
.
.
Patriak Jiu Heng duduk bersantai sambil menikmati suasana pagi di halaman istana.
Dia sangat senang melihat para anggota klan Jiu ternyata sangat bersemangat berlatih seperti ini .
'' Aku tidak sabar menunggu hari itu tiba...'' batin Patriak Jiu Heng sambil membayangkan kehancuran dinasti kekaisaran Xing .
Dia terus membayangkan dirinya dan leluhur Agung Jiu Xin bisa menjadi orang nomor satu di kekaisaran ini seperti impian para leluhurnya dulu.
Setelah satu jam berlalu ada prajurit penjaga gerbang yang berlari menghampiri Patriak Jiu Heng.
" Lapor Patriak Jiu Heng , di gerbang klan ada jendral Lin Langtian dari istana kekaisaran Xing. Dia mengatakan ingin bertemu dengan anda karena ingin membicarakan sesuatu..." ucap prajurit penjaga .
Patriak Jiu Heng sangat terkejut mendengar ada jendral Lin Langtian di depan , berarti istana kekaisaran Xing sudah tahu apa yang telah di lakukan oleh klan Jiu selama ini .
" Dia datang ke sini bersama siapa dan ada masalah apa dia ingin menemuiku...?" tanya Patriak Jiu Heng.
" Dia datang ke sini bersama seorang prajurit , tadi jendral Lin Langtian tidak berkata apa mengenai masalah apa yang akan dia bicarakan dengan anda..." ucap prajurit penjaga .
" Jadi dia datang ke sini hanya dengan seorang prajurit saja , kalau begitu kawal dia masuk ke dalam aula klan . Karena aku akan menunggunya di sana..." ucap Patriak Jiu Heng.
" Siap Patriak..." ucap prajurit penjaga sambil berbalik badan , lalu berjalan menuju gerbang klan Jiu lagi .
Sedangkan Patriak Jiu Heng langsung mengisyaratkan para tetua klan untuk menghentikan latihan mereka , lalu mengajak semua tetua klan Jiu ke aula klan .
Tapi hanya para tetua klan yang memiliki jabatan saja yang ikut ke aula , karena para tetua klan biasa tetap di sana untuk berlatih.
****
Berpindah di gerbang klan Jiu .
__ADS_1
Fan Lao dan jendral Lin Langtian duduk di bawah pohon sambil menunggu prajurit penjaga yang melapor ke dalam.
Jendral Lin Langtian sangat kagum kepada tuan muda Fan Lao , karena bisa memikirkan sampai sejauh ini .
Tadi Fan Lao sudah menceritakan mengenai kebusukan klan Jiu dan klan Jiu ini sedang menyelidiki dirinya .
Kemudian Fan Lao juga mengatakan semua rencananya jika nanti sudah bertemu Patriak klan Jiu, lalu Fan Lao meminjam seragam prajurit kekaisaran yang berpatroli di ibukota kekaisaran Xing.
Agar Patriak klan Jiu tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya .
" Jendral Lin Langtian harus ingat untuk memanggilku komandan Xiao Fan , nanti jangan sampai salah bicara . Karena aku akan menunggu saat yang tepat untuk mengungkapkan siapa diriku sebenarnya..." ucap Fan Lao .
" Iya komandan Xiao Fan....hahaha..." ucap jendral Lin Langtian .
" Kenapa jendral Lin Langtian tertawa , apakah aku sangat lucu memakai nama itu dan seragam prajurit ini...?" tanya Fan Lao .
" Aku tertawa karena aku masih belum terbiasa memanggil dengan sebutan komandan Xiao Fan , terima kasih banyak karena aku bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga dari komandan Xiao Fan . Sebelumnya aku tidak kepikiran menyamar seperti ini saat berkunjung ke suatu tempat untuk menyelesaikan suatu masalah , jadi kedepannya aku akan mengikuti cara komandan Xiao Fan jika memang mengharuskan untuk menyamar..." ucap jendral Lin Langtian.
" Aku menyamar seperti ini bukan berarti aku takut dengan mereka , tapi aku ingin melihat dulu seperti apa kekuatan klan Jiu ini untuk berjaga jaga . Aku yakin nanti pasti Patriak klan Jiu ini akan meminta saksi satu satunya orang yang mengetahui kebusukkan mereka jika kita membahas masalah kesalahan mereka . Jadi saat itu juga aku akan mengungkapkan siapa jati diriku sebenarnya..." ucap Fan Lao .
