral Lin Langtian agar tidak menghantam tanah.
Lalu Lang Ying langsung mendaratkan mereka berdua di dasar sumur gelap ini untuk merencanakan rencana mereka selanjutnya.
Setelah mendarat kemudian Lang Ying langsung melepaskan lilitan ekornya .
Jendral Lin Langtian sangat kagum kepada tuan muda Fan Lao ini , karena memiliki hewan kontrak yang sangat berguna di saat seperti ini.
Fan Lao melihat sumur gelap ini jauh lebih besar dan lebih dalam dari pada sumur gelap yang ada di klan Jiu di kota Yunnan .
Ternyata di dalam sumur gelap ini juga ada seorang pria yang sedang terkapar .
Fan Lao yakin pria ini adalah korban yang telah di jebak sama seperti dirinya .
Fan Lao melihat pria ini masih hidup , tapi aura kehidupannya sangat menipis .
Fan Lao yakin tubuh pria ini terluka saat terjatuh ke dalam sumur gelap ini , apalagi di dalam sumur gelap ini memiliki hawa yang sangat dingin sehingga membuat keadaannya semakin parah .
'' Iya tuan muda Fan Lao...'' ucap jendral Lin Langtian sambil mengeluarkan api lebih besar lagi di kedua tangannya .
Kemudian Fan Lao langsung menghampiri tubuh pria ini , lalu mengalirkan sedikit Douqi nya agar pria ini bisa tersadar kembali .
Fan Lao juga meneteskan Air Kehidupan ke dalam mulut pria ini , agar tubuh pria ini lebih cepat pulih .
****
Berpindah di aula klan Jiu.
Setelah berhasil menjebak jendral Lin Langtian dan komandan Xiao Fan ke dalam semur gelap ini kemudian Patriak Jiu Heng langsung mengajak berdiskusi.
Nona Jiu Ling sedikit kesal kepada Patriak Jiu Heng, karena dia sangat mengagumi komandan Xiao Fan tadi.
Tapi sekarang komandan Xiao Fan telah di jebak ke dalam sumur penjara , jadi dia harus memendam rasa kekagumannya dulu karena dia juga takut kepada Patriak Jiu Heng.
__ADS_1
'' Sekarang kita jalankan rencana kita yang ketiga , setelah ini kita harus segera pergi ke wilayah Utara untuk bersembuyi di klan Jiu yang ada di lereng gunung Jingshan . Karena pihak kekaisaran pasti akan datang ke sini untuk mencari keberadaan jendral Lin Langtian dan komandan angkuh tadi...'' ucap Patriak Jiu Heng.
'' Iya Patriak , tapi bagaimana dengan para anggota kita yang masih bertugas di luar . Karena mereka pasti akan sedikit bingung jika kembali ke klan ini...'' ucap tetua Jiu Jiang.
'' Untuk saat ini kita semua harus meninggalkan klan ini tanpa terkecuali , karena aku tidak ingin pihak kekaisaran ada yang tahu tempat tujuan kita . Nanti di sana kita bisa menyusun rencana lagi seperti yang di rencanakan oleh leluhur Agung Jiu Xin , sedangkan untuk mereka yang ada di luar pasti sudah tahu kalau kita pergi ke lereng gunung Jingshan . Karena sebelumnya aku sudah bercerita kepada siapapun itu jika suatu saat semua anggota klan tiba tiba menghilang , berarti telah terjadi sesuatu dan akan pergi ke lereng gunung Jingshan...'' ucap Patriak Jiu Heng.
Kemudian Patriak Jiu Heng dan semua anggota klan Jiu satu persatu langsung keluar dari aula , lalu berjalan dengan cepat ke rumah mereka masing masing untuk mempersiapkan diri.
****
Berpindah di tempat Fan Lao berada.
Setelah Fan Lao selesai meminumkan Air Kehidupan kemudian Fan Lao langsung menanamkan segel di dahi pria ini , agar nanti pria ini mau menjawab semua pertanyaannya dengan jujur kepadanya .
" Setelah ini kita harus menghancurkan penutup sumur ini , agar kita bisa keluar dan mengadili para tetua klan Jiu..." ucap jendral Lin Langtian.
" Iya jendral Lin Langtian, nanti jendral Lin Langtian silahkan menghancukan penutup sumur ini mengunakan tehnik Pukulan Penghancur Tulang yang aku ajarkan dulu . Aku yakin kekuatan jendral Ling Langtian pasti bisa menghancurkan penutup sumur ini meskipun orang yang membuat sumur ini kekuatannya lebih tinggi dari jendral . Tapi setelah keluar nanti tetaplah berhati hati, jendral Lin Langtian jangan lengah sedikitpun karena yang akan kita hadapi ini adalah praktisi elemen Es ..." ucap Fan Lao.
" Iya aku mengerti tuan muda Fan Lao..." ucap jendral Lin Langtian.
Setelah 15 menit berlalu pria yang di tolong oleh Fan Lao ini akhirnya mulai tersadar kembali .
Pria ini langsung waspada melihat ada dua orang pria di dalam sumur gelap ini , tapi pria ini sangat yakin kalau kedua pria ini adalah orang baik .
Karena sebelumnya tubuhnya terasa sangat sakit akibat berbenturan dengan bebatuan , tapi sekarang rasa sakit itu telah menghilang .
Pria ini yakin kedua pria yang ada di sumur ini yang telah mengobati dirinya.
.
.
...[ Bersambung ] ™...
__ADS_1