Setelah beberapa saat prajurit penjaga gerbang klan tadi langsung keluar dari dalam gerbang , lalu menghampiri jendral Lin Langtian dan Fan Lao.
" Sekarang mari aku antarkan ke dalam , karena Patriak Jiu Heng sudah menunggu jendral Lin Langtian di aula klan...." ucap prajurit penjaga .
" Terima kasih , kalau begitu mari kita masuk..." ucap jendral Lin Langtian.
Lalu jendral Lin Langtian dan Fan Lao langsung mengikuti prajurit penjaga ini di belakangnya .
Setelah melewati gerbang klan Jiu Fan Lao melihat banyak anggota klan Jiu yang sedang berlatih di halaman klan , bahkan para anggota yang sudah berumur juga ikut berlatih .
Fan Lao yakin klan Jiu ini memiliki sebuah rencana tersembunyi , karena tidak mungkin para anggota yang sudah tua juga ikut berlatih jika mereka tidak memiliki sebuah rencana .
Sesampainya di depan aula klan Jiu Fan Lao dan jendral Lin Langtian langsung di persilahkan masuk dengan ramah oleh prajurit penjaga yang ada di depan aula .
__ADS_1
Setelah masuk ke dalam aula Fan Lao melihat kekuatan orang yang paling kuat hanya berada di tingkat Dou Ancesor tahap 5 saja , jadi Fan Lao tidak terlalu waspada dengan mereka ini.
Tapi di dalam aula ini ternyata juga ada seorang gadis juga , gadis ini langsung menatap Fan Lao sambil mengedipkan mata lentiknya menandakan kalau gadis ini tertarik dengan dirinya .
Kemudian Fan Lao langsung membalasnya dengan senyuman dan mengedipkan mata juga.
'' Salam Patriak Jiu Heng dan tetua yang lainnya...'' ucap jendral Lin Langtian.
'' Salam juga jendral Lin Langtian, silahkan duduk dulu...'' ucap patriak Jiu Heng sambil mempersilahkan duduk di kursi yang kosong .
Kemudian jendral Lin Langtian dan Fan Lao langsung duduk di kursi yang di tunjuk oleh Patriak Jiu Heng .
'' Kalau boleh tahu siapa pemuda tampan ini...'' tanya Patriak jiu Heng penasaran , karena dia juga harus waspada .
'' Dia adalah komandan Xiao Fan dari klan Xiao...'' ucap jendral Lin Langtian.
'' Salam Patriak Jiu Heng...'' ucap Fan Lao ramah.
'' Salam kenal komandan Xiao Fan, kalau boleh tahu ada keperluan apa jendral Lin Langtian dan komandan Xiao Fan datang ke klan Jiu ini...?'' ucap Patriak Jiu Heng .
'' Kedatangaku ke klan Jiu ini yang pertama adalah untuk bersilahturahmi dengan semuanya , yang kedua adalah mewakili yang mulia Kaisar Xing Shan untuk membahas kesalahan klan Jiu . Sedangkan yang ketiga adalah meminta kompensasi atas tindakan klan Jiu selama ini....'' ucap jendral Lin Langtian .
Patriak Jiu Heng dan para tetua klan Jiu sangat terkejut mendengar berita ini , tapi sebagian dari tetua ini sudah tahu kesalahan apa yang di maksud oleh jendral Lin Langtian ini .
Karena ini pasti ada hubungannya dengan klan Jiu di kota Yunnan yang telah di hancurkan oleh Fan Lao .
Tapi mereka berusaha tetap tenang , karena tidak semudah itu pihak kekaisaran Xing menuduh mereka , karena pihak kekaisaran juga harus memiliki bukti dan saksi jika ingin mengusut tuntas perkara ini .
'' Apa maksud jendral Lin Langtian berkata seperti itu , perasaan klan Jiu sudah menjadi klan baik dengan membayar pajak secara rutin kepada Kekaisaran Xing...'' ucap Patriak Jiu Heng sambil menunjukan wajah polosnya.
.
.
__ADS_1
...[ Bersambung ] ™...